Terjebak Pergaulan Bebas

Terjebak Pergaulan Bebas
Bab 63 Hanya Kakak Yang Bisa Mengerti


__ADS_3

"Tapi ma, sela sayang sama adam"


"Apa kamu bilang, kamu sayang sama anak penipu itu?" Ucap Mutia kaget mendengar perkataan sela


"Iya ma sela cinta sama Adam, dia baik dan di selalu ada buat sela, dan dia juga selalu menjaga sela selama ini".


"Kamu mau membuat papa kamu marah? Mama mau kamu mendengarkan perkataan orang tua, karena itu demi kebaikan kamu sendiri, ngerti kamu!".


"Tapi ma, sela sudah terlanjur cinta sama dia, dan nggak mudah untuk melupakan nya begitu saja"


"Pokoknya mama nggak mau tau, kamu harus jauhin laki-laki itu, mama tidak mau kamu menjalin hubungan dengan anak yang pernah menipu keluarga kita, mama harap kamu bisa mengerti nak".


"Ya sudah ma, sela mengerti", ucap sela pasrah walaupun di dalam hatinya sangat sulit untuk menjauhi Adam, namun apalah daya sela hanya bisa menuruti perkataan orang tuanya.


Setelah selesai berbicara Mutia menyuruh sela untuk istirahat dan tidak boleh kemana-mana hari ini.


"Pokoknya hari ini kamu dirumah saja, kalau ada keperluan di luar nanti kakak kamu yang akan temani kamu kemana pun kamu pergi", ucap Mutia tegas.


"Tapi ma"


"Tidak ada tapi-tapi, kamu harus dengar perkataan mama".


"Iya ma", ucap sela dengan nada terpaksa


"Ma, jangan berlebihan gitu, kasihan sela kalau di tekan", ucap adelio membela adiknya.


"Kamu ikut kata-kata mama saja, tidak usah membantah, kamu mau kalau papamu marah-marah lagi".


"Iya ma adelio tau, tapi mama juga jangan terlalu keras menekan sela, kasih juga kan sela nya", Ucap adelio terus membela adiknya

__ADS_1


Sela pun sudah tidak menghiraukan lagi percakapan mama dan kakanya itu, dan ia pun memilih untuk ke kamarnya, namun saat hendak berjalan menaiki tangga menuju kamarnya tiba-tiba adelio memanggil nya.


"De, mulai besok kalau kamu ada perlu apa-apa dan mau keluar nanti Kakak yang antar, itu kata mama".


"Terserah Kakak saja, sela hanya bisa nurut kata-kata mama saja, sudah ya kak sela mau istirahat", ucap sela dan langsung berjalan menuju kamar.


Saat di dalam kamar, sela menangis tersedu-sedu, dia tidak menyangka kalau akhirnya akan begini, awalnya dia pikir hubungan nya akan semakin mulus, nyatanya malah jadi rumit.


"Aku tak habis pikir kenapa mama, papa begitu egois kepadaku, mereka tidak memikirkan perasaan aku, aku harus apa sekarang, aku benar-benar bingung" seru sela sambil menangis.


Disisi lain Adam pun masuk kedalam rumah dan mengatakan ke papa nya, "sebenarnya ada apa sih pa, ma? Tolong jelasin ke Adam"


"Begini nak keluarga raja itu penipu, dulu sewaktu papa kerja sama dengan mereka, papa di tipu oleh mereka dan kehilangan banyak uang, dan dia justru malah membalikkan fakta kalau keluarga kita yang menipu". Ucap Tio menjelaskan kepada Adam.


"Tapi sela bukan penipu pa, dia anaknya baik".


"Dia itu anak dari penipu, namanya anak penipu tetaplah penipu, pasti suatu saat kamu akan di tipu juga".


"Pokoknya papa tidak mau tau, kamu harus putuskan hubungan kamu dengan anak penipu itu".


"Pokoknya mama juga tidak akan pernah merestui hubungan kamu dengan wanita itu, keluarga mereka itu sombong dan mereka juga angkuh di tambah lagi penipu, mulai dari sekarang kamu tidak usah dekati dia lagi, kamu harus nurut apa kata orang tua, ngerti kamu!". Ucap mama Sofia yang baru saja datang


"Adam mengerti ma, yasudah Adam mau ke kamar dulu".


