
"Kita mau kemana lagi sayang?" Tanya Adam sesudah selesai makan
"Pulang aja, kak adelio pasti sudah menunggu aku pulang", jawab sela
"Ya sudah, aku juga merasa lelah hari ini, ya sudah ayok pulang".
Adam pun memanggil mba nya untuk membayar akhirnya mereka pun memutuskan berpisah
"Kita pisah di sini saja ya" ucap sela
"Iya sayang, kamu hati-hati bawa mobilnya jangan ngebut -ngebut", jawab Adam
Lalu mereka pun pergi pulang kerumahnya masing-masing.
Sekitar 20 menit Adam pun sampai dirumahnya, Adam pun memarkirkan motornya, dan dia melihat ada mobil merah parkir di depan rumahnya.
"Kayaknya ada tamu, Paling teman arisan mama", seru Adam dalam hati, lalu membuka pintu rumah dan memberi salam.
"Eeh Adam kamu sudah pulang?", Tanya Sofia mamanya Adam
"Iya ma, baru sampai", jawab Adam
"Kesini dulu nak, ini ada sahabat mama kenalan dulu",
"Adam cape ma, baru pulang mau istirahat".
"Bentar aja nak, kenalin ini Tante Marisa sahabat mama dari Bandung, dan ini anaknya Tania teman sekolah kamu dulu waktu SMP, kamu masih ingat kan?"
"Masih ma", ucap Adam sambil menghampiri Tante Marisa
"Hai Tante Marisa apa kabar?" Ucap Adam sambil bersalaman
"Baik-baik, ya ampun ini Adam kan, kamu sudah besar sekarang, udah lama banget ya kita nggak pernah ketemu",
"Iya Tante" ucap Adam sambil tersenyum
"Oo iya ini anak Tante, kamu masih ingat kan, kalian dulu sekelas waktu SMP, kalian juga sering pulang bareng, inget kan?"
"Iya Tante, aku ingat kok", ucap Adam dan langsung menyapa Tania dan menjulurkan tangan nya, tani pun menjulurkan tangannya.
"Apa kabar Adam? Lama banget kita tidak pernah ketemu", tanya Tania
"Baik, iya sudah Lama banget kita tidak ketemu, waktu itu kamu sangat tomboy, sekarang udah berubah jadi lebih feminim heheh", ucap Adam tersenyum pada Tania
Mendengar perkataan Adam seperti itu, mama Sofia memiliki rencana menjodohkan Adam dengan tania, dan Marissa pun setuju, dan mereka pun sepakat untuk menjodohkan Adam dan tania.
Karena Sofia dan Marissa mereka berteman juga dari SMA, dan ingin menjodohkan anaknya karena Adam dan tania juga berteman waktu SMP dan satu kelas.
"Adam, ajak tania jalan-jalan sekitaran rumah untuk melihat-lihat sekitar", ucap Sofia
Adam pun mengajak tania jalan-jalan di sekitaran rumah.
"Kamu kerja apa sekarang?" Tanya tania
"Aku kerja di rumah sakit sebagai dokter, kalau kamu sendiri kerja apa?"
"Aku baru saja kerja di kelurahan sebagai lurah, cuman karena ada urusan di Jakarta makanya untuk sementara tinggal di Jakarta".
"Wah kamu hebat ya, sekarang jadi lurah, berarti sekarang aku lagi ngobrol sama ibu lurah dong", canda Adam
"Heheh apa sih, aku tetap lah tania sahabat kamu dulu waktu SMP, aku nggak pernah berubah, oh iya kamu ingat nggak dulu waktu kita pulang sekolah kehujanan terus jam tangan aku rusak karena basah, dan kamu membuat kan aku jam tangan dari rumput alang-alang, sangat lucu banget deh ekspresi muka kamu waktu itu", ucap tania menceritakan masa lalu nya dengan Adam dulu sampai mereka berdua pun tertawa mengingat kejadian itu.
"Kamu masih ingat aja kenangan itu heheh", ucap Adam
"Iya aku masih ingat karena aku masih menyimpan Alang-alang itu sampai sekarang", seru Tania dalam hati.
Tiba-tiba mama Sofia memanggil mereka.
"Kita di panggil tuh, ayo kita masuk".
Mereka pun masuk ke dalam rumah, dan pergi bersama menuju meja makan.
Sesampainya di meja makan Adam menghampiri mama nya.
