
**
"Tidak apa-apa saya mengerti" ucap Kevin
Ternyata Rifki dan salsa mendengar percakapan Rina dan Kevin yang duduk tidak jauh dari Mereka.
"Ternyata Kevin itu mantannya Rina ya sa?" Tanya rifki
"Iyaa, tapi mereka sudah putus waktu SMA, karena sudah tidak ada kecocokan lagi", jawab salsa
"Gitu yah, pantesan pas ketemu di cafe beberapa Minggu yang lalu Rina dan Kevin begitu akrab ternyata mantannya".
Disisi lain saat sela mengambil makanan dia ketemu dengan seseorang dan seseorang itu menyapanya.
"Hai, sela kan?" Tanya orang itu
Sela agak kebingungan, "Rangga ya? Kamu Rangga kan?"
"Iyaa aku Rangga, bagaimana kabar kamu?"
"Aku baik, kalo kamu?"
"Aku juga baik, gak nyangka kita ketemu disini, ternyata banyak teman SMA kita yang datang ke acara pernikahan Rio ya".
"Iya, tadi aku juga sudah ketemu beberapa teman satu kelas kita dulu".
"Aktivitas kamu sekarang apa?, Kalau nggak salah calon dokter ya? Lebih tepatnya sebentar lagi jadi dokter hehe". Ucap Rangga
"Iyaa, doain ya"
"Pasti aku doain"
"Kamu sekarang kerja apa?" Tanya sela
"Aku cuma anggota masyarakat", jawab Rangga yang merendahkan diri
"Anggota masyarakat itu apa?"
"Aku seorang anggota TNI"
"Wah selamat ya, cita-cita kamu tercapai".
"Iyaa, kamu juga selamat ya, cita-cita kamu sedikit lagi juga tercapai".
"Iya, terimakasih".
Salsa dan Rifki seakan cuma jadi penonton Rina dan sela di acara pernikahan tersebut, yang ketemu sama seseorang yang pernah dekat dengan mereka dulu.
Rangga memanggil sela untuk cari tempat duduk, namun sela menolaknya dan mengatakan, "Aku satu meja sama salsa dan Rina".
Lalu sela berjalan menuju meja yang dimana sudah salsa dan Rifki yang sedang duduk, Rangga pun mengikuti sela menemui salsa.
"Hai, Kamu apa kabar salsa?" Tanya Rangga
"Baik, kalau kamu apa kabar, oh iya kamu pindah tugas di Jakarta ya", ucap salsa
"Iya, kok kamu tau?"
"Aku lihat di status risma beberapa hari yang lalu menjemput sahabat di bandara".
"Oooohh iya memang Risma menjemput ku di bandara waktu itu"
"Ooh iya, kenalin ini Rifki", ucap salsa memperkenalkan mereka berdua
Lalu Rifki mengulurkan tangannya dan Rangga juga mengulurkan tangannya, mereka pun saling berkenalan.
"Oh iya mana Rina? Tumben nggak bareng, biasanya kan sela bertiga?" Tanya Rangga
"Ada kok, itu dia Lisa disana" ucap salsa menunjuk ke arah Rina, dan Rangga pun melihat Rina yang sedang mengobrol dengan Kevin.
Disisi lain Adam dan kakak sedang mengobrol.
"Adam temanin kakak ke toko yuk, kakak mau beli baju sama sepatu nih" ucap teguh
"Kapan kak?"
"Hari ini, habis makan kita langsung jalan".
"Oke kak, Yaudah aku ke kamar dulu ya kak, mau ganti baju dan mandi".
Adam pun langsung menuju kamarnya, ia pun pergi mandi, setelah mandi dia pun melihat handphone nya, betapa kagetnya dia saat melihat handphone ada 8 panggilan tak terjawab, ia pun langsung membuka panggilan itu dan ternyata sela memanggil 6 kali dan Doni 2 kali.
Adam pun langsung menelpon sela namun tidak di angkat, karena sela ada di tasnya, tasnya berada di meja sebelah salsa duduk, dan juga karena suara keras musik band jadi tidak terdengar.
