Terjebak Pergaulan Bebas

Terjebak Pergaulan Bebas
Bab 19 Berubah


__ADS_3

"Kamu nggak punya saudara?" tanya Mutia


"Kebetulan aku satu-satunya" jawab raja


"Kamu bisa anggap aku adik" ucap Mutia cepat


Raja memandangi nya penuh arti, "boleh lebih dari itu?"


"Ehh?"


Raja tersenyum, "gue lebih suka anggap lu jadi Oma gue"


"Ih kok Oma? Emang nya aku kelihatan udah setua itu?"


"Iya, Lo itu Kan bawel sok dewasa kadang-kadang sok paling bener persis kayak mendiang Oma gue dulu"


Mutia mau tak mau tergelak mendengar ucapan raja, "ya udah yang penting kamu seneng"


Raja menghela nafas sekali lagi dipandanginya Mutia dengan seksama


"Mutia..."


"Hm?"


"Apa kamu bahagia?"


Mutia tersenyum miris menggeleng kan kepalanya pelan, "mungkin belum sempurna"


"Nggak ada yang sempurna kan di dunia ini?"


Karena Mutia tidak menjawab raja lalu mengangkat tangan nya dan mengacak pelan rambut Mutia "jadi bucin itu ternyata bikin bego ya?"


"Maksud nya?"


Raja terkekeh "nggak ada, balik yuk?"


Mutia tersenyum "yuk!".


Beberapa meter sebelum Mutia tiba didepan unitnya tampak Miko berjalan dengan sebuah senyuman lebar yang sudah jarang sekali Mutia lihat dan ketika Mutia melihat senyuman itu ada sesuatu yang membuat dada nya bergemuruh


Sementara itu tak jauh dibelakang nya raja memandang Miko dengan tajam raja teringat dengan apa yang dilakukan oleh Miko beberapa waktu lalu dibelakang Mutia, penghianatan adalah sesuatu yang paling raja benci namun mengatakan pada Mutia seperti nya bukan waktu yang tepat.


"Hei" Miko tiba-tiba menarik Mutia ke dalam dekapan nya


Mutia mengerjapkan matanya terkejut


Kenapa?

__ADS_1


Kenapa Miko tiba-tiba bersikap seperti ini?


Samar-samar Mutia mendengar suara kunci diputar dan pintu dibuka dan menutup seperti nya raja baru saja masuk keunit nya


"Kamu...."


"Maafin aku ya" bisik Miko dari puncak kepala nya


Mutia bisa merasakan Miko menempelkan dagu nya disana


"Kenapa tiba-tiba minta maaf?" Lirih Mutia


Miko tidak menjawab dia justru mengeratkan pelukannya terhadap Mutia.


Berhari-hari setelah itu Miko kembali seperti dirinya yang dulu yang Mutia suka, bicara nya lembut penuh kasih sayang dan perhatian, namun kendati demikian Mutia merasa ada sesuatu yang sedang berusaha Miko tutupi dari nya entah apa itu.


**


"Van" panggil Miko pada vanilla yang pagi itu sedang mengobrol dengan Tara sahabat nya


Senyum vanilla terbit "Haii!"


Serta Merta vanilla beranjak menghampiri Miko yang berdiri di dekat jendela seperti mengajak nya bicara disana.


"Kenapa?"


Vanilla balas tersenyum "okey nanti malem di rumah barang nya baru datang"


Miko menggenggam tangan vanilla erat-erat "makasih Van"


"Iya sayang apa sih yang nggak buat kamu? Aku udah milik kamu seutuhnya"


"Ngapain tuh si Miko?" Tanya Tara sekembalinya vanilla duduk disamping nya "tumben juga ngomong nya bisik-bisik?"


"Kepo deh Lo" jawab vanilla seraya terkekeh


"Oh jadi udah main rahasiaan nih sekarang okey"


"Dih ngambek"


"Ya udah kalau nggak mau cerita" Tara membalikan badan nya membuang muka ke arah jendela kelas.


Apaan sih, vanilla ngaku nya sahabat tapi masa sekarang main nya rahasian sih dulu-dulu saja kalau ada apa-apa pasti cerita tapi sejak jadian sama Miko vanilla jadi lebih banyak menghabiskan waktu nya bersama cowok itu, vanilla bahkan sulit diajak jalan belakang ini padahal Tara Kangen ngobrol banyak dengan nya seperti dulu lagi.


