
Sekitar 2 jam Adam tertidur dia pun bangun, dan saat bangun dia mencari handphone nya.
Teguh yang terbangun melihat adiknya kebingungan.
"Kamu cari apa?" Tanya teguh
"Aku mencari hp ku, Kakak lihat tidak?"
"Tadi Kakak lihat ada di lemari tv, biar kakak ambilkan", ucap teguh langsung berdiri lalu pergi mengambil hp Adam
"Terimakasih ya kak".
Setelah beberapa menit teguh sudah kembali dan ia pun memberikan handphone kepada Adam.
Adam pun memutuskan untuk menelpon sela.
"Hallo", ucap sela dengan suara yang serak
"Kamu menangis ya?", Tanya Adam merasa kasihan kepada sela
"Iyaa, papa sama mama aku melarang kita bertemu lagi, dan mereka menyuruhku untuk memutuskan hubungan kita, aku bingung harus bagaimana sekarang", ucap sela sedih
"Iya sama orang tuaku juga mengatakan hal itu, tapi kamu jangan khawatir aku akan tetap memperjuangkan hubungan kita walaupun keluarga kita tidak merestui, asalkan kamu juga mau berjuang demi cinta kita"
"Iya pasti aku akan perjuangkan cinta kita",
"Pokoknya kita jangan sampai menyerah, hingga orang tua kita merestui hubungan kita",
"Iya saya, kamu jaga kesehatan ya disana",
"Iya, kamu juga harus jaga kesehatan, sudah ya", ucap Adam dan langsung mematikan telponnya.
Mendengar percakapan Adam tadi membuat teguh merasa kasihan kepada adiknya itu.
"Kamu yang sabar ya, kakak yakin kamu bisa melewati semua ini dengan pacar kamu itu, intinya kalian harus terus berjuang, kakak akan mendukung kamu". Ucap teguh
"Terimakasih ya kak sudah mah mendukung hubungan aku sama seka".
"Iya sama-sama, ya sudah Kaka keluar dulu ya, soalnya kakak ada keperluan di luar, kamu jangan aneh-aneh ya, apalagi sampai melukai Dirimu sendiri seperti tadi, Kakak tidak akan bisa memaafkan diri kakak sendiri kalau kamu sampai kenapa-kenapa, jangan melakukan hal bodoh seperti tadi ya, tunggu Kakak pulang, tidak lama kok, setelah keperluan kakak sudah selesai kakak akan langsung pulang ke rumah", ucap teguh menasihati Adam.
"Iya kak, Adam janji tidak akan melukai diri Adam sendiri".
Setelah Kakak nya pergi dari kamar, Adam pun hanya melamun memikirkan masalah yang terjadi dengan nya, dan beberapa saat kemudian dia duduk di lantai sambil melempar barang ke dinding, hatinya begitu sangat terluka dengan keputusan ke dua orang tua nya yang melarang dirinya untuk beruntungan dengan sela, apa lagi sampai menemui nya.
Disisi lain adelio khawatir dengan adiknya, ia pun pergi ke kamar sela untuk memeriksa nya, sesampainya di sana dia melihat adiknya sedang menangis tersedu-sedu.
"Kamu nggak apa-apa de?" Tanya adelio
"Kak kenapa mama sama papa egois, kenapa mereka tidak memikirkan perasaan sela"
"Mereka bukan egois tapi mereka memikirkan hidup Adek kedepannya".
"Maksud kakak?"
"Apa pun yang mana, papa bilang itu semua dia kebaikan kamu, tapi Kakak tidak melarang hubungan adek dengan Adam, karena Kakak tau tidak mudah untuk melupakan seseorang, lagian kakak ngerasa kamu sudah dewasa dan sudah tau mana yang terbaik untuk kamu sendiri, jadi kakak hanya bisa mendukung apapun pilihan adek". Ucap adelio sambil mengusap rambut adiknya.
"Terimakasih ya Kak, cuma Kakak yang mengerti perasaan sela".
"Iya sama-sama, ya sudah Kakak keluar dulu, kamu istirahat saja, sudah jangan menangis lagi, semua itu pasti ada jalan keluarnya kok, kamu yakin saja kalau suatu saat hubungan kamu dengan Adam akan baik-baik saja".
Setelah memberikan sebuah dukungan dan semangat adelio pun keluar dari kamar sela dan membiarkan adiknya itu untuk istirahat.
Tidak lama setelah adelio keluar, handphone sela berdering, sela pun langsung melihat handphonenya dan salsa yang menelepon, ia pun mengangkat nya.
