
"Kamu tidak apa-apa sel?" Tanya Adam saat perjalanan pulang ke rumah sela
"Aku tidak apa-apa, hanya merasa kedinginan" jawab sela dan bersandar di bahu Adam.
Adam pun mengusap usap rambut sela, tiba-tiba sela pun ingin bersin, berapa menit kemudian tiba-tiba sela merasa dingin.
"Adam matiin AC mobilnya, dingin Banget" ucap sela
"Aku nggak menyalakan AC mobil" ucap Adam dan Adam pun melihat sela yang mengigil, dia pun memeriksa dahi sela, "ya ampun sela, badan kamu panas sekali" Adam pun membawa mobil begitu cepat.
Tidak terasa sela pun tertidur di bahu Adam, dan Adam pun fokus membawa mobil, sesekali dia melihat sela yang sudah tertidur.
Sekitar 1 jam mereka pun Sampai di rumah sela, ada pun berteriak ke satpam, "pak buka pagarnya", tidak lama kemudian satpam pun membukakan pintu dan Adam pun masuk ke dalam.
Adam pun membuka pintu mobil dan membangunkan sela, "kita sudah sampai rumah", ucap Adam, dan sela pun membuka matanya dan Adam pu mengantar sela masuk ke dalam.
Karena sela baru bangun dan kepala nya terasa pusing sekali dan hampir jatuh, adam pun mengantar kan hingga sampai kamar.
"Bi minta tolong bawakan air hangat", ucap Adam
"Iya den" jawab bibi
"Kalau ada obat- obatan tolong dibawakan sekalian ya bi"
"Iya den"
"Terimakasih bi" ucap Adam lalu dia pun menyelimuti sela dan mengecek suhu badannya dengan cara menempelkan tangannya di dahi sela, suhu nya masih sangat panas.
Tidak lama kemudian bibi datang membawa air hangat dan obat obatan
Adam pun mengompres sela dengan air hangat, tidak lama kemudian bibi pun datang kembali membawa makanan, "den ini makanan buat non sela" ucap bibi
Adam pun mengambil makanan nya yang di berikan bibi dan mengucapkan terimakasih, bibi pun menyampaikan sesuatu ke Adam.
"Den, besok malam ibu sama bapak sudah pulang, kalau bapak sama ibu tau kalau ada teman laki-laki non sela sering datang, pasti Aden dilarang datang lagi, dan kalau non sela sakit, ibu tinggal di sini sampai non sela betul- betul sehat"
"Makasih ya bi, sudah mengingatkan ke saya"
"Iya den sama sama" ucap bibi lalu pergi keluar kamar.
"Bangun makan dulu, terus minum obat" ucap Adam yang berusaha membangunkan sela dengan menggoyang goyangkan badannya.
Sela pun membuka matanya dan bersandar di tempat tidur, Adam pun mengambil makanan nya lalu menyuapi sela.
"Aku tidak lapar" ucap sela menolak
"Kamu harus makan, kalau nggak makan nanti tambah sakit"
Sela pun nurut lalu membuka mulutnya, dengan perlahan lahan mengunyah makanannya, setelah habis Adam pun menyuapi lagi, dan yang ke 3 kalinya sela pun sudah kenyang dan Adam pun memberi air minumnya.
Setelah itu sela pun minum obatnya, dan langsung berbaring kembali dan tidur, Adam pun berjaga sepanjang malam dan selalu mengganti kompres apa bila sudah tidak hangat lagi, tidak terasa sudah menunjukan pukul 7 pagi, sela pun terbangun dan melihat Adam yang tertidur di kursi panjang.
Sela pun mencoba bangun mengambil air, seketika Adam pun terbangun, "Kamu mau apa?" Tanya Adam
"Aku haus, aku mau minum" jawab sela
Adam pun mengambilkan air dan sela pun meminumnya, dan dia pun kembali berbaring dan melihat jam sudah menunjukan pukul 7 pagi, dia pun membangunkan adam yang sudah tidur lagi setelah mengambil kan nya minum tadi.
"Adam hari ini kamu nggak ke kampus?" Tanya sela
"Kak hari ini, hari Minggu sayang" jawab Adam
__ADS_1
"Oooh iya ya, aku lupa"
Adam pun kembali menutup matanya dan tidak Lama kemudian bibi pun datang dan memberikan sarapan kepada sela, setelah itu kembali keluar kamar lagi, lalu bibi datang lagi membawakan makanan untuk Adam.
Mereka pun makan bersama, dan setelah selesai makan, sela pun kembali berbaring dan Adam pun mengantarkan piring ke bibi.
Tidak lama kemudian Adam pun kembali masuk ke kamar sela dan seketika hp sela berdering, Adam pun membangunkan sela, "hp mu bunyi, mama mu menelfon"
Sela pun membuka matanya dan mengatakan ke adam jangan bersuara, "iya ma" ucap sela
"Kamu lagi dimana?" Tanya Mutia
"Di rumah ma" jawab sela
"Kenapa suaramu serek seperti orang sakit?"
"Baru bangun tidur ma"
"Hari ini mama sama papa pulang, tapi nanti jam 7 malam baru berangkat"
"Iya ma"
"Kamu mau titip sesuatu nggak?"
"Nggak usah ma"
"Iya sudah hati-hati di sana, mama tutup telfonnya".
