
Sela pun Sampai di kantin dan mengajak jalan ke dua temannya. "Kita jalan- jalan yuk refreshing sekalian belanja".
Kedua sahabatnya pun tersenyum manis dan langsung berdiri dari duduknya dan langsung pergi meninggalkan kantin mereka Menuju parkiran dan meninggalkan kampus.
Tidak lama kemudian adam pun datang menghampiri Rifki, "lihat sela nggak?" Tanya Adam
"Barusan mereka pergi, emangnya ada apa?" Tanya Rifki balik
"Aku ada perlu sama dia, mereka pergi kemana?"
"Katanya mau pergi jalan- jalan, sama salsa dan Rina"
"Kamu tau nggak mereka jalan- jalan kemana?"
"Aku tidak tau karena aku tidak tanya".
Mendengar perkataan Rifki seperti itu Adam pun langsung pergi menuju parkiran dan menghidupkan motornya dan pergi meninggalkan kampus.
"Aku harus cari sela kemana dan aku tidak tau mereka berjalan kemana, aku takut sela salah paham lagi ke aku tentang Reni yang jelas-jelas aku tidak mencintai dirinya" seruh Adam dalam hati.
Sepanjang jalan Adam selalu melihat kiri dan kanan dan kadang pun iya masuk ke dalam toko berharap ada sela di dalam, namun kenyataanya sela tidak ada.
"Kamu kemana sih sel?" Seruh Adam dalam hati dan mencoba menelfon sela namun nomor nya tidak aktif.
Disisi lain sela mencoba melupakan semua apa yang ia lihat tadi dengan cara makan dan belanja, salsa pun heran melihat temannya begitu banyak makan.
"Habisin makannya, abis ini kita belanja ya guyss hidup ini harus di nikmati" ucap sela
Mendengar perkataan sela seperti itu salsa langsung menaro tangan nya di kepala sela "Kamu sehat kan?" Tanya salsa
"Iya aku sehat lah"
"Tumben kamu seperti ini"
"Hidup itu harus di nikmati," ucap sela sambil tersenyum melihat ke dua sahabatnya.
Tidak lama kemudian mereka bertiga pun sudah selesai makan dan berjalan mencari baju, tidak terasa sudah 4 jam mereka berjalan-jalan dan akhirnya mereka pun memutuskan untuk pulang "Pulang yuk sudah sore ni" ucap sela
Salsa dan Rina pun setuju, dan ketiganya pun berpisah, dan sela pun pulang menuju rumahnya, sekitar 45 menit sela sampai di rumah nya dan menyuruh satpam untuk membuka pagar.
Setelah pagar di buka sela pun dan memanggil satpam "pak aku mau minta tolong kalau ada teman aku datang bilang saja aku tidak ada di rumah lagi nyusul orang tuanya ke Bandung"
"Beres non" ucap satpam
Sela pun masuk ke dalam rumah dan langsung menuju kamar, lalu berbaring di tempat tidur "aku tidak mau memikirkan si pleyboy itu, dia tidak pernah setia dan dia mudah mengungkapkan perasaannya pada semua wanita" seruh sela.
Tidak lama kemudian sekitaran 20 menit Adam pun sampai di ruma sela "pak ada sela di dalam nggak?" Tanya Adam
"Eeeh mas nya yang kemarin ya, oh iya non sela tidak ada mas" ucap satpam
"Kemana pak?"
"Barusan non sela berangkat ke Bandung mas, ke rumah orang tuanya"
"Yang benar pak"
"Iya benar mas, tiba- tiba non sela di suruh nyusul ke sana sama ibu dan bapak"
"Kapan pulang pak?"
"Kurang tau juga mas"
"Makasih pak" ucap Adam
Mendengar perkataan satpam tadi kalau sela tidak ada, hati Adam begitu kecewa, Adam pun berfikir mencoba menelpon Rifki.
Rifki adalah tipe orang yang setia dengan wanita, kalau di suka dengan wanita dia tidak akan melepaskan nya, dan juga cepat kalau soal urusan meluluhkan hati wanita, maka dari itu Adam lebih terbuka bercerita kepada Rifki, sedangkan Aldi dia memiliki sifat bucin dan muda emosi.
Tidak lama kemudian hp Rifki pun berdering, Rifki pun langsung melihat hp nya dan mengangkat nya "Hallo?"
