Terjebak Pesona Mama Muda

Terjebak Pesona Mama Muda
Bab. 30. Bercumbu Mesra.


__ADS_3

Sejak kedatangan Gesya ke rumahnya, Arthur semakin menjauhi wanita itu. Apalagi saat berada di kampus, sebisa mungkin dia menyembunyikan diri walaupun wanita itu malah semakin agresif untuk mendekatinya.


Seperti saat ini, dia yang sedang menikmati makanan bersama dengan teman-temannya merasa sangat emosi dengan kedatangan wanita itu yang langsung duduk dipangkuannya.


Brak! Suasana kantin yang tadinya ramai berubah hening saat Arthur menggebrak meja yang ada di hadapannya, sampai membuat teman-temannya terlonjak kaget.


"memang setan, lo, Thur!" ucap Dewa, hampir saja dia tersedak bakso yang sedang dia makan.


Arthur yang sudah panas membara langsung menarik tengan Gesya dan membawanya pergi dari sana, dia begitu emosi dengan apa yang wanita itu lakukan hingga menjadi pusat perhatian banyak orang.


"Sa-sakit, Thur!"


Gesya mencoba melepaskan cekalan tangan Arthur tetapi lelaki itu mencengkram tangannya dengan kuat dan menariknya menjauh dari keramaian.


Arthur lalu melepaskan tangan Gesya saat sudah berada di lorong yang sepi, terlihat wanita itu meringis sambil memegangi tangannya yang memerah.


"Sebenarnya harus bagaimana lagi aku bicara denganmu, Gesya! Aku sudah bilang, kalau aku tidak ingin menikah denganmu!"


Suara Arthur menggema dilorong itu, tetapi sepertinya Gesya tidak ingin menyerah untuk mendapatkannya.


"Ayolah, Arthur! Apa kau benar-benar tidak ingin menikah denganku?"


Gesya merapatkan tubuhnya ke tubuh Arthur sampai punggung lelaki itu membentur dinding, dia lalu mengalungkan tangannya dileher Arthur walaupun lelaki itu memberontak.


"hentikan, Gesya! Sebelum aku berbuat kasar padamu!"


"Aku sangat mencintaimu, Arthur! Sejak dulu, rasa cintaku tidak pernah berkurang. Apa kau tidak bisa merasakannya?"


Gesya mendekatkan wajahnya sampai hidung mereka bersentuhan, dia bahkan bisa merasakan hembusan napas Arthur yang menerpa wajahnya.


"Kau cantik, bahkan sangat cantik! Tapi maaf, aku tidak mencintaimu!"


Arthur mencoba untuk mendorong tubuh Gesya tetapi wanita itu malah menabrakkan bibirnya tepat ke bibir Arthur membuatnya terkejut dan terpaku.

__ADS_1


Gesya langsung melummat bibir seksi Arthur tanpa memberikan kesempatan pada lelaki itu untuk menolak, dia menggigit bibir Arthur agar lelaki itu mau membuka mulut membiarkannya mengeksplor seluruh kenikmatan.


Lili, yang baru selesai mengajar memilih untuk lewat dari lorong yang ada di belakang Fakultas Hukum, agar bisa langsung tembus ke samping ruangannya.


Akan tetapi, langkahnya terhenti saat melihat sepasang kekasih sedang bercumbu dengan mesra, darahnya mendidih karna perbuatan yang tidak sepantasnya dilakukan ditempat menuntut ilmu.


"Ekhem!"


Arthur yang mendengar suara seseorang langsung mendorong tubuh Gesya dengan kuat sampai wanita itu mundur beberapa langkah ke belakang, dia lalu terbelalak saat melihat Lili berdiri tepat di hadapannya.


Untuk beberapa saat suasana menjadi hening, Lili tidak menyangka kalau lelaki yang sedang bercumbu mesra ternyata adalah Arthur. Hatinya terasa sesak, tetapi sekuat tenaga dia mencoba untuk mengendalikan diri.


