
**
Disisi lain Adam gelisah memikirkan kejadian tadi siang, dia tidak bisa makan dan perasaan selalu gelisah sehingga dia memutuskan untuk ke rumah sela
Saat di tengah perjalanan handphone Adam selalu berdering, Adam pun berhenti dan melihat hpnya, saat iya melihat ternyata panggilan dari Reni, adam pun mengabaikan nya dan kemudian melanjutkan perjalanan menuju rumah sela.
Sekitar 25 menit dia pun sampai, Adam pun melihat- lihat di sekitaran rumah sela, namun tidak ada orang keluar, sekitar 10 menit tiba-tiba ada satpam Keluar
"Cari siapa mas?"
"Sela ada pak?"
"Ada di dalam, mas ini siapa ya?"
"Saya temen kuliah nya, boleh ketemu sama sela pak?"
"Maaf mas saya harus bicara dulu sama non sela kalau mau terima tamu atau tidak, soalnya bapak sama ibu sudah balik ke Bandung dan non sela di larang terima tamu"
"Pak saya minta tolong sekali, sampaikan ke sela ya pak"
"Tunggu, saya tanya bi ija dulu di dalam" ucap satpam dan langsung masuk ke dalam rumah dan bertanya kepada bi ija
"Itu ada tamu teman kuliah nya non sela, katanya mau ketemu, coba tanyain non sela kalau mau terima tamu atau tidak"
"Kalau begitu saya sampaikan dulu ke non sela" ucap bibi dan langsung ke kamar sela
"Non, ada temannya datang mau ketemu sama non sela"
"Siapa bi?"
"Nggak tau non, katanya teman kuliah nya non sela"
"Iya Bu makasih" ucap sela dan langsung membuka jendela kamar dan melihat ke bawah siapa tamu yang di maksud bibi, seketika Adam pun menoleh ke atas dan melihat sela di jendela, sela pun langsung menutup kembali jendela nya dan di pun menuruni anak tangga lalu memanggil bibi
"Bilang sama tamu yang di depan saya tidak terima tamu dan saya tidak mau di ganggu"
"Baik non" ucap bibi dan langsung keluar membuka pintu dan menghampiri adam
"Maaf mas non sela tidak terima tamu dan tidak mau di ganggu"
"Sebentar saja bi"
"Maaf mas saya cuma kerja di sini, tidak bisa membantu apa-apa"
Seketika Adam pun langsung berteriak "sela, aku mohon keluar sebentar saja aku mau ngomong sama kamu" ucap adam berteriak memanggil sela dari luar pagar
Sela sama sekali tidak menghiraukan nya, Adam pun menunggu di depan pagar, tiba-tiba hp nya berdering lalu ia pun melihat hp nya ada panggilan dari Rifki dan langsung mengangkat nya.
"Hallo"
"Kamu dimana?" Tanya Rifki
"Aku lagi di rumah sela"
"Ngapain di situ?"
"Panjang ceritanya, ada apa emangnya?"
"Ceritain sekarang apa, aku khawatir mikirin kamu soalnya tadi kamu hilang gitu aja nggak bilang-bilang, takut kamu kenapa-kenapa sebagai sahabat wajarlah memikirkan sahabatnya takut nanti bunuh diri"
"Nggak lah aku tidak sebodoh itu juga kali bunuh diri, aku tidak bisa cerita sekarang, nanti aku ceritain kalau kita ketemu" ucap Adam dan langsung mematikan telponnya dan masih menunggu sela, berharap sela akan menemuinya.
Tidak terasa waktu sudah malam dan Adam pun masih di depan rumah sela, tidak lama kemudian hujan pun turun membasahi Adam yang masih setia menunggu sela keluar dari rumah.
Bibi pun merasa kasihan kepada Adam dan langsung menemui sela
"Non kasihan temannya, kehujanan dia masih dibawah menunggu non, katanya mau ngomong sama non sela"
"Iya Bi, Makasih bi" ucap sela dan langsung mengambil payung dan membuka pintu rumahnya menuju luar untuk menghampiri Adam.
