
Keesokan paginya sela pun bangun, mandi kemudian ia sarapan kemudia ia sarapan, setelah sarapan sela bersiap siap pergi ke rumah sakit untuk pertama kali kerja.
Sela pun pamit kepada kakaknya lalu pergi meninggalkan rumah, sekitar 28 menit sela pun sampai di rumah sakit.
Saat di tempat parkiran sela menghela nafas sejenak, "mudah-mudahan selama aku kerja disini tidak ada masalah apa pun, aku ingin kerja sepenuh hati mengabdi di rumah sakit ini, aku pasti bisa semangat" seru sela dalam hati.
Lalu sela pun berjalan masuk ke dalam rumah sakit, namun tiba tiba berdering, tenyata salsa menelfon nya, dia pun langsung mengangkat nya.
"Hallo sel, kamu dimana?" Tanya salsa
"Aku baru mau masuk kedalam, kamu sendiri Dimana?" Tanya sela balik
"Aku sudah di dalam sama teman-teman yang lain juga sudah datang, buruan kesini", ucap salsa lalu mematikan telponnya.
Sela pun bergegas menuju ruangan sesampainya dia melihat salsa di depan ruangan di rektur rumah sakit, ia pun langsung menghampiri nya.
"Lama banget sih datang nya", ucap salsa, yang sedikit kesal kepada sela
"Maaf ya, soalnya macet tadi di jalan",
Adam pun langsung menemui sela, "akhirnya kamu datang juga, aku takut kamu di halangi lagi sama keluargamu untuk kerja disini, dan kita tidak bisa bertemu"
"Kalau masalah kerja orang tuaku, tidak pernah melarang untuk kerja dimana pun, asalkan aku bisa kerja profesional dan mandiri"
"Syukur deh kalau gitu dan aku lebih bersyukur lagi karena kak adelio nggak melarang hubungan kita, dan malah mendukung kita"
Tiba-tiba Rifki memanggil, "ayo masuk nanti lagi ngobrolnya, kita menghadap dulu sama di rektur rumah sakit".
Lalu Adam dan sela berserta teman yang lain pun ikut masuk ke dalam ruangan, sesampainya Rifki mengetuk pintu, dan direktur rumah sakit mempersilahkan mereka masuk, mereka pun masuk bersama-sama dan menyapa selama pagi kepada di rektur tersebut.
"Pagi, oh iya kalian ini yang baru di terima kerja disini ya, selamat bergabung di rumah sakit ini, semoga kalian betah ya kerja disini, di rumah sakit ini prioritas kita adalah menyelamatkan orang, kita tidak boleh lengah dan harus berhati-hati dalam bertindak, dan nanti kalian akan dipisah pisah ruangannya, tapi nanti di atur jadwalnya sama dokter Hardi", ucap direktur rumah sakit.
"Iya dok, terimakasih dokter kami permisi dulu", ucap Rifki sambil memberi kode kepada di rektur rumah sakit
"Iya silahkan".
Saat teman-teman Rifki keluar dari ruangan di rektur, Rifki pun mengedipkan mata ke ayah nya seakan memberi kode ke ayahnya.
"Aku mau ke toilet dulu mau buang air, kalian tunggu saja aku di ruangan depan yang ada tempat duduknya itu", ucap Rifki berasalan karena ia ingin menemui ayahnya
"Ya sudah pergi sama", ucap Adam
Setelah teman-temannya sudah tidak terlihat Rifki pun langsung masuk ke ruangan ayahnya.
"Bagaimana ayah cewek yang pake baju pink tadi cantik nggak?" Tanya Rifki
"Cantik, ayah merestui hubungan kalian, tapi ingat hanya pacaran saja, jangan pernah aneh-aneh",
"Siap ayah" ucap Rifki begitu senang dengan ucapan ayahnya yang merestui hubungan dia dengan salsa.
"Adam itu anaknya Tio kan?" Tanya ayahnya
"Iya yah, emang nya kenapa?"