"Rifki, aku mau minta bantuan kamu" ucap adam
"Bantuan apa?" Jawab Rifki penasaran
"Aku mohon coba kamu telfon salsa dan minta tolong tanyakan sela di mana"
"Maksud kamu apa, aku belum mengerti?" Tanya Rifki
"Begini Rifki aku mau bicara dengan sela masalah tadi siang saat aku dan Reni bertemu, aku sudah mengatakan kepada Reni kalau aku sama sekali tidak punya perasaan apa pun dengannya, aku sudah jujur kepada nya kalau aku mencintai orang lain dan aku rasa sela mendengar perkataan ku itu, dan membuat nya salah paham, aku sudah kerumahnya namun satpam bilang kalau sela pergi ke Bandung, tapi perasaanku mengatakan kalau dia masih ada di dalam rumah nya dan tidak mau menemuiku, tolong bantuin aku Ki"
"Yaudah aku coba deh telfon salsa dan mengatakan yang sebenarnya dan muda mudahan salsa mau membantu"
"Iya Terimakasih memang kamu sahabat yang bisa di andalkan"
"Sama- sama" ucap Rifki dan langsung mematikan telponnya dan mencoba menelfon salsa, tidak lama kemudian salsa pun mengangkat nya dan mengatakan "Hallo Rifki ada apa?"
Rifki pun menjelaskan semua tentang Adam yang menyukai sela, dan meminta tolong kepada salsa untuk mempertemukan adam dan sela dan salsa pun setuju mau membantu mendengar cerita Rifki.
__ADS_1
Tidak lama kemudian salsa pun mematikan telfonnya dan menelfon sela, namun nomor sela sedang tidak aktif, salsa pun mencoba menelfon ke rumahnya dan bibi pun mengangkat nya.
"Bi ada sela?" Tanya salsa
"Maaf ini Dengan siapa ya?"
"Ini salsa bi teman sela"
"Oh non salsa to, ada apa non, ada yang bisa bibi bantu?"
"Sela Ada bi?"
"Ada non lagi di kamar mau saya panggilin non?"
"Iya Bi tolong ya bi di panggilin"
Bibi pun pergi menuju kamar sela, "non ada non salsa telfon"
"Iya Bi saya kesana"
Sela pun keluar kamarnya dan mengakibat telfon, "ya salsa, ada apa?"
"Sel aku mau minta tolong bisa?"
"Mau minta tolong apa? Ada masalah apa sa?" Tanya sela penasaran.
"Aku mau pinjam uang, aku tidak pegang uang sekarang"
"Aku kira kamu kenapa- kenapa ternyata cuma mau pinjam uang, tumben sekali pinjam uang biasa nya gak pernah"
"Gini sel, sekarang keuangan keluarga ku lagi menurun jadi aku perlu uang, setiap orang bisa saja rezekinya naik turun, tolong pinjamkan aku uang"
"Iya juga sih, Yaudah nanti aku transfer, kamu kirim nomor rekeningnya saja"
"Gimana ni aku harus alasan apa lagi" seruh salsa dalam hati mencoba mencari alasan
"Justru itu, ATM ku semuanya di blokir karena masalah keuangan makanya aku mencoba pinjam uang sama kamu, aku mau pinjam uang manual, kita ketemuan saja"
"Yang sabar ya salsa, terus kita ketemu Dimana?"
Dalam hati salsa merasa bersalah kepada sela dan orang tua nya "maaf ya papa salsa bukan mendoakan papa bangkrut, salsa cuma membantu teman salsa" seruh salsa dalam hati.
"Makasih ya sel, kita ketemu ditaman saja gimana?"
"Kapan?"
"Sekarang bisa nggak?"
"Aku siap- siap dulu baru kesana"
Sela pun keluar kamar dan mencari kunci mobilnya lalu pergi ke taman, tidak lama kemudian sekitar 25 menit salsa pun sampai di taman.
Sela pun menunggu salsa dan tidak Lama kemudian sela pun menelfon salsa
"Kamu dimana?" Tanya sela
"Aku di jalan bentar lagi sampai tunggu saja di situ" ucap salsa
"Iya sudah cepat" ucap sela dan mematikan hp nya dan dia pun duduk di kursi menunggu salsa datang.
Tiba-tiba ada seseorang yang memanggil sela, dan sela pun menoleh ke belakang dan
Melihat siapa yang memanggil nya dan ternyata Adam.