"B-Buk-"


"saya harap ini tidak akan terjadi lagi! Ini adalah tempat untuk menuntut ilmu, tidak sepantasnya kalian melakukan hal seperti itu di sini!" ucap Lili, matanya yang sejak tadi melihat Arthur beralih melihat ke arah Gesya yang sedang menatapnya tajam.


"Kalian sudah dewasa, saya rasa kalian tau apa yang pantas dan tidak pantas untuk dilakukan!"


"Kenapa? Kenapa kami harus melakukan itu?"


Lili menghentikan langkahnya saat mendengar suara Gesya, sementara Arthur sudah mengepalkan tangannya melihat wanita itu.


Lili berbalik, dan menatap Gesya. "Saya tidak perlu menjawabnya, karna anda sendiri sudah tau apa yang seharusnya anda lakukan di tempat ini!"


"lalu kenapa kalau aku tidak peduli?"


"Tutup mulutmu, Gesya!"


Rahang Arthur mengeras dengan wajah merah padam menahan emosi, sepertinya wanita itu sengaja ingin memancing keributan dengan Lili.


"Saya hanya memperingatkan, karna saya adalah salah satu pengajar di tempat ini. Tapi kalau anda tidak mau mendengarnya, maka saya tidak akan memaksa! Tapi ingat, saya tidak akan tinggal diam jika anda mempermalukan kampus ini!"


Lili berbalik dan pergi meninggalkan sepasang sejoli itu, hati yang tadinya sedih kini berubah menjadi panas membara akibat ucapan wanita itu.

__ADS_1


Arthur terus melihat ke arah Lili pergi tanpa mengedipkan matanya, hatinya bergetar mendengar kata demi kata yang wanita itu ucapkan. Kini rasa cintanya semakin besar, walaupun saat ini Lili sama sekali tidak memperdulikannya.


"Kau lihat, bagaimana perilaku sok suci wanita pujaanmu itu!"


Arthur memalingkan wajahnya, dia berjalan mendekati Gesya yang menatapnya dengan tajam.


"aku peringatkan padamu, jika sekali lagi kau berani menggangguku atau mengganggu Buk Lili, maka aku akan benar-benar membalasmu tanpa belas kasihan!" ucap Arthur tepat diwajah Gesya membuat wanita itu sedikit ngeri.


"kenapa? Kenapa, Arthur? Kenapa kau malah mencintai wanita itu dari pada aku?" teriak Gesya, jangan tanya dari mana dia tau kalau Arthur mencintai Lili karna dia sudah mencari tau apa yang lelaki itu lakukan. Termasuk pendekatakannya pada Lili.


Arthur tidak peduli dengan apa yang Gesya ucapkan, baginya saat ini yang terpenting adalah Lili, dia harus segera menemui wanita itu untuk menjelaskan semuanya.


"Dasar bodoh! Kenapa aku tergoda dengan ciuman ular itu, sih? Dan kenapa pulak Buk Lili bisa ada di sana ....?"


Arthur mengusap wajahnya dengan kasar, sudah jatuh tertimpa tangga, itulah yang saat ini sedang dia rasakan.


Mencoba untuk tetap tenang, Arthur berjalan menuju ruangan Lili. Dia berharap agar wanita itu mau mendengarkan apa yang dia katakan, kalaupun Lili tidak mau, dia akan memaksa wanita itu sampai mau.


"Awas saja kau, Gesya! Kalau sampai Buk Lili marah padaku, maka aku akan membuat perhitungan denganmu!"


Sementara itu, Gesya sedang melampiaskan amarahnya dengan melempar buku-bukunya ke atas tanah. Dia merasa sangat kesal saat Arthur membela wanita itu, padahal dia jauh lebih segala-galanya dari Lili yang bahkan sudah berstatus seorang janda.


"Kita lihat saja, Lili! Aku tidak akan membiarkanmu merebut Arthur dariku! Aku akan tunjukkan kalau kau tidak pantas untuk bersaing denganku!"





Tbc.


Terima kasih yang udah baca 😘

__ADS_1


__ADS_2