"Kakek nya itu salah satu pendiri rumah sakit lama dan rumah sakit ini ayahnya salah satu donatur tetap di rumah sakit ini",
"Iyaa yah, dan ayah tau nggak, sela itu yang pake baju putih tadi, itu adalah adik dari dokter adelio yang memiliki beberapa rumah sakit dan klinik, dan papah nya mempunyai restoran di Jakarta dan Bandung, sedangkan ibunya memiliki butik, tapi entah kenapa dia justru malah ingin bekerja di rumah sakit ini"
"Haaah masa iya sih, ayah benar-benar tidak mengerti jalan pikiran anak-anak jaman sekarang, keluarga orang sukses tapi malah memilih kerja di tempat lain",
"Dan ayah tau nggak kalau mereka itu sebenarnya memiliki keluarga dokter, tapi mereka malah memilih nggak kerja sama keluarga mereka sendiri, salsa saja orang tuanya tinggal di luar negeri dan kerjaan nya di rumah sakit luar negeri, sedangkan salsa malah memilih tinggal di Indonesia, bahkan keluarga nya juga ada berbagai perusahaan di Indonesia, tapi orang tuanya tetap memilih di luar negeri, dan perusahaan nya di urus oleh kakanya salsa" ucap Rifki menjelaskan tentang salsa kepada ayahnya.
"Ternyata teman-teman kamu semua nya dari keluarga yang kaya, tapi mereka tidak memperlihatkan itu semua, ayah sangat bangga sama kamu nak, karena memiliki teman yang baik dan mandiri".
"Iya yah, sebenarnya Rifki juga nggak mau kerja di rumah sakit ini karena Rifki ingin mandiri juga seperti mereka, tapi semua sahabat Rifki maunya kerja disini, jadi Rifki mengalah saja demi sahabat-sahabat aku, Rifki rasa kalau salsa kerja di rumah sakit ini juga bisa akrab sama ayah, dan ayah bisa menilai sifat salsa, supaya ayah tidak ragu dengan pilihan Rifki".
"Ayah lebih senang kalau kamu kerja di rumah sakit ini dengan ayah, jadi ayah bisa mengontrol kamu, sudah sana temui teman-teman kamu, kalau ada apa-apa kabari ayah secepatnya".
"Iya ayah, Rifki nggak mau kalau teman-teman Rifki sampai tau kalau Rifki ini anak ayah, Rifki mau kerja mandiri dan kalau memang ada masalah ayah tidak usah ikut campur, Rifki yakin bisa menyelesaikan nya sendiri".
"Iya sudah terserah kamu saja, yang penting kamu jangan cari masalah ya nak".
"Iya ayah, ya sudah aku menemui teman-teman aku dulu", ucap Rifki dan langsung keluar dari ruangan ayahnya dan pergi menemui teman-teman nya yang sudah menunggu di tempat duduk di pintu masuk, lalu Rifki menghampiri mereka.
"Lama banget sih, ngapain aja di toilet?" Ucap salsa
"Buang air besar, sakit perut tadi mangkanya lama", jawab Rifki berbohong.
"Sudah ayo masuk", ucap Rifki
Saat memasuk ruangan pak hardi pun menghampiri mereka, pak hardi sudah mengenali mereka dari ayahnya, pak Hardi pun membagi jadwalnya.
Salsa bersama sela, sedang kan aldi dan Rina satu ruangan, dan Rifki dengan Adam, satu ruangan di bagi menjadi dua orang saja.
Tapi karena ruangan sangat luas, jadi di bagi lagi jadi dua ruangan, jadi dalam ruangan itu satu-satu dan hanya dinding yang memisahkan.
Salsa dan sela pun pergi menuju ruangan mereka, begitu juga dengan teman-teman yang lain.
Sesampainya sela dan salsa di ruangan mereka langsung masuk ke ruangan mereka masing-masing, ruangan salsa dan sela hanya bersebelahan, salsa pun datang ke ruangan sela karena hanya sendiri, dan disaat salsa kesana sela sedang duduk, tiba-tiba saja ada perawat yang masuk.
"Perkenalkan dok, nama saya ayu, dan ini Lia".
salsa dan sela pun berdiri dan memperkenalkan dirinya, "saya sela dan ini salsa",
Mereka pun saling menjulurkan tangan, Karena waktu mereka praktek dinas disini tidak bertemu dengan dua perawat ini, dan perawat yang waktu itu sudah pindah ke rumah sakit yang lama.
"Sudah berapa lama kerja disini sus?" Tanya sela
"Sudah 4 bulan dok, hanya saja yang pertama dinas di rumah sakit lama, setelah 3 bulan baru di pindahkan ke rumah sakit ini", jawab suster ayu
"Berarti kita sama ya, masih baru", ucap sela
"Iya dokter", ucap suster ayu
Setelah mereka saling mengenal, suster ayu dan Lia pun keluar dari ruangan sela.
Sela pun bejalan untuk melihat-lihat sekitar dan tidak lama kemudian ada pasien yang datang menemui suster, Suster pun langsung memanggil dokter.
"Dok ada pasien yang tidak sadarkan diri", ucap Suster
Salsa dan sela pun segera menemui pasien dan memasukkan ke dalam ruangan, sela memeriksanya setelah itu mengatakan, "sus mana keluarganya? Saya mau bertemu".