Lalu Adam memutuskan untuk menelpon Rifki, 2kali panggilan tidak di angkat, ketiga kali nya baru diangkat oleh Rifki.
"Kamu dimana?" Tanya Adam
"Aku ada di acara pernikahan teman SMA salsa", jawab Rifki
"Alamatnya dimna?" Tanya Adam lagi
"Nanti aku kirim lewat WhatsApp saja", jawab Rifki
"Okee", ucap Adam lalu mematikan telponnya, dan tidak Lama kemudian Rifki mengirim alamatnya, dia pun langsung membuka nya, setelah itu dia bersiap-siap untuk pergi kesana, namun saat keluar kakaknya sudah menunggunya di luar.
"Adam ayo kita pergi sekarang", ucap teguh
Adam ingin rasanya menolak, namun ia tidak enak dengan Kakak nya karena baru datang.
"Yasudah ayo kak" ucap Adam setuju
Mereka berdua pun berjalan menuju parkiran, lalu langsung naik ke mobil, Teguh yang membawa mobilnya, karena sudah lama sekali tidak pernah membawa mobilnya lagi.
Saat di perjalanan Adam terus teringat dengan sela, apalagi Rifki mengirim Poto sela yang sedang berbicara dengan seorang pria, namun Adam tetap berfikir positif, lalu dia mengirim pesan ke Rifki.
"Rifki aku titip sela ya, tolong kamu pantau dia terus, kalau ada apa-apa tolong kabarin aku secepatnya".
Rifki pun membalasnya, "okee adam, kamu tenang saja dari tadi sela dan salsa bersama ku".
Seketika hati Adam merasa tenang ketika membaca pesan dari Rifki itu.
"Kita mau kemana dulu dek?" Tanya teguh
"Terserah kakak saja, kan kakak yang mau belanja". Jawab Adam
"Kita ke toko sepatu dulu aja kalau gitu", ucap teguh lalu mencari toko tersebut.
Disisi lain Rina masih mengobrol dengan Kevin, Rifki juga memfoto nya lalu mengirimkan nya ke Aldi, tapi Aldi tidak membalasnya.
"Ngapain si anak ini, sibuk banget keknya", seruh Rifki dalam hati.
__ADS_1
Sekitar 15 menit Aldi melihat handphone nya dan dia juga keget saat melihat panggilan tak terjawab dari Rina 8 kali dan Rifki 3 kali.
Lalu aldo membuka pesan dari Rifki, ia pun tambah kaget saat melihat foto Rina dengan Kevin yang duduk bersama, Aldi langsung emosi dan menelpon Rifki.
"Rifki kamu diman?" Tanya Aldi
"Aku di acara pernikahan teman SMA Salsa, sela dan Rina", jawab Rifki
"Kirim alamat nya Sekarang". Ucap Aldi dan langsung mematikan telponnya.
Lalu Rifki mengirimkan alamat nya ke Aldi, dan Aldi pun langsung membuka nya, setelah itu dia langsung pergi menyusul mereka disana.
Sekitar 20 Aldi pun sampai, lalu ia menelpon Rifki.
"Rifki, kamu dimana nya, aku sudah sampai di tempat parkiran, siapa si sebenarnya laki-laki itu? Itu kan yang kemarin di cafe, yang Rina terlihat begitu akrab dengan pria itu" ucap Aldi
Rifki pun bingung, ingin memberitahu ke Aldi tapi dia takut nantinya salah paham.
"Kenapa diam, jawab saja", ucap Aldi
"Kata salsa, Kevin itu mantannya Rina"
Mendengar hal itu dari Rifki, ia pun langsung mematikan telponnya lalu bergegas masuk kedalam, sesampainya di dalam dia pun melihat Rina sedang mengobrol dengan Kevin, dan langsung menghampiri mereka.
Rina pun kaget saat melihat Aldi yang tiba-tiba ada di hadapannya.
