
Rifki langsung menghampiri Adam yang sedang mengobrol dengan Reni, lalu membisikan di telinga Adam, "sela sudah pulang, dia sekarang ke parkiran mobil".
Mendengar perkataan Rifki, Adam pun langsung berlari untuk mengejar sela menuju parkiran mobil, dia juga tau sela tidak akan kemana mana, karena kunci mobilnya ada di tangan dia.
Disisi lain sela pun mencoba menunggu angkot, sambil berfikir mencari alasan untuk orang tuanya tentang mobilnya.
"Kalau papa sama mama tanya soal mobil, aku mau bilang apa ya, oooh iya aku bilang saja kalau mobilku mogok, jadi aku tinggalin gitu aja deh", seru sela dalam hati.
Tidak lama kemudian angkot pun lewat, sela pun menghentikan angkot nya, dan saat mau naik tiba tiba adam datang lalu menarik tangan sela.
"Biar aku yang antar kamu pulang, pak maaf tidak jadi silahkan jalan lagi saja" ucap Adam menyuruh supir angkot itu pergi, dan supir angkot pun berjalan.
Sela yang emosi melihat Adam, melepaskan tangannya yang di pegang oleh Adam.
"Biar aku yang mengantar kamu pulang" ucap Adam
"Tidak usah, mana kunci mobilku, biar aku saja yang nyetir, aku juga bisa bawa mobil sendiri, jadi tidak perlu diantarkan orang lain", ucap sela yang merasa kesal dengan Adam
Mendengar perkataan sela yang seperti itu, Adam mulai merasa bersalah, karena dia tau kalau sela sudah emosi dengan nya.
Lalu Adam langsung menarik tangan sela dan menyuruh nya untuk masuk ke dalam mobil, namun sela bersikuat tidak mau masuk.
"Ayolah sel, kamu jangan kek gitu, pliss naik ya", ucap Adam mencoba membujuk sela.
Sela pun dengan terpaksa naik ke mobil, lalu Adam pun membunyikan mesin mobilnya, dan pergi dari tempat parkiran.
Sela masih merasa kesal dan kecewa kepada Adam, dia melihat ke jendela tanpa melihat muka Adam, dan dua juga hanya berdiam diri tanpa mengeluarkan satu kata pun.
Adam sangat mengerti kalau sela pasti cemburu dan kesal kepada nya, dia menyadari itu, tapi dia punya alasan yang jelas.
Adam pun mencoba mencari tempat yang bagus untuk menceritakan nya, setelah berfikir dia tau tempat yang bagus untuk cerita, dia langsung memutar arah mobil sela, lalu menuju wisata pegunungan.
20 menit kemudian Adam pun sampai, disana dia bisa pemandangan di bawah yang merupakan pusat kota Jakarta, sungguh indah jika dilihat malam hari.
"Ngapain Kesini, aku mau pulang" ucap sela
Adam pun mencoba menjelaskan dengan baik, "duduk disini dulu geh, aku mau ngomong sesuatu"
"Mau ngomong apa lagi?" Tanya sela
"Kamu pasti marah sama aku, gara-gara kamu lihat aku mengobrol dengan Reni, mangkanya aku mau coba untuk menjelaskan nya ke kamu, biar gak salah paham"
Sela pun turun dari mobil, lalu duduk di samping Adam.
"Aku cuma memberitahu kepada Reni, bahwa ada laki laki yang benar benar mencintai nya dengan tulus yaitu David, yang dulu pacarnya Reni dan sekarang Reni meninggalnya karena orang tua David bangkrut, lalu aku memberi saran kepada Reni agar tidak menyia-nyiakan seseorang yang benar benar mencintainya dengan sepenuh hati, aku ngelakuin hal itu juga supaya Reni tidak menggangu hubungan kita lagi, dan sekarang Reni sudah menerima David apa adanya sebagai kekasih nya" ucap Adam menjelaskannya dengan jelas dan meyakinkan.
__ADS_1
"Masih sih, kamu nggak bohong kan? Supaya aku mau memaafkanmu?" Tanya sela tidak percaya.
"Ya engga lah yang, kan cuma kamu yang aku sayang, nggak mungkin aku menghianati kamu, intinya kamu yang terbaik buat aku, dan aku janji tidak akan pernah meninggalkanmu meskipun nanti didepan sana banyak rintangan yang memisahkan kita, aku akan tetap mencoba mempertahankan hubungan kita apa pun rintangan nya, jadi kamu jangan salah paham ya, cintaku sudah milikmu sepenuhnya jadi kamu jangan khawatir kalau aku bakal berpaling dengan yang lain, karena hal itu tidak akan terjadi." ucap Adam sambil tersenyum manis kepada sela
Sela pun merasa bersalah karena sudah salah paham, ia pun langsung memeluk Adam lalu berkata, "maafkan aku adam, karena aku sudah salah paham denganmu, seharusnya aku percaya sama kamu kalau kamu tidak mungkin akan menghianati aku, maafin aku ya karena rasa cemburu aku menjadi egois".