Suster pun memanggil keluarga pasien dan mengatakan, "mas di panggil sama dokter".
__ADS_1
Lalu keluarga pasien pun masuk.
"Sebelumnya si mba nya ngapain sampai bisa pingsan?" Tanya sela
"Kami tadi ada ujian dan tiba-tiba di pingsan di kelas, dan saya hanya temannya bukan keluarga nya". Ucap mas nya tadi
Tiba-tiba suster Lia memanggil, "Dok, pasien sudah sadar".
Sela pun langsung berlari menuju ruangan pasien.
"Saya kenapa dok, kok saya di rumah sakit", tanya pasien
"Kamu pingsan dan di bawa ke rumah sakit, kamu kenapa bisa sampai pingsan?"
"Sudah 2 malam saya tidak tidur dok, karena saya sibuk mau ujian jadi saya fokus belajar untuk menghadapi ujian", ucap pasien menjelaskan kepada sela
"Nah itu penyebab nya kamu pingsan, karena kurang tidur dan tidak makan makannya kamu bisa pingsan, saran saya walaupun ku sibuk ujian tapi harus tetap istirahat yang cukup dan makan makanan yang bergizi untuk persiapan ujian, ada nomor orang tuamu tidak? Ada mau bicara sama keluarga kamu", ucap sela
"Jangan dok, jangan telpon orang tua saya, nanti saya kena marah, orang tua saya di luar negeri dan saya hanya tinggal dengan Kakak saya disini, tapi dia lagi sibuk ngurus kerjaannya, kalau dokter kasih tau kakak saya bisa bisa dia marah besar sama saya dok, terus saza di kirim Keluar negeri untuk tinggal sama sama orang tuaku di sana, saya masih suka sekolah disini dokter".
"Tapi dek, keluarga kamu harus tau kondisi kamu, apa lagi orang tuamu yang jauh, setidaknya beritahu kakak kamu kalau kamu sedang sakit".
"Iya dok, nanti saya telpon kakakku, memberitahu nya kalau aku lagi sakit"
"Kalau begitu kamu istirahat saja dulu", ucap sela, lalu keluar dari ruangan pasien dan dia menuju ruangan nya.
Tiba tiba salsa memanggil, "sel, ada pasien baru nggak?" Tanya salsa
"Ngga ada cuma pasien yang tadi, yang anak SMA itu",
"Oh iya, yang anak SMA itu, saat kamu periksa dia sakit apa?"
"Dari analisa aku si kelihatan nya nggak sakit apa apa, dia hanya kelelahan saja karena dua hari tidak tidur malam, dan tidak makan karena sibuk ujian dan tadi pagi dia tidak makan apa-apa".
"Tapi tetap harus periksa secara laboratorium, untuk mengetahui pemeriksaan berlanjut, kita ke kantin dulu yuk", ucap salsa
"Bentar lagi deh aku nyusul, soalnya aku masih ada pasien".
"Yaudah aku duluan, daahhh", ucap salsa lalu keluar dari ruangan sela.
Sela pun melihat handphone nya, ternyata ada panggilan tak terjawab dari kakaknya, dia pun menelpon balik Kakaknya dan langsung di angkat oleh kakaknya.
"Hallo kak, tadi kakak nelpon ada apa?" Tanya sela
"Gak ada apa-apa, gimna kerjanya, banyak pasien nggak?" Tanya adelio balik.
"Nggak terlalu banyak sih kak, maklumlah namanya juga rumah sakit baru",
"Heheh gapapa jalani saja dulu, yang penting kamu suka dan nyaman kerja disitu, intinya adek selalu semangat saja kerjanya".
"Iya kak, sekali lagi terimakasih banyak ya sudah mendukung sela terus, kalau tidak ada kakak sela nggak tau harus bagaimana dan mungkin udah putus asa kali kak".
"Nggak boleh ngomong gitu, adek harus tetap semangat ya dalam menjalani hidup Adek, yang penting adek tidak salah dalam mengambil keputusan"
"Iyaa kak, terus pekerjaan Kaka di Bandung bagaimana? Apa kakak bakal balik ke Bandung lagi atau akan menemani sela di Jakarta terus?"
"Untuk sementara waktu kakak kan tinggal disini sampai mama, papa sudah nggak begitu marah sama hubungan Kalian, setelah itu kakak balik ke Bandung lagi untuk kerja".
"Maaf ya kak, karena sela kakak harus mengorbankan pekerjaan kakak"
"Iyaa kak" ucap sela dan langsung mematikan telponnya.