"Aldi, kok kamu ada disini, tadi aku telfon-telfon kamu tidak di angkat, jadi aku pergi saja bersama salsa, sela dan Rifki", ucap Rina
"Siapa cowok ini!" Tanya Aldi
"Dia teman SMA aku dulu waktu sekolah", jawab Rina
"Ada hubungan apa kalian?"
"Tidak ada hubungan apa-apa kok"
"Kamu bilang tidak ada hubungan apa-apa? Setelah apa yang baru aku lihat sendiri", Aldi
"Ini teman kamu yang di cafe kan Rin?" Tanya Kevin
"Saya pacarnya, kamu siapa!"
"Maaf aku sama sekali tidak bermaksud apa-apa, dan kami tidak ada hubungan apa-apa", jawab Kevin
Aldi pun merasa kesal, ia lalu membawa Rina keluar dari acara pernikahan tersebut.
"Rina, cowo tadi itu adalah mantan kamu kan?"
"Iya dia mantanku, tapi kita sudah tidak ada komunikasi apapun, dan tadi juga kita mengobrol hanya kebetulan saja".
"Jadi kamu senang ketemu mantanmu, begitu?"
"Bukan begitu, aku sudah menelepon kamu, untuk berangkat kesini, tapi kamu tidak mengangkat telponku, jadi aku putuskan untuk pergi sendiri".
Sela yang melihat Rina dan Aldi keluar, ia pun langsung mengajak salsa dan Rifki untuk keluar juga.
"Kita keluar yuk, lihat Rina dan Aldi, takut nya mereka berantem gara-gara salah paham".
Disisi lain Adam dan kakaknya sudah selesai berbelanja.
"Kak masih ada yang mau di beli?" Tanya Adam
"Sudah tidak ada lagi, tapi besok temani kakak jalan-jalan lagi"
"Kemana saja yang penting kakak bisa jalan-jalan, lagian bosan kalau dirumah terus, Kakak juga mau memaafkan cuti kakak untuk jalan-jalan".
"Oke siap kak" jawab Adam
Lalu mereka berdua memutuskan untuk pulang kerumah, dan saat di tengah perjalanan Adam ingin pergi ke acara pernikahan teman sela.
"Kak aku mau ke acara pernikahan teman ku" ucap Adam
"Dimana acaranya?" Tanya teguh
"Cuka sekitaran sini saja kok kak"
"Ya sudah Kakak antar saja".
Dan tidak lama kemudian sampailah di alamat yang dikirimkan oleh Rifki.
"Kak disini acara pernikahan nya, aku turun disini saja, kakak ikut nggak?"
"Nggak, kakak cape baru pulang, mau istirahat saja dirumah, terus kamu pulang naik apa? Atau kakak suruh supir jemput kamu Disini?"
"Tidak usah kak, Adam bisa pulang sendiri naik ojek atau nggak naik angkot, Kakak nggak usah khawatir, Adam kan laki-laki"
"Ya sudah kalau gitu, kakak pulang dulu".
"Oke kak, hati-hati di jalan".
Disisi lain Rina dan Aldi masih berdebat, sela, salsa dan Rifki menyusul mereka berdua, sesampainya disana mereka mencoba menjelaskan nya kepada Aldi.
"Aldi, jangan salah paham dulu, Rina dari tadi bersama aku, karena Adam juga tidak datang, dia sama seperti kamu, tidak mengangkat telponnya, jadi kita memutuskan untuk berangkat saja". Ucap sela
"Kalian tidak boleh begitu dong, seharusnya kita selalu kompak". Ucap Aldi
"Kamu sendiri yang tidak mengangkat telepon dari Rina, awalnya mereka bertiga ingin mengajak kita, karena takut terjadi hal yang seperti ini, namun karena kamu tidak mengangkat telponnya jadi Rina berangkat sendiri, dan sela juga sama dengan Rina berangkat sendiri, lagian mereka bertiga ada aku yang menjaga nya, jadi kamu jangan salah paham dulu", ucap Rifki yang ikut menjelaskan.
Aldi pun seakan merasa kecewa karena mereka tetap pergi ke acara tersebut walaupun dia tidak datang.