"Ma, aku ke kamar dulu ya, mau mandi", ucap Adam
"Tunggu bentar nak, duduk temani Tante Marisa sama Tania makan dulu, masa ada tamu di tinggal begitu saja", ucap Sofia
Dengan terpaksa Adam pun duduk dikursi untuk menemani tania dan Tante Marisa makan.
"Kamu kenapa nggak makan nak?" Tanya Sofia
"Aku masing kenyang ma, soalnya sebelum pulang tadi aku mampir ke warung makan".
"Iya sudah kalau memang kamu sudah kenyang, oh iya habis ini Marissa kamu mau kemana?," Tanya Sofia
"Aku mau kerumah adikku soalnya ada acara keluarga", Jawab Marissa
"Oh iya, ya adikmu kan tinggal di sekitaran sini juga, aku sampai lupa".
"Nanti kalau Tania nggak sibuk, aku kesini lagi, kebetulan tania lagi ada urusan di Jakarta, jadi untuk sementara waktu tinggal di rumah adik ku mungkin bapaknya Tania besok baru datang".
"Kalau gitu selam di Jakarta sering sering maen ke rumah ya Tania", ucap Sofia sambil tersenyum melihat Tania
"Iya Tante", jawab tania juga tersenyum.
"Adam, kalau kamu libur ajak tuh tania jalan-jalan sekitaran Jakarta",
"Iya ma", jawab Adam.
Tidak terasa waktu begitu cepat, dan mereka pun sudah selesai makan, dan karena asyik mengobrol malam pun sudah semakin larut.
"Aku harus pulang ke rumah adikku, nanti kalau ada waktu aku maen lagi" ucap Marissa
"Padahal aku masih kangen dan masih ingin mengobrol sama kamu", ucap Sofia
"Kan masih ada besok, kalau nggak sibuk aku kesini lagi".
"Bener ya, Adam kasih nomor kamu sama Tania supaya bisa saling menghubungi", ucap Sofia
Adam pun memberikan nomor pada Tania, dan Tania pun menyimpan nomor Adam di hp nya, Tante Marisa pun pamit untuk pulang karena sudah larut malam.
"Aku ke kamar dulu mau mandi", ucap Adam lalu pergi meninggalkan mama nya di halaman rumah, sesampainya di kamar Adam pun langsung mandi.
Sofia pun masuk ke dalam rumah dan duduk di ruang tv sambil menunggu suaminya pulang.
"Biasanya jam segini papa sudah pulang", seru Sofia dalam hati.
Dan tidak lama kemudian papa tio pun pulang, Sofia pun memanggil suaminya untuk duduk di sebelahnya.
"Pa sini dulu, ada yang mau mama bicarakan"
__ADS_1
"Papa cape ma, mau mandi dulu, papa juga lapar, nanti saja kita bicaranya".
"Ini penting pa". Ucap Sofia
"Penting apa sih ma", jawab tio
"Makanya duduk di sini dulu mama ceritain",
Lalu tio pun menghampiri istrinya dan duduk di sebelah nya.
"Jadi gini pa, tadi Marisa datang sama anaknya Tania, mama sama Marissa sepakat untuk menjodohkan Adam sama Tania",
"Tunggu dulu ma, Marisa yang mana ni?" Tanya Tio sedikit kebingungan
"Tetangga kita yang di Bandung pa, masa lupa", Jawab Sofia
"Ohh itu iya iya papa ingat terus mau di jodohin sama anak nya yang cewe satu kelas Sama Adam dulu waktu SMP ya?"
"Iya bener pa, itu dia anaknya sekarang cantik banget pa, dan dia itu sekarang baru jadi lurah di desa kita yang dulu".
"Masa sih, waktu kita di Bandung dulu papa nggak pernah liat"
"Dulu itu kan dia masih sibuk kuliah, sekarang kan sudah lulus".
"Kalau papa sih terserah mama saja, mana baik nya mam",
"Tadi mama liat adam dan Tania begitu akrab banget, kayaknya nggak ada masalah deh kalau mama jodohin Adam dengan Tania".
"Tapi ma, Adam mau nggak di jodohkan, apa lagi dia itu kan cinta sama anaknya raja itu".
"Emangnya papa mau punya menantu penipu? Mama nggak mau pokok nya, mama nggak akan merestui hubungan mereka sampai kapanpun".
"Terserah mama saja lah",
"Jadi papa setuju kan?"
"Emmm iya"
Mama Sofia pun kelihatan begitu sangat senang dan bersemangat, "aku mau telfon Marissa dulu mau kabarin berita ini",
"Iyaa ma", jawab tio
Mama Sofia pun langsung mengambil hp nya dan langsung menelepon Marissa, hp marisa pun berdering dan langsung mengangkat nya.
