Terjebak Pergaulan Bebas

Terjebak Pergaulan Bebas
Bab 49 Pulang Bersama


__ADS_3

Tibalah waktunya mereka pulang, dan yang dinas pagi sudah datang,


"Aldi, yuk kita pulang" ucap Rina


"Yuk pulang Adam" ucap Aldi


"Yuk, aku juga cape dan mengantuk banget" jawab Adam


Adam pun berjalan duluan menuju ke parkiran motor, Lalu tiba-tiba ada yang memanggil ada ia pun langsung menoleh.


"Eeh Karina ada apa?" Tanya Adam


"Kamu mau pulang ya?"


"Iya, memang nya ada apa Karina?"


"Boleh nebeng nggak soalnya mobilku masuk bengkel dan aku sudah pesan taxi dari tadi tapi nggak datang datang"


"Ya sudah naik gih"


"Lupain saja ya soal perkataan ku tadi malam" ucap Karina merasa canggung


"Iya santai aja, aku harap kamu bisa menemukan orang yang benar-benar mencintaimu dengan tulus begitu juga dengan dirimu mencintai nya dengan tulus"


"Terima kasih"


"Iya sama-sama, oh iya bagaimana keadaan Ikbal sekarang?"


"Kami sudah putus komunikasi jadi tidak pernah ada kabar lagi"


"Emmm, selama kamu pacaran sama Ikbal, menurut mu dia bagaimana orangnya?"


"Dia baik, sopan dan jujur hanya saja dia pendiam"


"Kan bagus orang pendiam"


"Iya bagus sih, tapi dia kalo nggak di tanya nggak akan jawab, kalau aku nggak ngomong dia juga ga ngomong, masa cuma diam saja" ucap Karina


"Mungkin dia mau kalo, atau karna dia grogi, jadi susah ngomong"


"Iya kali, nggak tau ah kok bahas Ikbal Mulu sih"


"Aku cuma nanya saja"


"Terus pacar kamu sendiri gimana orangnya?" Tanya karina


"Dia baik, lucu, manis, pintar pokoknya semaunya deh, aku suka semua tentang dia"


"Beruntung banget ya, cewe itu udah dapetin cowok sebaik kamu"


"Masa si, biasa saja kok, kalau kamu sudah menemukan pujaan hati mu pasti rasa hati mu selalu bahagia, nanti juga kamu akan merasakan saat kamu sudah bertemu dengan pujaan hatimu yang sesungguhnya".


"Terima kasih banyak ya, karena kamu sudah mau menyemangati ku"

__ADS_1


"Iyaa sama-sama, oh iya rumah kamu arah mana ni kiri atau kanan?"


"Arah kiri" jawab Karina


Dan tidak Lama kemudian mereka pun sudah sampai di rumah Karina, lalu Karina pun turun dan mengucapkan terimakasih.


**


Disisi lain Rina pun melihat Adam pulang bersama Karina, namun hanya bisa berdiam saja dalam hati Rina pun bertanya-tanya


"Nanti sajalah sampai rumah aku tanya Aldi, soal Adam dan Karina, tadi malam saja mereka aku melihat mereka berdua berjalan masuk ruangan pas aku bangun ingin ke toilet buang air kecil, memang si aku lihat Aldi juga tapi itu kan Aldi di depan ruangan" seru Rina dalam hati


Tidak lama kemudian Aldi pun sampai di rumahnya Rina.


"Kamu langsung istirahat ya, tapi sebelum itu makan sama madu dulu" ucap Aldi


"Siaaappp boss" jawab Rina


Saat Aldo mau menghidupkan motor nya tiba tiba Lisa mengatakan


"Aldi Sebenarnya ada yang mau aku bilang sama kamu"


"Apa? Bilang saja"


"Tadi malam aku lihat Adam dan Karina berjalan bersamaan dan mereka, lalu masuk ke dalam ruangan, aku melihat nya saat aku ingin buang air kecil ke toilet, lalu aku juga barusan melihat lagi Adam dan Karina pulang bersama, ada hubungan apa mereka sebenarnya? Apa betul Adam itu playboy? Kasian sela kalau memang Adam playboy, aku nggak mau lihat sahabat ku disakiti cowo, sekalipun itu Adam sahabat baik kamu"


"Kamu jangan salah paham dulu Rina, Karina itu tidak ada hubungan apa-apa sama Adam, mereka hanya berteman saja"


"Kalau kamu tidak mau jujur sama aku, karena kamu membela sahabat mu, aku juga akan membela sahabat ku, lebih baik kita tidak usah berdekatan dulu kalau sudah tidak ada lagi kejujuran di antara kita berdua"


"Karena kamu sudah tidak jujur kepada ku dah kamu membela sahabat mu, aku juga membela sahabatku, untuk menghindari perselisihan mendingan kita tidak usah berdekatan dulu"


"Ya sudah aku akan menceritakan nya, tapi kamu harus janji tidak mengatakan kepada sela"


"Iya aku tidak akan memberitahukan kepada sela, jika hal itu tidak membuat sahabat ku sakit hati, aku tidak akan mengatakannya"