"Kamu bilang menjaga pacar sahabat? Apa kamu tidak melihat Rina tadi mengobrol dengan mantannya Kevin?" Ucap Aldi
"Aku melihat nya kok, tapi kan kita semua ada disitu".
"Terus kenapa kamu membiarkan nya berdua dengan laki-laki lain?"
"Tidak mungkin kalau aku melarang Rina bertemu dengan orang-orang disini, Kevin itu kan teman sekolah Rina juga, apa salahnya kalau cuma mengobrol? Siapa tau dia ingin silahturahmi saja".
"Jadi itu yang kamu bilang menjaga pacar sahabat nya?"
Rifki pun mengelengkan kepalanya, melihat sikap Aldi yang kerasa kepala, mungkin karena Aldi sedang emosi sehingga dia tidak dapat berfikir jernih.
"Aldi, kamu kenapa sih, aku sudah jelasin semuanya tapi kamu masih saja tidak percaya, bahkan Rifki dan sela juga sudah menjelaskan masih juga tidak percaya, mau kamu itu apasih" ucap Rina
"Kamu tanya mau aku apa? Aku mau kamu itu selalu bilang sama aku kalau ada acara seperti ini aku harus tau lebih dahulu, ngerti."
Tidak lama kemudian adam sampai, sebelum sampai dia sudah melihat temannya yang ada di luar acara tersebut, dia pun sempat mendengar pembicaraan mereka, dan dia pun mengerti apa yang telah terjadi.
"Kamu jangan bersikap egois, berarti kamu tidak memberi kepercayaan kepada pasangan kamu sendiri, kalau kamu tidak percaya dengan pasangan mu sendiri, untuk apa hubungan kalian dipertahankan, sedangkan kamu tau kalau Rina tidak akan menduakan kamu dengan pria lain". Ucap Adam
Aldi langsung terdiam mendengar perkataan Adam.
__ADS_1
"Aku yang tidak datang ke acara ini saja, aku tetap berfikir positif, walaupun aku tau sela pasti akan bertemu dengan teman laki-lakinya, tetapi aku tetap percaya dan yakin dengan sela, karna cuma aku yang dia sayangi dan sela tidak akan pernah mengkhianati aku". Ucap Adam mendekati Aldi
Aldi pun akhirnya sadar dan sekarang dia jadi merasa bersalah karena sudah terlalu berlebihan.
"Maafin aku ya, karena aku sudah egois, tapi semua itu karena aku tidak mau kehilangan kamu". Ucap Aldi menatap Rina
"Malass aahh, sudah di jelaskan berkali-kali tapi masih marah" jawab Rina cemberut
"Rifki, maaf ya bro" ucap Aldi
"Iya santai saja bro" ucap Rifki
"Maaf juga ya sel"
"Andi kamu apakan wanita ku?" Sahut Adam
"Sudah Adam, orang lagi cemburu gitu jadi wajar, jangan cari masalah lagi" ucap sela sambil menarik baju Adam
"Ya sudah ayo kita pulang saja, ini sudah malam, biarkan saja Rina dan Aldi tenang dulu" ucap Adam
Lalu sela dan Adam pun pergi meninggalkan mereka menuju parkiran mobil, setelah itu mereka masuk mobil dan menuju pulang.
"Kok kamu tiba-tiba disini?" Tanya sela saat diperjalanan
"Iyaa aku diberikan alamat nya sama Rifki"
"Tadi kamu kesini naik apa?"
"Di antar sama kakakku"
"Kamu punya kakak?"
"Iya punya, di tugas diluar kota"
"Jadi kalian jarang ketemu dong?"
"Iyaa, biasanya kalau ketemu kalau dia cuti baru ketemu".
Tidak terasa mereka pun sampai di rumah Adam, dan Adam pun turun dari mobil.
"Aku pulang dulu ya, sudah larut malam" ucap sela
"Iyaa, hati-hati bawa mobilnya, langsung kabari aku kalau sudah sampai rumah"
"Iya, daaaaahh", sela pun pergi meninggalkan adam menuju rumahnya.
