Terjebak Pesona Mama Muda

Terjebak Pesona Mama Muda
Bab. 53. Kedatangan Sang Kakak.


__ADS_3

"Kau lihat, malam ini kita akan bersenang-senang, Arthur!"


Arthur membulatkan matanya saat melihat benda apa yang Gesya tunjukkan padanya, dia yakin kalau wanita itu sudah memasukkan sesuatu ketubuhnya melalui benda itu.


"Kau benar-benar gila! Kau tidak pantas berkeliaran di tempat ini, karna tempatmu adalah rumah sakit jiwa!"


Gesya kembali tertawa saat mendengar ucapan Arthur, sementara Arthur sendiri mulai menggesekkan tangannya di ponsel yang sedang dia genggam dibalik tubuhnya.


"ayolah, Arthur! Jangan jadi manusia munafik, aku tau kalau kau sebenarnya merindukanku!"


"Rindu? Yang benar saja, Gesya! Aku tidak mungkin merindukan wanita gila sepertimu!"


Tawa yang masih ada diwajah Gesya seketika lenyap saat mendengar ucapan Arthur, kemudian dia berbalik dan menyuruh dua orang pria yang ada di dalam mobilnya untuk keluar.


"Mau apa kali- aarggh!"


Bruk, Arthur merasa tubuhnya sangat lemas dengan kepala yang semakin bertambah pusing. Sekuat tenaga dia mencoba untuk menekan apa saja yang ada diponselnya sebelum kehilangan kesadaran.


"kalau kalian berani menyentuhku, maka aku akan membunuh kalian!"


"Wow, Arthur! Aku tidak menyangka kalau kau akan bertahan lama seperti ini, padahal lelaki lain langsung pingsan dalam hitungan detik saja!"


Gesya mulai mendekati Arthur yang sudah terkapar tidak sadarkan diri, dia lalu merebut ponsel yang ada ditangan lelaki itu yang sepertinya sedang menelpon seseorang.


"Wah, dalam keadaan seperti ini pun kau masih saja menelpon wanita sial*an itu?"


Gesya langsung mematikan panggilan telpon Arthur sebelum diangkat oleh Lili, dia lalu mengirim pesan pada wanita itu dengan seringai licik dibibirnya.


"Aku sudah memesan kamar untuk kita, apakah kau bisa memuaskanku malam ini? Aku akan membayarmu dengan mahal, tapi kau harus memuaskan aku! Bagaimana? Menarik bukan? Ayo kita bersenang-senang, Lili! Aku sudah tidak tahan untuk menidurimu dan menikmati tubuhmu!"


Gesya tertawa keras karna sudah berhasil mengirim pesan itu pada Lili, dia lalu menyimpan ponsel Arthur ke dalam saku celananya.


"cepat bawa dia ke dalam mobil!" perintahnya pada dua orang lelaki yang ada di belakangnya.


Kedua lelaki itu saling pandang, mereka lalu memperhatikan cctv yang ada di tempat mereka saat ini.


"kenapa kalian diam saja? Apa kalian tuli?"


"di-di sini ada cctv, Nona! Apa anda tidak-"

__ADS_1


"Aku tidak peduli dengan semua itu! Sekarang lebih baik kalian angkat dia ke dalam mobilku!"


Kedua lelaki itu segera melaksanakan apa yang Gesya perintahkan, wanita itu tidak takut apapun karna malam ini dia akan membuat benih Arthur bersarang dirahimnya.


Sementara itu, Lili yang menerima pesan dari Arthur langsung menjatuhkan ponselnya sampai membuat semua keluarganya terlonjak kaget.


"Ada apa, Li?"


Kiki segera mengambil ponsel Lili dan meletakkannya di atas meja, dia lalu menuntun Lili untuk duduk di sampingnya karna wanita itu sangat pucat saat ini.


"Ada apa, Sayang?"


Ibu Tasya dan Ayah Barra juga melihatnya dengan bingung, mereka mencoba untuk berbicara pada Lili yang hanya diam dengan pandangan kosong.


Kiki beralih melihat ponsel Lili karna tadi adiknya langsung seperti itu karna melihat sesuatu di dalam ponsel, dan betapa terkejutnya dia saat membaca pesan yang Arthur kirim pada adiknya.


"Dasar laki-laki brengs*ek, bajing*an!"


Ibu Tasya dan Ayah Barra kembali kaget saat mendengar umpatan Kiki, begitu juga dengan Lili yang baru tersadar dengan apa yang terjadi.


"ada apa ini sebenarnya?"


Ayah Barra segera membaca pesan yang Kiki maksud, begitu juga dengan Ibu Tasya yang sudah merasa sangat penasaran.


"I-itu bukan pesan dari Arthur!"


Semua orang beralih melihat ke arah Lili. "Bukan Arthur kau bilang? Jelas-jelas pesan itu dari nomornya, Lili!"


Lili terdiam dengan terisak membuat Ibu Tasya langsung memeluknya dengan erat, wanita paruh baya itu mencoba untuk menenangkan putrinya.


"aku harus memberinya pelajaran!"


"Tunggu!"


Kiki yang sudah menyambar kunci mobilnya beralih melihat ke arah sang Ayah dengan penuh tanda tanya.


"Sepertinya ada sesuatu yang terjadi pada Arthur!"


Ayah Barra membaca semua pesan yang Arthur kirim sebelumnya pada Lili, dan tidak ada satu pesan pun yang sama atau bahkan mirip dengan pesan yang barusan saja Arthur kirim.

__ADS_1


"Apa maksud Ayah?"


Ayah Barra lalu menunjukkan semua percakapan yang terjadi antara Lili dan Arthur melalui sebuah pesan, dan semua pesan-pesan itu sangat jauh berbeda dengan pesan sampah tadi.


"ka-kalau begitu, ponsel Arthur sedang berada ditangan orang lain?"


"Benar! Dan kemungkinan besar, dia sedang berada dalam bahaya saat ini!"


Lili langsung berdiri saat mendengar ucapan Ayah Barra. "Ayah, aku mohon selamatkan Arthur!"


Ayah Barra menganggukkan kepalanya, dia lalu menyuruh Kiki untuk menghubungi keluarga Arthur sedangkan dia sendiri sedang menghubungi seseorang untuk melacak di mana posisi Arthur saat ini.


Pada saat yang sama, kedua lelaki suruhan Gesya sudah berhasil memasukkan Arthur ke dalam mobil membuat Gesya merasa sangat senang.


Mereka lalu ikut masuk ke dalam mobil dan hendak pergi meninggalkan tempat itu sebelum ada orang lain yang melihatnya.


Namun, pada saat Gesya menghidupkan mobilnya. Tiba-tiba ada seorang lelaki yang berdiri di depannya, lebih tepatnya di depan mobilnya saat ini.


"Kalian mau ke mana?" ucap lelaki tersebut dengan senyum manis diwajahnya.


Gesya bergegas turun dari mobil dan berdiri dengan bertolak pinggang. "Siapa kau? Apa yang kau lakukan di depan mobilku?"


Lelaki itu tersenyum sinis. "Kau tidak perlu tau siapa aku!"


Gesya mengepalkan kedua tangannya, dia tidak ingin lagi membuang-buang waktu sebelum efek obat yang dia berikan bekerja.


"kalau kau tidak minggir, maka aku akan menabrakmu!" ancam Gesya sembari kembali masuk ke dalam mobilnya.


"aku akan minggir, kalau kau menurunkan adikku!"


"Apa?"





Tbc.

__ADS_1


Terima kasih yang udah baca 😘


__ADS_2