Terjebak Pergaulan Bebas

Terjebak Pergaulan Bebas
Bab 61 Hari Wisuda


__ADS_3

Hari-hari pun berlalu, dan sela hanya di rumah saja sambil menunggu wisuda, ia pun sudah memesan kebaya kepada Mama nya, dan kini baju yang di jahit oleh mamanya sudah selesai.


Mama Mutia pun membawa baju nya pulang ke rumah, sesampainya di rumah ia langsung memberikan baju tersebut kepada sela.


Sela pun langsung mencobanya di depan cermin kamarnya untuk memastikan kecocokan di badannya, setelah merasa pas dengannya, ia pun menunjukkan kepada mamanya.


"Cocok banget, anak mama jadi kelihatan tambah cantik" ucap Mutia


"Iya dong, ini kan hasil buatan dari butik mama" ucap sela merasa bangga dengan kebaya yang di buat oleh Mamanya.


Salsa dan Rina juga sudah siap dengan baju kebayanya, namun Adam masih sibuk mengurus jas nya, karena memang Adam memiliki niat untuk mempertahankan keluarga nya dengan keluarga sela, sehingga harus kelihatan rapih.


Adam memesan baju yang lumayan bagus dan mahal, dan ada beberapa baju dan jas juga buat keluarga nya.


Hal itu membuat Adam bolak-balik ke butik setiap harinya, untuk memastikan kalau baju dan jas nya sudah selesai atau belum, karena hari wisuda tinggal 1 hari lagi, jadi dia yang harus setiap hari ke butik untuk memeriksa nya.


Sedangkan orang tua Adam sibuk mempersiapkan untuk acara sukuran atas keberhasilan Adam nanti, dan tidak memikirkan baju yang akan di pakai di acara wisuda anaknya.


Karena waktu sudah mepet, Adam kembali ke butik untuk memeriksa nya lagi, sesampainya di sana ia langsung masuk kedalam butik yang membuat jas dan baju nya.


"Bisakah hari ini selesai?" Tanya Adam


"Iya, hari ini juga selesai karena tinggal memasang kancing baju kebaya nya saja yang belum selesai di pasangkan karena kemarin sudah malam, jadi akan di lanjutkan hari ini" jawab karyawan butik


"Baik kalau begitu nanti sore saya datang lagi ke sini mengambil baju saya, terimakasih sebelumnya karena sudah membantu saya menjahit baju keluarga saya". Ucap Adam


"Sama-sama mas".


Sebenarnya butik tempat Adam menjahit baju dan jas nya adalah milik mama nya sela, hanya saja Adam tidak tau kalau butik itu milik keluarga sela.


Adam pun kembali kerumahnya dan sesampainya di rumah dia melihat beberapa persiapan makanan di rumah, membuat hatinya bertanya tanya, dan langsung saja Adam masuk ke dalam rumah dan mencari mamanya.


"Ma, kok banyak sekali persediaan makanan di depan, memang nya itu buat apa? Apa ada acara?". Tanya Adam


"Mama mau buat syukuran atas wisuda kamu, mama mau undang saudara kita sama teman- teman arisan mama".

__ADS_1


"Apa tidak berlebihan ma?"


"Tidak sayang itu semua rasa syukur mama, dan mama merasa sangat bangga sama kamu nak".


"Ya sudah terserah mama saja, Adam mau ke kamar dulu".


Lalu Adam pun menuju kamarnya, sesampainya disana dia langsung melemparkan tubuhnya ke tempat tidur.


"Aku harus kelihatan rapih di depan keluarga sela, semoga keluarga sela merestui hubungan kami nanti setelah keluargaku dan keluarga sela bertemu, sehingga hubungan ku dengan sela semakin erat, dan kami tidak perlu sembunyi-sembunyi lagi jika ingin bertemu". Seru Adam.


Adam pun tertidur, dan saat bangun tidak terasa waktu sudah sore, ia pun pergi kembali ke butik untuk mengambil baju dan jas nya, Adam pun tidak sabar ingin mempertemukan keluarga nya dengan keluarga sela, dia berharap setelah itu hubungan di restui dari keluarga masing-masing.