Sekitar 40 menit sela pun sampai dirumahnya, ia pun langsung masuk kedalam rumah, namun papanya sudah menunggu nya di Sofa, dan saat ia berjalan menuju kamarnya tiba-tiba papa raja memanggil nya.
Sela pun kaget lalu menoleh ke arah papanya, "iya pa"
"Kesini dulu papa mau ngomong"
Lalu sela berjalan menghampiri papanya yang sedang duduk di sofa, "iya pa, ada apa?"
"Kamu dari mana saja? Jam segini kok baru pulang?"
"Kamu lihat gak ini jam berapa, ini sudah larut malam! Kalau kamu ada apa-apa di luar sana Gimana!"
"Maafin sela pa, sudah pulang terlambat"
"Pokoknya jangan pernah pulang larut malam lagi, papa khawatir takut kamu kenapa-kenapa"
"Iya pa, sela salah"
"Ya sudah sana tidur, sudah larut malam".
Sela pun berjalan menuju kamarnya, tapi hatinya merasa bersalah kepada papanya yang sudah memberikan kepercayaan kepada nya, namun ia malah mengabaikan nya.
Sesampainya di kamar ia pun langsung melemparkan tubuhnya ke atas kasur, "Baru kali ini papa kelihatan marah sama aku, sebelumnya papa nggak pernah marah sama aku". Seru sela
Setelah itu sela pun bangun untuk mengganti pakaiannya dengan baju tidur, saat sudah selesai ganti baju, Adam menelpon nya, sela langsung mengangkat nya.
"Hallo"
"Kamu sudah sampai rumah?"
"Iya sudah, baru sampai"
"Terus orang tua kamu sudah pulang? Mereka marah tidak melihat kamu pulang larut malam?"
"Sudah, papa kelihatannya marah kepadaku, karena pulang terlalu malam"
"Maafin aku ya, pasti ini gara-gara aku"
"Tidak apa-apa kok, ooh iya besok kita kekampus ya untuk tanda tangan?"
"Iya sekalian mau ngambil undangan buat orang tua"
"Kamu mau undang berapa orang wisudah nanti?"
"Cuma orang tua ku dan kakakku saja".
"Sama berarti, aku juga begitu, ya sudah ya aku mengantuk"
"Iya sudah gih tidur" ucap Adam lalu mematikan telponnya.
Lalu sela pun tidur.
Disisi lain raja masuk ke kamar dan membangunkan mama Mutia.
"Kayaknya sela sudah mulai berubah deh ma" ucap raja
"Berubah gimana maksudnya pa?"
"Dia baru pulang semalam ini"
"Tadi kak dia bilang mau ke acara pesta pernikahan teman SMA nya, mungkin dia bertemu dengan teman-teman sekolah nya dulu, dan mengobrol sampai lupa waktu, kita juga kan pernah kaya gitu kalau ada reuni sekolah".
"Iya papa tau, tapi kalau dia seperti ini terus gimana? Atau jangan-jangan dia itu sudah punya pacar, tapi dia tidak bilang sama kita, coba deh mama pikir".
"Iya juga sih pa, ya sudah besok mama tanyakan ke sela, sekarang kita istirahat saja yuk sudah larut malam"
"Papa masih kepikiran ma, nggak bisa tidur, papa jadi khawatir sama sela, takut dia salah dalam memilih pasangan".
"Sudahlah pa, tidak usah dipikirkan, lagian sela itu sudah dewasa dia tau mana yang terbaik untuk dirinya sendiri, besok pagi mama tanyakan ke sela, istirahat gih, sudah larut malam, mama sudah mengantuk".
"Ya sudah kalau gitu kita tidur saja, besok mama jangan lupa tanyakan ke sela ya"
"Iya papa, tenang aja mama tidak akan lupa, sudah ah yuk tidur, besok kan papa ada janji sama teman papa"
"Iya sih, Yasudah ini Papa tidur".
__ADS_1
****