Terjebak Pergaulan Bebas

Terjebak Pergaulan Bebas
Bab 65 Di Terima Kerja


__ADS_3

Malam pun semakin larut dan pesta pun semakin ramai dan semakin asyik, teman-teman yang lain sedang asyik bergoyang menikmati malam perpisahan.


Saat itu sela sedang duduk di kursi, ia sedang menikmati makanannya, sedangkan Adam yang duduk di sebelahnya hanya memandangi sela yang lagi makan.


"Kamu kenapa nggak makan, malah ngeliatin aku terus" ucap sela


"Aku gak laper, aku cuma pengen puas-puasin ngeliat muka kamu"


Tidak lama kemudian teman-temannya menghampiri mereka berdua, dan Rifki mengajak mereka berdua untuk bergoyang menikmati malam perpisahan, namun sela menolaknya.


"Aku harus cepat pulang, aku takut tidak akan di ijinin keluar rumah lagi, kalau kita terlalu pulang larut malam" ucap sela


"Iya juga sih, bener kata sela, aku juga takut kalau sampai Tante Mutia marah kepadaku, dan tidak mempercayai aku lagi, nanti Tante Mutia malah melarang kita untuk berteman dengan sela karena kita sudah membohonginya". Ucap salsa yang merasa khawatir dengan ucapan sela tadi.


Dan akhirnya mereka pun sepakat untuk pulang, sela pun langsung menghubungi kakaknya dan mengatakan bahwa sudah jam 10 malam dan dia harus segera pulang takut mama tidak memberikan ijin keluar rumah lagi.


Adelio pun mengiyakan ucapan adiknya, lalu bergegas pergi menjemput adiknya di kampus.


Sesampainya di kampus adelio menelpon adiknya dan mengatakan kalau dia sudah berada di depan kampus.


"Adam, aku pulang duluan ya," ucap sela


"Iyaa sayang".


Lalu sela, salsa dan Rina pun berjalan ke arah depan kampus, saat mereka mau naik mobil tiba-tiba adelio keluar dari mobil.


"Kakak mau bicara sama Adam" ucap adelio


Sela pun kaget dengan ucapan kakaknya, "Kakak mau bicara apa dengan Adam?" Tanya sela


"Ada yang mau kakak bicarakan, mana Adam?"


"Adam sudah pulang kakak", ucap sela dengan sedikit khawatir di wajahnya.


"Padahal kakak mau bicara sama dia tentang hubungan kalian bagaimana nantinya". Seru adelio


Mendengar perkataan adelio seperti itu sela pun langsung cepat mengatakan, "Adam pasti masih ada di parkiran, coba aku telfon dulu", ucap sela dan langsung menelepon Adam.


Tidak lama kemudian hp Adam pun berdering dan langsung mengangkat nya.


"Hallo sayang ada apa?" Tanya Adam


"Kamu dimana, sudah pulang belum?"


"Aku masih di parkiran motor, ini baru mau pulang, emngnya ada apa?"


"Kak adelio mau bicara sama kamu, kamu bisa Kesini nggak ketemu Kak adelio?"


"Iya sayang bisa, aku kesana sekarang" ucap Adam dan langsung mematikan telponnya dan memasukkannya kedalam saku celananya.


"Kak adelio mau ketemu denganku", ucap Adam kepada Aldi dan Rifki


"Waduh gawat nih, jangan-jangan kakak nya sela marah lagi gara-gara kamu ketemu sama sela di kampus tadi". Ucap Rifki


"Kak adelio tidak marah kok soal aku ketemu sama sela, dia justru mendukung hubungan aku dengan sela, dia hanya ingin bertemu katanya ada yang mau di bicarakan".


"Ya sudah ayo kita kesana" ucap Aldi


Lalu mereka pun menghampiri sela yang berada di depan kampus.


Sesampainya di sana, Adam pun menghampiri adelio, "Ada apa kak?" Tanya Adam


"Kita bicara disana saja" ucap adelio agak menjauh dari sela dan teman-temannya yang lain.


Sesampainya di tempat yang ditunjukkan oleh adelio, adelio pun langsung bertanya, "Bagaimana soal hubungan kamu dengan adik saya?"


"Aku akan tetap memperjuangkan hubungan kita Kak, sampai orang tua kita masing-masing merestui nya".


"Apa kata-kata kamu bisa saya percaya?" Ucap adelio yang sedikit meragukan ucapan Adam


"Bisa sekali kak, aku tidak memperdulikan diriku sendiri demi sela, aku sangat mencintai sela kak, aku tidak akan pernah menyakiti sela", ucap Adam dengan begitu tegas meyakinkan adelio.


"Oke aku percaya dengan pengorbanan kamu kepada adikku yang telah kamu tunjukkan sebelumnya ke adikku, kakak akan mendukung hubungan kalian, tapi jangan sesekali kamu kecewakan adikku karena saya tidak akan tinggal diam". Ucap adelio yang sedikit mengancam.

