
Setelah Adam selesai Makan dan menenangkan perasaan nya, ada pun menceritakan lagi masalah nya kepada Rifki
"Selama ini aku Sama Reni hanya dekat dan sempat ada rasa suka dengannya, waktu itu aku janjian dengan Reni bertemu di taman, aku ingin bertanya kepadanya tentang kedekatan kita apakah bisa lebih, setelah bertemu Reni di taman saat itu aku ingin bicara dengan nya, namun dia malah memotong pembicaraanku dan mengatakan sesuatu".
"Aku punya kabar baik buat kamu" ucap Reni
"Apa itu?" Tanya Adam
"Tapi kamu jangan marah ya"
"Iya nggak, apa-apa bilang saja" tanya Adam penasaran
"Aku dapat beasiswa keluar negeri, aku mau keluar negri"
Mendengar perkataan Reni seperti itu hati ku pun terasa sakit dan hanya bisa diam
"Adam kamu marah ya?"
"Nggak Kok asal kamu bahagia dengan pilihan kamu sendiri, aku juga bahagia, semoga kamu sukses di sana"
"Terimakasih"
Setelah beberapa lama kemudian Reni pun meninggalkan adam, disaat itu hati Adam terasa sakit dan perih, hujan pun turun membasahi seluruh tubuh Adam dan Adam pulang dalam keadaan basah kuyup.
Dan keesokan harinya adam pun pergi ke rumah Reni, untuk memberikan hadiah perpisahan kepada Reni, namun Adam melihat ada seorang pria lain yang memberikan hadiah kepada Reni, dan Adam pun mengurungkan niatnya untuk memberikan hadiah itu, lalu memilih pergi dari sana.
Tidak Lama kemudian Reni pun menelfon Adam untuk mengantarkan nya ke bandara, dan adam pun putar arah motornya ke rumah Reni untuk menjemput Reni, tidak lama kemudian adam pun sampai dan Reni pun naik motor, dan Adam pun mengantar Reni pergi ke bandara
Setelah 30 menit, Adam pun sampai di bandara, dan Reni pun mengucapkan terimakasih karena sudah mengantar nya ke bandara, saat Adam ingin berjalan untuk pulang tiba-tiba Reni berteriak "Adam, tunggu aku pulang, aku pulang pasti untuk kamu"
Adam hanya tersenyum sambil melambaikan tangannya dan tidak lama kemudian adam pun pergi dari sana lalu pergi pulang ke rumahnya.
"Begitu lah terakhir aku bertemu Reni, dan saat ini dia sudah pulang, perasaan ku ini jadi bimbang" ucap Adam
"Terus bagaimana perasaan kamu sekarang ke Reni?" Tany Rifki
"Aku bingung karena sekian lama aku sudah kubur semua kisah yang aku alami bersama Reni dulu, dan kini dia datang kembali dan membicarakan kita mulai lagi dari awal"
"Terus apa jawabanmu ke Reni?" Tanya Rifki semakin penasaran
"Aku hanya berkata aku lagi fokus kuliah dulu dan tidak ingin berfikir apa pun"
"Seharusnya kamu kasih keputusan langsung ke dia supaya dia tau"
"Aku juga masih bingung untuk mengambil keputusan langsung seperti apa"
"Aku tinggalkan kamu sebentar ya, biar kamu berfikir dengan jernih" ucap Rifki dan langsung keluar kamar meninggalkan adam di kamarnya sendiri, Rifki pergi ke dapur makan, habis makan dia pun pergi mandi, setelah itu duduk di kursi membiarkan Adam di kamar sendiri supaya bisa berfikir dengan baik.
Beberapa menit kemudian Rifki pun masuk kamar dan melihat Adam masih berbaring di tempat tidur
"Rifki, aku harus apa sekarang?" Tanya Adam
"Bangun dulu biar kita bicarakan" jawab Rifki
"Apa yang membuat kamu bingung sekarang?" Tanya Rifki
"Perasaanku rasanya tidak karu-karuan"
"Memangnya kenapa dengan perasaan mu?"
"Aku akan jujur padamu bahwa sebenarnya sejak pertama kali aku bertemu dengan sela aku sudah menyukai nya, aku mencintai sela sekarang namun aku tidak tau harus bagaimana cara mengungkapkan nya, karena aku takut merusak persahabatan kita sekarang ini
"Iya sih aku ngerti tapi kalau kamu tidak mengungkapkan nya bagaimana dia bisa tau kalau kamu suka sama sela"
"Aku akan mengatakan nya jika sudah waktunya"
"Terus bagaimana dengan Reni?"
