
"Ko? Kamu lagi ngapain? Kok mandi nya lama banget?" Seru Mutia kesekian kali nya dari depan pintu bathroom.
Tau - tau terdengar suara adelio menangis, dan Mutia pun bergegas menuju ruang depan, di mana adelio tengah ia tidurr kan di atas karpet bulu yang lembut.
Mutia menghampiri nya dan menyapa nya dengan ceria saat itu juga, Mutia melupakan Miko yang sudah lebih dari setengah jam berada di kamar mandi.
***
Keesokan harinya...
"Mama?" Mutia terkejut bukan main ketika melihat ibu mertua nya berdiri di depan pintu bersama seorang perempuan berparas cantik yang seperti nya masih berumur dua puluh tahunan, begitu melihat Mutia dia tersenyum manis.
"Miko Mana?" Tanya Sera sambil berjalan masuk ke dalam unit apartemen ia tersenyum tetapi hanya sedikit.
"Ada ma lagi siap - siap mau berangkat sekolah" jawab Mutia canggung
Sejujur nya sejak perdebatan di rumah sakit beberapa waktu lalu, membuat Mutia merasa bersalah lantaran miko memilih nya ketimbang ikut pulang ke Jakarta bersama ibu nya dan tentu saja hal itu membuat hubungan nya dengan Sera kian memburuk.
Tak menghiraukan Mutia yang menjawab pertanyaan nya, Sera justru berjalan menuju box bayi di mana adelio tengah tertidur pulas di sana, sepintas Mutia melihat raut bahagia di wajah nya namun beberapa detik kemudian ekspresi nya kembali seperti semula datar dan acuh tak acuh.
"Mama?" Miko tiba - tiba muncul dari dalam kamar, bagaimana reaksi Mutia tadi ia pun melakukan hal yang sama karena terkejut juga dengan kehadiran ibu nya.
Bagaimana tidak? Hari itu ibu nya pergi meninggalkan Bandung dengan rasa marah, setelah hari itu pun beliau tidak mau di hubungi, dan ia selalu menghindar setiap kali Miko menelpon nya, dan hari ini ia datang dengan senyum secerah mentari bersama seseorang wanita yang tidak Miko kenal.
"Heei sayang" Sera menyapa Miko dengan riang
Diam - diam Miko bersyukur karena ternyata ibu nya tidak benar - benar marah kepada nya
"Mama kok nggak bilang mau kesini?" Tanya Miko dan sekilas dilirik nya perempuan yang berdiri di belakang ibu nya
"Iya emang sengaja nggak bilang - bilang, oh iya ini kenalin Dewi" jawab Sera memperkenalkan wanita tersebut
Dewi pun segera maju dan mengulur kan tangan nya ke hadapan Miko "hallo Dewi" ucap nya ramah
Miko menyambut uluran tangan nya "Miko"
__ADS_1
"Hai Mutia ya? Saya Dewi saya sudah dengar tentang kalian dari Tante Sera dan saya siap untuk membantu kalian"
Kening Mutia berkerut sama begitu juga dengan Miko
Sera berdehem lantas menjelaskan "jadi mama sengaja bawa dewi ke sini buat jadi baby sister nya adelio, kan sebentar lagi Mutia sekolah, tenang aja Dewi ini telaten kok mengurus anak - anak, dan ini bukan yang pertama kali nya buat dia, iya kan dew?"
Dewi mengangguk mantap "ya benar sekali kalau saya di ijinkan untuk mengurus adelio, maka adelio adalah baby kelima yang saya pegang, sejauh ini semua nya aman terkendali hehehe"
"Tapi ma, Mutia masih lama sekolah nya, apa nggak terlalu cepat kalau adelio diurus baby sister?" Miko mengutarakan keberatan nya yang diam - diam disyukuri Mutia
"Aduh udah lah nggak usah tawar menawar lagi, mama tuh nggak mau ya berdebat terus, lagian Dewi juga nggak setiap saat ada disini dia juga harus kuliah"
"Iya saya bakal datang kalau di panggil saja kok"
Miko dan Mutia saling berpandangan sejenak
"Gimna? Kamu mau pake baby sister gak?" Tanya Miko
Mutia melirik ibu nya takut - takut "Yaudah nggak apa - apa"
"Okee, bagus kalau kalian Setuju, jadi dewi kapan kamu bisa kerja nya?"