Waktu berlalu, tibalah waktunya hari yang di tunggu-tunggu, yaitu hari wisuda dan di undangan wisuda di tulis Waktu nya jam 10 pagi.


Sela pun bangun dan langsung pergi mandi, setelah mandi dia pun ganti baju, sedangkan mama nya menyiapkan makanan.


Setelah ganti baju sela pun keluar dari kamarnya menuju meja makan untuk sarapan, dan disana sudah ada mamanya.


"Yang makeupin kamu belum datang?" Tanya Mutia


"Ya sudah kamu sarapan dulu sambil menunggu tukang makeup nya datang".


"Iya ma".


Tidak lama kemudian adelio pun datang.


"De kok kamu belum siap-siap?" Tanya adelio


"Lagi nunggu yang makeup pun".


Setelah selesai sarapan, bel berbunyi, sela pun buru-buru keluar untuk membuka pintu dan yang datang adalah si mba tukang makeup nya.


Sela pun mempersilahkannya masuk kedalam rumah, sela pun mengatakan ke mamanya, "tukang makeup nya sudah datang ma".


"Kamu makeup duluan nak, nanti mama nyusul ke kamar kamu kalau sudah selesai".

__ADS_1


Lalu sela mengajak si mba nya untuk ke kamarnya.


Sekitar 1 jam sela pun selesai di makeup, dan setelah itu gantian mamanya.


Setelah semua keluarga sela siap-siap dan waktu sudah menunjukkan pukul sembilan, mereka pun menuju parkiran mobil, lalu mereka pun pergi menuju kampus.


Sesampainya di kampus sela langsung mencari tempat duduk di samping papa dan mamanya yang duduk di depan lorong pertama.


Sedangkan Adam dia duduk disamping papa dan mamanya yang duduk di kursi paling pojok di lorong ke tiga.


Tidak lama kemudian acara pun dimulai, pembawa acara pun membacakan nilai yang paling tinggi dan menyebutkan nama namanya, dan salah satu nama yang disebut dari yang ke tiga adalah, Mario Renaldo, semua orang yang hadir di acara tersebut memberikan tepuk tangan.


Setelah itu nama yang ke dua, yaitu sela, dan semua orang pun juga memberikan tepuk tangan.


Dan kini tibalah waktunya yang memiliki nilai pertama yang paling tinggi, yaitu Adam Armadjaya, semua orang pun bertepuk tangan.


Seketika ayah sela mendengar nama Adam membuat nya berfikir seakan tidak asing dengan nama itu, namun ia sama sekali tidak menghiraukan nya.


Setelah itu pembawa acara mengatakan bahwa nama yang tadi di sebutkan untuk naik ke atas panggung secara bergantian.


Mario pun naik ke atas panggung, dan ia menceritakan sedikit kisah nya dan pengalaman nya selama kuliah.


Setelah itu sela, sela pun menceritakan sedikit pengalaman nya.


"Sungguh berat perjuangan untuk mendapatkan gelar Dr, banyak Lika Liku dan keluh kesah yang di rasakan, Namun karena kerja keras dan usaha, akhirnya saya bisa melewati semuanya".


Setelah sela selesai, sekarang giliran Adam, dia pun naik ke atas panggung dan menceritakan sedikit pengalaman nya.


"Seperti yang di bilang sela tadi, bahwa sungguh berat untuk mendapatkan gelar Dr itu benar, karena butuh kerja keras dan usaha, kalau tidak usaha maka kita tidak akan bisa meraih gelar itu, selain itu kita juga harus ada dukungan dari keluarga, orang yang selalu buat kita yang selalu memberikan kita dorongan agar kita selalu bersemangat".


Seketika semua yang hadir bertepuk tangan, dan kedua orang tua Adam begitu bangga dengan ucapannya.


Setelah tiga jam berlalu acara wisuda pun selesai dan kini tibalah waktunya untuk makan.


Bersambung....

__ADS_1


*****


__ADS_2