"Kamu masih belum bisa melihat ketulusan hati ku ya?"
"Sudah kok, aku sudah melihat ketulusan hatimu makanya aku memilih diam, dari pada harus berdebat denganmu, supaya kamu juga menyadarinya kalau aku sedang marah dengan kamu".
Adam pun langsung merangkul sela, "Yaudah lupain aja masalah ini, jangan ngambek lagi ya" ucap Adam
Sela pun mengangguk, dan tidak lama kemudian hp sela berdering, lalu sela melihat handphone ternyata mama nya yang menelpon, ia pun langsung mengangkat nya.
"Hallo ma" ucap sela
"Kamu belum pulang?" Tanya Mutia
"Sudah ma, ini aku lagi dijalan mau pulang" jawab sela
"Belikan papamu martabak dulu ya"
"Martabak apa ma? Martabak telur apa martabak manis?"
"Martabak manis saja"
"Tunggu dulu nak"
"Ada apa lagi ma?"
"Jangan terlalu lama ya, soalnya sudah larut malam, abis beli martabak kamu langsung pulang ya"
"Iya ma".
Sela pun langsung mematikan telponnya, lalu ia berbicara kepada Adam, "aku mau cari martabak dulu, tadi mamaku nyuruh membelikan martabak"
"Yaudah ayok cari martabak nya, sekalian kita pulang".
Mereka masuk kedalam mobil, lalu mencari martabak untuk orang tua sela.
"Kita beli martabak nya yang paling spesial ya sayang, di tempat yang mahal, kan buat calon mertua aku hehehe" ucap Adam
"Nggak usah cari di pinggir jalan saja, yang penting rasanya enak, dan aku punya langganan martabak yang enak, nanti aku kasih tau tempat nya".
Tidak lama kemudian mereka pun sampai di tempat martabak langganan sela, lalu sela pun turun dari mobil.
__ADS_1
"Mas, martabak manis nya tiga ya"
"Siap mba", ucap mas nya.
Sela pun duduk di kursi, menunggu martabak nya yang sedang dibuat oleh pedagang nya, Adam yang turun dari mobil pun duduk di sebelah sela.
"Kamu sering kesini ya kalau beli martabak?" Tanya Adam penasaran.
"Iyaa, kalau pingin makan martabak pasti aku beli Disni, dulu yang jualan itu bapaknya sekarang yang jualan ini anaknya, dan rasanya masih tetap enak, mangkanya aku selalu langganan disini"
Adam pun hanya mengangguk.
"Oh iya, besok aku mau ke rumah sakit sama salsa, mau minta tanda tangan dokter Raka, soalnya kemarin gak sempet minta karena sudah kacau".
"Pokoknya aku harus ikut, sebenarnya males banget si liat mukanya tu orang, tapi aku takut kamu kenapa kenapa, jadi aku harus ikut."
"Iya deh kamu boleh ikut, jangan jeles gitu dong kan aku cuma minta tanda tangan doang, habis itu pulang lagian sama salsa juga".
"Iyaa aku ngerti kok sayang" ucap Adam
Tidak lama kemudian mas nya pun datang, "ini mba martabak nya, saya kasih bonus 1 buat Mba nya, karena sudah langganan"
"Terimakasih kasih mas, memang masnya terbaik hehehe" ucap sela sambil tersenyum melihat masnya
"Sama sama mba" jawab masnya.
Setelah membayar martabak nya, Adam dan sela masuk kedalam mobil, lalu pergi menuju pulang.
"Besok kamu mau kerumah sakit jam berapa?" Tanya Adam sambil menyetir
"Jam 9"
"Oke deh, sebelum jam 9 aku sudah ada didepan rumahmu"
"Apaan si orang tua ku masih dirumah, kamu mau kena marah?"
"Ooh iya aku lupa"
"Kita ketemu di rumah Rifki aja gimana?"
"Okee".
Setelah 25 menit perjalanan mereka pun sampai dirumah Rifki, lalu Adam turun dari mobil dan sela pun mengucapkan terimakasih kepada Adam, setelah itu sela pergi menuju rumahnya, sesampainya dirumah sela pun langsung masuk kedalam rumah nya dan langsung memberikan martabak nya ke orangtuanya.
Bersambung!
__ADS_1
****