"Ngapain kamu kesini?" Tanya sela
"Sel, aku mau ngomong sama kamu"
Sela pun tidak menghiraukan nya dan putar balik arah dan berjalan pergi namun Adam menghalangi.
"Sel, aku mau ngomong bentar saja" ucap Adam sedikit memaksa
"Mau ngomong apa?"
"Aku mau ngomong soal Reni" ucap Adam mencoba menjelaskan
"Stop Adam apa kamu tidak merasa puas mainin perasaan aku, hari ini kamu bilang suka sama aku dan besoknya kamu bilang suka sama cewek lain, apa itu yang mau kamu bilang, apa kamu tidak merasa puas sakiti aku apa"
"Aku tidak bermaksud untuk itu, aku ingin menjelaskan masalahku Dengan Reni tolong dengar dulu aku akan jelaskan"
"Apa yang harus aku Dengar, apa yang harus kamu jelaskan? Aku tidak butuh penjelasan apa pun darimu" ucap sela, karena emosi sela tidak tertahankan sela pun berlari pergi meninggalkan adam.
Adam pun mengejar sela dan tanpa di sengaja ada motor berjalan begitu laju, karena Adam tidak melihat kiri kana sehingga motor tersebut langsung menabrak adam dan Adam pun terlempar lalu jatuh ke aspal.
Sela membalik badan dan melihat Adam di tabrak motor, ia pun langsung lari menuju Adam yang sudah pingsan dan badannya terluka, sela pun berteriak "Tolong teman saya kecelakaan", lalu sela langsung menaruh kepala Adam di pahanya dan tidak kemudian orang- orang pun datang menolong Adam.
Tiba-tiba Adam tersadar dan berbicara "aku minta maaf sel, aku tidak apa-apa jangan menangis"
__ADS_1
"Aku tidak menangis" ucap sela Dan berteriak "pak tolong angkat teman saya ke mobil saya mau bawa kerumah sakit" ucap sela meminta tolong
"Tidak usah ke rumah sakit, aku tidak apa-apa, dirawat di rumah saja" ucap Adam
"Kamu harus kerumah sakit, badan kamu terluka"
"Aku tidak mau membuat keluarga ku khawatir, dan aku merasa baik- baik saja"
"Iya sudah Kita kerumah aku saja" ucap sela dan Adam pun di angkat ke mobilnya sela.
Lalu sela pun membawa Adam ke rumahnya, tidak Lama kemudian sekitar 20 menit sela pun sampai dirumahnya.
Sesampainya sela dirumah ia pun berteriak memanggil satpam, dan satpam pun datang membuka pagar dan sela meminta tolong ke satpam untuk membantu membawa Adam masuk ke dalam, satpam pun membantu ada masuk ke dalam rumah.
Tidak Lama kemudian sela pun memanggil bibi "Bi tolong ambil kan tempat obat sama air dingin"
Bibi pun pergi mengambil obat dan tidak lama kemudian bibi pun datang membawanya obatnya lalu memberikan nya kepada sela, dan sela pun mengucapkan terimakasih.
Sela pun membersihkan lukanya Adam dan mengompres badannya yang bengkak, sela pun menyuapi makanan dan memberikan obat supaya tidak infeksi luka-lukanya.
"Adam lebih baik kamu istirahat saja dulu, besok juga hari libur jadi kamu bisa istirahat" ucap sela dan sela pun berdiri dan tiba-tiba tangannya di pegang oleh Adam yang mengucapkan terimakasih.
"Iyaa sama-sama, Yaudah istirahat gih" ucap sela sambil tersenyum dan meninggalkan adam istirahat di kamar, lalu dia berjalan ke dapur Karen perut nya sudah keroncongan
"Bi masak apa?" Tanya sela
"Ayam kecap, ayam kari, sayur sup dan perkedel kentang, non lapar?"
"Iya Bi aku lapar" ucap sela dan langsung duduk di kursi dan makan.
Tidak lama kemudian sela pun menyuruh bibi ke kamar "Bi minta tolong anterin makanan buat teman saya yang di kamar ya bi"
"Iya non" ucap bibi dan bibi pun pergi mengantar makanan ke kamar Adam, tidak lama kemudian bibi pun datang menghampiri sela
"Non kelihatan nya teman non deman, coba non lihat" ucap bibi
Sela pun berdiri dan ke kamar Adam lalu memeriksa keadaan Adam dengan menaro tangannya di dahinya.