"Hallo, ada apa sa?" Tanya sela
"Nanti malam kan ada acara perpisahan di kampus, kamu datang nggak?" Tanya salsa balik
"Maaf sa, kayaknya aku tidak bisa datang"
"Loh Kenapa? Ini kan acara perpisahan sel"
"Ada sesuatu yang tidak bisa aku jelaskan, maaf ya aku tidak bisa datang".
"Sebenarnya ada apa sih sel, kamu kan salah satu mahasiswa terbaik di kampus, sayang kalau tidak datang, lagian teman-teman sudah menyiapkan semuanya untuk acara nanti malam".
"Sebenarnya papa sama mama aku melarang ku untuk keluar, karena mereka tidak mau aku bertemu dengan Adam".
"Maksud kamu gimana? Aku belum mengerti, mama, papa mu sudah tau kalau kamu pacaran? Terus kamu dilarang bertemu dengan Adam begitu?"
"Bukan begitu, panjang ceritanya, nanti kalau kita ketemu pasti aku ceritakan tapi sekarang aku nggak bisa keluar rumah, aku di kurung sama orang tuaku".
"Ya sudah aku mengerti, tapi kalau kita ketemu nanti kamu ceritain ya".
"Iya pasti aku ceritain".
"Ya sudah kalau gitu".
Setelah selesai menelpon sela, salsa langsung menelpon Rifki.
"Hallo, ada apa salsa?" Tanya Rifki
"Sela dan Adam lagi ada masalah, orang tua mereka melarang mereka bertemu".
"Kok bisa, mereka pasti di larang pacaran kan?"
"Kata sela sih bukan itu, katanya ada masalah yang serius, kita harus bantu mereka"
"Kamu punya ide nggak, supaya mereka bisa bertemu?"
__ADS_1
"Gimana kalau nanti aku sama Rina pergi ke rumah sela minta ijin sama orang tua nya, siapa tau sela di ijinin keluar rumah, dan kamu sama Aldi pergi ke rumah Adam". Saran salsa
"Oke deh, nanti aku sama Aldi ke rumah adam, siapa tau di ijinin juga"
"Ya sudah ya, aku mau siap-siap dulu", ucap salsa dan mematikan telponnya.
Lalu salsa pun bersiap-siap, setelah selesai dia pun menghubungi Rina, dan setelah bertemu Rina, mereka pun langsung menuju rumah sela.
Setelah beberapa menit mereka pun sampai di ruma sela.
"Permisi pak" ucap salsa
"Iya, mba ini siapa ya?" Tanya satpam
"Saya teman kuliah sela pak, sela nya ada?"
"Ada mba, mau saya panggilin?"
"Tidak usah pak, saya mau ketemu sama bapak sama ibunya, ada di dalam kan pak?"
"Ada mbak, silahkan masuk". Ucap satpam mempersilahkan mereka masuk.
Lalu salsa dan Rina pun masuk kedalam rumah, dan disana mereka bertemu bibi.
"Bi tolong panggilkan bapak sama ibu ya bi" ucap salsa
"Iya non", ucap bibi dan pergi memangil bapak ibu di kamar, dan tidak lama kemudian bibi pun kembali ke mereka.
"Non salsa sama non Rina tunggu saja dulu, silahkan duduk", ucap bibi.
Salsa dan Rina pun duduk dikursi, dan tidak lama kemudian Mutia pun keluar dari kamarnya.
"Eeeh salsa sama Rina, ada apa tumben ke rumah?" Tanya Mutia
"Sela, ada Tante?" Tanya salsa
"Ada di kamar nya emangnya ada apa?"
"Jadi gini Tante, nanti malam ada acara perpisahan di kampus, dan semua harus datang, apalagi sela itu salah satu siswa yang memiliki nilai tertinggi di kampus".
Mutia berfikir sejenak, "Tante tidak mengijinkan sela keluar rumah dulu, karena ada sedikit urusan di rumah".
"Tidak lama kok Tante, percaya deh Tante, aku sama sela kan sudah berteman dari SMA, Tante juga kan kenal sama keluarga aku, jadi aku tidak mungkin berbohong", ucap salsa mencoba meyakinkan Mutia agar sela di beri ijin untuk keluar rumah.
"Iya Tante percaya kok sama salsa, tapi Tante tau disana nanti sela pasti ketemu sama laki-laki yang bernama adam itu".
"Emangnya kenapa Tante dengan Adam?"
"Pokoknya papa sela melarang dia untuk bertemu dengan pria yang bernama adam itu, kalau kamu mau ajak sela pergi, di sana Tante gak mau sela bertemu dengan pria itu".
