
"Ma, panggil mbo, bibi dan satpam, buat makan martabak soalnya kebanyakan" ucap raja
Mutia pun berdiri dan memanggil mereka semua.
"Kamu beli martabak ini dilangganan kita kan nak?" Tanya raja kepada sela
"Iya pa"
"Terima kasih ya nak"
"Iya sama sama pa".
Tidak Lama kemudian Mutia, serta para pembantu nya pun datang.
"Aku mau ke kamar dulu ya, mau istirahat soalnya cape Banget" ucap sela
Sela pun menaiki anak tangga, menuju kamarnya, ia pun langsung merebahkan tubuhnya di tempat tidur, dalam hati nya sedang banyak pikiran.
"Gimna ya, kalau besok aku ke rumah sakit terus Adam malah berantem sama dokter Raka, pasti makin kacau keadaannya, entar Dokter Raka malah tidak mau memberikan tanda tangan nya" seru sela dalam hatinya.
Ia pun tidak mau terlalu lama memikirkan nya, dan memutuskan untuk tidur saja.
Keesokan paginya sela yang sudah bangun langsung bersiap-siap untuk kerumah sakit, setelah itu dia keluar dari kamar nya menuju meja makan, dan disana sudah ada mama nya yang sudah bangun.
"Kamu hari ini ada kegiatan apa sayang?" Tanya Mutia saat sela duduk di kursi
"Aku mau ke rumah sakit ma, mau minta tanda tangan dokter, soalnya kemarin belum sempet, oh iya ma, papa mana?"
"Lagi mandi, katanya dia mau ketemu teman nya untuk membicarakan bisnis, sebentar lagi kan harus balik ke Bandung"
"Kenapa ga menetap disini aja sih ma?, Kan restoran di Jakarta juga ada"
"Papamu lebih suka di Bandung, dari pada di Jakarta, soalnya penduduk nya terlalu padat, sedangkan papamu suka suana yang biasa- biasa saja, tiap Minggu papamu sering ke pedesaan untuk memancing di sungai, kalau di Jakarta papamu cuma bisa sibuk kerja dan bekerja terus".
Tidak lama kemudian papanya pun datang dan duduk.
"Sela kamu nggak ke kampus?" Tanya raja
"Enggak pa, sela cuma mau kerumah sakit tempat praktek sela kemarin, mau minta tanda tangan dari dokter"
"Oh iya bentar lagi kan kamu wisuda, kamu mau ikut papa sama mama ke Bandung, atau mau tetap di sini aja?"
"Mungkin tetap disini aja pa"
"Ya sudah terserah kamu saja nak, kalau memang itu yang terbaik buat kamu". Ucap raja
Setelah sela selesai makan ia pun langsung berpamitan kepada orangtuanya.
"Aku pergi dulu ya",
"Iya sayang, hati hati di jalan, pelan pelan saja bawa mobilnya, nggak usah ngebut ngebut, yang penting selamat sampai tujuan".
Sela pun mengangguk, lalu mencium tangan mama dan papa nya, dan langsung berjalan keluar rumah menuju mobilnya, lalu sela pun pergi kerumah Rifki, karena disana pasti sudah ada Adam yang menunggu nya.
Sekitar 20 menit sela pun sampai di rumah Rifki, dan benar saja disana sudah ada motor Adam yang diparkir kan didepan rumah Rifki, lalu sela pun menelpon adam.
"Hallo, aku sudah di depan rumah Rifki, kamu jadi antar aku kerumah sakit nggak?"
__ADS_1
"Jadi lah sayang"
"Ya sudah cepat keluar kalau memang kamu mau antar aku, kalo lama aku pergi sendiri", ucap sela langsung mematikan telponnya.
Mendengar perkataan sela seperti itu, Adam pun langsung lari keluar rumah Rifki, untuk menghampiri sela.
Sela pun tersenyum melihat Adam yang lari terburu-buru.
"Kamu sengaja ya buat aku lari terburu-buru, kamu nggak lihat sekarang nafasku jadi terengah-engah akibat ulahmu"
"Aku cuma bercanda tau, aku cuma mau liat keseriusan kamu, maaf maaf, jangan marah ya" ucap sela sambil tertawa kecil.
"Iya deh gapapa, yang penting kamu Seneng" ucap Adam
Lalu mereka pun bertukar posisi, karna Adam yang akan menyetir, setelah itu mereka pun langsung pergi menuju rumah sakit.
Sesampainya dirumah sakit Adam dan sela tidak langsung masuk ke dalam, karena mereka masih menunggu salsa yang belum datang.
Sekitar 7 menit salsa pun sampai dan langsung menghampiri Adam dan sela yang menunggu nya di depan rumah sakit.
"Maaf ya jadi menunggu" ucap salsa
"Iya gapapa kok, Yaudah yuk masuk" ucap sela
Lalu mereka pun masuk kedalam rumah sakit, dan Menuju ke ruangan dokter Raka.
"Kamu tidak usah ikut masuk ya, takutnya jadi kacau, aku juga nggak lama kok habis tanda tangan langsung keluar, kan ada salsa juga". Ucap sela saat sudah dekat dengan ruangan dokter Raka.
"Iya sudah aku tunggu di luar saja, tapi kalau ada apa-apa langsung bilang ke aku, dan kalah aku dengar ada suara aneh dari dalam aku langsung masuk" ucap adam
"Iya-iya".
Sela pun keluar dari ruangan itu untuk menemui adam
"Dokter Raka belum datang, jadi aku harus sama salsa harus menunggu nya" ucap sela kepada Adam
"Iya tidak apa-apa, tunggu saja".
Sela pun masuk kedalam ruangan lagi untuk menunggu dokter Raka.