"Ya ampun panas sekali badannya, coba aku cek suhunya dulu dan hasilnya 39, 5 badannya panas banget terpaksa aku infus aja sama suntik anti nyeri habis itu di kompres" seruh sela dan sela pun menjaga Adam di sampingnya sepanjang malam dalam keadaan duduk di kursi sambil tidur.
Keesokan paginya Adam pun terbangun dan melihat sela ada di sampingnya yang masih tidur.
Adam pun mencoba bangun namun belum bisa karena badannya masih terasa sakit, tidak lama kemudian sela pun bangun.
"Kamu sudah bangun?" Tanya sela
"Aku haus" ucap Adam
Sela pun mengambilkan air dan memberikan nya ke Adam lalu Adam pun langsung meminumnya dan mengucapkan terimakasih.
"Iyaa sama-sama, istirahat lagi saja, kamu harus banyak istirahat supaya cepat puluh" ucap sela
Adam pun mencari hp nya dan menanyakan ke sela "Dimana hp ku?"
"Di tasku, aku ambil dulu ya"
Sela pun langsung pergi mengambil nya dan memberikan kepada Adam dan Adam pun langsung menelepon mamanya supaya tidak khawatir.
"Adam kenapa kamu tidak pulang, semalam juga nomor kamu juga tidak aktif, mama jadi khawatir"
"Adam lagi di rumah teman bikin tugas ma, mungkin beberapa hari Adam tidak pulang soalnya lagi mengejar waktu supaya cepat selesai tugasnya, soalnya waktunya sudah mepet dan harus segera di selesaikan"
"Iya sudah jaga kesehatan jangan telat makan, kalau uangmu kurang telpon mama"
"Iya ma pasti ma" ucap Adam dan langsung mematikan telponnya.
"Kenapa kamu tidak jujur saja Kalau kamu kecelakaan?" Tanya sela
"Jangan nanti orang tuaku khawatir, aku tidak mau orang tuaku khawatir"
"Iya sudah terserah kamu sajalah" ucap sela dan dia pun berdiri dari duduknya dan Adam pun langsung memegang tangan nya, "duduk di sini sebentar" ucap Adam menyuruh sela duduk disebelah nya.
"Ada apa?" Tanya sela dan langsung duduk di sebelah Adam
"Aku minta maaf soal kejadian kemarin masalah Reni, aku sama reni tidak ada hubungan apa-apa, kemarin aku hanya mengetes soal perasaanku apakah masih ada atau tidak nyatanya tidak ada sama sekali, kita memang pernah satu sekolah dan berteman selama 3 tahun, karena kedekatan kita timbulah rasa suka, tapi nyatanya kedekatan itu hanya sekedar teman saja tidak ada yang lebih, dulu aku memang sempat ada rasa suka karena kita ketemu setiap hari di sekolah, dan selalu kumpul dengan Rifki, Aldi dan Reni, disitulah mulai rasa suka namun hanya sekejap saja setelah Reni pergi perasaan itu pun hilang, dan sebenarnya sebelum Reni pergi perasaanku sudah hilang sejak aku tau kalau Reni itu punya pacar, aku tau karena aku melihat Reni pas dia mau berangkat ke bandara dan bertemu dengan pacarnya, aku mendengar Reni mengatakan sayang jangan nakal ya selama aku pergi ke luar negeri, makanya kamu jangan salah paham lagi Kepadaku sungguh cuma kamu yang aku suka" ucap Adam menjelaskan
"Aku harap kali ini kamu benar-benar berkata jujur Adam" ucap sela sambil tersenyum
Tidak lama kemudian adam pun mendekatkan diri ke sela dan memeluk sela lalu mengucapkan terimakasih karena sudah mempercayainya lagi.
Dan saat tatapan mereka begitu dekat, tanpa disadari Adam mencium bibir sela.
Sela pun kaget lalu berdiri dan langsung keluar kamar, Adam pun kaget dan merasa bersalah karena sudah mencium sela,
"Kenapa sela lari, apa Karna aku sudah menciumnya" seruh Adam dalam hati.
Perasaan sela pun tak karu-karuan karena dia masih merasa kalau Adam itu playboy dan suka mainin wanita.
__ADS_1
Bersambung!
****