Terjebak Pergaulan Bebas

Terjebak Pergaulan Bebas
Bab 60 Undangan Wisuda


__ADS_3

Keesokan paginya papa dan mama sudah bangun lebih dulu dari sela, lalu Mutia menyiapkan makanan di meja makan, sedangkan raja pergi mandi.


Tidak lama kemudian raja sudah bersiap-siap untuk pergi ke restoran, ia pun keluar menuju meja makan.


"Ma, sela sama adelio sudah bangun?" Tanya raja


"Belum pa, belum ada yang bangun masih pada tidur".


"Ya sudah kita sarapan saja lebih dulu, oh iya ma nanti jangan lupa tanyain soal tadi malam, kenapa sela bisa pulang terlalu larut malam".


"Iya pa, nanti mama tanyain sama sela, sekarang papa sarapan dulu".


Beberapa menit kemudian raja pun sudah selesai sarapan, ia pun pergi pamit untuk ke mengurus restoran nya.


"Papa sudah selasai makan, papa berangkat ke restoran dulu ya"


"Iya sudah hati-hati dijalan ya pa".


Sekitar 1 jam kemudian sela sudah bangun, ia pun sudah bersiap-siap untuk pergi ke kampus, lalu sela pergi ke meja makan, dan disana sudah ada kakaknya yang sedang sarapan.


"Dek, sudah tidak kegiatan di kampus?" Tanya adelio


"Tidak ada kak, tapi abis sarapan aku mau ke kampus, cuma ngambil undangan wisuda saja, kakak sendiri mau kemana hari ini?"


"Nanti malam kakak ada acara, jadi hari ini kakak mau cari baju di Mall".


"Kakak pergi Sendiri?"


"Ya iya lah, emangnya mau pergi dengan siapa lagi, kamu kira dengan cewek lagi"


"Hahaha kirain kan Kakak punya cadangan" ucap sela menggoda kakaknya sambil tertawa.


"Adek kira kakak ini pemain bola apa, ada cadangan, ngga ada lah dek, kakak masih suka sendiri" ucap adelio sambil tersenyum melihat sela.


Beberapa menit kemudian adelio sudah selasai sarapan, setelah itu dia langsung pergi ke mall untuk membeli baju.


Sedangkan sela masih melanjutkan sarapannya, dan saat itu mamanya menghampiri nya.


"Kamu kenapa tadi malam pulang larut malam?"


"Kan sudah sela bilang sama papa, mama kalau sela ke acara pernikahan teman SMA sela".


"Tapi jangan pulang larut malam juga kaya semalam, kasian papa kamu khawatir sampe menunggu kamu pulang, papa kamu juga sampe gak bisa tidur karena memikirkan kamu yang belum pulang, kamu itu anak perempuan kalau ada apa-apa dijalan gimana, jangan kaya gitu lagi, jangan bikin orang tua menunggu dirumah".


"Iya ma, sela minta maaf"


"Mama sudah memaafkan tapi jangan di ulangi ya"


"Iya ma".


Tiba-tiba handphone sela berbunyi, tenyata ada pesan dari salsa, sela pun langsung membaca nya.


"Kamu dimana aku sudah di kampus nih".


Setelah itu sela menyelesaikan sarapannya, lalu dia berpamitan kepada mamanya.

__ADS_1


"Ma aku ke kampus dulu ya, mau ngambil undangan wisuda"


"Ya sudah hati-hati dijalan"


"Iyaa ma".


Sela pun bergegas keluar rumah dan menaiki mobilnya, setelah itu dia pergi menuju kampus.


Sesampainya di kampus ia langsung masuk kedalam menuju ruangan dosen, disana sudah ada Rina, Aldi dan Adam yang sudah mengambil undangan nya, Rina pun menyuruh sela untuk masuk ke ruangan.


Sela pun masuk kedalam ruangan dosen dan disana ada salsa.


"Kamu sudah ambil undangannya?" Tanya sela


"Belum" jawab salsa


Tiba-tiba nama salsa di panggil, lalu dia pun mengambil undangan nya, dan tidak lama kemudian gilaran sela, setelah mereka berdua sudah dapat undangan nya mereka pun keluar menemui teman-temannya yang menunggu diluar ruangan.


"Tunggu Rifki dulu ya, katanya masih di jalan" ucap salsa


"Iya tidak apa-apa, nanti kita tunggu sampai dia datang" jawab Adam.


Sekitar 10 menit Rifki pun datang.


"Maaf macet banget" ucap Rifki


"Iya tidak apa-apa, sudah sana masuk ambil undangannya" ucap salsa


Lalu Rifki masuk untuk mengambil undangan nya sedangkan temannya yang lain menunggu diluar, mereka pun duduk di kursi menunggu Rifki.


Setelah Rifki mengambil undangan dia pun langsung keluar.


