Terjebak Pergaulan Bebas

Terjebak Pergaulan Bebas
Bab 50 Dituduh Merusak Hubungan Orang


__ADS_3

"Kita kesini ngapain dok?" Tanya sela


"Kesini de kamu lihat itu" dokter pun menjelaskan ke sela, dan sela pun mendekat.


Setelah mendekat dokter pun mengatakan, "coba deh kamu lihat keluarga itu"


"Emangnya kenapa dok dengan keluarga itu?"


"Bapak sama ibu itu adalah, orang tua dari anak perempuan yang kamu periksa tadi, yang statusnya usus buntu, anak perempuan tadi itu tulang punggung keluarganya, suaminya pergi meninggalkannya yang sudah punya anak 2, ibu itu membesarkan ke 2 anaknya dan orang tuanya, kalau dia di operasi bagaimana dengan nasib orang tuanya dan anak- anaknya, memang ibu itu memiliki gejala usus buntu namun lebih mengarah ke infeksi saluran kemih, jika dokter lain mengatakan dia lebih mengarah ke usus buntu dan di operasi, maka dia akan di operasi".


Sela pun tersadar dan terheran-heran, "Dokter ini terlihat angkuh dan sombong, berhati keras dan juga nyebelin, tapi di balik semua itu dia memiliki hati yang sangat baik terhadap orang lain", seru sela dalam hati.


"Jika suatu saat kamu sudah menjadi dokter yang sukses selalu memperhatikan keluarga pasien di saat mau ambil tindakan pikirkan keluarga dan anaknya ke depan, yang paling penting adalah kemanusiaan".


Sela pun tersenyum melihat dokter dan mengatakan, "siap dokter senior"


Dokter Raka pun tersenyum manis dan tertawa melihat sela, dan sela pun ikut tertawa.


"Ooh iya kamu sudah kelar praktek hari ini ya?"


"Iya dokter"


"Aku sampai lupa, kalau ini adalah praktek terakhir kamu, habis ini langsung balik ke kampus ya?"


"Iya dokter"


Tidak lama kemudian ada seseorang wanita yang datang dan melihat dokter Raka dengan sela dari bawah di saat wanita itu memarkirkan mobilnya di tempat biasa dia memarkir.


Wanita itu begitu emosi melihat dokter Raka bersama wanita lain, wanita itu langsung menelfon dokter Raka, dan saat itu Raka langsung mengangkat nya.


"Hallo, ada apa?" Tanya dokter Raka sambil memberi isyarat kepada sela, "duluan saja saya mau terima telepon dulu".


"Kamu Dimana!" Tanya wanita itu


"Aku di rumah sakit, emangnya ada apa?"


Wanita itu mengatakan, "aku ada di rumah sakit sekarang, di tempat kamu bekerja".


Disisi lain sela pun bertemu dengan salsa dan mengatakan, "salsa, laporan kamu sudah selesai belum?" Tanya sela


"Punyaku semuanya sudah selesai, kalau punyamu bagaimana?" Tanya salsa balik


"Punyaku juga sudah selesai, kalau yang lain gimana? Semuanya harus selesai, agar besok kita sudah balik lagi ke kampus tidak perlu bolak balik lagi kesini".

__ADS_1


"Bener banget tu" ucap salsa dan tidak Lama kemudian Rifki pun menelpon salsa dan mengatakan, "hari ini kita mau kerumah sakit semua karena sudah terakhir"


"Oke di tunggu sayang"


"Kamu sudah pulang belum??"


"Belum nih, bentar lagi pulang, tunggu kamu datang juga"


"Iya aku tunggu Adam dan Aldi sama Rina juga baru kita ke rumah sakit barengan sama mereka sahabat yang setia" ucap Rifki santai.


Tidak Lama kemudian sela dan salsa masuk keruangan dokter Raka Karna mereka sudah mau pamit pulang dan sudah tidak dinas lagi.


Saat salsa dan sela masuk di dalam ruangan dokter Raka ada seseorang wanita dan ternyata itu adalah Riyana tunangan dokter Raka.


"Ooohh iya cewe ini kan yang bersama kamu tadi di atas di lantai 3 di balkon" tanya Riyana


"Riy, sudah deh aku malas ribut" jawab Raka


"Sudah apa, hah!" Jawab riyana dan langsung saja membentak sela dan mengatakan kepada sela, "hei kamu ini siapa sih!, Kamu nggak tau raja ini tunangan saya? Kamu mau rebut Raka dari aku hah!"


Mendengar perkataan Riyana seperti itu, salsa pun emosi, "Eeeh mba, disini nggak ada yang mau rebut siapapun atau pun mau rebut tunangannya mba, kita disini cuma praktek mba! Bukan mau merebut Milik orang lain!"


"Aku nggak bicara ya sama kamu, tapi teman kamu ini kenapa diam apa nggak punya mulut untuk berbicara?"


