Terjebak Pergaulan Bebas

Terjebak Pergaulan Bebas
Bab 47 Diantar Pulang Oleh Dokter


__ADS_3

"Waaaah orang ini aneh datang dan pergi sesukanya" seruh sela dalam hati ketika dokter itu meninggalkan sela


Tidak lama kemudian salsa pun datang


"Hei Kenapa?" Ucap salsa sambil menepuk meja


"Eeh ngapain si ngagetin aja"


"Lagian kamu si bengong"


"Tadi dokter yang nyebelin itu datang kesini"


"Ngapain tu orang?"


"Cuma tanya boleh duduk sini nggak, ya aku bilang boleh"


"Cuma itu doang?"


"Dia juga tanya alamatku dimna, aku bilang dekat sini"


"Wah mulai nggak bener tu orang sel, jangan-jangan ada maksud tertentu lagi sel"


"Mudah mudahan nggak ada lah".


Waktu pun tidak terasa, hingga sudah waktunya pulang, dan yang dinas sore pun sudah datang.


Salsa pun memanggil sela untuk pulang,


Salsa dan sela pun masuk ke ruangan untuk mengambil tasnya, lalu mereka pun bertemu dengan temannya.


"Itu ada disitu statusnya di pelajari baik- baik ya" ucap sela


"Memangnya kenapa? Dokter yang satu ruangan dengan kita baik kan?" Tanya teman sela


"Selamat mencoba" ucap salsa


Lalu mereka pun meninggalkan temannya itu yang tampak kebingungan dengan sikap mereka.


Sela dan salsa pun pergi bersama menuju parkiran, "sela aku duluan ya" ucap salsa


"Iyaa, dahhh sampai ketemu besok"


Lalu sela pun berjalan menuju mobilnya dan bergegas pergi meninggalkan rumah sakit.


Tidak lama kemudian sekitaran 5 menit mobil sela tiba- tiba mati, dia pun berusaha menghidupkan mobilnya namun mesinnya tidak hidup- hidup, tiba- tiba dokter yang nyebelin tadi lewat dan melihat sela dalam hati dokter berkata "ini kan mahasiswa yang Praktek", dia pun menghentikan mobilnya dan turun.


"Dek Kenapa mobilnya?"


"Nggak tau ni dok, mesinnya tidak mau hidup"


"Coba saya lihat dulu"


"Iyaa dok silahkan"


Dokter pun mengotak Atik mesin mobilnya sela, setelah nya ia berkata "ini harus di bawa ke bengkel, dan kebetulan saya punya temen bengkel, kalau kamu mau nanti saya telfon kan"


"Iyaa telfon saja dok"


Dokter pun menelfon temannya dan mengatakan "Halo diki, ini aku Raka, aku perlu bantuan kamu, mobil temanku mogok, kamu bisa kesini tidak?"


"Iyaa bisa" jawab temannya dokter


"Nanti aku kirimkan alamatnya lewat pesan"


Lalu Dokter pun mematikan telfonnya dan melirik ke arah sela "tunggu sebentar ya, temanku sebentar lagi kesini"


"Iya dok terimakasih"


Sekitar 15 menit montir pun datang


"Hei dokter Raka gimna kabar kamu?" Ucap Diki


"Baik, kamu apa kabar?


"Baik juga, kamu sudah begitu banyak berubah ya"


"Tidak masi sama seperti dulu, oh iya ini aku minta tolong perbaiki mobil temanku"


"Tapi ini harus di bawa ke bengkel" ucap Diki setelah mengecek mobil sela


"De gimna? Mobil mu mau di bawa ke bengkel kan?"