"Karina, itu adalah sahabat Reni, kamu tau kan? Aku, Adam, Rifki, Reni dan karina kita itu dulu satu sekolah waktu SMA, dan tentunya kamu tau kalau Adam itu selalu jadi idola di kampus, begitu juga waktu SMA, Karina dan Reni mereka sahabatan, kita juga dulu sering kerja sama waktu SMA dulu, Karna Adam dan Reni dekat maka timbullah rasa suka adam ke Reni, namun Reni itu sudah punya pacar dan dia hanya memanfaatkan Adam, lalu Karina yang sahabat nya Reni itu tau soal itu tapi hanya diam saja, dan ternyata Karina juga menyukai Adam, tapi saat itu Karina memiliki seorang pacar, sehingga Adam tidak peduli dengan Karina, dan Adam pun juga tidak memiliki perasaan apapun kepada Karina, hingga sekarang di antara mereka juga tidak ada hubungan spesial atau apalah itu, jadi kamu jangan salah paham" ucap Aldi menjelaskan dengan jelas dan meyakinkan


"Iya aku mengerti sekarang" ucap Rina


"Jangan sampai sela tau ya"


"Emang kenapa kalau sela tau?"


"Nanti mereka salah paham dan bertengkar, kasian Adam nantinya harus berjuang minta maaf ke sela jika terjadi salah paham lagi"


"Iya aku tidak akan bicara apa- apa ke sela"


"Yaudah masuk gih"


Rina pun masuk kedalam rumah nya dan Aldi pun meninggalkan rumah Rina dan pergi menuju pulang.


Disisi lain sela pun sedang siap-siap untuk pergi kerumah sakit, dia pun keluar kamar kalau menuruni tangga dan menuju tempat garasi mobil, untung saja mobil nya cepat di perbaiki dan di antar, dalam hati sela, dokter itu sebenarnya baik tapi sayang nya orangnya agak aneh.

__ADS_1


Sela pun masuk ke dalam mobil lalu menjalankan mobilnya menuju rumah sakit


Sekitar 40 menit sela pun sampai dirumah sakit lalu memarkirkan mobilnya, setelah itu dia pun masuk kedalam rumah sakit, salsa pun sudah menunggu nya di depan rumah sakit.


Sela yang melihat salsa langsung menyapa "diantar siapa hayoo?"


"Diantar Rifki lah emang siapa lagi"


"Rifki dinas apa?"


"Rifki dinas malam, habis dinas dia kerumah ku dan sarapan lalu dia mengantar ku kesini"


"Terus Rifki mana?"


"Dia lagi ke toko buku, beli buku"


"Ayo kita masuk, entar terlambat lagi"


Mereka berdua pun berjalan masuk kerumah sakit, lalu salsa pun mengirim pesan kepada Rifki


'rifki, aku sudah masuk kedalam, kalau kamu sudah cape pulang saja istirahat, kalau kamu nggak sempat jemput aku, nanti aku pulang sama sela saja'.


Setelah itu mereka berdua pun masuk ke dalam ruangan untuk mengecek pasien dan memeriksa pasien, mereka juga menulis semau status pasien di laporannya.


Tiba-tiba dokter Raka memangil sela


"Sela, kesini dulu"


"Ngapain sih, nih dokter kok tiba-tiba manggil aku" gerutu sela


"Sudah pergi saja sana, siapa tau ada yang penting" ucap salsa.


Sela pun pergi ke ruangan dokter Raka dan mengatakan, "iya dok ada apa?"


"Kamu ikut saya melihat kondisi pasien yang habis operasi, kamu harus tinjau keadaannya"


"Iya dokter"


Sela dan dokter Raka pun pergi bersama dan masuk ke ruangan untuk memeriksa pasien yang habis operasi, sela pun memeriksa keadaan pasien lalu mencatat kondisi dan luka pasien.


Setelah selesai memeriksa pasien tersebut, sela pun diajak dokter Raka pindah ke pasien lain untuk memeriksa pasien yang mau di operasi usus buntu.


"Sekarang kamu periksa pasien ini" ucap dokter Raka


Sela pun melihat status pasien dan gejala pasien, Namun sela menemukan keganjalan lain dan mengatakan ke dokter Raka.


"Sepertinya ibu ini tidak menderita usus buntu, namun kecurigaan ku mengatakan kalau dia hanya infeksi saluran kemih karna ada kemiripan gejala usus buntu, tapi lebih mengarah ke infeksi saluran kemih"


Dokter Raka pun terdiam mendengar perkataan sela dalam hati dokter Raka berkata, "dia ini cukup lumayan lengkap walau tidak memeriksa pasien secara fisik tapi dia sudah tau dari gejalanya saja, mungkin wajar lah karna sudah cukup lama dinas selama ini"


"Oke kita selesai memeriksa nya, mari kita keluar ruangan", ucap dokter


Tiba-tiba dokter Raka mengajak sela ke suatu tempat di lantai 3, Dimana lantai 3 itu masih baru, dan masih dalam pembangunan, tapi sebagian di lantai 3 sudah di gunakan.

__ADS_1


Bersambung!


****


__ADS_2