"Iya sudah", jawab Rifki


"Habis ini kita kemana?" Tanya Aldi


"Aku mau langsung pulang aja, soalnya orang tuaku menunggu di rumah, kalau kalian mau jalan pergi saja" ucap sela


"Iya aku juga mau istirahat di rumah saja" sahut Adam


"Iya deh, lagian kata orang rawan kalau sudah mau wisuda terus jalan-jalan" ucap Rifki


"Ya sudah kita pulang kerumah masing-masing aja, sambil menunggu wisuda" ucap Adam.


Dan akhirnya mereka pun memutuskan untuk pulang kerumahnya masing-masing.


Setelah sela pergi, tiba-tiba Adam teringat kalau ada yang ingin dia bicarakan kepada sela, ia pun langsung mengejar mobil sela, ada pun memberi kode ke sela, lalu sela membuka kaca mobilnya.


"Ada apa Adam?"


"Berhenti dulu aku mau bicara"


Sela pun menepi kan mobilnya, setelah itu dia turun.


"Kamu mau bicara apa? Kamu mengagetkan aku saja"

__ADS_1


"Hhehe maaf ya, kita duduk disitu saja" ucap Adam sambil berjalan ke arah kursi, dan dia pun duduk di kursi yang ada di dekat sana, dan sela pun mengikuti Adam lalu duduk disampingnya.


"Aku mau mempertemukan kamu dengan keluargaku, supaya kamu bisa kenal sama orang tuaku, dan aku juga mau kita saling mempertemukan orang tua kita, agar mereka saling mengenal, dan merestui hubungan kita, lalu kita tidak perlu sembunyi-sembunyi lagi kalau pacaran". Ucap Adam dengan wajah yang serius.


"Ya sudah nanti aku akan bicarakan sama orang tuaku, lagian kak adelio juga sudah merestui hubungan kita". Ucap sela


"Okee sayang".


Sela dan Adam pun sepakat untuk mempertemukan orang tua mereka masing-masing agar saling mengenal, sehingga nantinya hubungan mereka di restui dan bisa menjadi lebih serius lagi.


"Ayo kita pulang" ucap sela


"Ya sudah kita pulang".


Sela pun masuk ke mobilnya, sedangkan Adam menaiki motornya, setelah itu mereka pulang ke rumah masing-masing.


Sekitar 20 menit sampailah sela dirumahnya, sela pun membuka pintu rumah dan masuk ke dalam, ia pun mencari mamanya, ternyata mama nya sedang menonton tv, ia pun langsung menghampiri nya.


"Ma, ini ada undangan dari kampus, undangan wisuda".


Mutia pun mengambil nya, lalu membacanya.


"Akhirnya anak mama wisuda juga, selamat ya nak, semoga kamu sukses" ucap Mutia sambil mencium dan memeluknya sela.


"Iya ma, terimakasih ya ma karena selama ini mama sudah mendukung sela dan membiayai kuliah sela Sampai lulus, terimakasih juga karena mama selalu sabar menghadapi sikap sela yang sering membuat mama, papa khawatir".


"Iya sayang, namanya orang tua itu hanya ingin melihat anaknya sukses kedepannya, dengan kamu sudah lulus kuliah itu sudah membuat mama, papa sangat bangga sama kamu nak".


Setelah itu Mutia menelfon raja untuk mengatakan kalau ada undangan wisuda dari sela.


Sela yang melihat papa dan mama nya sedang mengobrol di telfon, ia memutuskan berjalan ke belakang rumahnya, ia pergi ke kolam ikan untuk memberi makan ikan, dia pun tampak berfikir.


"Bagiamana kalau nanti mama, papa ketemu sama keluarga Adam, apakah mereka akan melarangku pacaran? Tapi tidak mungkin, lagian aku sudah dewasa dan sudah lulus kuliah, aku takut bukan restu yang di dapat tapi malah larangan" seru sela dalam hati


Tiba-tiba handphone sela berdering yang menelpon adalah Rina, sela pun langsung mengangkat nya.


"Hallo Rina, ada apa?"


"Kamu sudah dapat baju kebaya buat wisuda belum?"


"Belum, kalau kamu?"


"Belum juga tapi hari ini aku sama keluarga ku mau pergi beli baju kebaya nya, kalau kamu sendiri bagaimana?"


"Mamaku kan punya butik, jadi aku tanya mama ku dulu, aku nggak bisa memutuskan sendiri, aku harus sampaikan ke mama ku dulu"


"Oh iya ya, kok aku lupa kalau mama kamu kan punya butik" ucap salsa


"Kamu mau ke butik mamaku gak? Siapa tau kita bisa satu konsep baju, dan hanya berbeda warna gimana?"


"Boleh tu, ya sudah nanti aku tanyain ke mamaku dulu ya sel", ucap Rina dan langsung mematikan telponnya.


Sela pun menaruh kembali handphone di saku celana, setelah memberikan makan ikan peliharaan nya, ia pun masuk ke dalam rumah menuju kamarnya.


Sesampainya di kamer ia pun membaringkan tubuhnya ke atas kasur sambil berkata, "akhirnya wisuda juga".

__ADS_1


Bersambung!.


****


__ADS_2