
"Vanilla mana?" Tanya Miko pada Tiara yang sedang menelpon
Tiara mendelik, berbicara sebentar kepada si penelpon untuk menyudahi percakapan, setelah nya dia menoleh menatap Miko dengan sorot tak suka.
"Serius lu nggak tau dia kemana?"
"Kalo gue tau, ngapain gue nanya Lo"
Tiara mendengus kesal "vanilla udah pergi, ke Australia sama bokap dan nyokap nya."
Sejenak Miko membeku, "Apa?"
"Vanilla dipaksa pindah ke luar negeri karena ketauan make barang haram itu"
"Serius? Kenapa dia nggak bilang apa-apa ke gue?"
"Lo lupa? Lo ikut ke tangkap basah lagi dikamar vanilla? Nyokapnya nggak ngebolehin dia berhubungan sama siapa pun lagi, bahkan sama gue juga! Nyokapnya bilang kalau gue salah satu orang yang ngajarin anaknya jadi brandal"
Miko menelan ludah susah payah "Apa dia bakal balik lagi?"
"Ya mana gue Taulah! Tanya aja sendiri"
"Gue harus kontak dia ke mana?"
"Ya cari sendiri lah! Dia nelpon gue kemarin malam, habis itu nomernya nggak aktif lagi sampe sekarang"
Miko terduduk di kursinya, tidak tau harus berkata apa, Miko tak yakin dengan pemikiran nya, namun ia tau ada sesuatu hal yang tidak lagi bisa dia dapatkan dari vanilla.
Jika vanilla tidak ada? Bagaimana caranya mendapatkan barang itu lagi?
***
Sudah hampir dua hari Miko tak pulang ke rumah, Mutia merasa bersalah karena tidak memaafkan nya, terang saja seperti orang kalang kabut mencari Miko ke sana kemari, namun tak juga ia temui, ponselnya mati dan sayangnya Mutia tidak memiliki satu pun kontak teman Miko yang bisa ditanyai nya tentang keberadaan Miko.
Mutia bahkan sudah meminta bantuan pada raja untuk mencari Miko dan tetap saja raja tidak menemukan nya.
Malam itu, Mutia tak bisa tidur dengan nyenyak begitu juga dengan adelio, bayi itu terus merengek, seakan- akan berkata jika ia membutuhkan Miko berada di dekatnya, Mutia mendekap adelio dengan erat menenangkan nya sebisa mungkin.
Mutia janji semua akan baik- baik saja jika Miko kembali ke rumah, Mutia akan melupakan semua kesalahan nya asalkan Miko ada di sini bersama mereka, Mutia janji akan hal itu..
**
__ADS_1
Keesokan harinya Mutia datang ke sekolah Miko, kalo ini dia benar- benar masuk ke sana, bukan hanya berdiri di depan gerbang seperti kemarin, mencari- cari sosok Miko yang mungkin tetap pergi ke sekolah walau tidak pulang ke rumah.
Meski kehadiran nya menimbulkan tanda tanya dari murid- murid di sana, Mutia tetap melanjutkan langkah nya hingga tiba disebuah ruangan yang Mutia tau adalah ruang kelas Miko.
Mutia menghampiri seorang wanita berambut lurus yang duduk di dekat jendela.
"Hai?" Sapa Mutia ramah
Cewek itu mendongak, menatap nya penuh tanya "Ya?"
"Kamu lihat Miko nggak?"
Wanita itu melirik tanda pengenal di seragam sekolah Mutia lalu berseru "Lo Mutia?"
Karena wanita itu membaca name tag nya, Mutia pun melakukan hal yang sama, namanya Tiara Geraldine namun Mutia tidak menyuarakan nya karena merasa tak perlu.
Tetapi Mutia heran karena dari cara Tiara bertanya, dia seolah- olah mengenal siapa Mutia, apakah dia benar- benar tau siapa dirinya?.
"Iya?"
"Lo yang MBA sama Miko itu kan?" Tanya Tiara sinis, untung saja dia sadar untuk merendahkan volume suaranya sehingga tidak ada yang mendengar perkataan nya tadi
"Maksudnya Gimna ya? Kenapa emang nya?"
"Miko udah dua hari nggak pulang, aku nggak tau dia kemana, apa kemarin dia ada kesekolah?"
Tiara tertawa mendengus "Serius dia ngilang?"
