Terjebak Pergaulan Bebas

Terjebak Pergaulan Bebas
Bab 40 Lembaran Baru


__ADS_3

Beberapa tahun kemudian....


Saat ini Mutia dan raja sudah menjadi keluarga yang bahagia, dan bukan hanya itu mereka juga di karuniai seorang anak perempuan lagi yang usianya kini sudah menginjak 19 tahun.


Sedangkan adelio kini sudah berusia 24 tahun dan berkerja di rumah sakit sebagai seorang Dokter.


Saat ini adik perempuan nya yang bernama sela sedang kuliah dan mengambil jurusan dokter, Mutia dan raja tidak pernah melarang, karena anak nya itu berhak memiliki mimpi nya masing-masing, lagi pula kalau dalam satu keluarga hanya bisa memasak kurang seru juga, sehingga Mutia dan raja tidak pernah menuntut untuk ke dua anaknya tersebut mengambil sebuah impian yang sama dengan ibu dan ayahnya ini.


"Nggak kerasa ya pa, anak kita sekarang sudah pada remaja" ucap Mutia saat sedang mengobrol di ruang tv bersama raja


"Iya ma, waktu begitu cepat, bahkan papa saja tidak menyangka akan secepat ini" jawab raja


Adelio dan sela, menjadi anak yang pintar dan rajin saat ini, tentu saja itu berkat didikan dari Mutia


Mutia benar- benar mendidik anak- anak nya itu dengan pengalaman yang ia punya di masa lalu, sehingga anak nya yang sudah dewasa itu tidak pernah macam- macam dibelakang nya, namun itu adelio sedangkan anak perempuan nya yang sedang kuliah ini entah bagaimana.


Dan begitu lah kisah nya yang di masa lalu penuh lika-liku namun di masa sekarang ia selalu merasa bahagia.


***


Sela mempunyai dua sahabat yaitu Salsa, dan Rina meraka bersahabat sudah dari SMA hingga sampai saat ini.


Di kampus sela sedang dekat dengan lelaki yang bernama adam, dia juga sama seperti sela yang mempunyai dua sahabat yaitu Rifki dan Aldi.


Saat itu sela sedang menonton konser dengan teman-temannya yang lain, dan saat pulang sela di antar kan oleh Adam.


**


Karena sudah larut malam tidak terasa sela pun tertidur sambil memegang pinggang Adam supaya tidak jatuh, beberapa menit kemudian motor itu pun sampai di rumah sela


Didalam hati Adam tidak enak mau membangunkan sela yang tertidur pulas di pundaknya, sekitar 10 menit sela pun terbangun


"Maaf Adam aku ke tiduran ya, kenapa nggak bangunin aku?"


"Aku nggak enak bangunin kamu yang tertidur pulas"


"Ya udah gapapa, terimakasih banyak sudah anterin aku pulang"


"Iya sama- sama, masuk gih sana sudah malam"


"Iya suda jalan sana"


"Masuk saja dulu baru aku jalan"

__ADS_1


Sela pun masuk dan Adam pun pulang, sesampainya di kamar sela langsung menjatuhkan dirinya ke tempat tidur sambil tersenyum malu.


Tidak lama kemudian adam pun juga sampai di rumah dan langsung menuju kamarnya  "Gilaaaaa huuuuhhh, bener- bener gila aku ini, di banyak orang aku ngungkapin perasaa aku gilaa malunya, mau ditaro mana mukaku" seruh Adam dan langsung berbaring di tempat tidur dan memejamkan matanya.


Sewaktu di konser tadi Adam mengungkapkan perasaan nya kepada sela, tetapi saat itu sedang berinsik sehingga membuat sela tidak mendengar perkataan tersebut.


Keesokan paginya sela pun bangun dan berangkat ke kampus, sesampainya di kampus dia menunggu sahabat yaitu Salsa dan Rina di depan kampus setelah bertemu mereka langsung masuk ke dalam kelas, Adam pun juga datang bersama Rifki dan Aldi dan masuk kelas.


Tidak lama kemudian dosen pun masuk dan menjelaskan, "Kita akan kedatangan mahasiswa dari luar negeri yang pandai dan dapat beasiswa di luar negeri, dan sekarang dia di rekomendasikan untuk ke kampus Kita, untuk belajar bersama kerja sama nya murid-murid" ucap dosen dan mempersilahkannya masuk, dan betapa kagetnya Adam pas melihat mahasiswa baru tersebut.


Dia adalah orang yang sangat dia kenal yaitu Reni yang ambisinya lulusan luar negeri, Reni pun masuk dan memperkenalkan dirinya dan setelah itu dosen pun mempersilahkan Reni duduk, reni pun duduk di bangku kursi dan selalu melirik Adam.


