
Setelah selesai mengobrol mereka pun kembali turun ke bawah, setelah di bawa Adam dan Rifki masuk ke ruangan nya masing-masing.
Tiba-tiba handphone Adam berbunyi dan ternyata papa nya yang menelpon, Adam pun langsung mengangkat nya.
"Hallo pa, ada apa?" Tanya Adam
"Kamu sudah pulang belum nak?"
"Bentar lagi pa, ini lagi beres-beres mau pulang".
"Cepat nak, mama kamu mencarimu terus, papa nggak tau mau bicara apa lagi".
"Ya sudah pa Adam akan pulang sekarang", ucap Adam dan langsung mematikan telponnya.
Adam pun buru-buru meninggalkan ruangan, dia pun mengirim pesan kepada Rifki, karena dia tidak sempat pamit karena harus buru-buru.
Sesampainya di parkiran Adam pun langsung pergi menuju rumahnya, sekitar 25 menit dia pun sampai di rumahnya dan langsung masuk kedalam dan disana sudah ada papanya.
"Bagaimana keadaan mama?" Tanya Adam
"Mama kamu memanggil kamu terus, cepat temui mama mu sana", ucap Tio
Adam pun berlari menuju kamar mama nya, Adam pun membuka pintu dan masuk.
"Bagaimana ke adaan mama sekarang?"
"Mama sudah mendingan nak, mama hanya ingin melihat kamu bahagia nak".
"Nggak usah bahas itu dulu ma, mama kan lagi sakit sekarang".
"Tapi mama hanya ingin melihat kamu bersama Tania, terima lah perjodohan ini ya nak?"
"Biarkan Adam berfikir dulu ma, Adam ingin menyendiri sementara waktu, mama istirahat saja dulu ma, adam keluar dulu mau Mandi dan makan", ucap Adam dan keluar dari kamar mamanya.
Adam pun menuju kamarnya, sesampainya di kamar ia pun langsung masuk kedalam kamar mandi, setelah selesai mandi ia memutuskan untuk menelpon sela.
Hp sela pun berdering, namun sela tidak mengangkat nya, Adam pun berkali-kali menelpon sela namun tetap tidak di angkat, dan Adam pun menelpon satpam di rumah sela, dan satpam pun langsung mengangkat nya.
"Halo den Adam"
"Pak ada sela nggak dirumah?"
"Ada den, ada apa emangnya den?"
__ADS_1
"Pak minta tolong sampaikan ke sela kalau aku menelponnya",
"Iya den", ucap satpam dan langsung pergi masuk kedalam rumah dan memanggil sela.
"Non sela"
"Iya mang, ada Apa?"
"Den Adam menelpon katanya mau bicara sama non"
"Terima kasih pak".
Sela pun berlari menuju kamar nya, sesampainya sela di kamarnya ia pun mengambil handphone nya, lalu menelpon balik Adam, hp Adam pun berdering, dan adam pun langsung mengangkat nya.
"Hallo, dari mana saja?" Tanya Adam
"maaf ya tadi nelpon gak diangkat, tadi aku lagi nonton tv, dan handphone aku di kamar".
"Aku mau ketemu sama kamu hari ini jam 7 bisa nggak?"
"Bisa, Dimana?"
"Nanti aku kirim lewat pesan alamat nya dimana".
Setelah selesai menelpon, sela pun melihat jam, dan sebentar lagi jam 7 dia pun menuju lemari pakaian.
"Baju yang mana ya, yang aku pake nanti malam, aku coba semuanya aja deh", seru sela
Sela pun mencoba bajunya satu persatu, namun tidak ada yang cocok untuk dirinya, dia pun berfikir, untuk beli baju baru atau tidak, namun karena waktu sudah mepet akhirnya dia memilih salah baju nya.
"Malam ini aku Harus kelihatan cantik di depan Adam, selama ini kan baru ini kita janjian jalan berdua tanpa ada teman yang lain", seru sela melihat dirinya sendiri di depan cermin.