__ADS_1


"Iya kak, aku tidak akan mengecewakan sela, terima kasih karena Kakak sudah mau memberikan aku kepercayaan".


"Sama-sama, tapi ingat kakak akan pegang kata-kata kamu itu, orang tuaku besok akan balik ke Bandung, kamu bisa ketemu sela kapan saja, dengan alasan kakak akan tinggal di Jakarta untuk sementara waktu menjaga sela bertemu dengan kamu, dan kerjaan Kakak di Bandung jadi pending, dan diganti oleh teman kakak, demi hubungan kalian pekerjaan kakak, saya tinggalkan".


"Maaf ya kak sudah merepotkan kamu".


"Tidak apa-apa, cuma nanti ada harganya setelah kamu kerja, kamu ganti semua kerugian kakak, karena beberapa hari Kakak tidak masuk, dan itu di ganti dengan teman kakak, dan kakak harus membayar lebih kepada teman kakak".


"Pasti kak, Adam akan ganti semua kerugian kakak nanti kalau Adam sudah kerja"


"Santai saja kakak sekarang lagi nggak perlu uang Banget kok hehehe" ucap adelio sambil menepuk punggung Adam


Adam pun tersenyum, hatinya sedikit bahagia karena mendapatkan dukungan dari adelio.


Setelah selesai mengobrol mereka berdua pun kembali ketempat nya, dan mereka semua pulang kerumahnya masing-masing.


Sekitar 40 menit sela pun sampai dirumah, sela pun langsung masuk ke dalam, Rina dan salsa pun ikut masuk, di sana sudah ada mama Mutia sedang beres-beres barang.


"Mama mau kemana?" Tanya sela


"Besok mama mau balik ke Bandung, biasa pekerjaan papamu, oh iya jangan kamu kira mama sama papa balik ke Bandung terus kamu bisa sesuka hatimu, mama sama papa tetap melarang kamu berhubungan dengan pria yang bernama adam itu".


"Iya ma sela tau, sela akan mendengarkan perkataan mama, dan akan menjauhi Adam" ucap sela dengan nada sedikit sedih


"Selama mama dan papa tidak ada di Jakarta, ada kak adelio yang akan mengawasi kamu, jadi kamu tetap tidak boleh kemana-mana, ngerti kamu".


"Iya ma, sela mengerti".


Salsa dan Rina pun menyapa mama Mutia dan mengatakan, "Tante kami pulang dulu ya sudah larut malam".


"Ya sudah kalian hati-hati di jalan, kalian naik apa?"


"Naik mobil, aku bawa mobil Tante", ucap salsa


Dan mereka berdua pun pergi meninggalkan rumah sela.


"Ma, sela masuk kamar dulu, mau istirahat", ucap sela dan langsung pergi menuju kamar, karena kecepean sesampainya di kamar sela langsung membaringkan tubuhnya di kasur lalu tidur.


"Papa sudah mau balik ke Bandung lagi ya", ucap sela


"Iya sayang, papa harus balik ke Bandung karena pekerjaan, kamu ingat pesan papa ya jangan berhubungan dengan pemuda itu lagi".


"Namanya Adam pa"


"Papa gak mau tau namanya siapa, yang papa tau dia itu anak si penipu itu"


"Adam bukan penipu pa, dia anaknya baik, jujur, pintar dan dia juga rajin beribadah".


"Walaupun dia anaknya baik dan rajin beribadah tapi dia tetap anak penipu, dan orang tuanya pernah menipu keluarga kita nak, kamu harus mengerti hal itu, kakak kamu akan tinggal di Jakarta beberapa hari untuk mengawasi kamu supaya tidak ketemu dengan pemuda itu lagi".


"Iyaa pa".


"Hati-hati di rumah, jaga kesehatan tidak usah kemana-mana, kalau ada perlu harus pergi sama kakak kamu". Ucap mama mutia


Sela pun mengangguk, lalu mama dan papa nya masuk ke dalam mobil.


"Jaga adik kamu, awasi dia, larang dia keluar rumah, apa lagi menemui laki-laki itu" ucap Mutia kepada adelio


"Okee ma siap" jawab Adelio


Lalu raja dan Mutia pun berangkat menuju Bandung.


"Hari ini kamu di rumah saja, tidak usah kemana-mana karena mama, papa baru berangkat ke Bandung". Ucap adelio


"Iya, sela tau kak, kalau gitu sela mau masuk ke kamar dulu", ucap sela dan langsung masuk kamar.


Sela menghabiskan hari-hari nya hanya dirumah, aktivitasnya menonton tv, menyiram Bunga di taman, dan makan.


Waktu pun berlalu sudah 2 Minggu sela tidak pernah keluar rumah, adelio pun merasa kasihan kepada adiknya.


Saat itu sela sedang menonton tv dan adelio Menghampiri nya.