"Itu dia masalahnya, aku sudah lupain semua tentang dia, aku sudah kubur kisahku bersama nya, dan aku juga sudah menghilangkan semua perasaanku ke dia, namun kini dia datang kembali dan mengatakan dia ingin kembali untuk memulai hubungan kita ke lebih serius, aku tidak mengatakan apapun ke Reni aku hanya pergi dengan perasaanku yang bimbang, aku tidak bisa berfikir dengan baik"
"Adam, ikuti kata hatimu siapa sebenarnya yang kamu cintai di Antar mereka berdua?"
"Jujur Rifki aku suka sama sela sekarang, dia baik dan saat aku bersamanya hatiku terasa nyaman aku merasa begitu senang bisa berada di dekatnya, tapi aku tidak tau bagaimana perasaan sela kepadaku, apakah dia juga merasakan hal yang sama atau hanya aku saja yang merasakannya".
"Karena kamu belum coba mengatakan perasaan mu kepadanya"
"Suatu saat aku akan mengatakan nya, tapi bagaimana dengan Reni yang jelas sudah datang dan mengatakan dia akan kembali kepadaku? Aku bingung untuk berfikir, saat ini aku di lema dengan perasaanku sendiri"
"Ikuti kata hatimu aku yakin kamu pasti bisa menghadapi nya"
"Rifki ini sudah sore mendingan aku pulang saja dulu kerumahku"
"Sebentar lagi saja pulang nya, kita jalan saja dulu yuk, dari pada di rumah terus Tambah banyak pikiran"
"Sabar kepala ku masih pusing, tunggu bentar lagi baru jalan"
"Dam, aku harap kamu tidak menyakiti hati sela, karena sela itu orangnya sangat baik sama kita-kita, kalau boleh aku jujur, aku sebagai sahabatmu lebih suka kalau kamu jadian sama sela dari pada Reni, tapi semua itu kamu yang menjalani hidupmu bukan aku, sebagai sahabat aku hanya bisa mendukung kamu"
"Terimakasih, kamu memang sahabat terbaikku, oh iya aku mau tanya kalau hubungan kamu sendiri dengan salsa gimana?"
"Aku sayang sama salsa, tapi aku hargai persahabatan kita biarkanlah waktu yang menjawab, dan aku tau salsa juga suka sama aku, hanya karena kita persahabatan kita maka hubunganku dengan salsa, kamu berdua mengontrol nya".
"Hebat sekali sih sahabatku ini, bijak sekali kapan kamu bisa berpikir sebijak ini"
"Baru sadar kamu, kemana saja selama ini masa sahabat sendiri nggak tau kalau sahabatnya ini memang bijak" ucap Rifki sambil menepuk nepuk dadanya sambil tertawa.
"Iya deh orang bijak yang selalu membanggakan dirinya"
__ADS_1
"Iya dong"
"Terimakasih banyak sudah numpang di sini, dan terimakasih juga sudah kasih nasehat"
"Iya sama-sama sahabatku"
"Ya sudah aku pulang dulu sudah sore"
"Terus kita nggak jadi jalan?"
"Lain kali saja"
"Iya sudah hati-hati di jalan, nggak usah banyak mikir"
"Iya-iya". Ucap Adam dan langsung keluar kamar Rifki menuju motornya dan pergi meninggalkan rumah Rifki
Di dalam perjalanan tidak sengaja Adam melihat sela yang sedang membawa belanjaan, Adam pun putar arah dan langsung menghampiri sela.
"Kamu dari mana?" Tanya Adam
"Kok ada disini" ucap sela merasa heran dengan kedatangan Adam
"Kebetulan saja lewat, kamu mau kemana?"
"Aku mau pulang, ini lagi nunggu angkot tapi dari tadi penuh semua"
"Aku antar pulang saja, naik gih"
"Nggak usah soalnya belanjaan ku banyak"
"Nggak apa-apa, sini barang mu taro di depan sini"
"Ngga usah"
"Ngga apa-apa kok" ucap Adam dan langsung mengambil barang sela dan menaruh di motornya, dan sela pun terpaksa naik.
"Belanjaan kamu banyak sekali"
"Iya di suruh mamaku belanja"
"Untuk apa?" Tanya Adam penasaran
"Mau bikin kue"
"Kamu tau caranya bikin kue?"
"Nggak tau, mamaku yang tau dan aku cuma bantuin saja"
"Boleh dong aku ngerasain"
"Bener ya sel"
"Iya".