Adam yang sedang menunggu di luar tiba-tiba ingin buang air kecil, karena sudah tidak bisa menahan nya dia pun langsung pergi ke toilet.
Saat Adam sedang pergi ketoilet, dokter Raka pun datang dan langsung masuk ke dalam ruangan nya.
Dokter Raka pun sedikit kaget karena ada sela dan salsa yang menunggu nya di dalam ruangan nya.
"Kalian sudah lama menunggu?" Tanya dokter Raka
"Lumayan dok, saya sama salsa Kesini mau minta tanda tangan"
"Mana yang mau di tanda tangani"
Sela dan salsa pun mengeluarkan buku yang harus ditandatangani, lalu dokter Raka pun menandatangani nya.
Setelah selesai di tandatangani oleh Raka, sela pun memasukan bukunya ke dalam tasnya lagi.
Saat ingin berpamitan untuk pulang, tiba tiba ada 2 orang cewek yang masuk kedalam ruangan tersebut yaitu Riyana dengan temannya.
__ADS_1
Dokter Raka pun kaget, dan begitu juga dengan kedua cewe itu yang melihat ada sela di dalam ruangan.
Riyana emosi dan langsung menunjuk sela, "cewe ini ni yang bikin aku dengan Raka putus".
"Dasar cewe gak tau malu ya kamu, emang sudah nggak ada cwok lain apa yang bisa kamu godain selain tunangannya orang" ucap Nadia teman Riyana yang juga emosi
"Maaf ya mba, saya dengan dokter Raka tidak ada hubungan apa-apa, mba salah paham sama saya, dan bukannya saya sudah pernah menjelaskannya kepada mba Riyana dan mba Riyana sudah mengerti" ucap sela
"Mengerti apa hah! Mengerti kalau gara gara kamu hubungan mereka batal? Gitu maksud kamu!? Dasar wanita murahan!" Ucap Nadia mencaci maki sela
Tiba tiba ada laki-laki yang tinggi besar masuk kedalam ruangan tersebut, dengan mata melotot berkaca kaca saat mendengar perkataan Nadia tadi.
"Kok Adelio ada disana?" Ucap Nadia kaget
"Ssssssshhhh diam, kamu telah menghina adikku, dan aku tidak akan pernah memaafkan wanita seperti kamu!" Ucap adelio emosi
Nadia dan Riyana kaget mendengar perkataan itu, karena mereka tidak tau kalau sela adalah adiknya adelio.
"Sela adiknya Adelio? Kok aku baru tau" seru Raka dalam hati yang juga kaget mendengar perkataan adelio.
"Aku nggak bermaksud mengatakan hal itu Adelio" ucap Nadia
"Iya aku juga ngga tau kalau dia ini adik kamu" ucap Riyana.
"Dengan cara kamu menghina adikku seperti ini, itu sama saja kamu telah menghina aku juga, untung saja kita belum sempat jadian, jadi kita tidak memiliki hubungan apa-apa" ucap adelio kepada Nadia
"Adelio kamu salah paham, aku kesini karena menemani sepupu ku Riyana ini untuk bertemu dengan tunangannya, Riyana mengatakan kepadaku kalau pertunangan nya batal karena Raka suka sama cewe lain yang bernama sela dan ternyata itu adik kamu, dan aku sama sekali tidak tau kalau sela itu adik kamu, aku hanya kasihan dengan cerita Riyana". Ucap Nadia menjelaskan nya kepada adelio
"Raja tolong jelaskan apa maksud dari semua ini" ucap adelio
"Oke aku jelaskan, jadi aku tertarik dengan adikmu Karena sikap nya yang baik, jujur dan apa adanya, tidak seperti Riyana yang egois mementingkan diri sendiri, dan sekarang ini aku sudah tidak tahan lagi dengan sikap Riyana sehingga aku membatalkan pertunangannya aku dengan Riyana, dan semua ini tidak ada hubungan nya dengan sela, ini semua murni dari diriku sendiri karena memang sudah tidak tahan lagi dengan sikap Riyana". Ucap Raka
"Raka kalau kamu ada masalah dengan pasangan mu, bicara lah baik baik dengan pasangan mu, jangan malah melibatkan orang lain", ucap adelio tegas
"Aku sama sekali tidak melibatkan adik mu, ini semua salah paham, aku juga sudah coba menjelaskan nya kepada Riyana, tapi karena dia egois jadi tidak mau mendengarkan penjelasan dariku".
"Karena cewe ini kan kamu begini" ucap Riyana seakan tidak bisa menerima kenyataan kalau hubungan mereka sudah berakhir.
"Kamu janga tuduh adikku seperti itu dong, apa tidak cukup jelas perkataan dari Raka tadi?" Ucap adelio lalu melirik ke arah Nadia
"Dan kamu dengan sepupumu ini sama saja sifatnya". Ucap Adam emosi dengan Nadia
"Aku tidak sama seperti Riyana, dia memang egois orang nya, aku tidak begitu, maafkan aku adelio," ucap Nadia
"Kakak maafin mba Nadia ya, dia nggak salah" ucap sela
"Kamu jangan membela orang yang sudah menghina kamu, dan itu sama saja aja menghina kakakmu mengerti?, Sudah ayo kita pulang sekarang". Ucap adelio
Adelio pun langsung menarik tangan sela untuk keluar dari ruangan tersebut, salsa pun ikut berlari mengejar sela.
"Kamu udah dapat tangan dari Raka kan?" Tanya adelio
"Iya sudah kakak"
"Ya sudah kalau begitu kita pulang"
Sela dan adelio pun pergi keluar rumah sakit dan menuju parkiran.
__ADS_1
Bersambung!...
****