"Ya sudah Tante mereka nggak akan ketemu, habis acara perpisahan kami langsung pulang kok", ucap salsa terus meyakinkan Mutia
"Iya Tante percaya deh sama kita", Tambah Rina meyakinkan Mutia
"Terimakasih Tante" ucap salsa dan Rina bersamaan
"Iyaa sama-sama, tapi ingat pesan Tante ya, dan sela keluar rumah di antar sama kakak nya adelio".
"Tapi Tante, kok sama kak adelio?"
"Harus di antar sama adelio, kalau nggak sela tidak boleh keluar rumah dengan alasan apapun".
"Iya sudah tidak apa-apa tante, yang penting sela pergi ke acara perpisahan".
"Ya sudah kalian tunggu saja sela disini, paling dia lagi dandan dan sebentar lagi keluar".
Salsa dan Rina pun mengangguk, dan mereka pun menunggu sela keluar dari kamar nya.
Disisi lain Rifki dan Aldi juga mencoba menjelaskan kepada papa dan mamanya Adam agar Adam di ijinkan datang ke acara perpisahan.
"Om hari ini ada perpisahan di kampus dan Adam harus datang apalagi dia mahasiswa yang memiliki paling tinggi di kampus". Ucap Rifki
"Iya benar om, Adam harus datang, dia juga adalah tokoh utamanya dalam penyelenggaraan perpisahan kampus tahun ini om". Ucap Aldi
"Ya sudah om ijinkan Adam datang ke acara perpisahan, tapi om minta sama kalian untuk menjauhi Adam dengan perempuan yang nama nya sela itu, om tidak suka dengan keluarganya".
"Emangnya kenapa om dengan keluarga sela?" Tanya Rifki
"Om tidak suka dengan keluarganya, om tidak mau kalau Adam berhubungan dengan anak dari raja itu".
"Ya sudah om, saya sama Aldi akan menjauhkan Adam dengan sela". Ucap Rifki
"Iya om saya akan melarang Adam dekat-dekat dengan sela", sahut Aldi
"Ya sudah om percaya dengan kalian berdua, kalian boleh bawa Adam ke acara kampus, kalian tunggu sini aja biar teguh yang manggil Adam di kamarnya".
Papa tio pun menyuruh teguh memangil Adam, dan teguh pun langsung pergi ke kamarnya, saat sampai dikamar adiknya, dia melihat Adam duduk di lantai sambil bersandar di tempat tidur dan menutup matanya, teguh pun langsung menghampirinya.
"Teman- teman kamu datang tuh, katanya mau ngajak kamu ke acara perpisahan, papa sudah mengijinkan kamu pergi".
Mendengar ucapan kakaknya seperti itu Adam langsung membuka matanya.
"Yang benar kak? Adam di ijinkan pergi ke acara perpisahan kampus?" Tanya Adam masih tidak percaya.
"Iyaa, sudah sana cepat mandi, ganti baju dan pergi sebelum papa berubah pikiran",
Adam pun dengan cepat berdiri dan menuju kamar mandi, dan teguh pun keluar.
Sekitar 16 menit Adam pun sudah siap, dan dia pun keluar kamar menuju ruang tamu, dan disana dia melihat teman-teman nya, kakaknya, dan papanya.
__ADS_1
"Bagaimana caranya ya sampai papa mengijinkan aku keluar rumah, hebat juga sahabat-sahabatku itu bisa meluluhkan hati papaku", seru Adam dalam hati
Adam pun berjalan cepat menghampiri mereka karena tidak sabar ingin keluar rumah.
"Ada apa kok kalian datang kerumah?" Tanya adam basa-basi
"Menjemput kamu lah"
"Tapi kan aku tidak di ijinkan keluar rumah"
"Papa sudah mengijinkan kamu, kalau mau pergi, pergi saja".
Lalu mereka pun berpamitan untuk pergi ke acara perpisahan, setelah pamitan mereka pun keluar rumah dan langsung menuju ke acara tersebut.
Saat di tengah perjalanan tiba-tiba Adam menghentikan kendaraan nya, Rifki dan Aldi pun menghampirinya.
"Ada apa kok berhenti?" Tanya Rifki
"Kalian kok bisa datang kerumah untuk meminta ijin sama papa ku?"
"Karena kami tau kalau kamu sedang ada masalah dengan sela, dan Kalian tidak boleh bertemu dengan orang tua kalian".
"Kok kalian tau kalau aku sedang ada masalah sama sela?"