"Maaf mba saya hanya mahasiswa yang Praktek disini mba, saya hanya menjalankan sebagai mahasiswa yang mengikuti bimbingan senior saya" ucap sela


"Cukup Riyana jangan cari keributan disini!" Ucap Raka


"Karna kamu takut ketahuan kan kalau kamu dengan cewe ini ada hubungan?"


Tidak lama kemudian Aldi, Rifki, adam dan Rina pun sudah tiba di rumah sakit, mereka pun berjalan menuju ruangan mereka praktek, setelah urusan mereka semaunya sudah selesai dan tidak lama kemudian mereka pun ke ruangan salsa dan sela.


Riyana pun mengatakan, "aku mau tanya sama kamu, kamu memiliki perasaan kan sama cewe ini, kamu suka kan sama cewek ini, jawab Raka!"


"Oke-oke aku jawab, iya aku suka sama cewe ini, aku sayang sama dia, dia baik dia apa adanya dia tidak banyak neko-neko, dan dia memiliki hati yang tulus"


Mendengar perkataan raja seperti itu, sela pun kaget lalu bertanya, "Maksudnya apa ya dok, aku sama sekali tidak mengerti"


Raka mencoba menjelaskan, "begini sela, saya suka sama kamu, kebaikan kamu, apa adanya dan ketulusan hati kamu".


Saat mereka sudah mau masuk ruangan, Adam pun mendengar pembicaraan di dalam ruangan, Adam begitu emosi mendengar pembicaraan di dalam, dan ingin masuk namun Rifki dan Aldi menahan tangannya sambil mengatakan, "Kita dengar saja dulu".


"Tapi dokter saya hanya menganggap dokter sebagai dokter senior saya yang membimbing saya saja, dan itu tidak lebih, lagian saya sudah punya pacar dan saya sangat menyayangi pacar saya dok". Ucap sela

__ADS_1


"Beneran kan apa yang aku bilang", sahut Riyana kesal


Dokter Raka pun mencoba menjelaskannya lagi ke sela, "Aku----"


Belum sempat berbicara, Riyana sudah memotong pembicaraan Raka dengan emosi, "Raka apa maksud semua ini!"


"Aku cape dengan sikapmu Riyana, yang manja, hobby shopping, egois dan hanya mementingkan dirimu sendiri, aku capa dengan sikap ke egoisan mu, aku ketemu wanita yang apa adanya, Baik dan tulus yang membuat aku jatuh cinta pada pandangan pertama sekarang ini"


"Kita sudah tunangan kamu jangan mencoba mempermalukan keluarga kita" ucap riyana


"Aku tidak peduli dengan semua itu", ucap Raka dia pun kembali mendekati sela dan mengatakan,


"Aku benar-benar suka sama kamu aku nggak bisa lupain kamu, kamu yang membuat aku semangat dan ingin merubah ke angkuhku, aku di sukai banyak wanita tapi aku hanya menyukaimu".


Riyana kembali bertanya, "Maksud kamu apa!? Jadi selama ini kamu anggap aku apa!"


"Riyana, kamu egois karena orang tua kita menjodohkan kita, kamu bisa semaunya, Karna orang tuamu sudah berjasa kepada keluargaku, jadi kamu seenaknya terhadapku, kamu bukan cinta sama aku, tapi kamu hanya cinta sama dirimu sendiri!" Ucap Raka emosi.


Riyana hanya terdiam,


Lalu dokter Raka kembali berbicara kepada sela, "jika kamu tidak bahagia dengan pacarmu, kembali kepadaku, aku akan menerimamu dengan sangat ikhlas, dan jika kamu tersakiti maka carilah aku".


Mendengar perkataan raka barusan, Adam pun sangat emosi dan tidak dapat menahan emosinya yang begitu membara, Adam pun langsung masuk ke dalam ruangan.


"Aku pacarnya sela, aku akan membahagiakan pacarku bukan orang lain yang membahagiakan nya"


"Adam kamu disini?" Tanya sela kaget


"Iya, aku disini sudah dari tadi dan aku mendengar semua pembicaraan kalian semua".


Sela pun mencoba menjelaskan kembali ke dokter Raka, "coba lah belajar mencintai orang lain, terima lah kekurangan dia, lalu cintai apa adanya, aku yakin mba Riyana bisa berubah".


"Tapi sel" ucap Raka


"Dokter pasti bisa, apa salahnya mencoba dan ikhlas".


Setelah itu Adam pun langsung menarik tangan sela dan keluar dari ruangan dokter Raka, "ayo kita pulang" ucap Adam


"Tunggu dulu, aku mau ambil tas ku dulu di dalam," ucap sela, dan mereka berdua pun pergi mengambil nya.


Setelah mengambil tas nya sela pun kembali menemui dokter Raka,


"Saya permisi dokter, terimakasih selama ini dokter sudah membimbing saya dengan baik".

__ADS_1


Lalu semaunya pun keluar dari ruangan dokter Raka untuk pulang kerumahnya masing-masing.


****


__ADS_2