Adam pun senang akhirnya sela mau menemui dirinya.
"Hey kamu nggak punya rumah ya? Pulang sana, kamu mau ngapain sih?"
"Sela, aku mau jelasin soal kejadian tadi siang"
"Kamu mau jelasin apa?"
"Aku tidak ada hubungan apa-apa sama Reni, dulu memang aku sempat punya perasaan sama dia, karena kami sudah berteman dari SMA"
__ADS_1
"Terus hubungannya dengan aku apa, kan kita juga tidak ada hubungan apa-apa"
"Jelas ada hubungan nya dengan kamu, karena aku suka sama kamu, aku cinta sama kamu" ucap Adam mengungkapkan perasaan nya
Tidak terasa payung sela pun jatuh dia pun basah kuyup bersama Adam, mendengar perkataan Adam seperti itu dia pun merasa kaget.
"Sudahlah Adam aku tidak suka dengan permainanmu dan kebohonganmu, aku cape dengan semua permainan hidup mu, terlalu banyak drama"
"Maksud kamu apa, aku bohong apa?"
"Kamu bilang tidak ada hubungan apa-apa dengan Reni, sedangkan Reni bilang kepadaku kalau kamu itu pacarnya Reni, terus kamu datang ke sini dan bilang kamu dan Reni tidak ada hubungan apa-apa, apa itu bukan kebohongan namanya?"
"Memang kenyataannya seperti itu, aku tidak ada hubungan lagi dengan Reni, tolong percayalah kepadaku"
Sela hanya diam tidak membahas masalah Adam lagi.
"Lebih baik kamu masuk dulu, semua bajumu sudah basah"
Adam pun masuk ke dalam rumah, sela pun pergi ke kamar kakaknya yaitu adelio dan mengambil pakaian dan memberikannya kepada Adam
"Ganti pakaian kamu, bajumu sudah basah semua" ucap sela dan mempersilahkan Adam ke kamar kakaknya untuk mengganti bajunya.
Tidak lama kemudian sela pun menyuruh bibi membuatkan teh hangat untuk Adam, dan bibi pun mengangguk dan pergi menuju dapur membuat teh, Tidak lama kemudian teh hangat pun jadi dan di taro di meja.
Adam pun sudah selasai mengganti pakaian nya, dan keluar kamar menemui sela.
"Minum teh dulu biar badan kamu hangat" ucap sela
"Terimakasih" ucap Adam dan langsung duduk di kursi sambil meminum tehnya "orang tuamu kemana?"
"Ke Bandung"
"Berapa lama?"
"Setiap bulan orang tuaku datang satu bulan sekali selama 1 Minggu di rumah"
"Jadi kamu sering sendiri?"
"Iya, sudah biasa bagiku"
Tidak lama kemudian hujan pun berhenti "sela aku pulang dulu ya, takutnya nanti hujan deras lagi, dan aku tidak bisa pulang"
Tidak lama kemudian adam pun sampai dirumahnya, ia pun langsung masuk kedalam kamar dan membuka pakaiannya lalu mengganti nya, Adam pun menyuruh pembantunya untuk mencuci bajunya.
Setelah itu Adam pun berbaring di tempat tidur, dalam hatinya begitu sangat senang karena dia sudah mengungkapkan perasaannya kepada sela, dia pun bingung apakah sela juga memiliki perasaan yang sama kepada nya, Karena sela tidak mengatakan kalau dia juga suka kepadanya.
Disisi lain Adam pun senang mendengar perkataan Adam kalau dia suka padanya.
"Aku tau Adam kamu berkata jujur tentang perasaanmu kepadaku namun aku lihat Reni pun berkata jujur padaku, aku hanya ingin melihat siapa pilihan hatimu, jika memang kamu memilih Reni aku akan melupakanmu, namun jika kamu memilihku bagaimana dengan Reni yang sudah bersamamu selama ini" seruh sela dalam hati, malam pun semakin larut sela pun mengantuk dan tidur.