Setelah selesai mengobrol dengan kakanya tiba-tiba suster Lia datang menghampiri nya.
"Dokter, pasien yang bernama Kimberly muntah-muntah".
Sela pun buru-buru pergi ke ruangan pasien, sesampainya sela langsung memeriksa nya.
"Kamu masih belum makan apa-apa?" Tanya sela
"Belum dok, soalnya saya ngga napsu makan dok", jawab Kimberly
"Kamu harus tetap makan, kalau nggak lambung kamu bisa sakit dan badan kamu akan terasa lemas dan tidak bertenaga".
Tiba-tiba hp Kimberly berbunyi dan yang menelpon adalah kakaknya,
"Hallo kak"
"Kamu dimana?" Tanya kakaknya Kimberly
"Aku dirumah sakit", jawab Kimberly
"Kenapa kok bisa di rumah sakit"
"Aku kelelahan dan pingsan, Kakak kesini ya jenguk aku"
"Ya sudah kakak kesana"
"Iya kak, daaah", ucap Kimberly dan langsung mematikan telponnya.
"Itu tadi kakak kamu yang menelpon?" Tanya sela
"Iya dok, dia mau Kesini"
"Kalau gitu kamu makan ya, biar ada tenaga" ucap sela
"Iya dok, terimakasih", ucap Kimberly sambil tersenyum menatap sela
"Ya sudah saya tinggal sebentar ya", ucap sela dan keluar dari kamar Kimberly.
Sela pun merasa lapar dan ia pun memutuskan untuk menyusul salsa yang ada di kantin, sesampainya di sana, hanya ada salsa yang lagi dengan seseorang, sela pun langsung menghampiri nya.
"Salsa maaf aku lama ya ke kantin nya"
"Iya lama banget, ini aku sudah mau selesai makan kamu baru muncul", ucap salsa sedikit kesal karena sela datang terlambat.
"Maaf yaa hehe" ucap sela sambil cengar-cengir
"Iya nggak apa-apa, pesan sekarang gih makanan nya, biar aku temani"
Sela pun memesan makanan, setelah itu ia duduk di kursi sebelah salsa.
"Oh iya sel, kenalin ini Karina teman SMA Aldi, Rifki dan Adam, dia juga kerja Disni", ucap salsa memperkenalkan Karina
__ADS_1
"Aku sela", ucap sela sambil menjulurkan tangannya
Karina pun menjulurkan tangannya, "aku Karina salam kenal ya", ucap Karina dan mereka pun saling berkenalan.
"Oh iya sel, ada kabar dari mereka nggak?" Tanya salsa
"Nggak ada, mereka belum kasih kabar sama sekali". Jawab sela
"Kata Rifki sih tadi ada pasien yang gawat darurat, jadi mungkin mereka masih belum keluar, karena masih sibuk, biarin aja lah nanti juga ngabarin", ucap salsa
Tidak lama kemudian makanan pun datang
"Aku makan dulu ya", ucap sela lalu memakan makanannya.
Sedangkan salsa dan Karina saling mengobrol, beberapa menit kemudian sela pun selesai makan.
"Aku duluan ya soalnya aku mau ngecek pasien lagi". Ucap sela
"Aku juga mau balik, jam istirahat juga sudah habis, lain kali kita makan bersama lagi ya Karina", ucap salsa sambil tersenyum kepada Karina
"Iyaa",
Lalu mereka pun berjalan bersama, sesampainya di ruangan, sela Langsung masuk ke dalam ruangan Kimberly untuk mengeceknya, namun saat masuk dia melihat kakak nya Kimberly, dan kakanya Kimberly menyapa nya.
"Selama siang dok", ucap kakak nya Kimberly
"Iyaa siang", jawab sela
"Dok adik saya sakit apa?"
"Dari hasil pemeriksaan tidak ada penyakit apa-apa, Kimberly hanya kelelahan, penyebab nya karena tidak ada asupan makanan yang di konsumsi, dan sore ini juga Kimberly sudah bisa pulang", ucap sela sambil tersenyum
"Terimakasih dok, kalau gitu saya mau urus administrasi nya dulu", ucap Kakak nya Kimberly dan keluar ruangan.
"Kimberly kamu harus banyak istirahat dan makan-makanan yang bergizi ya" ucap sela
"Iya dok, terimakasih dokter", ucap Kimberly
Lalu sela pun keluar dari ruangan Kimberly Menuju ruangannya.
Disisi lain Adam dan Rifki masih agak sibuk dengan beberapa pasien yang gawat darurat, sehingga Adam pun sudah lupa makan siang.