Tidak lama kemudian sampailah di lampu merah, motor Adam pun berhenti dan tanpa di sadari di sebelah Adam itu adalah mobil Reni dan Reni pun kaget melihat Adam berboncengan dengan seorang wanita, di dalam hati Reni begitu terbakar api cemburu.
Tidak lama kemudian lampu hijau pun menyala dan Adam pun begitu laju membawa motor sehingga Reni tidak dapat mengejar motornya.
Sekitar 20 menit Adam pun sampai dirumah sela, lalu sela pun mengucapkan terimakasih
"Jangan lupa ya" ucap Adam
"Apa?" Tanya sela
"Kuenya di sisain heheh"
"Iya besok aku bawain"
"Oke, aku pulang dulu ya"
"Iyaa, daaaah".
Lalu Adam meninggalkan rumah sela, dan sela pun masuk ke dalam rumahnya.
"Ma, mama mau bikin kue apa?" Tanya sela saat di dalam dapur"
"Kuee ke sukaan ayah kamu"
Mutia memang sering menyuruh anak nya itu belanja ketika ingin membuat sesuatu
"Terus sela ngapain?"
"Kamu bantuin mama aja, sekalian kamu belajar"
"Okee ma".
Sela pun sangat menyukai ketika mama nya itu memasak ataupun membuat sesuatu, karena masakan nya selalu enak, ya mungkin karena mama nya itu seorang chef.
**
Keesokan paginya Reni sudah datang menunggu Adam di depan kampus
"Siapa cewe kemarin yang kamu bonceng?" Tanya Reni
Adam pun kaget dan bertanya tanya dalam hati "Kok dia bisa tau" seruh Adam dalam hati dan langsung membalikkan badannya
"Maksud kamu apa?" Tanya Adam berpura-pura tidak tau apa-apa
__ADS_1
"Nggak usah berpura-pura aku lihat sendiri kemarin di lampu merah kamu boncengan sama wanita itu"
"Bukan urusanmu"
"Kamu bilang mau fokus kuliah, tapi nyatanya boncengan sama wanita lain"
Adam pun tidak menghiraukan Reni dan memilih berjalan menuju kelas.
Tidak lama kemudian dosen pun datang dan memberikan materi, sekitar 2 jam pelajaran kelas pun berakhir dan dosen pun langsung keluar kelas.
"Hei kamu sela ya?" Tanya Reni saat berada di kantin dan saat itu hanya ada Meraka berdua
"Iyaa, ada apa ya?"
"Aku mau tanya apa hubungan kamu sama Adam, karena kemarin aku melihat kamu bersama dia"
"Ngga ada hubungan apa-apa hanya kebetulan saja kemarin dia lewat dan menolong ku yang susah mencari angkot, lalu menawarkan untuk mengantarkanku pulang"
"Aku kasih tau ya, Adam itu pacar aku, aku dulu pergi keluar negeri itu karena dukungan nya dari Adam, aku pun kembali karena Adam, aku harap kamu tidak ada perasaan apapun sama Adam, aku cuma menyampaikan ke kamu supaya kamu mengerti dan tidak berharap lebih sama Adam"
"Aku tidak ada perasaan apa pun sama adam" ucap sela sambil tersenyum
Sela pun pergi dalam hatinya terasa sangat sakit dan terluka, "untung saja aku belum terlalu dalam menyukai Adam, sedangkan ini saja sudah sangat sakit, apa lagi kalau aku benar-benar mencintainya pasti lebih sakit dari ini" lirih sela dalam hati dan berjalan menuju kelas.
"Aku lapar banget ni, kita makan yuk" ucap Reni, adam pun hanya mengangguk dan pergi bersamanya
Sela pun melihat mereka berjalan bersama dalam hatinya timbul rasa cemburu melihat Adam dan Reni berjalan bersama.
Tidak lama kemudian salsa dan Rina pun datang "sela, aku antar pulang ya?" Ucap salsa
"Nggak usah aku dijemput sama kakaku"
"Iya sudah deh kalau begitu aku tinggal ya" ucap salsa
"Beneran nggak apa-apa kan?" Tanya Rina
"Iya nggak apa-apa, kalian duluan saja"
Salsa dan Rina pun meninggalkan sela, mereka berdua menuju parkiran mobil dan meninggalkan kampus.
Adam dan Reni sudah sampai di kafe, Reni pun pesan makanan dan makan, namun Adam tidak bisa makan, karena di dalam pikirannya hanya memikirkan sela.