Setelah selesai berbicara kepada ibunya di telpon, sela pun melirik ke arah Adam
"Adam, nanti malam orang tuaku pulang, dan kamu nggak boleh kesini selama orang tuaku di rumah, Karna kalau orang tuaku sampai tau, aku pasti akan di marahi, dan orang tuaku akan tinggal disini beberapa hari kedepan, kalau kekampus selalu di antar, dan kita akan jarang ketemu lagi" ucap sela
"Iya sayang aku mengerti, dan aku akan selalu bersabar yang penting setiap hari telfonan ya, karena aku tidak bisa kalau tidak mendengar suaramu, dan apa lagi kamu sakit begini, pasti membuat ku, lebih khawatir lagi dan tidak bisa tidur karena memikirkan kondisimu yang sakit" ucap adam merasa khawatir melihat kondisi sela.
"Pokoknya selalu kabarin ya"
"Iya pasti, Adam sayang"
"Kamu harus jaga kesehatan, nanti aku bilang sama bibi, supaya selalu waspada dan berjaga jaga melihat kondisi kamu, lalu memberikan kabar kepadaku supaya aku bisa memantau keadaan kamu"
"Iya sayang, terimakasih atas perhatian mu selama ini"
"Iya sama sama sayang".
Tidak lama kemudian mama nya Adam pun menelpon nya, lalu Adam pun langsung mengangkat nya,
"Hallo ma, ada apa?"
"Kamu dimana nak??"
"Lagi dirumah teman ma"
"Cepat pulang nak, mama lagi sakit"
"Sakit apa ma?" Tanya Adam kaget
"Tadi mama jatuh, dan sekarang ngerasa gak enak badan sama pusing"
"Ya udah ma, Adam pulang sekarang juga"
Adam pun pamitan kepada sela, "aku pulang dulu ya, mama ku lagi sakit"
__ADS_1
"Iya tidak apa apa, pulang saja, hati-hati di jalan"
"Iya sayang", ucap Adam lalu mengecup kening sela, kemudian keluar kamar, sesampainya di bawah Adam pun berbicara kepada bibi, "minta tolong ya bi, liatin sela, diingetin minum obatnya"
"Beres den" jawab bibi.
Adam pun pergi menuju parkiran dan menghidupkan motor nya dan keluar, satpam pun membukakan pintu pagar, lalu dia pun meninggalkan rumah sela dan menuju rumahnya.
Sekitar 30 menit, Adam pun sampai di rumahnya, ia pun langsung saja masuk ke kamar mamanya dan melihat mamanya berbaring tidur.
Adam pun langsung duduk disamping mamanya dan mengatakan, "mama sakit apa?" Tanya adam
"Tadi mama kepleset terus terjatuh, kepala mama sedikit pusing tapi mama sudah minum obat".
"Mangkanya hati- hati dong ma, mama nggak darah tinggi kan ma, jangan jangan darah tinggi mama naik lagi"
"Nggak nak, tadi dokter Karim sudah kesini untuk memeriksa mama dan katanya nggak kenapa kenapa, cuma butuh istirahat saja".
Tidak lama kemudian papa Adam pun datang dan langsung mengatakan, "Adam mama mu kenapa?"
"Tidak apa apa pa, cuma pusing sedikit, tadi dokter Karim sudah periksa mama dan j
Hanya butuh istirahat saja" jawab Adam
"Syukurlah, Yaudah mama istirahat saja dulu"
"Iya pa"
Adam pun mengatakan ke papa dan mamanya, "aku mau ke kamar dulu, mau mandi sama makan"
"Iya sudah pergi saja".
Adam pun meninggalkan kamar mamanya dan menuju kamar nya sendiri, sesampainya di kamar, Adam pun langsung membaringkan tubuhnya di kasur, hatinya begitu sangat senang, Adam pun tersenyum memikirkan kejadian tadi, tidak lama kemudian Adam pun sadar dan mengatakan, "Mendingan aku pergi mandi dulu aja dari pada memikirkan yang nggak jelas" seru Adam.
Disisi lain sela pun bangun dan tidak terasa waktu begitu berjalan dengan cepat, sudah menunjukan pukul setengah delapan malam, lalu sela pun memanggil bibi.
Bibi pun berlari menuju kamar sela,
"Iya ada apa non??" Tanya bibi
"Bu saya lapar minta tolong bikinin Ayam asam manis ya bi"
"Siap non" ucap bibi lalu pergi ke dapur melihat mbo yang sedang mengatur makanan.
Mbo pun sudah selasai mengatur makanan di meja makan, bibi pun mengatakan, "Mbo, non sela minta di Masakin ayam asam manis".
"Kamu masakin gih, saya masih mau masak yang lain buat tuan sama nyonya, untuk makan malam nanti" ucap mbo
"Iyaa mbo", jawab bibi.
Bibi pun memasak ayam asam manis dan tidak lama kemudian sudah selasai, lalu membawanya ke sela dan sesampainya, sela pun langsung memakan nya dan mengucapkan terimakasih.
Bibi pun keluar dari kamar, dan tidak Lama kemudian bel pun berbunyi bibi pun langsung membuka pintu,
"Tuan sama ibu sudah pulang", ucap bibi
"Iya Bi, minta tolong di bawain barang- barangnya ya bi"
"Siap tuan" ucap bibi
Mama Mutia dan papa raja pun langsung saja menuju meja makan karena sudah sangat kelaparan dan langsung saja makan.
__ADS_1
Bersambung!.
****