__ADS_1


"Iya dok tidak apa-apa, tolong tanyakan alamat bengkelnya Dimana"


"Aku tau tempat nya dimana, biar aku antar kamu ke tempat bengkel temanku"


"Tidak usah dok nanti saya naik angkot saja"


"Nggak usah biar saya antar saja, lagian bengkelnya Deket kok"


Sela pun terpaksa naik mobil dokter Raka dan duduk di belakang, lalu dokter Raka berkata, "duduk depan saja de"


"Saya duduk dibelakang saja dok"


"Di depan saja aku bukan supirmu, kalau duduk dibelakang berasa kaya supir aku"


"Kalo nggak duduk di belakang saya turun saja dok, nanti saya naik taxi"


"Ya sudah tidak apa-apa di situ saja, gitu saja sudah langsung ngambek, saya juga tolong kamu karena kamu satu ruangan dengan saya, cuma kebetulan saja nggak usah GeEr"


"Hadeh ni orang sudah nyebelin ngomongnya juga nggak enak di dengar" seruh sela dalam hati.


Seiring perjalanan sela pun hanya terdiam saja dan melihat keluar jendela mobil, dan dokter sesekali melirik sela di kaca mobil.


10 menit kemudian mereka pun sampai di bengkel mobil Diki.


Diki pun mengotak Atik mobil sela, sedangkan sela dan dokter menunggu nya, sekitar 15 menit tenyata belum hidup juga dan Diki menghampiri sela dan dokter


"Maaf Raka mobilnya tidak bisa di ambil hari ini, harus di bongkar dulu dan harus di cari tau penyebabnya, kalau menunggu pasti akan lama, jadi lebih baik besok saja" ucap montir Diki


"Iya sudah tidak apa-apa mas ini nomor telfon saya, nanti kalau sudah jadi telfon saya saja terimakasih" ucap sela


Lalu dia pun mengucapkan terimakasih juga kepada Raka karna sudah menolongnya dan juga sudah mengantarkkan nya ke bengkel mobil temannya.


"Ya sudah kalau begitu saya permisi dulu" ucap sela langsung bergegas pergi dari namun dokter memanggilnya


"Dek tunggu biar saya antar pulang saja"


"Tidak usah dok tadi sudah di antar ke bengkel saja itu sudah merepotkan"


"Saya hanya ingin menolong orang itu tidak Setengah-setengah, jadi tidak usah GeEr naik saja tidak usah menolak"


"Ini orang susah banget di tebak" seruh sela dalam hati


Sela pun naik Karena sudah malas berdebat dengan dokter.


"Rumah kamu Dimana?" Tanya dokter saat sudah di dalam mobilnya


"Nanti saya kasih tunjuk jalannya dok" ucap sela


Saat di perjalanan sela pun tertidur karena merasa kecapean, dokter pun melihat ke kaca mobil dan melihat sela tertidur, lalu dokter pun ingin bertanya dimana rumahnya namun tidak tega membangunkan sela yang sudah tertidur.


"Tapi kasihan juga lihat ni cewe kayaknya kecapean, kalo begitu aku berhenti di pinggir sini saja sambil tunggu dia bangun" seruh dokter dalam hati.


Karena ingin jalan juga percuma karena dirinya tidak tau alamat rumah sela, jadi dia memutuskan untuk menepikan mobilnya dan menunggu sela bangun.


Sekitar satu jam sela pun terbangun dan melihat keluar jendela mobil yang sudah gelap.


"Ya ampun maaf-maaf dok saya ketiduran" ucap sela saat melihat dokter di depan


"Tidak apa-apa"


"Sudah berapa lama saya tidur dok?"


"Sudah satu jam saya menunggu kamu bangun, saya mau tanya rumah kamu dimana, dan saya sudah dari tadi putar- putar dikomplek sini, ditambah lagi kamu tidur nya ngorok, jadi berisik mengganggu konsentrasi saya"


"Masa iya saya ngorok dok?"


"Iyalah ngorok saya dengar sendiri kok, ya sudah rumahmu di bagian mana?"


"Di sekitaran sini kok dok"


"Biar saya antar"


"Tidak usah dok, sudah dekat kok rumah saya"


"Saya hanya ingin memastikan kamu itu pulang dengan selamat dan saya juga tidak ingin menolong orang Setengah setengah"


"Ya sudah dok, jalan saja rumah saya ada di depan sana" ucap sela yang pasrah dan tidak bisa menolak.