Adam pun berfikir tidak mungkin dia melawan papa dan mamanya untuk sekarang, karena terlihat jelas di wajahnya begitu emosi setelah bertemu dengan keluarga sela.


Sebenarnya hal yang terjadi dengan keluarga sela dan Adam hanya salah paham di masa lalu saja, namun entah mengapa hingga sekarang ini, mereka tidak melupakan hal tersebut, mungkin karena masalah itu belum terbongkar kalau mereka itu hanya di adu domba saja, dan ada orang yang mengambil ke untungan di antara mereka, sehingga sampai saat ini mereka tidak pernah akur, padahal dulunya mereka berteman dekat.


Karena salah paham di masa lalu kedua orangtuanya, hal itu membuat sela dan Adam yang kena imbasnya, mereka yang tidak tau apa-apa kini harus menanggung akibatnya, dan cinta mereka kini akan menjadi sulit, dan ada kemungkinan mereka akan bubar.

__ADS_1


Tapi tentunya Adam dan sela akan berjuang demi cinta mereka, walaupun harus melawan kedua orang tuanya, lagian juga sela dan Adam sudah sama-sama dewasa, dan mereka berhak untuk memilih jalannya sendiri tanpa harus memikirkan dendam dari ayah mereka masing-masing.


Setelah Adam berada di kamar, dia begitu emosi, ia pun menonjok kaca lemari hingga pecah, dan tangannya berdarah, namun Adam membiarkannya.


Rasa sakit di tangan nya tidak sebanding dengan rasa sakit di hatinya.


Teguh yang mendengar suara keributan di kamar Adam, langsung bergegas menuju ke kamar Adam, sesampainya di sana teguh melihat kamar adam yang berantakan dan tangan nya yang berdarah, dan ia pun bergegas membalut tangan adiknya itu.


"Kamu mau bunuh diri? Tangan kamu berdarah tapi kamu malah membiarkannya, kamu bisa mati kehabisan darah, kenapa kamu bisa sebodoh ini sih". Ucap teguh sambil membalut tangan adiknya.


"Tidak apa-apa Kakak, aku sama sekali tidak merasakan sakit, sakit ini tidak sebanding dengan rasa sakit di hatiku".


"Kakak mengerti perasaan kamu dek, tapi jangan karena cinta kamu menyakiti dirimu sendiri".


"Papa, mama egois kak, mereka tidak memikirkan perasaan Adam, mereka hanya memikirkan dendam nya dengan keluarga raja".


"Yang sabar ya dek, kamu yakin saja kalau suatu saat mama, papa akan sadar dan menerima perempuan yang kamu sukai itu menjadi istrimu". Ucap teguh memberikan semangat kepada Adam


"Terimakasih kak, sudah mau mengerti perasaan aku",


Setelah selesai membalut tangan adiknya, teguh pun menyuruh Adam untuk istirahat, lalu Adam pun berbaring di tempat tidur dan memejamkan matanya.


Teguh takut untuk meninggalkan adiknya itu, takut kalau Adam akan melukai dirinya sendiri lebih dari hal yang tadi, teguh pun memutuskan untuk menemani adiknya dan ikuti berbaring di samping Adam.


Namun Adam sama sekali tidak tidur, dia hanya memikirkan hubungan kedepan akan seperti apa.


"Aku takut sela akan menjauhiku setelah kejadian ini, apa lagi orang tau kita sama sekali tidak merestui hubungan kita, aku takut kehilangan kamu sela, aku harap kamu bisa bertahan dengan ujian cinta kita ini, dan aku harap kamu mau berjuang bersama-sama untuk cinta kita dan meluluhkan hati kedua orang tua kita" seru Adam dalam hati.


Dan tidak lama kemudian Adam merasa ngantuk dan ia pun tertidur, berharap semua yang terjadi hari ini adalah mimpi.

__ADS_1


Bersambung!..


****


__ADS_2