
Tidak Lama kemudian dokter pun keluar lalu dan mempersilahkan mereka memeriksa pasien di bimbing dengan dokter senior.
Saat mereka masuk ruangan untuk memeriksa pasien, ternyata ada mahasiswa lain yang dinas satu ruangan dengan mereka, tapi tiba-tiba ada salah satu cewe yang menyapa mereka
"Hey apa kabar kalian?" Ucap salah satu cewe tersebut
"Eeh kamu Karina kan?" Tanya Rifki agak sedikit kaget
"Iya masa lupa, kita kan dulu satu kelas waktu SMA" jawab Karina
"Nggak lupa kok, cuma nggak nyangka aja" ucap Rifki
"Iya nggak nyangka ketemu disini" sahut Aldi
"Aku juga nggak nyangka kalian praktek disini" ucap Karina
"Iyaa, oh iya kenalin ini teman aku Rina, Rina ini Karina teman satu kelasku dulu waktu SMA" ucap Aldi memperkenalkan Rina dengan Karina begitu pun sebaliknya.
Rina pun menjulurkan tangannya ke arah Karina, dan mereka pun saling berkenalan, lalu mereka pun pergi bersama memeriksa pasien, saat itu Karina pun mendekati Adam.
"Eeeh Adam aku lihat status Reni beberapa hari yang lalu sedang otw ke Jakarta, dan sekitaran 5 hari yang lalu Reni telfon aku, katanya satu kampus bareng kamu, bagaimana hubungan kamu sama Reni? Aku si berharap kalian bisa jadian" ucap Karina
"Aku dan Reni tidak ada hubungan apa-apa lagi" ucap Adam
"Koko bisa? Bukannya kalian dekat dulu?"
"Aku dengan reni kan sudah lama tidak pernah ketemu lagi, jadi nggak mungkin ada perasaan lagi, lagian dulu aku dengan reni hanya sekedar teman dekat dan itu nggak lebih"
"Iya juga sih, namanya cinta pertama susah untuk di lupakan dan kamu lah Adam cinta pertamaku, orang pertama yang aku cintai dan sampai sekarang aku nggak bisa lupakan kamu walaupun kita sudah tidak pernah ketemu lagi tapi aku tetap selalu ingat kamu" seru karina dalam hati.
"Hei kok bengong" ucap Adam yang melihat Karina bengong
"Eeeem enggak kok" ucap Karina sambil tersenyum melihat Adam.
Tidak lama kemudian Adam pun pergi memeriksa pasien dan Karina pun menyusul, Adam dan Karina satu ruangan, lalu mereka pun memeriksa pasien, setelah 5 menit memeriksa pasien mereka pun pindah ke tempat pasien lainnya.
Dan tidak lama kemudian semua pasien sudah selesai diperiksa oleh mereka, dan Rifki pun memanggil Karina dan Adam
"Kesini dulu deh, aku pesan makanan, kita makan dulu" ucap Rifki
"Aku lagi diet, lagian sudah jam 10 malam aku tidak biasa makan kalau sudah larut malam" ucap Karina
"Ya sudah tidak apa-apa"
"Aku makan dulu ya sudah lapar" ucap Rina
"Ya udah ayo makan, aku juga lapar" ucap Aldi, dan Adam serta Rifki pun ikut makan
"Adam, aku pergi dulu ya, tidak lama kok" ucap Karina yang dipanggil oleh teman satu kelompoknya.
Setelah selesai makan Rifki dan Adam memutuskan untuk menelfon pasangan nya masing-masing, Rifki pun menelpon salsa, dan salsa mengangkat nya, namun Adam yang menelpon sela justru tidak di angkat.
__ADS_1
"Mungkin sela sudah tidur" ucap Rina
"Tapi aku pingin dengar suara nya dulu" ucap Adam
"Yahhh jangan reseh deh"
Adam pun menelfon sela sebanyak 3 kali namun tidak di angkat angkat, dan akhirnya Adam mengalah lalu menyuruh Rina menelfon nomor rumahnya sela.
"Rina coba kamu telfon orang rumahnya" ucap Adam
"Ini sudah jam 12 malam sela pasti sudah tidur"
"Coba saja telfon, pliss Rina"
Melihat Adam yang memohon Rina pun mengatakan "iya deh aku telfon ni"
Rina pun menelfon nomor rumah sela dan di angkat oleh bibi
"Halo bi, sela ada?" Tanya Rina
"Non sela sudah tidur, ini dengan siapa ya?"
