Terjebak Pergaulan Bebas

Terjebak Pergaulan Bebas
Bab 69 Ending


__ADS_3

Waktu pun berlalu, Kini orangtuanya sela pun sudah pulang ke Jakarta dan melihat anaknya yang akhir-akhir ini entah mengapa hanya berdiam diri di dalam kamar.


Mama Mutia pun menghampiri sela dan membawakan makanan.


"Sela kamu makan dulu nak, dari pagi kamu belum makan apa-apa". Ucap mama mutia


Sela hanya diam tanpa mengeluarkan satu kata pun, mama Mutia pun merasa kasihan kepada sela dan langsung turun ke bawah menghampiri suaminya.


"Pa ak udah nggak sanggup melihat sela seperti itu, gimna dong pa?" Tanya Mutia


Tiba-tiba adelio datang menghampiri mama dan papanya.


"Ada apa ma, pa? Kenapa dengan sela?"


"Ayo kita lihat sama-sama aja di kamarnya", ucap Mutia dan mereka bertiga pun menuju kamar sela dan langsung masuk kedalam.


"Sayang ini papa nak, kamu makan dulu ya", ucap raja


Sela masih tidak menjawab dan hanya diam.


"Adek ini kakak, makan ya" ucap adelio


Namun lagi-lagi sela tidak merespon.


"Pa lihat keadaan sela, kenapa dia seperti ini, apa yang telah laki-laki itu perbuat kepada sela sehingga seperti ini".


Raja pun keluar dari kamar sela, dan di ikuti dengan Mutia.


"Aku sama sekali tidak pernah menyangka bahwa Tio menyuruh anaknya untuk menyakiti anak kita, jadi ini tujuannya membuat anak kita jatuh cinta kepada anaknya, dan setelah itu meninggalkannya supaya anak kita menjadi setres, aku tidak akan pernah memaafkan keluarga mereka sampai kapanpun, aku pasti akan membalas perlakuan nya terhadap sela, Lihat saja nanti". Ucap raja


"Terus gimana pa dengan sela, sekarang sepertinya dia begitu terpukul dengan kehilangan pemuda bernama adam itu".


"Papa sudah punya rencana ma, papa akan mengirim sela keluar negeri, dia akan tinggal bersama neneknya dan tantenya disana, supaya dia bisa melupakan laki-laki itu".


"Iya pa, mama setuju mudah-mudahan setelah dia di sana bisa melupakan pria itu".


"Ya sudah ma, aku mau makan dulu, papa sudah sangat lapar", ucap raja lalu mereka pun pergi menuju meja makan.


Tiba-tiba sela keluar dari kamar menuju parkiran mobil dan pergi meninggalkan rumah Menuju rumah sakit.


Sesampainya di rumah sakit ia langsung menghampiri salsa.


"Kamu sudah dengar kabar dari Rifki soal Adam sekarang?". Tanya sela yang langsung bertanya ketika ingin masuk ke dalam ruangan salsa


Salsa pun sedikit kaget, "Sela, kamu kok disini, maaf aku belum tau keberadaan Adam sekarang".


"Oh gitu, yasudah", ucap sela dan langsung pergi dari ruangan salsa, dan dia kembali menuju rumahnya.


Salsa pun merasa kasian dengan sela, lalu ia menelpon Rifki, "Sayang, kamu sudah ada kabar tentang Adam?" Tanya salsa setelah telpon nya diangkat oleh Rifki.

__ADS_1


"Maaf sa, aku sama sekali nggak tau ke beradaan Adam sekarang dimana".


"Gitu ya".


"Sudah dulu ya, aku lagi di rumah sakit lama aku mau ketemu papa dulu". Ucap Rifki dan langsung mematikan telponnya.


Disisi lain sela yang sudah sampai dirumahnya pun langsung masuk kedalam kamar, sela pun bertemu dengan mamanya saat ingin pergi kekamar.


"Kamu dari mana nak?" Tanya Mutia


Namun sela tidak menjawab, ia pun langsung pergi menuju kamarnya.


Di dalam kamar sela pun langsung membaringkan tubuhnya dan tidak terasa air matanya mengalir begitu saja.


Semenjak saat itu Adam menghilang begitu saja, entah apa alasan, sela sudah mencoba menelpon nya namun nomornya tidak aktif-aktif hingga sekarang, hal itu membuat sela sangat sakit.


Waktu pun berjalan begitu cepat, sela ya pun ingin melupakan kenangan bersama Adam, dan ia memutuskan untuk pergi ke luar negeri, dan kebetulan saat itu mama dan papa nya juga memiliki rencana seperti itu.