"Tadi salsa telfon, dia memberitahu aku, dan dia dapat info dari sela".
"Jadi sela datang juga ke acara perpisahan?"
"Iya datang, salsa tadi mengirim pesan, katanya sela juga sudah di ijinkan ke acara perpisahan dan mungkin sekarang ini sudah di jalan".
"Syukur deh, seneng banget rasanya, terimakasih ya, kalian memang para sahabat yang paling baik".
"Iya sama-sama, kami akan selalu siap membantu kalian", ucap Aldi
"Yaudah yuk jalan lagi" ucap Rifki
Mereka melanjutkan perjalanannya lagi, sekitar 30 menitan mereka pun sampai di acara tersebut.
Karena salsa, Rina, dan sela belum datang mereka pun menunggu nya di parkiran.
Dan tidak lama kemudian sela pun datang namun tanpa di sangka- sangka dia bersama kakaknya, Adam pun melihat nya karena tidak terlalu jauh jaraknya.
Sela pun turun dari mobil, "Kakak mau masuk?"
"Enggak Kaka tunggu di mobil saja" ucap adelio
"Emngnya Kakak nggak bosen kalau menunggu?"
"Kalau kakak bosen, nanti Kaka bisa jalan-jalan, dan kalau adek sudah mau pulang kakak akan kesini lagi".
"Nanti kalau ketauan mama, pasti kakak di marahin".
"Enggk bakal dek, selama tidak ada yang bilang sama mama, adekkan sudah dewasa sudah bisa menentukan hidup Adek sendiri, cuma sebagai anak kita harus menghormati orang tua, selama menurut adek itu baik buat adek, kakak akan selalu mendukung".
"Terimakasih ya kak".
"Iya sama-sama".
Adam yang tidak jauh dari tempat mereka bisa mendengar percakapan sela dan kakaknya itu, dia pun merasa senang karena adelio tidak melarang sela untuk bertemu dengannya.
"Kakak pergi dulu ya, kalau kamu sudah pulang kabari kakak secepatnya". Ucap adelio lalu pergi meninggalkan acara tersebut, karena dia tau kalau adiknya itu ingin bertemu dengan Adam, dan dia tidak mau menggangu nya, karena dia merasa adiknya itu sudah dewasa jadi tidak perlu harus di larang Terus.
Setelah adelio pergi, Adam pun datang menghampiri sela, dia pun langsung menarik tangannya, sela pun kaget mengira siapa yang menarik tangannya, dan saat ia melihat ternyata Adam.
Adam pun membawa sela pergi ke atas lantai kampus, menjauhi acara perpisahan yang di selenggarakan di lantai satu.
"Sebelum datang ke sini orang tua kamu pasti melarang kamu untuk bertemu aku kan" ucap Adam
"Iyaa, mereka juga menyuruh aku untuk menjauhimu" ucap sela
"Sama berarti dengan keluarga ku" ucap Adam
"Terus apa keputusan mu?" Tanya sela dengan suara sedikit serak
"Aku tetap akan bertahan untuk cinta kita, karena aku tidak akan bisa melupakan kamu" ucap Adam dan langsung memeluk sela.
"Sama aku juga tidak bisa melupakan kamu, aku saya sama kamu Adam, aku juga akan memperhitungkan cinta kita sampai kita dapat restu dari orang tua kita masing-masing" ucap sela
"Iya sayang, aku yakin kita akan bisa melewati semua ini, dan berjuang bersama-sama".
"Terus kedepan nya kita bagaimana? Apakah harus sembunyi-sembunyi ketika ketemu?" Tanya sela
"Untuk sementara biarlah seperti ini, kita jarang ketemu namun tetap ada komunikasi, oh iya sayang kamu kerja di rumah sakit mana setelah ini?"
"Kalau aku si mau kerja di rumah sakit yang waktu kita dinas itu, kan rumah sakit itu masih baru, dan pasti membutuhkan banyak dokter".
"Aku tidak setuju kalau kamu kerja disitu, nanti kamu ketemu sama dokter Raka lagi".
"Dokter Raka sudah pindah tau dari bulan lalu, aku tau karena kakakku yang memberitahu nya".
"Ya sudah kalo gitu aku ikut kamu saja kerja di rumah sakit itu".
"Iyaa".
Tiba-tiba handphone salsa berdering, dan ternyata ada pesan masuk dari salsa, dan sela pun langsung membacanya.
"Sela, kamu dimana? Acaran sudah Mulai".
Adam dan sela pun turun ke lantai satu untuk mengikuti acara perpisahan.
__ADS_1
Bersambung!
****