"Okee deh gue cerita tapi janji ya jangan ember Lo!" Ucap vanilla akhirnya nyerah bagaimana pun juga saat ini vanilla sedang membutuhkan seseorang untuk mendengarkan keluh kesahnya apa lagi mengenai apa yang dilakukan nya dengan Miko beberapa Minggu terakhir ini


Rahasia ini terlalu besar.

__ADS_1


"Emangnya gue pernah ember? Gue tuh udah tau jelek-jeleknya Lo dari dulu kali Van dan gue nggak pernah tuh cerita ke yang lain!"


Vanilla tergelak "okee jadi sebenarnya gue sama Miko...."


Vanilla lantas memulia cerita nya dan Tara mendengar nya dengan seksama, dari ekspresi nya Tara tampak begitu shock tidak pernah mengira kalau dia akan mendengar pengakuan itu dari vanilla


"Van gila ya kalian? Tidur bareng okelah tapi nyabu? Rusak Lo Van!"


"Ya biar sekalian rusak" sahut vanilla enteng


"Van seenggaknya jangan ajak Miko dia kayak nya cowok baik-baik deh"


"Cowok baik-baik apaan? Dia itu korban MBA tau nggak Lo? Terus cewek nya itu lagi hamil dan dia main belakang sama gue gila nggak tuh?"


Mata Tara membelalak "hah?"


Vanilla tertawa mendengus "dia pikir gue sebego itu apa ya? Ngelarang gue kerumah nya nggak ngebolehin gue nelpon dia duluan tau nya udah punya istri anjir emang bangsat! Tapi sial nya gue sayang banget sama dia"


"Serius Miko sebangsat itu?"


Vanilla mendelik "tadi bilang nya cowok baik gimna sih Lo..."


"Lo tau dari mana kalau dia emang korban MBA?"


"Ya gue cari Taulah seminggu gue bolak-balik ke apartemen nya dia dan dua kali gue lihat dia jalan sama tuh cewek!"


"Ya ampun Van gue nggak nyangka kalo ternyata Miko kaya gitu terus Lo sengaja ngajak Miko make? Karena sakit hati sama dia gitu?"


Vanilla menghela nafas nya "supaya dia nggak bisa lepas dari gue, gue sayang banget sama dia tar gue bakal bikin dia ketergantungan sama gue seperti dia ketergantungan sama tuh obat"


"Nggak usah gila deh Lo Van! Kalau ketauan kalian bisa masuk bui! Udah deh mendingan Lo stop semua nya sebelum terlambat, sumpah ya gue juga nggak mau kalau Lo sakaw nanti nya, lo sahabat gue vanilla...."


Vanilla tersenyum "gue pikir nggak ada lagi yang peduli sama gue"


Tara menggenggam tangan vanilla meremas nya pelan "gimana orangtua Lo? Masih Sering berantem?"


"Gue nggak peduli lagi sama mereka" Desis vanilla matanya berkilat-kilat saat bicara soal kedua orangtua nya.


"Yang sabar Van tapi pliss jangan rusak hidup Lo!"


"Hidup gue udah rusak dari lahir takdir gue itu cuma buat rusak"


"Vann..."


"Dahlah kebanyakan bacot bikin haus kantin yuk?" Vanilla pun beranjak


Bahu Tara terkulai lemas lagi-lagi dia gagal menasehati sahabat nya itu, sejak dulu vanilla memang kepala batu, mungkin tidak banyak yang mengira bahwa dibalik wajah imut nya yang tampak polos ada jiwa liar di dalam dirinya, Tara berulang kali menasehati akan tetapi apa yang dikatakan nya selalu saja diabaikan oleh vanilla bukan dia tak tau kalau sudah beberapa kali vanilla making out dengan Setiap cowok yang dipacarinya bahkan sampai making love salah satu nya dengan miko.

__ADS_1


Tara Hanya berharap kalau suatu saat vanilla akan menyadari kesalahan nya dan menjadi pribadi yang jauh lebih baik lagi kedepan nya agar di masa depan dia menjadi orang yang membanggakan orangtua nya yang walaupun sering bertengkar saat itu.


__ADS_2