"Nggak masalah, nanti selanjut nya kamu kontak ke Meraka saja lagi ya"
"Oke siap Tante" Dewi terkekeh kecil
Tiba - tiba ponsel nya yang berada di dalam tas berdering, Dewi pamit keluar untuk mengangkat panggilan tersebut.
"Apaan? Gue lagi sibuk nih! Iyaa biasalah jadi baby sister lagi, mayan kan buat ngisi waktu gue yang kebanyakan gabut hahahaha, eh lu tau nggak? Gue jadi baby sister anak nya papa - papa muda gitu, aduh kalau lu mau tau, tampang nya gilaaa ganteng banget"
Dewi tiba - tiba memutuskan pembicaraan nya di telepon ketika dia melihat Miko yang muncul dari balik punggung nya, sejenak mereka saling berpandangan lalu Miko melewati nya tanpa senyum walau sedetik pun.
"Ya ampun gemesin banget sihh"
Ucap Dewi sambil ******* - ***** ponsel nya.
__ADS_1
**
Langkah vanilla yang tadi hendak menuju mobil nya mendadak berhenti karena melihat Miko yang bersandar di salah satu pilar rumah nya dengan kedua tangan di dalam saku celana.
Akhirnya.... Seperti yang sudah dia harapkan, dia tau Miko akan kembali pada nya, Miko tidak bisa lepas dari diri nya, tidak akan pernah.
Vanilla mendekati miko dan tersenyum Manis, "Hei? Aku pikir kita udah benar - benar selesai"
Miko tiba - tiba menarik vanilla lalu mencium nya seolah olah sangat merindukan nya, merasa cukup Miko lalu menarik wajah dan mengusap kepala vanilla dengan penuh perhatian.
"Sorry" lirih nya
Wajah vanilla yang beberapa waktu lalu dipayungi awan hitam, seketika berseri - seri "no promblem, aku butuh kamu dan kamu butuh aku, kita nggak boleh putus ko, nggak boleh"
Miko tersenyum "okey".
Hari demi hari berlalu hingga usia adelio menginjak tiga bulan, selama itu pula Dewi sering datang ke unit apartemen demi melakukan pendekatan dengan adelio yang akan berada dalam pengawasan nya selama Mutia dan Miko sekolah besok, dan juga pendekatan pada Miko yang diam - diam sudah mencuri hati nya sejak pertama kali mereka bertemu.
Miko mungkin lebih muda dari nya tapi dia tau betul Miko memiliki pengalaman dalam hal mengurusi wanita, di usia nya yang masih belasan tahun, Dewi merasa pesona miko tak kalah dengan lelaki lajang diluar sana.
"Kak aku mau ke minimarket sebentar, tolong jaga adelio ya" seru Mutia sesaat setelah keluar kamar
Dewi mengangguk "iya siap"
"Rencana nya sih mah ku bawa, tapi dia nya lagi bobo, Miko juga bentar lagi pulang kok, nanti kalau aku lama kakak pulang aja nggak apa - apa"
"Iya tenang aja, aku bakal jaga adelio kok"
Mutia lantas mengucapkan terimakasih, sepeninggalnya Mutia dewi langsung berjalan mendekati adelio yang sedang tidur, dia duduk di samping nya sambil bermain ponsel.
Tak lama kemudian pintu membuka dan sosok Miko muncul dengan seragam sekolah, selama beberapa saat mereka berpandangan.
Selama ini Dewi ingin sekali mengajak Miko bicara, namun dia takut dengan reaksi nya, bukan nya tak pernah mencoba beberapa kali Dewi menyapa, Miko hanya menanggapi dengan kalimat pendek tanpa dibarengi senyum.
"Kamu udah pulang?" Dewi bertanya susah payah dengan grogi
__ADS_1
Miko mengangguk dan mendekat "iya".
Bersambung...