Setelah selesai berdandan sela pun keluar dari kamar dan menuju alamat yang sudah di kirimkan oleh Adam melalui pesan.
Sekitar 20 menit sela pun sampai di tempat tujuan, namun Adam belum datang, padahal sudah jam 7.
"Mungkin bentar lagi Adam datang", seru sela dalam hati
Sela pun duduk di kursi menunggu Adam, dan tidak lama kemudian Adam pun datang dan langsung menyapa sela, "sudah lama?"
"Baru aja sampai".
Adam melihat sela berdandan begitu cantik malam ini, dalam hatinya dia jadi tidak tega untuk menyampaikan masalah perjodohan nya.
__ADS_1
"Aku jadi tidak tega mau bicara soal perjodohan ku dengan Tania, tapi kalau nggak pasti mama akan mendesak aku terus, tapi aku tidak mau buat sela kecewa, aku bingung harus bilang apa", seru Adam dalam hati
"Hey ada apa, kok bengong gitu sih sayang?", Tanya sela
"Haaaa, maaf-maaf" ucap Adam lalu duduk di samping sela.
"Sebenarnya ada yang mau aku bicarakan sama kamu", ucap Adam
"Apa sayang?" Tanya sela penasaran
"Tapi---" Adam ragu-ragu ingin mengatakannya
"Tapi apa? Bilang saja sih, tunggu dulu pasti ini masalah orang tua kita kan yang melarang kita bertemu?" Ucap sela
"Bukan itu".
"Kalau bukan itu terus apa? Bilang saja, kenapa kaya ragu-ragu gitu sih", ucap sela
"Aku di jodohkan dengan sahabat ku yang bernama Tania anak dari sahabat mama aku yang di Bandung, aku sudah berapa kali menolak perjodohan itu, sampai-sampai mama ku sakit, aku berusaha menjelaskan kepada mama ku, kalau aku tidak mau di jodohkan, tapi mama ku kembali sakit, jujur aku tidak mau di jodohkan, aku tidak mencintai wanita yang bernama Tania itu, aku tidak ingin pisah dari kamu, karena orang yang aku sayangi hanya kamu, dan aku ingin bersamamu", ucap Adam
Sela pun kaget mendengar perkataan Adam yang di jodohkan, sela hanya bisa duduk terdiam kebingungan.
"Aku mengerti bagaimana perasaan kamu adam, aku juga ingin bersama kamu, kita berjuang sama-sama menghadapi masalah ini ya" ucap sela mencoba menenangkan diri nya.
"Aku tau sela, tapi kamu pasti akan terluka jika kamu bertahan, tapi jika kamu pergi dari aku, aku yang tidak bisa tanpa kamu_.
Sela pun kebingungan mau jawab apa, sela pun berdiri dan berjalan entah mau kemana, dan tujuannya kemana, Adam pun ikut berdiri dan memegang tangan sela.
Adam dan sela pun bejalan bersama-sama seakan tidak tau tujuan kemana, tibalah sela mengatakan, "sampai sini saja", ucap sela dan melepaskan tangan Adam, dia pun berjalan sendiri, dan tiba-tiba hujan pun turun, sela pun berlari basah-basahan menuju mobil nya.
Sela pun langsung pergi menuju rumahnya, sesampainya di rumah, satpam pun kaget melihat sela yang Basah kuyup akibat kehujanan.
"Bukan nya non sela di dalam mobil, kok bisa sampai basah?", tanya satpam
Sela pun tidak menjawab apa-apa dan langsung masuk ke dalam rumah, bibi yang melihat sela pun juga kaget.
"Ya ampun non, kenapa bisa basah kuyup begini non?" Tanya bibi
Lagi-lagi sela tidak menjawab, ia berjalan menuju tangga dimana kamarnya berada, sesampainya di kamar ia pun langsung masuk kedalam kamar mandi, berendam dan menangis sekuat-kuatnya, sela tidak tau harus bagaimana, cinta nya kini semakin rumit, apa lagi soal Adam yang mau di jodohkan.
Bersambung!.
****
__ADS_1