
Miko menurunkan ponsel nya tepat saat dia melihat vanilla baru saja keluar dari unit apartemen nya, seketika jantung nya berdegup kencang dan mulai bertanya - tanya apa yang dilakukan vanilla dirumah nya.
Sementara itu vanilla yang sudah menyadari kehadiran nya melemparkan senyum manis
"Kamu ngapain ke sini?" Tanya Miko dan serta menarik vanilla menjauh dan membawa nya ke arah tangga darurat.
"Aku cuma pengen kenalan sama Mutia aja" jawab vanilla sambil mata nya mengering jenaka
"Kamu bilang apa aja?"
"Kamu kenapa kayak takut gitu sih?" Vanilla menyeringai
"Van aku serius, kamu bilang apa aja sama dia?"
"Kenapa kamu gak tanya dia aja?" Vanilla lagi - lagi tersenyum sebelum Miko sempat bicara dia pun beranjak.
Ketika sudah berjarak beberapa meter dari Miko, vanilla memutar tubuh nya tanpa berhenti berjalan dia melambaikan tangan dan mengedipkan sebelah mata nya pada Miko lalu ia pun benar - benar pergi.
Miko membuka pintu dengan jantung berdebar, ketika dilihat nya Mutia duduk di depan tv dengan pandangan lurus ke depan dia tau ada yang tidak beres vanilla pasti sudah mengatakan sesuatu pada nya sehingga wajah manis itu terlihat tegang seakan sedang berusaha mengendalikan emosi nya.
"Adelio mana?" Tanya Miko sambil berjalan mendekati Mutia
"Di kamar lagi tidur" Jawab Mutia sekenanya dia bahkan tak bertanya Kenapa Miko pulang lebih awal dari seharus nya.
Miko mengangguk "oh"
Mutia tau - tau menatap nya dan barulah Miko melihat sepasang mata itu baru saja menangis dan akan kembali menangis
"Kamu kalau udah gak sanggup lagi menjalani ini semua kenapa nggak pergi saja? Kenapa harus nyakitin aku?" Tanya Mutia dan mulai terisak
Miko segera menghampiri dan berjongkok disisi nya "Mutia aku sama vanilla cuma temen"
"Udah lah, kamu nggak usah bohong dia udah cerita semua nya sama aku, kamu sama dia bahkan udah pernah tidur bareng, aku.... Aku benar - benar nggak nyangka kamu kayak gitu" ucap Mutia sambil mengusap air mata nya dengan punggung tangan nya.
Terlalu lelah rasa nya jika harus berteriak
__ADS_1
"Maaf" mengakui kesalahan nya Miko pun tertunduk lesu didepan Mutia.
Jika Mutia sudah tau, untuk apa lagi dia berdusta?
Mutia mengangkat satu tangan nya dan menampar Miko, tamparan yang begitu lemah bahkan Miko tak merasakan sakit sama sekali, sedangkan Miko butuh lebih dari itu dia ingin Mutia meneriaki nya, menyumpahi nya atau apa pun yang mampu menyakiti nya, bukan marah dengan cara selemah ini.
"Kalau kamu nggak bahagia sama aku, kamu lebih baik pergi, jangan khianati aku kayak gini"
"Maaf Mutia maaf banget aku khilaf" Miko menggenggam tangan nya dengan erat
"Selama ini aku salah menilai kamu, aku pikir aku satu satu nya, kenapa sih ko? Salah ku apa? Kenapa kamu jadi jahat gini sama aku kenapa ko!?"
Karena Mutia tak juga berhenti menangis Miko lantas menarik nya dan memeluk nya "maafin aku, aku janji bakalan tunggalin vanilla"
"Ini nggak segampang itu ko, kamu udah tidur sama dia, kamu udah benar - benar keterlaluan, kamu anggap aku apa selama ini"
"Okey aku ngaku salah, dan aku janji bakalan ninggalin dia, demi kamu dan adelio pliss jangan nangis lagi"
Mutia mendorong Miko lalu berlari menuju kamar mengunci pintu nya dan menangis tersedu - sedu dibalik pintu, bisa didengar nya suara Miko yang memanggil nya diluar sana.