Mutia merasa terusik dengan ekspresi Tiara yang terkesan merendahkan
"Kamu ada lihat Miko nggak? Atau aku boleh minta salah satu kontak temen yang dekat sama dia?"
"Dia ngilang? Mungkin lagi nyari mangsa baru hahaha"
Kening Mutia berkerut "Maksudnya?"
"Ya mangsa barulah, temen gue si vanilla kan udah pergi jauh tuh ke Australia, ya dia pasti bingung lah harus minta barang itu ke mana lagi, selama ini kan cuma vanilla yang bisa ngasih segala nya buat dia" ucap Tiara penuh penekanan di bagian akhir kalimat nya "Tapi, dasar Miko brengsek emang, nggak taunya udah punya bini".
Jadi Tiara sudah mengetahui semuanya?
Tapi apa maksud Tiara dengan barang itu?
__ADS_1
"Barang apa ya?"
Tiara memandang sekitar sebelum mendekatkan wajah nya ke telinga Mutia.
"Sabu"
Jantung mutia seakan- akan jatuh ke lantai begitu saja ketika mendengar ucapan Tiara tadi dan kelopak matanya melebar tak percaya.
"Nggak mungkin, Miko nggak mungkin kaya gitu" ucap Mutia tak percaya
"Lo nggak percaya? Tanyain aja langsung ke dia kalo nggak percaya"
Tiara pun beranjak dengan arogan dan meninggalkan Mutia yang merasa terguncang dengan mengetahui fakta bahwa ada kebohongan besar lain lagi yang Miko sembunyikan darinya.
**
Mutia sedang menangis tersedu-sedu ketika itu pintu terbuka dan Miko muncul disana dengan wajah kusut dan rambut semrawut, Mutia segera mengejarnya dan memberondong nya dengan banya pertanyaan.
"Kamu dari mana ko? Kenapa kamu nggak pulang-pulang? Kamu ke mana aja? Aku nyari kamu ke mana-mana, dan nanyain kamu sama teman-teman kamu tapi mereka nggak ada yang tau kamu dimna, memangnya kamu dari mana ko, aku khawatir sama kamu, bahkan adelio kemarin malam nangis terus menerus"
Miko tidak menjawab, dia bergerak gelisah ke sana kemari layaknya orang kebingungan, ia bahkan seperti sedang mengigit dan matanya tampak terus berair, sejenak Mutia mengamati nya.
Kenapa Mutia baru menyadari kalau Miko kini menjadi sangat kurus? Rambutnya panjang dan ada lingkaran gelap di matanya, Miko seperti orang yang tidak terurus.
"Kamu kenapa?" Tanya Mutia yang mulai menyadari kalau ada sesuatu yang lain di diri Miko
"Berisik tau nggak! Kamu bisa diam nggak sih? Aku lagi nggak mau diganggu!" Bentak Miko tak disangka- sangka dan kemudian Miko pergi ke kamar dan membanting pintu.
Mutia memegangi dada nya, merasa terkejut dengan reaksi Miko dan tangisan adelio pun membuat nya tersentak lalu cepat- cepat dia mendekati adelio yang tadinya sedang tertidur pulas namun terbangun akibat suara Miko tadi.
Mutia pun mengangkat adelio kepelukannya dan sambil menimang- nimang adelio lalu air mata Mutia pun jatuh membasahi pipinya.
Ia pun berpikir kenapa dengan Miko yang sekarang, dan mengapa ia membentak nya tadi, padahal dia hanya khawatir dengan dirinya yang baru pulang dan dia hanya ingin tau selama dua hari ini dia kemana.
Apakah yang dikatakan Tiara tadi benar? Apakah Miko benar-benar mencari seseorang lagi? Kenapa Mutia baru tau kalau Miko menjadi seorang pecandu? Dan kenapa keadaan menjadi semakin buruk sekarang?.
Mutia pun menaruh adelio yang sudah tidur ketempat nya lagi setelah itu pun dia masuk kedalam kamar dan dilihatnya Miko yang sudah tertidur.
Mutia pun menangis kembali saat sudah berada disamping Miko yang sedang tertidur, ia pun memandangi wajahnya yang terlihat kusut itu.
"Kamu kenapa Ko bisa berubah kek gini" lirih Mutia dalam hati.
__ADS_1