"Hallo Sofia ada apa?" Tanya Marissa
"Gini Marissa aku mau bicara soal perjodohan anak kita".
"Ooh iya, tadi saya sudah telfon suami saya dan dia setuju apa lagi suami saya tau kalau Adam itu anak yang baik dan jujur".
"Aduuhh sama suami saya juga setuju menjodohkan Adam sama Tania, gimana kapan rencananya?"
"Terserah kamu saja, kapan ikut kata kamu saja"
"Kalau gitu nanti aku kabarin, kalau gitu sudah dulu ya" ucap Sofia dan langsung mematikan telponnya
"Pa, Marisa sudah setuju dengan perjodohan Adam dan tania, semoga berjalan lancar ya pa"
"Iya ma amin, ya sudah papa mau mandi dulu, abis itu papa mau makan". Ucap Tio dan langsung menuju kamarnya.
Adam belum tau kalau dirinya akan dijodohkan dengan Tania, karena mama nya belum memberitahu nya, tapi entah kenapa Sofia justru ingin cepat-cepat menjodohkan Adam dengan Tania, yang belum tentu Adam akan menerima nya.
Disisi lain sela sedang pergi melihat tanaman nya di teras, semua tanamannya pada layu, Hati sela pun begitu sedih melihat tanaman layu karena beberapa hari ini dia tidak mengurus nya.
Sela pun menyirami semua tanaman di teras, tiba-tiba hp sela berdering dan yang menelfon adalah Adam, sela pun langsung mengangkat nya.
"Hallo Adam".
"Sayang kamu lagi apa?" Tanya Adam
"Lagi nyiram bunga, soalnya pada layu semua nih".
"Kok layu semua, kenapa?" Tanya Adam lagi
"Karena pemilik nya beberapa hari ini galau jadi tanamannya juga ikut galau deh, heheh"
"Kasian deh".
"Apanya yang kasihan?" Tanya sela
"Bunganya".
"Loh kok bunganya sih, aku nggak di kasihan nih, gitu ya sudah deh, aku matiin aja telepon nya".
"Eeeh becanda tau, langsung ngambek aja".
"Iyaa aku juga tau sayang, aku gak ngambek kok"
"Gitu dong sayang".
Tiba-tiba ada mba memanggil Adam, "Den di panggil ibu ke bawah".
"Iya mba nanti saya turun ke bawah".
"Sayang nanti lagi ya telponnya, mama aku memanggil, dahhhhhh sayang". Ucap Adam dan langsung mematikan telponnya.
Adam pun turun ke bawa dan pergi ke ruangan tv dan memanggil mba asisten rumah tangga.
"Mba, mama mana?" Tanya Adam
"Lagi di kamar den",
Adam pun duduk di kursi lalu menghidupkan tv dan menonton tv, dan tidak lama kemudian papa, mama nya pun datang.
"Ada apa ma?" Tanya Adam penasaran
"Ada yang mau, mama sama papa sampaikan sama kamu".
"Apa ma, pa?"
"Mama, papa sudah memikirkan ini sebelumnya, gini nak mama sama papa sayang sama kamu nak, jadi papa sama mama sudah memutuskan untuk menjodohkan kamu dengan Tania, mama sama papa sudah bicara dengan keluarga tania, dan mereka menyetujui perjodohan kalian".
"Maksudnya apa ma, kok mama sama papa mau menjodohkan Adam tanpa memberitahukan Adam lebih dulu setuju atau tidaknya, dan papa sama mama juga kan tau kalau aku hanya mencintai sela dan tidak ada yang lain, maaf ma, pa Adam tidak mau di jodohkan".
"Mama tidak mau kamu ada hubungan dengan wanita itu, mama tidak akan merestui hubungan kalian$.
"Ma, cinta itu tidak bisa dipaksakan, kan Adam yang akan menjalani kedepannya nanti, Adam bisa pilih kehidupan Adam sendiri, Adam sudah dewasa sudah tau mana yang baik dan mana yang buruk buat diri Adam"
"Pokoknya mama nggak mau dengar apa-apa, pokok nya kamu harus menerima perjodohan ini kalau tidak---", ucap Sofia tiba-tiba sakit kepala dan langsung pingsan.