Tidak terasa waktu berjalan begitu cepat, Adam pun duduk bersandar di kursi dan melihat jam dinding yang sudah menunjukan jam 4 sore.
Lalu Adam mengambil handphone dan mencoba menelpon sela, namun pada saat dia menelpon, saat itu sela sedang di toilet sehingga tidak dapat mengangkat telepon nya, dan akhirnya Adam memutuskan untuk mengirim pesan.
"Kita makan yuk, aku sudah lapar banget nih, aku nggak sempat makan siang karena terlalu sibuk dengan pasien yang gawat darurat".
Adam pun duduk di kursi sambil memperhatikan hp nya, karena tidak ada balasan dari sela, Adam pun memutuskan untuk memanggil Rifki untuk ke kantin karena sudah lapar sekali.
Adam pun pergi ke ruangan Rifki yang hanya di sebelahnya, "Rifki kita ke kantin yuk, aku sudah lapar banget nih"
"Ya sudah ayok"
"Aku telpon sela nggak di angkat dan mengirim pesan juga belum di balas"
"Tadi siang salsa mengirim pesan untuk mengajak kita makan siang, cuma aku bilang lagi sibuk karena ada pasien yang gawat darurat, dan mungkin salsa juga bilang sama sela, jadi mungkin sekarang sela lagi sibuk sama pasiennya".
"Mungkin juga sih, ayo kita kekantin makan lapar nih", ucap Adam
"Tahan sebentar lagi saja, soalnya kan bentar lagi pergantian dinas, tinggal tunggu beberapa menit saja, abis itu juga makan, kalau nggak makan dirumah saja".
"Ya sudah deh kalau gitu".
Sekitar 10 menit menunggu akhirnya pergantian dinas, dan yang menggantikan dinas pun sudah datang.
Lalu Adam dan Rifki pun meninggalkan ruangan, saat berjalan keluar tiba-tiba handphone Adam berdering, ternyata sela yang menelpon nya, Adam pun langsung mengangkat nya.
"Hallo sayang, kok tadi aku telpon nggak di angkat sih, pesan aku juga nggak di balas", ucap Adam
"Maaf sayang, aku dari toilet tadi dan gak bawa hp, dan ini baru membuka hp, kamu dimana?" Tanya sela
"Aku baru aja mau berjalan ke parkiran, kita ketemu di tempat parkiran ya sayang", ucap Adam sambil berjalan menuju parkiran
"Iya aku juga udah mau keluar, ini lagi beres-beres tasku, sudah ya", ucap sela dan langsung mematikan telponnya.
Sela dan salsa pun berjalan keluar ruangan menuju parkiran, sesampainya di parkiran sela pun langsung menghampiri Adam, sedangkan salsa menghampiri Rifki, dan mereka pun berpisah.
Sela pulang bersama Adam, namun sela bawa mobil dan Adam bawa motor, Adam mengikuti nya dari belakang.
Saat di tengah perjalanan Adam mendekati mobil sela.
"Kita makan dulu yuk, aku lapar banget nih, tadi nggak sempat makan siang soalnya karena sibuk banget jadi lupa", ucap adam
"Kalau ketahuan orang tua kamu gimana?" Tanya sela cemas
"Biarin aja, lagian juga juga udah dewasa dan sekarang juga kerja, jadi bisa menentukan pilihan kita sendiri".
"Ya sudah, tapi aku temani kamu makan saja ya, soalnya aku masih kenyang"
"Iya sudah nggak apa-apa yang penting kamu temanin aku".
"Kamu mah makan dimana?" Tanya sela
"Makan dipinggir jalan saja, yang penting halal dan bersih", ucap Adam dan akhirnya Adam pun mencari sebuah rumah makan.
Setelah menemukan rumah makan, Adam pun berhenti, Adam pun memarkirkan motornya begitu juga dengan sela yang memarkirkan mobilnya.
Mereka pun masuk dan duduk di meja yang ujung, dan pelayanannya pun datang membawa menu makanan.
"Aku pesan nasi putih, sate, dan ayam bakar sama minum nya air putih sama jus alpukat dua",
"Kok sama jus alpukat?" Tanya sela heran
"Aku pesan buat kamu, karna aku tau kamu suka sama jus alpukat hehe",
"Hmm jadi kamu sudah tau minuman favorit aku nih",
"Iya dong, kan setiap makan sama kamu pasti kamu selalu minum jus alpukat".
Dan tidak lama kemudian pesanan pun datang, Adam pun makan makanannya sedangkan sela hanya minum jus alpukat saja, karena dia masih merasa kenyang.
Bersambung!!
__ADS_1
****