Keesokan paginya sela pun bangun dan melihat hpnya apakah ada dosen masuk hari ini atau tidak dan kebetulan saja tidak ada dosen pagi ini dan sela kembali tidur, tidak terasa sudah jam 9 pagi dan sela pun masih tertidur.
Tidak lama kemudian adam pun sampai di rumah sela "bi, sela sudah bangun?_
"Belum mas masih di kamar nya"
"Bisa minta tolong bangunin Bu?" Ucap Adam menyuruh bibi membangunkan sela
Bibi pun pergi ke kamar sela dan memanggilnya "non ada temannya non yang kemarin datang"
"Mau ngapain lagi sih itu orang"
"Tidak tau non"
Sela pun bangun mandi dan bersiap-siap lalu keluar kamar menuju meja makan dan tak di sangka sudah ada Adam di meja makan sedang makan, sela pun menghampiri Adam
"Hey ngapain sarapan di rumah orang? Emangnya di rumahmu tidak menyediakan makana?"
"Ada banyak makanan tapi di tawarin mbo makan, jadi aku makan lagi dan makanan mbo enak"
"Ih nggak tau malu masa makan dirumah orang tanpa di suruh tuan rumahnya makan"
"Kan ada mbo, ya kan mbo"
"Jangan bawa-bawa mboku"
"Sarapan dulu non ibu mbo dan siapin memakan nya"
"Makasih mbo ku sayang"
__ADS_1
"Mbo saja nih yang dibilang sayang?"
"Apaan sih, emngnya kamu siapa"
"Sudah nggak boleh berantem di meja makan, pamali" ucap mbo
Sela sangat menghormati mbo yang sudah merawat nya dari kecil, sela pun duduk dan makan bersama Adam.
Tidak lama kemudian hp mereka berdua berbunyi mereka membuka dan melihat grup w,a PJS hari ini ada dosen masuk jam 10, seketika mereka kaget, sela dan Adam pun berdiri dan langsung berangkat.
"Sel kita berangkat bareng saja"
"Maaf Adam aku nggak bisa barengan sama kamu ke kampus nya, nanti cewek-cewek satu kampus musuhin aku semua" ucap sela sambil tertawa
"Iya sudah, kamu naik apa ke kampus?"
"Mulai hari ini aku bawa kendaraan sendiri, itu perintah dari orang tuaku menyuruhku bawa mobil sendiri dan melarang ku naik kendaraan lain takut aku kenapa-kenapa"
"Iya sudah hati-hati bawa mobilnya, aku akan ikuti kamu dibelakang, ya sudah berangkat yuk entar terlambat dan tidak boleh masuk kelas lagi", ucap Adam
Dan mereka pun berangkat bersama namun berbeda kendaraan.
Tidak lama kemudian mereka pun sampai di kampus sela pun menelfon Adam "Kamu duluan saja masuk nya, aku tidak mau teman-teman yang lain melihat kita apa lagi Reni"
Adam pun menyadari itu, dan lebih dulu masuk, sela pun menunggu salsa datang dan tidak lama kemudian Salsa pun datang "Hey sel kamu naik apa tumben cepat datangnya?"
"Aku naik mobil"
"Pantesan cepat"
"Aku nyetir sendiri"
Mendengar perkataan sela, salsa kaget "kamu sudah memberanikan diri sendiri bawa mobil? Keren sahabat ku ini" ucap salsa sambil menepuk pundak sela dan mereka pun masuk kelas bersamaan, dan di dalam kelas sudah ada Rina sedang duduk di kelas.
"Rina udah dari tadi?" Tanya sela
"Lumayan belum lama" jawab nya.
Tidak lama kemudian dosen pun datang dan menjelaskan materi dan tidak terasa dosen sudah hampir 3 jam menjelaskan materinya dan dosen pun mengakhiri perkuliahannya, dan tidak lama kemudian dosen pun keluar.