"Aku tidak bisa makan, kamu saja yang makan, kalau begitu aku pergi dulu" ucap Adam dan langsung pergi terburu-buru meninggalkan Reni, Adam pergi kembali ke kampus.
Saat adam sampai di kampus, dia melihat-lihat keadaan kampus yang sudah sunyi, hanya satu-satu mahasiswa siswa yang lewat dan ternyata Reni pun menyusul Adam ke kampus.
Adam pun melihat sela keluar dari toilet dari arah jauh dan ingin menghampiri nya, tapi tiba-tiba Reni datang dan langsung memeluk Adam dari belakang.
Sela pun melihat pemandangan itu, dalam hatinya semakin sakit, dan langsung membalikkan badannya, seketika pun adam melihat sela memutar balik badannya dia pun langsung melepaskan tangan Reni yang memeluk nya dari belakang.
"Tidak enak di lihat orang, apa lagi ini di kampus" ucap Adam
"Tidak ada orang juga kok di sini, di sini juga tidak ada cctv karena dekat dengan toilet" ucap Reni dan kembali memeluk Adam
Adam pun diam sejenak untuk memastikan perasaannya ke Reni, apakah masih ada atau tidak ada sama sekali, dan akhirnya Adam pun memutuskan melepas tangan Reni dan pergi berlari menuju jalan raya, Reni pun berteriak memanggil Adam, namun Adam sudah tidak memperdulikannya lagi.
"Aku akan menjelaskan semuanya kepada sela tentang perasaanku kepadanya, tentang hubunganku dengan Reni, kamu dimana sel, aku mau bicara sama kamu" seduh Adam dalam hati sambil mencari-cari sela yang tidak tau tadi pergi kemana.
Di dalam perjalanan pulang sela meneteskan air matanya dia merasa heran dengan dirinya
"Kenapa dengan ku ini, kenapa hati ku terasa sangat sakit, Adam itu sudah punya pacar dan aku harus melupakan nya". Seruh sela dalam hati.
Setelah Adam menelusuri jalan namun tidak menemukan sela, dan Adam pun memutuskan untuk pulang kerumahnya.
Sesampainya sela dirumah ia melihat mama dan papa nya beres-beres seperti ingin pergi
"Mau kemana ma?" Tanya sela
"Mau balik ke Bandung sayang"
"Tapi mama baru 1 Minggu di Jakarta masa sudah mau balik ke Bandung lagi"
"Iya sayang, mama kan harus ngurus butik mama di sana, dan satu lagi papamu tidak bisa lama-lama di sini, Karana papa mu kan harus mengurus restoran nya sayang" ucap Mutia.
Mutia dan raja memang sudah memiliki banyak bisnis, termasuk mutia yang membuka toko butik waktu itu, dan raja mengurus restoran nya tersebut, mereka sebenarnya ingin tinggal di Jakarta, namun harus bagaimana mana lagi, Meraka harus mengurus usahanya, dan sebulan sekali Mutia dan raja balik ke Jakarta untuk melihat anaknya sela, yang ingin tinggal di Jakarta.
Sedangkan adelio menetap Bandung sehingga hanya sela yang menetap di Jakarta.
"Oh iya sayang, Mulai hari ini kamu bawa mobil sendiri, kamu harus mandiri, nggak usah naik angkot, apa lagi papa sering lihat kamu beberapa hari ini pulang malam, kalau kamu ada apa-apa di jalan gimna, apa lagi naik angkot dan taxi" ucap Raja
"Tapi pa"
"Nggak ada tapi-tapi, mobil kamu sudah ada di depan"
"Jadi papa nggak marah kalau sela Keluar malam?"
"Nggak sayang asal kamu tau jaga diri dan tidak keluyuran kemana- mana" ucap raja yang mempercayai anak gadisnya itu
"Iya pa, sela juga kalau keluar bareng salsa dan Rina, biasanya juga cuman makan-makan dan belanja"
Mutia dan raja pun sangat percaya dengan anaknya, karena anak nya itu sudah dewasa dan bisa membedakan mana yang buruk dan baik.
Yang terpenting bagi Mutia adalah anak nya itu tidak salah pergaulan seperti dirinya di masa lalu.
"Hati-hati di rumah, papa pergi dulu" ucap raja dan langsung pergi meninggalkan rumahnya, begitu pun juga dengan Mutia yang sudah berada di dalam mobil.
Intinya saat ini Mutia merasa lega karena anak-anak nya itu bisa merasakan hidup yang lebih baik dalam menggapai mimpinya tanpa ada nya halangan apapun.
__ADS_1