Rifki dan Aldi pun kaget melihat kedatangan Reni "gawat ni, ngapain dia datang lagi ke sini" seruh Rifki dalam hati


Adam pun hanya bisa terdiam, saat dosen keluar Adam pun langsung keluar kelas bersama Rifki dan Aldi.


"Adam mau kemana?" Tanya Rifki memanggil tegar yang sudah berjalan duluan ke depan dan langsung mengejarnya.


"Aku Bingung kenapa Reni tiba- tiba ada Disni"


"Terus bagaimana dengan perasaan kamu ke Reni?" Tanya Rifki


Adam pun tidak mengatakan apa-apa, hanya bisa diam tanpa mengeluarkan satu kata pun dari mulut nya, dan Rifki pun hanya bisa diam melihat sahabatnya itu.


Tidak lama kemudian Reni pun keluar dan mencari- cari Adam namun tidak menemukan nya, Reni pun malah melihat Aldi berdiri di lorong sambil melihat pengumuman, Reni pun langsung menghampiri Aldi


"Hai Aldi apa kabar? Lama kita tidak pernah ketemu ya, oh iya kamu lihat Adam nggak?" Tanya Reni


"Baik, aku nggak tau Adam pergi kemana, karena Adam Tidak bilang sama aku mau kemana"


"Gitu ya, yasudah terimakasih" ucap Reni dan langsung pergi meninggalkan Aldi


Aldi pun menarik nafasss sambil memegang dadanya "ngapain sih dia datang lagi" seruh nya


Tidak lama kemudian Rifki dan Adam pun datang menghampiri nya, dan Andi pun langsung mendekat


"Ada apa?" Tanya Rifki


"Tadi Reni datang cari Adam, terus aku bilang saja nggak lihat"


"Ngapain sih dia cari kamu Adam" ucap Rifki


"Sudah aku duga, dia pasti akan mencariku" ucap Adam dan langsung pergi meninggalkan Rifki dan Aldi dan berjalan menuju ruangan praktek.

__ADS_1


Tiba-tiba di sana sudah ada Reni menunggu nya "aku mau bicara sama kamu" ucap reni


Adam pun langsung menoleh "bicara disini?"


"Bukan disini, tapi di tempat lain" ucap Reni dan Adam pun hanya bisa mengikuti perkataan Reni, lalu mereka pun pergi bersama dan mencari tempat untuk bicara.


"Kita bicara di sini aja." Ucap adam karena tidak ingin lama- lama bersama Reni


"Aku mau bilang, aku mau minta maaf karena sudah meninggalkan kamu, maafin aku yang lebih memilih ke luar negeri dan sampai sekarang pun aku sayang sama kamu dan nggak bisa lupain kamu, aku kembali ke Jakarta karena kamu"


"Maaf Reni aku sekarang nggak bisa untuk berfikir kesana dan aku sekarang hanya fokus kuliah"


"Tapi kita bisa mulai lagi dari awal, kita bisa Kok jalani ini semua bersama- sama sambil kuliah"


"Maaf Reni aku nggak bisa" ucap Adam tanpa berfikir panjang Adam pun pergi meninggalkan Reni sendiri.


Reni pun merasa sangat bersedih dan merenungi dirinya sendiri, Adam pun merasa bimbang dan bingung, lalu Adam pun mendatangi Rifki dan memanggil Rifki untuk pulang "Rifki panggil Aldi pulang bareng"


"Dia nggak bisa soalnya mau jalan sama Rina, jangan di ganggu dia lagi PDKT sama Rina" ucap Rifki


Mereka pun pergi meninggalkan kampus namun kali ini Adam tidak pulang kerumahnya namun pergi kerumah Rifki


"Aku kerumah kamu ya" ucap Adam


"Oke ayo" sahut Rifki


Sesampainya di rumah Rifki, Adam pun langsung masuk kamar dan melempar dirinya ke tempat tidur.


"Aku tau kamu pasti ada masalah, ini pasti gara-gara Reni, kalau begitu aku ambil minum sama makan dulu" ucap Rifki


"Oke, terimakasih Rifki" ucap Adam


"Anggap saja rumah sendiri" ucap Rifki dan langsung keluar kamar dan masuk ke dapur mengambil makanan dan setelah itu masuk lagi ke kamar.


"Dam, aku tau hati kamu sekarang lagi bimbang, kalau boleh aku kasih saran sama kamu, kamu mendingan ikuti kata hatimu saja dan jangan paksakan hatimu jika memang tidak sesuai dengan perasaan kamu" ucap Rifki sambil menepuk pundak Adam


"Terimakasih Rifki, kamu memang sahabat terbaikku" ucap Adam


"Iya sama- sama, makan dulu nanti lanjutin lagi ceritanya, yang penting perutmu terisi dulu dengan makanan agar lebih tenang saat menceritakan nya lagi" ucap Rifki menyuruhnya makan.


Bersambung!


****

__ADS_1


__ADS_2