Tio pun langsung kaget dan adam pun ketakutan melihat mamanya yang pingsan, Adam dan papanya langsung mengangkat nya ke dalam mobil dan membawanya ke rumah sakit
__ADS_1
sesampainya di rumah sakit dokter langsung memeriksa tekanan darah nya, ternyata darah tinggi yang membuat mama Sofia pingsan, dokter pun langsung memberikan suntikan antibiotik.
Tidak lama kemudian mama Sofia pun sadar.
"Mama dimana pa?" Tanya Sofia
"Akhirnya mama sadar juga, mama lagi di rumah sakit sekarang, mama pingsan tadi".
"Kepala mama pusing banget pa, mama mau pulang saja tidak mau di rumah sakit, Adam mana?"
"Adam lagi ngurus administrasi dulu ma, nanti kesini".
"Pokoknya mama mau pulang pa, mama nggak mau disini".
"Iyaa ma, kita tunggu Adam dulu, bentar lagi Adam pasti datang".
Tidak lama kemudian Adam pun datang.
"Pa, bagaimana keadaan mama?" Tanya Adam
"Mama nggak mau pulang nak, mama mau istirahat di rumah saja", sela Sofia
"Mama di rawat di rumah sakit aja ya, supaya darah tinggi mama turun".
"Pokoknya mama mau pulang juga sekarang, kalau kamu sama papamu tidak mau antar, mama akan pulang sendiri".
"Iya ma, Yaudah kita pulang, tapi mama harus dengar kata-kata Adam, mama harus banyak istirahat di rumah dan tidak boleh banyak pikiran".
"Iya sayang, mama akan denger kata-kata kamu".
Lalu Adam pun keluar ruangan untuk menemui dokter.
"Dokter gimna keadaan ibu saya? Apa aku boleh membawa nya pulang?" Tanya Adam
"Boleh, tapi harus selalu di perhatikan pola makanan nya, dan jangan di bikin stress, dan nanti minum obat penurun darah tinggi supaya darah tinggi nya menurun". Ucap dokter.
"Oke dok, terimakasih".
Lalu Adam pun keluar dan menuju ruangan mama nya lagi.
"Mama boleh pulang hari ini, tapi mama harus rutin minum obat, jangan sampe stress dan harus menjaga pola makanan". Ucap Adam
"Iya-iya mama akan menurut, ayo pulang sekarang mama sudah nggak sabar keluar dari rumah sakit ini".
Adam pun membantu mamanya turun dari tempat tidur, lalu menuju parkiran mobil, papa nya pun memegangi mama Sofia, sedangkan Adam pergi mengambil mobil, dan tidak lama kemudian mama Sofia pun sudah masuk ke dalam mobil, dan Adam pun menghidupkan mesin mobilnya lalu pergi meninggalkan rumah sakit.
Sekitar 40 menit Adam pun sampai dirumahnya, dia langsung memanggil satpam untuk membuka gerbangnya, dan satpam pun membukakan gerbangnya.
Adam pun masuk ke dalam rumah dan membantu mamanya untuk turun dari mobil dan berjalan masuk kedalam kamar.
"Adam, kamu nggak usah kemana-mana, mama lagi sakit, jadi kamu dirumah saja ya nak" ucap mama Sofia
"Iya ma, Adam akan di rumah saja kok ma, Yaudah Adam mau ke kamar dulu", ucap Adam lalu keluar dari kamar mama dan papanya.
Adam pun masuk kamar lalu tidur.
Kessokan pagi nya Adam ingin berangkat kerja, namun karena semalam ia bilang ke mama nya untuk di rumah saja, Adam menjadi bingung, setelah beberapa menit berpikir akhirnya Adam memutuskan untuk berangkat kerja.
Adam pun berjalan ke kamar orangtuanya, sesampainya disana mama nya masih tertidur pulas, dan papa nya sudah bangun.
"Pa, Adam mau berangkat kerja, gimna dengan mama?"
"Tidak apa-apa, pergi saja nanti papa yang bilang sama mama mu kalau sudah bangun".
"Ya sudah kalau gitu pa, Adam berangkat kerja dulu", ucap Adam lalu bersalaman kepada papanya dan pergi keluar.
sebenarnya dalam hati adam tidak mau kerja hari ini, karena khawatir dengan mama nya yang sedang sakit, namun dia harus masuk karena dia baru saja di terima kerja, dan tidak enak juga dengan atasannya baru beberapa hari kerja sudah ijin tidak masuk.
Sekitar 30 menit Adam pun sampai di rumah sakit dan langsung mengisi absen, hari ini Adam tidak begitu bersemangat untuk kerja, yang biasanya sebelum berangkat kerja selalu menghubungi Rifki atau sela, tapi sekarang tidak sama sekali karena di dalam pikirannya hanya kesehatan Mamanya.