"Ini Rina bi"
"Oh non Rina to, mau bicara sama non sela?"
"Nggak bi, cuma mau mastiin saja kalau sela sudah tidur, kalau gitu sudah dulu ya bi, terimakasih maaf mengganggu"
Rina pun mematikan telfonnya, "sudah tu puas?" Tanya rina
"Terussss mau mu apa?"
Belum sempat Adam menjawab Aldi pun datang
"Kalian ini bicara apaan si, semakin malam semakin heboh aja ceritanya" ucap Aldi
"Ganggu saja si, orang lagi ada bisnis juga" ucap Adam kesal
"Bisnis apaan, ikutan dong"
"Kamu mau ikutan mikirin perasaan orang gitu?" Ucap Rina
"Perasaan siapa?"
"Perasaan Adam lah"
"Yaaah kirain apaan"
Lalu tidak lama kemudian Karina pun datang dan menyapa
"Hai belum istirahat?"
__ADS_1
"Belum nih kamu juga belum istirahat?"
"Iya belum, soalnya belum ngantuk juga" jawab Karina
Karina pun melihat Adam keluar ruangan dan ia pun mengejar nya.
"Kamu mau kemana?" Tanya Karina
"Aku mau keluar beli air minum"
"Aku ikut ya, aku juga mau beli air minum"
"Iyaa"
Mereka pun berjalan bersamaan, dan tidak lama kemudian mereka pun sampai di kantin, kantin begitu sunyi karena rumah sakit ini baru masih baru, jadi belum begitu banyak pasien dan dokternya pun belum terlalu banyak.
Setelah mereka membeli air minum, mereka pun kembali ke ruangan, malam pun semakin dingin, mereka melewati lorong disisi rumah sakit yang semakin sepi, dan tiba-tiba Karina bersuara.
"Sebenarnya ada yang mau aku bicarakan sama kamu" ucap Karina
"Mau bicara apa?" Tanya Adam
"Aku mau bicara sama kamu tapi diluar ruangan boleh nggak?"
"Mau bicara soal apa emang nya?"
"Kita bicara di luar saja"
Adam pun berjalan bersama Karina di luar ruangan
"Kita bicara disini saja ya, dan Disni juga tidak begitu ramai"
"Aku ingin mengatakan tentang Reni, berhubung kamu dan Reni sudah tidak ada hubungan apa-apa, aku mau bilang kalau sebenarnya dulu itu waktu kalian dekat, dia itu sudah punya pacar, dan kamu Hanya di maafkan oleh Reni"
"Aku sudah tau"
"Terus kalau kamu sudah tau, kenapa kamu dimanfaatkan oleh Reni?"
"Karena orang tuaku selalu bilang kepadaku untuk menghargai semua wanita, jadi aku hanya menghargai nya saja, dan soal pacar Reni, aku hanya pura-pura tidak tau, bagaimana hubungan mu dengan Ikbal?"
"Sebenarnya aku pacaran dengan Ikbal hanya untuk menutupi perasaan suka ku kepadamu, kami hanya pacaran sampai SMA saja setelah lulus kami pun putus, karena memang sudah tidak ada kecocokan lagi sehingga kamu memutuskan untuk berpisah, aku berani mengungkapkan perasaan ku kepadamu karna kamu dan Reni tidak jadian, di dalam hatiku merasa kalau aku punya kesempatan untuk bersamamu"
"Maaf Karina aku tidak bisa membalas rasa suka mu kepadaku karena aku sudah mencintai orang lain dan aku sangat menyayanginya, aku tidak bisa menghianatinya, karna cuma dia orang yang aku sayangi, yang sudah berlalu biarlah berlalu aku harap kamu bisa melupakan aku"
"Aku juga ingin melupakan kamu, namun aku tidak bisa"
"Aku yakin kamu pasti bisa setelah kamu bertemu dengan lelaki lain yang betul-betul mencintai kamu dan kamu pun mencintai nya dengan tulus"
"Tapi sampai kapan?"
"Bersabarlah pasti kamu akan dipertemukan dengan seseorang yang mencintaimu dengan tulus dan begitu juga dengan dirimu yang mencintainya dengan tulus".
__ADS_1
Bersambung!
****