"Dek, kamu nggak mau kerja? Dari pada cuma di rumah nonton tv aja, mendingan kamu kerja". Ucap adelio

__ADS_1


"Aku sudah kirim lamaran kerja di rumah sakit kak, ini tinggal tunggu panggilan saja". Ucap sela


"Semoga di terima ya dek, atau adek mau kakak bantuin supaya cepat di terima kerja di rumah sakit? Kakak kan banyak kenalan, siapa tau kamu bisa kerja di salah satu rumah sakit yang kamu sukai".


"Ngga usah kak, sela nggak mau kakak sampai bantuin, sela mau mandir, lagian sela lebih suka kerja dimana tidak ada satu orang pun yang mengenal keluarga kita".


"Iya juga sih, Yaudah kalau gitu Kakak cuma bisa mendukung adek aja".


"Terimakasih ya kak, Kakak memang yang terbaik sedunia".


Tidak lama kemudian bibi datang, membawa sebuah surat.


"Non sela, ada surat buat non" ucap bibi


"Iya Bi terimakasih". Ucap sela mengambil surat itu dan langsung membacanya.


Ternyata surat itu adalah surat bahwa sela di terima kerja di rumah sakit tempat ia melamar.


"Kakak aku di terima kerja dan mulai besok aku sudah boleh masuk, aku seneng banget terimakasih kak selalu mendukung sela".


"Iya sama-sama dek", ucap adelio yang ikut bahagia melihat adiknya begitu bahagia.


Sela pun berlari ke kamar nya, ia pun menelpon teman-temannya yang lain untuk menyampaikan kalau dia sudah dapat surat panggilan kerja dan besok sudah bisa masuk kerja.


Sela pun menelpon adam, hp Adam pun berdering dan langsung mengangkat nya.


"Hallo sayang ada apa?" Tanya Adam


"Aku sudah di terima kerja, dan besok sudah bisa masuk, barusan aku dapat surat panggilan nya".


"Aku juga barusan dapat surat tapi belum aku baca, aku baca dulu ya, nanti aku kabari, soalnya sekalian aku mau ke WC dulu nanti aku telpon balik". Ucap Adam


Dan setelah itu hp sela berdering, salsa yang menelepon, sela pun langsung mengangkat nya.


"Hallo salsa ada apa?" Tanya sela


"Sel, aku dapat surat panggilan kerja, besok sudah masuk, aku senang banget karena kita bisa kerja bareng di rumah sakit yang sama", ucap salsa merasa bahagia.


"Iya aku juga senang banget, terus Rina gimana? Dia dapat juga gak?"


"Iya dia juga dapat surat panggilan kerja, pokoknya semua teman kita di terima di rumah sakit itu, ini semua berkat Rifki", ucap salsa keceplosan karena sangking bahagia


"Kok bisa sih? Pasti ada orang dalem ya, mangkanya kita bisa di terima semua". Ucap sela merasa curiga dengan ucapan salsa.


Karena sudah keceplosan salsa pun menceritakan nya kepada sela.


"Sebenarnya ayah Rifki pemilik rumah sakit itu, ayahnya mau Rifki kerja disitu, tapi Rifki nggak mau kerja di rumah sakit itu karena dia nggak mau kerja satu rumah sakit dengan ayahnya, terus aku bilang ke Rifki demi teman-teman yang lain yang ingin kerja dirumah sakit itu, bisa kah kamu mengalah, dan akhirnya Rifki pun mengalah dengan catatan semua sahabat nya di terima kerja di rumah sakit itu, dan ayahnya pun menyetujui karena kamu dan Adam juga kan salah satu siswa yang berprestasi".


"Gitu ya, kok Rifki gak pernah cerita ya sama kita-kita kalau ayahnya pemilik rumah sakit itu".


"Aku saja pacar nya nggak tau, aku tau juga baru-baru kemarin ini, lagian aku juga nggak pernah nanya-nanya soal dia sih, heheh, sudah dulu ya aku mau bantuin mama ku masak, daaaaahh" ucap salsa dan langsung mematikan telponnya.


Dan tidak lama kemudian Adam pun menelpon sela, dan dia langsung mengangkat nya.


"Sayang, aku diterima kerja di rumah sakit yang sama dengan kamu" ucap Adam


Sela pun pura-pura kaget karena dia sudah tau kalau Adam juga kerja di rumah sakit yang sama dengannya.


"Syukur deh Kalau gitu, aku senang banget dengarnya"


"Iya sayang, aku seneng banget bisa kerja bareng sama kamu, jadi kita bisa ketemu setiap hari".


"Heheh iya sayang aku juga senang". Ucap sela


"Ya udah Kalau gitu, sudah dulu ya aku mau makan, sampai ketemu besok ya sayang" ucap Adam


"Okee sayang". Ucap sela


Setelah selesai menelpon sela pun menaruh handphone di meja, setelah itu dia berbaring untuk tidur.


Bersambung!


*****

__ADS_1


__ADS_2