Lalu raka pun menjalankan mobilnya sambil melihat sekitaran kompleks, tidak lama kemudian sela pun menghentikan mobil dokter.


"Itu rumah saya dok, saya turun disini saja"

__ADS_1


"Disini rumah mu?"


"Iya dok itu rumah saya" ucap sela dan sela pun turun dari mobil dokter Raka, lalu mengucapkan terimakasih karena sudah membantu dan mengantar nya pulang.


Dokter Raka pun tersenyum melihat sela, lalu ia pun menjalankan mobilnya dan pergi meninggalkan rumah sela, setelah sudah tidak terlihat mobil dokter Raka, sela pun berlari putar arah karena dia turun bukan di depan rumahnya tapi di rumah orang.


Sekitar 3 menitan sela pun sampai di depan rumahnya, karena berlari sela pun ngos ngosan


"Dasar dokter aneh tidak jelas, mau nganterin pulang tapi kek nggak ikhlas" seruh sela dalam hati lalu masuk ke rumah.


Setibanya di dalam rumah, sela langsung mandi dan makan, setelah itu ia pun memutuskan untuk menelfon Adam


"Hallo sayang" ucap Adam saat mengangkat telfon dari sela


"Iya sayang" jawab sela


"Aku kangen banget tau sama kamu"


"Baru juga beberapa hari nggak ketemu"


"Tau nggak berasa kaya satu tahun nggak ketemu tau"


"Iiih berlebihan banget deh"


"Ada apa kamu nelfon? Pingin lihat muka ku yang tampan ini ya?"


"Apaan si"


"Terus kenapa?"


"Aku cuma mau tanya kamu sudah berangkat dinas malam atau belum, jangan terlambat ya"


"Aku masih dirumah ini baru mau jalan ke rumah sakit, kamu jaga kesehatan, makan teratur dan jangan tidur larut malam"


"Iya sayang terimakasih sudah di ingatkan"


"Seneng nya dipanggil sayang, berasa mau terbang"


"Iiiih jangan terbang, nanti terbang ke hati orang lain lagi"


"Nggak lah hati ini cuma milik kamu seorang hehehe, sudah dulu ya aku sudah mau berangkat ni, entar terlambat lagi, daahhh sayang"


"Ya sudah hati-hati dijalan"


"Okee sayang" ucap Adam dan langsung mematikan telponnya.


Sela pun mengantuk dan memilih tidur karena besok ia akan berangkat dinas lagi.


Sedangkan Adam berjalan menuju ke tempat parkir rumahnya lalu mengambil motornya dan bergegas berangkat menuju rumah sakit.


Sekitar 30 menit Adam pun sampai di rumah sakit, di depan rumah sakit sudah ada Aldi dan Rina yang menunggu nya.


"Kalian sudah sampai dari tadi?" Tanya Adam


"Lumayan sekitaran 5 menitan" jawab Rina


"Rifki sudah datang?" Tanya Adam lagi


"Belum datang, tapi tadi dia mengirim pesan katanya bentar lagi sampai" jawab Aldi


"Ya sudah kita tunggu saja, baru kita masuk"


Dan tidak lama kemudian Rifki pun datang


"Aku belum terlambat kan?" Tanya Rifki


"Belum, yuk masuk" jawab Adam, lalu mereka pun masuk kedalam rumah sakit dan mereka pun masuk ke ruangan dokter untuk menemui nya.


"Selamat malam dok" ucap Adam saat masuk ke dalam ruangan


"Iyaa, selamat malam, kalian mahasiswa tingkat akhir ya" ucap dokter


Semuanya menjawab "iya dokter"


"Tolong kerja sama nya ya"


"Baik dokter" ucap Rifki.


Bersambung!


****

__ADS_1


__ADS_2