"Pa, ini tiket kok cuma tiga, terus gimana dengan adelio? Dia nggak ikut?" Tanya Mutia


"Adelio kan harus kerja ma, jadi dia nggak ikut semalam juga papa sudah tanyakan dan katanya dia tidak mau ikut".


"Ya sudah kalau gitu, mama ke kamar sela dulu mau ngecek".


Lalu Mutia pun berdiri dan pergi ke kamar sela.


"Iya Bu sudah beres semuanya".


"Kalau gitu tolong masukkan ke dalam mobil ya".


"Iya Bu".


Tiba-tiba papa raja berteriak, "Ma, sudah belum?"


"Iya pa, sudah", sela dan Mutia pun turun ke bawah.


Lalu mereka bertiga pun menuju mobil dan masuk ke dalam.


Adelio pun membunyikan mobilnya lalu pergi meninggalkan rumahnya.


Sekitar 40 menit sampailah di bandara, mereka bertiga pun turun dari mobil dan masuk ke dalam Bandara.


Namun tiba-tiba ada seseorang yang berteriak, "sela".


Sela pun membalikkan badannya, dan menoleh ke pemilik suara tersebut, yang ternyata salsa dan Rifki.


Salsa dan Rifki pun menghampiri sela.


"Selamat jalan ya sel, jangan lupakan aku, selalu kabari aku jika ada waktu", ucap salsa dan langsung memeluk sela.

__ADS_1


"Terimakasih ya salsa".


"Selamat jalan juga ya sela, aku tau kamu wanita yang kuat", ucap Rifki sambil tersenyum


"Sudah ya, sela harus masuk sekarang", ucap Mutia.


Lalu sela pun berjalan masuk ke dalam Bandara dan melambaikan tangannya kepada salsa dan Rifki.


"Hari ini sela keluar negeri, dan hari ini juga adalah pernikahan Adam dengan Tania, maafkan aku sela aku tidak memberitahu, aku takut membuat kamu terluka lebih dalam lagi", seru Rifki dalam hati.


"Kenapa? Pasti ke pikiran soal pernikahan Adam kan?" Tanya salsa


"Iyaa, lebih baik kita nggak bilang, dari pada membuat sela lebih terpukul, tapi suatu saat aku akan memberitahunya kalau dia sudah bisa menerima kenyataan, oke".


"Oke, ayok kita pulang". Ucap salsa dan mereka berdua pun pergi meninggalkan Bandara.


***


Didalam pesawat sela pun menangis meratapi nasibnya, "Aku tidak menyangka akan seperti ini, ternyata hubungan kita cuma sampai disini, kenapa aku harus bertemu denganmu, jika hubungan kita hanya berakhir luka, andai saja aku tidak bertemu dengan mu, mungkin aku tidak akan terluka seperti ini, tapi mulai hari ini aku akan mencoba melupakan kamu Adam, aku pasti bisa", seru sela dalam hati


"Kamu nggak apa-apa nak?" Tanya Mutia


"Nggak ma, sela mau tidur", ucap sela pesawat pun lepas landas dan terbang jauh Menuju Amerika.


Beberapa jam kemudian, sela dan keluarga pun sudah sampai di Amerika, dan di jemput oleh sodara dari Mutia yaitu Tante Amelia.


Tante Amelia pun menyapa raja dan keluarganya, lalu mereka pun menuju mobil dan pergi ke rumah Tante Amelia.


Sesampainya, mereka pun masuk kedalam rumah, setelah beberapa hari di Amerika orang tua sela pun kembali ke Indonesia.


Sedangkan sela tetap di Amerika, mencoba menjalani hidupnya sehari-hari disana.


**


Satu tahun kemudian......


Sela pun sudah terbiasa hidup di Amerika bahkan ia pun kini pintar berbahasa Inggris.


Sela pun kini suda lupa dengan Adam, walaupun kenangan masih ada, namun sudah tidak berarti lagi baginya.


Saat ini sela fokus berkerja, ia bekerja di salah satu rumah sakit di Amerika, dan dia belum ada rencana untuk mencari orang baru.


Hidupnya kini sudah lebih baik, bahkan ia kini mempunyai rencana untuk membuat rumah sakit gratis untuk orang yang kurang mampu.


Begitu lah alur kisah cinta sela, walaupun menyakitkan namun hal itu justru membuat lebih dewasa dan lebih baik lagi.


TAMAT..


Thanks guys yang udah mau baca, see you next time ya, daaaah!

__ADS_1


__ADS_2