Tidak Lama kemudian salsa pun memanggil ke dua sahabatnya ke kantin dan berjalan keluar kelas, tiba-tiba Rifki memanggil
"Mau ke kantin ya? Barengan saja" ucap Rifki dan mereka pun berjalan, namun tiba-tiba Reni berteriak memanggil Adam, dan Adam pun berhenti dan menoleh ke belakang
"Kalian duluan saja nanti aku nyusul"
Mereka berlima pun berjalan menuju kantin, didalam hati sela bertanya-tanya ternyata di dalam hati Adam masih ada Reni
"Wajarlah kalian pernah dekat cukup lama, mudah-mudahan kamu tidak salah dalam memilih pilihan hatimu Adam, aku harap kamu bisa memilih yang tepat dan aku harus terima kenyataan jika kamu memilih Reni dan aku harus siap patah hati, aku belum bisa mengungkapkan perasaan ku kepadamu bahwa aku pun suka kepadamu, namun karena rasa sakit kemarin dan saat ini, membuat aku memendam perasaan ku kepadamu" Seruh sela dalam hati.
Tidak lama kemudian mereka pun sampai di kantin dan memesan makanan dan makan.
Disisi lain Adam dan Reni bersama dan ingin berbicara tentang kejelasan hubungan meraka.
"Kamu mau bicara apa lagi Reni?"
"Aku tau kamu masih punya perasaan kepadaku, aku mau kita mulai dari awal lagi, aku benar-benar saya sama kamu".
Disisi lain sela pun pergi ke toilet tidak lama kemudian sela pun keluar dari toilet dan berjalan ke kantin dan tiba-tiba dia mendengar suara dan ia pun berjalan menuju lorong kecil disitu yang memang jarang di lewati mahasiswa lain karena lagi Adam pembangunan.
Sela pun melihat Adam dan Reni sedang berbicara.
"Pliss beri aku kesempatan kali ini saja, aku akan mendengar perkataanmu, aku baru menyadarinya orang yang sayang dan peduli kepadaku itu kamu Adam, pliss kita mulai dari awal dan aku tau kamu juga masih memiliki rasa kepadaku"
"Aku memang mempunyai rasa sama kamu dan aku sayang sama kamu" ucap Adam
Sela pun mendengar perkataan Adam seperti itu langsung kaget dan tanpa sengaja menyenggol tempat sampah di sampingnya dan gantungan hpnya pun terjatuh tidak jauh dari tempat sampah, tidak lama kemudian sela pun pergi meninggalkan mereka.
Adam pun kembali melanjutkan perkataannya, "tapi itu dulu Reni bukan sekarang, saat ini semua perasaan itu sudah hilang dan tidak ada rasa sedikit pun, mungkin dulu aku memiliki rasa itu, tapi seiring waktu hingga kini kamu datang di hadpanku, aku sama sekali tidak memiliki perasaan sedikit pun lagi, maaf Reni cinta itu tidak bisa dipaksakan dan di dalam hatiku sudah ada orang lain yang mengisinya".
Reni pun kaget mendengar perkataan Adam bahwa sudah ada orang lain di dalam hatinya, "siapa Adam? Katakan siapa orangnya?"
"Kamu tidak perlu tau siapa orangnya, aku harap kita tidak membahas masalah ini lagi, masalah kita sudah berakhir sampai disini, aku yakin kamu pasti ketemu orang yang benar-benar sayang kepadamu dan itu bukan aku"
Reni pun hanya mengangguk dan menangis, Adam pun meninggalkan Reni sendiri yang merenungi dirinya, saat Adam melewati tempat sampah dia melihat tempat sampah itu berantakan dan dia juga melihat gantungan hp sela jatuh tidak jauh dari tempat sampah, Adam pun mengambilnya dan berfikir "ini kan punya sela, aku sering melihatnya ada tanda S"
Seketika Adam tersadar dan berlari "berarti sela ada Disni tadi dan mendengar perkataan ku, bagaimana kalau dia salam paham, sela aku tidak mau kamu salah paham lagi Kepadaku, aku sangat sayang kepadamu" seruh Adam dalam hati.
Bersambung!
__ADS_1
****