Apakah Miko tidak melihat pengorbanan nya selama ini? Mutia pikir mereka saling menyayangi satu sama lain nyata nya Miko justru menjatuhkan hati nya pada gadis lain
Inikah yang namanya badai rumah tangga?.
***
"Van, kenapa kamu kasih tau Mutia soal kita?" Ucap Miko tanpa basa - basi setelah vanilla menjawab panggilan nya.
"Aku tuh udah capek kita pacaran diam - diam terus sampe kapan coba?"
"Aku kan udah pernah bilang, aku nggak mungkin ninggalin Mutia!"
"Jadi kamu bakal ninggalin aku?"
"Iya, aku mau kita putus!"
__ADS_1
"Kamu nggak bisa putus dari aku, aku punya sesuatu yang nggak bisa Mutia kasih ke kamu!"
Rahang Miko mengeras apabila mengingat barang haram tersebut, dan itulah yang vanilla maksud
"Kenapa diem? Yakin mau putus? Aku udah kasih semua nya ya sama kamu! Kamu nggak bisa ninggalin aku gitu aja! Pokok nya nggak mau tau ya, kita nggak boleh putus lagi!"
"Tapi harus nya kamu nggak kasih tau Mutia" nada suara Miko mulai menurun, seperti nya ia nyaris putus asa menjelaskan nya pada vanilla
"Cepat atau lambat dia juga bakalan tau kok! Udahlah ko apasih yang kamu harapkan dari MBA kamu itu?"
"Aku udah punya anak aku nggak mungkin ninggalin dia"
"Jadi orang tua muda itu nggak gampang ko, aku yakin kamu bakalan cape ngurusin mereka, kita itu masih remaja harus nya kamu nikmatin masa muda kamu, masa yang nggak akan terulang lagi".
Miko mengadakahkan kepala nya menatap langit - langit.
"Mutia punya orang tua, kalau ada apa - apa mereka pasti bantu nggak mungkin lah mereka biarin Mutia gitu aja, nah kamu lebih baik perg"
"Untuk sekarang aku nggak bisa sorry" Miko kemudian menutup ponsel nya.
Bagaimana cara nya agar Mutia mau memaafkan nya? Kesalahan nya terlalu fatal, bahkan tuhan murka pada nya.
Bego! Miko memukuli kepala sendiri
Seharus nya sejak awal ia tidak terpengaruh dengan senyuman vanilla dah seharusnya juga ia tidak tergoda untuk mencoba mencicipi barang haram yang vanilla berikan
Sehingga membuat diri nya sekarang menjadi kecanduan oleh barang haram itu dan sekarang Miko merasa sulit untuk memilih, ke dua nya begitu penting sampai ia ingin menggenggam kedua nya.
Kini hanya ada rasa penyesalan dalam diri nya, selama ini Mutia sudah memberikan yang terbaik untuk diri nya, namun apa balasan diri nya terhadap Mutia, justru saat ini dia hanya selalu memberikan rasa kecewa dan sakit terhadap Mutia.
Miko terus menerus merasa bersalah dan merenung dia sangat menyesal sekali atas perbuatan nya itu, ia tidak tau apa yang akan terjadi selanjut nya jika Mutia tidak memaafkan nya,
Mungkin kah Mutia akan menyerah? Dan memilih untuk pulang kerumah orang tua nya? Atau mungkinkah dia mau memaafkan nya? Tapi mungkin sangat sulit bagi Mutia untuk memaafkan diri nya yang sudah sangat mengecewakan diri nya tersebut yang melakukan kesalahan yang sangat fatal.
Maafin aku Mutia, maafin aku! Miko berbicara dengan batin nya dan meminta maaf dengan penuh rasa penyesalan.
__ADS_1
Bersambung...