Adam pun memeriksa pasien satu persatu di ruangan, namun keadaan pasien yang dari kemarin sudah mendingan dan bahkan ada pasien yang sudah pulang, setelah selesai memeriksa pasien Adam pun kembali ke ruangannya, dan menulis kembali perkembangan pasien.
Tidak lama kemudian Rifki pun datang....
"Eeh rajin banget sih sahabatku ini sudah datang duluan, dan tumben banget gak ngabarin, biasanya kan apapun itu pasti selalu ngabarin", Rifki pun mendekati Adam, "ada apa sih Adam, muka kamu juga kaya kusut gitu kelihatannya, lagi ada masalah?"
"Mama ku sedang sakit, darah tingginya naik dan pingsan, sudah di bawa ke rumah sakit tapi mama ku tidak mau di rawat di rumah sakit, terpaksa aku bawa pulang, dan sekarang ini aku khawatir, sebenarnya aku tidak ingin kerja hari ini tapi karena gak enak jadi aku tetap masuk".
"Kok bisa sih Tante Sofia darah tinggi, pasti ada masalah sampai-sampai dia darah tinggi begitu".
"Iya sih sebenarnya sebelum mama ku sakit, dia berdebat dengan aku di ruang tamu".
"Berdebat karena apa, bisa sampai masuk rumah sakit".
"Aku mau cerita tapi jangan disini nggak enak kalau menceritakan masalah pribadi di saat lagi kerja"
"Nggak papa cerita saja?" Tanya Rifki penasaran, "lagian tidak ada yang marah, siapa yang mau marah sama anak pemilik rumah sakit", seru Rifki dalam hati.
"Nanti saja ceritanya, Kita kerja saja dulu".
"Okee deh".
Mereka pun bekerja dan tidak terasa waktu pun berlalu, Adam pun sudah kembali dari mengecek keadaan pasien dan tibalah saatnya jam istirahat, Adam pun ke ruangan Rifki yang hanya bersebelahan saja.
"Rifki, kamu di dalam?" Tanya Adam dan langsung masuk
"Aku sedang di kamer mandi, tunggu dulu".
"Okee", ucap Adam dan langsung duduk di kursi meja kerja Rifki.
Sekitar 5 menit menunggu, Rifki pun keluar dari kamar mandi.
"Maaf lama, ada apa?" Tanya Rifki
"Aku mau cerita soal tadi, tapi bukan disini bisa nggak?"
"Ya sudah kita ke atas aja di lantai 3".
Mereka berdua pun pergi menuju lantai 3, sesampainya disana Adam Langsung menceritakan masalahnya terhadap Rifki.
"Aku mau di jodohkan sama orang tua ku, kemarin aku berdebat soal itu dengan orang tuaku, sampai-sampai mama ku darah tinggi nya naik dan pingsan, aku sangat mencintai sela aku tidak mau di jodohkan, tapi orang tuaku bersikeras untuk menjodohkan aku, walaupun aku sudah menolak perjodohan tersebut, aku harus bagaimana Rifki, aku bingung harus apa lagi, masalah ku sangat rumit saat ini".
"Aku mengerti apa yang kamu rasakan, saran dari aku ikuti kata hatimu, mana yang bisa kamu perjuangkan mana yang tidak, kamu yang bisa ngambil keputusan nya, kalau kamu mencintai sela perjuangkan lah karena kamu sendiri yang akan menjalani kedepannya, tapi jika kamu ingin berbakti kepada orang tua kamu, maka terima lah perjodohan itu, kamu harus memilih untuk kedepannya, aku yakin kamu bisa jalani ini semua, ini adalah ujian buat kamu, kamu yang sabar aku yakin kamu pasti bisa melewati ini semua", ucap Rifki sambil menepuk pundak Adam.
Adam menghela nafas panjang lalu menghembuskan nya ke atas, "aku masih bingung, aku nggak mau sampai putus sama sela cuma gara-gara aku di jodohkan, tapi aku juga nggak mau buat mama ku sakit lagi karena aku nggak mau di jodohkan, pusing banget kepala ku kaya mau pecah".
"Sabar ya Adam, pasti ada jalan buat kamu, untuk sekarang jalani saja dulu mana baiknya".
"Terimakasih Rifki kamu memang sahabat ku yang terbaik".
"Iyaa bro sama-sama".
__ADS_1
Bersambung!.
****