Terjebak Pesona Mama Muda

Terjebak Pesona Mama Muda
Bab. 54. Salah Paham Mengerikan.


__ADS_3

"aku akan minggir, kalau kau menurunkan adikku!"


"Apa?"


Gesya merasa terkejut dengan apa yang lelaki itu katakan. "Adik kau bilang? Di sini tidak ada yang menjadi adikmu!"


"Tentu saja ada, cepat lepaskan Arthur sebelum kesabaranku habis!"


Gesya tertawa sinis saat mendengar ucapan lelaki itu, sejak kapan Arthur punya kakak pikirnya.


"Kalau kau tetap tidak mau minggir, aku akan menabrakmu!"


Gesya mulai menekan gas mobilnya untuk menakuti lelaki itu, tapi bukannya takut, laki-laki itu malah semakin menantangnya.


Dia yang sudah merasa geram langsung melajukan mobilnya dan berniat untuk menabrak lelaki itu, tapi siapa sangka kalau lelaki itu malah melompat ke kap depan mobilnya dan meninju kaca yang ada di depannya.


Pyar! Kaca depan mobil itu pecah berhamburan menyebabkan Gesya banting stir dan menabrak mobil Arthur yang terparkir di tempat itu.


Brak! Suara benturan yang cukup keras menggema di tempat itu menyebabkan dua orang petugas keamanan segera berlari untuk melihat apa yang sedang terjadi.


Darah segar menetes dari tangan Bian akibat meninju kaca mobil itu, dia lalu menarik tubuh Gesya dan melemparnya ke atas tanah.


"sudah kukatakan jangan membuat kesabaranku habis!"


"A-ada apa ini?"


2 orang petugas keamanan baru sampai di tempat itu, dan mereka sangat terkejut melihat apa yang terjadi saat ini.


"Kalau kalian tidak bisa bekerja, lebih baik kalian keluar dari perusahaan ini!"


Glek, kedua petugas keamanan itu merinding takut saat mendapat tatapan tajam dari Bian. Apalagi melihat luka yang ada di tangan lelaki itu.


"Ma-maaf, Tuan! Tapi, apa yang sedang terjadi?"


Tanpa menjawab pertanyaan mereka, Bian segera masuk ke dalam mobil dan mengeluarkan Arthur membuat kedua petugas keamanan itu kembali terkejut.


"Tu-Tuan Arthur?"


Mereka bergegas untuk membantu Bian dan meletakkan tubuh Arthur di atas tanah, mereka lalu melihat ke arah seorang wanita yang berusaha untuk bangun.


"tunggu apa lagi? Cepat bawa wanita itu ke kantor polisi!"


"Ba-baik, Tuan!"


Kedua penjaga itu segera memegangi kedua tangan Gesya membuat wanita itu memberontak minta dilepaskan.

__ADS_1


"Lepaskan aku dasar bajing*an!"


Bian tersenyum sinis mendengar ucapan wanita itu, dia kemudian menyuruh kedua lelaki itu untuk segera membawanya ke kantor polisi.


Kedua lelaki yang membantu Gesya tadi ternyata sudah melarikan diri dan itu sukses membuat Bian tertawa.


"Dasar kroco-kroco tidak berguna!"


Bian lalu beralih memeriksa kondisi Arthur, dia memperhatikan wajah Arthur yang mulai memerah dengan napas yang kian memburu.


"Sepertinya dia terkena obat perangs*ang!"


Dia harus segera membawa Arthur ke rumah sakit sebelum semuanya terlambat, karna efek dari obat perangs*ang itu sangat berbahaya dan bahkan bisa menyebabkan seseorang meninggal dunia.


Namun, belum sempat Bian memindahkan Arthur ke dalam mobil. Tiba-tiba ada yang menarik bajunya dan langsung memberikan bogem mentah tepat diwajahnya membuatnya langsung tersungkur di atas tanah.


"Beraninya kau melakukan ini pada menantuku!"


Ternyata Ayah Barra sudah sampai di tempat itu dengan diikuti oleh keluarganya, mereka sangat terkejut melihat Arthur yang sedang tidak sadarkan diri di atas tanah.


"Arthur!"


Lili segera berlari mendekati Arthur dan mengangkat kepala lelaki itu ke atas pangkuannya, dia mencoba untuk menyadarkan lelaki itu dengan diiringi deraian air mata.


"Kau, Bian?"


Ayah Barra semakin murka saat mengetahui kalau Bian lah yang telah menyakiti Arthur, dia bergegas menarik kerah kemeja lelaki itu dan bersiap untuk menghajarnya.


"Tunggu! Apa yang anda lakukan di sini, Tuan Barra?"


Bian merasa bingung, dan lebih membingungkan lagi saat lelaki paruh baya itu marah dan berniat untuk menghajarnya.


"beraninya kau menyakiti calon menantuku!"


"Apa?"


Buak! Untuk sekali lagi Ayah Barra meninju wajah Bian menyebabkan lelaki itu mundur beberapa langkah ke belakang, sementara Bian sendiri masih diam dengan kebingungan yang saat ini sedang terjadi.


"Hentikan!"


Teriakan Mama Mawar membuat semua orang melihat ke arahnya, dia dan suaminya merasa terkejut saat melihat Ayah Barra menghajar Bian.


"apa, apa yang anda lakukan, Tuan?" tanya Papa Ari.


"Tentu saja aku akan menghabisi laki-laki bajing*an ini!"

__ADS_1


Ayah Barra menunjuk tepat ke arah Bian membuat Papa Ari dan Mama Mawar terkejut, apalagi melihat kondisi Arthur yang sedang terkapar di atas tanah.


"Kenapa anda ingin menghabisi Bian?"


Ayah Barra dan keluarganya terkejut saat mengetahui kalau ternyata orangtua Arthur mengenal Bian, dan sepertinya hubungan mereka cukup dekat.


"Bian, apa yang sedang terjadi sebenarnya?"


Mama Mawar mendekati Bian dan memegang pergelangan tangannya yang terluka, dia merasa terkejut saat melihat luka ditangan Bian yang terlihat cukup parah.


"ke-kenapa tanganmu seperti ini?"


"tante, ada seseorang yang ingin memperkosa Arthur!"


"Apa?"


Semua orang merasa terkejut dengan apa yang Bian katakan, terlebih-lebih Lili yang saat itu tidak sadar kalau Arthur mulai mengerjapkan kedua matanya.


"apa maksudmu, Bian?" tanya Ayah Barra.


Bian segera memberitahukan pada mereka tentang apa yang terjadi, dia yang berniat untuk pergi ke suatu tempat memutuskan untuk singgah ke perusahaan Arthur pada saat melewatinya karna dia tau kalau lelaki itu pasti masih berada di perusahaan.


Setelahnya dia menyaksikan sebuah pertunjukan dari seorang wanita yang mencoba untuk membawa Arthur pergi dari tempat itu.


"tunggu! Jadi, bukan kau yang telah melakukan semua ini?"


"Tentu saja bukan! Tidak mungkin aku menyakiti adikku sendiri!"


Bian merasa kesal melihat Ayah Barra, bisa-bisanya lelaki itu langsung menghajarnya tanpa tau cerita yang sesungguhnya.


"kalau gitu maaf, ternyata aku salah paham!"


"benar! Salah paham anda itu mengerikan, Tuan! bisa saja anda membunuhku tadi,"


"Cih!"





Tbc.


Terima kasih yang udah baca 😘

__ADS_1


__ADS_2