Terjebak Pesona Mama Muda

Terjebak Pesona Mama Muda
Bab. 64. Mulai Kembali Bangkit.


__ADS_3

"Arthur sudah tobat, Pa! Dan dia siap lahir dan batin untuk menikah!"


"Apa?"


Papa Ari terlonjak kaget mendengar ucapan sang istri, dia lalu cepat-cepat turun dari ranjang dan berjalan keluar dari kamarnya.


Mama Mawar mengikuti langkah Papa Ari yang dia yakini pasti ingin menemui Arthur, dan benar saja, suaminya itu langsung membuka pintu kamar sang putra.


Brak! Arthur yang saat itu sedang duduk dipinggir ranjang terjingkat kaget saat pintu kamarnya dibuka oleh seseorang, dia semakin terkejut saat melihat Papa dan Mamanya yang ternyata membuat keributan.


"ada apa sih, Ma, Pa? Masih pagi lagi udah rusak-rusak pintu!" gerutu Arthur sembari meletakkan ponselnya ke atas ranjang.


"apa kau akan segera menikah, Arthur?"


"Apa?"


Arthur langsung berdiri saat mendengar ucapan Papanya, dia lalu beralih melihat Mamanya dengan tajam. Dia yakin kalau Mamanya pasti sudah membuat masalah sampai Papanya berkata seperti itu.


"apa? Kenapa kau menatap Mama seperti itu? Suka bilang?"


"Cih!"


Arthur mendengus sebal, entah di mana dulu Papanya menemukan wanita unik bin ajaib seperti Mamanya itu.


"Arthur! Kenapa kau tidak menjawab pertanyaan Papa?"


Papa Ari merasa geram, bukannya menjawab pertanyaannya. Arthur malah lirik-lirikan dengan istrinya.


"Pertanyaan apa sih, Pa? Lagipula Papa ini aneh, masih pagi lagi udah nanya yang enggak-enggak! Apa tadi malam Papa mimpi nikah lagi?"


Arthur tertawa geli melihat pelototan Mamanya, sementara Papa Ari berusaha untuk menenangkan jiwa dan raganya melihat tingkah istri dan juga putranya.


"Papa serius, Arthur! Mamamu bilang kau sudah siap lahir dan batin untuk menikah!"

__ADS_1


Nah kan, benar dugaannya. Semua ini disebabkan oleh Mamanya, dari Mamanya, dan dipersembahkan untuk mengganggu kenyamanan hidupnya.


"ck! Mama ini apa-apaan sih, siapa yang bilang aku sudah siap lahir dan batin?" ucap Arthur dengan kesal, dia siap saja kalau disuruh kawin, tapi belum siap kalau untuk menikah.


"Mama yang bilang! Mama tau kalau kau sudah siap lahir dan batin, jadi tidak usah lagi menunggu lama-lama!"


Arthur dan Papanya terpaku dengan mulut terbuka mendengar ucapan Mama Mawar, sungguh sial hidup mereka diberikan wanita sepertinya.


"udah, kau tenang saja! Biar Mama yang menyiapkan semuanya, kau tinggal duduk tampan!"


"Ya ya ya, terserah Mama saja! Mama yang menyiapkan, Mama juga saja yang sekalian menikah!"


Arthur sudah merasa masa bod*oh lah, terserah Mamanya mau jumpalitan seperti apa. Mau dilawani pun percuma, emak-emak selalu menang dalam hal apapun.


"Apa maksudmu, Arthur! Mama kan menyiapkan pernikahanmu! Kalau untuk Mama, kan sudah ada Papamu ini. Walaupun yah, bentuknya seperti itu!"


Dasar Mama Mawar, sempat-sempatnya dia menghina sang suami yang sedang memijat kepalanya yang sedang berdenyut.


"bisa enggak sih Ma, satu hari aja Mama normal? Kenapa tiba-tiba kebelet nikah gitu? Aku aja masih santai-santai!"


Plak! Mama Mawar memukul kepala Arthur membuat anaknya itu berteriak marah, dia benar-benar geram melihat ketidak pedulian Arthur.


"nanti kalau Lili sudah diambil orang lain, baru kau menangis darah!"


"yah enggak segitunya juga, dong! Mama pikir menikah itu gampang apa, seenggaknya kan aku harus melamar Lili dengan romantis dulu!" ucap Arthur.


"gk perlu romantis-romantis, kayak sinetron aja kamu! Udahlah, pokoknya Mama mau dalam minggu ini kau sudah bicara dengan Lili. Setelah itu, baru Mama dan papa yang akan bicara pada orangtuanya!"


"Ma!"


"apalagi? Kau mau menolak? Apa kau enggak mau nikah?"


Arthur terpaksa bungkam mendengar serangan Mamanya, sebenarnya dia senang-senang saja kalau menikah dengan Lili. Hanya saja dia belum tau bagaimana perasaan wanita itu padanya, belum lagi tingkah Ayah Barra yang selalu membuat jantungnya jedag-jedug.

__ADS_1


Setelah keributan itu selesai, Mama Mawar segera ke dapur untuk menyiapkan sarapan mereka sementara Papa Ari dan Arthur bersiap untuk berangkat ke perusahaan.


Siang harinya, Arthur ada janji temu dengan seorang klien yang hendak menjalin kerja sama dengan perusahaanya.


Hari ini, ada perubahan besar yang terjadi di perusahaan. Semua investor yang memutuskan kerja sama dengan perusahaannya, kini mulai kembali datang. Begitu juga dengan para partner bisnisnya yang lain, seolah-olah ada seseorang yang sengaja memberi perintah pada mereka.


"Apa kau akan pergi sekarang, Arthur?"


Papa Ari masuk ke dalam ruangan Arthur untuk melihat persiapan putranya itu, karna saat ini Arthur akan bertemu dengan orang penting.


"iya, Pa! Nanti aku akan ditemani oleh Paman Nanda," jawab Arthur sembari mengatakan kalau dia akan ditemani oleh sekretaris Papanya.


"Apa tidak sebaiknya kau mencari sekretaris sendiri? Pasti pekerjaanmu akan lebih mudah!"


Yah, Arthur sudah memikirkan apa yang Papanya katakan. Dia memang berniat untuk mencari sekretaris baru, tapi dia tidak mau kalau sekretarisnya seorang wanita.


"Aku akan mengurusnya nanti, Pa! Sekarang aku pergi dulu!"


Arthur segera keluar dari ruangannya setelah melihat anggukan kepala Papanya, dia lalu bertemu dengan Nanda dan mereka segera berlalu pergi menuju restoran yang telah disiapkan.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 15 menit, akhirnya mereka sampai di tempat tujuan. Arthur segera turun dan masuk ke dalam restoran itu dengan diikuti oleh sekretaris Papanya.


Mereka berjalan menuju ruangan yang telah direservasi oleh sekretaris Nanda, terlihat seorang wanita dan lelaki sudah berada di dalam ruangan tersebut.


"Maaf karna sudah membuat anda menunggu, Nona!"


Wanita yang ada diruangan itu berdiri dan tersenyum manis ke arah Arthur. "Tidak Papa, Tuan Arthur! Kami juga baru saja sampai!"




__ADS_1


Tbc.


Terima kasih buat yang udah baca 😘


__ADS_2