Terjebak Pesona Mama Muda

Terjebak Pesona Mama Muda
Bab. 80. Ekstra Part (Salam Sayang)


__ADS_3

Arthur langsung menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang saat sudah sampai di dalam kamar, sementara Lili tersenyum tipis sembari menutup pintu kamar mereka.


"Lebih baik mandi dulu, Thur! Biar segar dan lelahnya berkurang!"


Arthur yang sempat terpejam kembali membuka kedua matanya. "Mandi sama-sama yuk!"


Lili membulatkan matanya saat mendengar ucapan Arthur, sementara lelaki itu tergelak saat melihat wajahnya.


"Aku cuma bercanda!"


Arthur lalu turun dari ranjang dan berjalan ke kamar mandi, tetapi sebelum masuk, dia kembali melihat ke arah Lili.


"tapi, kalau kau mau, aku tidak akan menolak!"


"cepat mandi, Arthur!"


"Hahaha!"


Arthur tertawa saat melihat wajah Lili merah padam, dia merasa senang karna bisa menggoda Lili seperti itu.


Sementara itu, Lili berusaha untuk menormalkan detak jantungnya yang berdebar kencang. Entah kenapa dia merasa gugup, padahal waktu nikah tadi dia merasa bahagia dan tenang-tenang saja.


"Hah, tenangkan dirimu, Lili!"


Lili menghirup udara dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan, dia terus seperti itu agar segala gugup dan gelisah hilang dari pikirannya.


Klek!


Arthur yang sudah selesai mandi merasa sangat segar, dia keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk saja yang melingkar dipinggangnya.


Lili yang melihat Arthur langsung menelan salivenya, bagaimana tidak, saat ini matanya dusuguhkan oleh pemandangan yang sangat indah. Otot-otot yang ada ditubuh Arthur benar-benar terlihat sempurna, bulu-bulu halus didadanya seakan-akan menambah kegagahan lelaki itu.


Belum lagi perut kotak-kotaknya, pasti akan sangat menyenangkan bila menyentuhnya secara langsung.


"Yang di bawah mau dilihat juga?"


Lili tersentak kaget saat mendengar ucapan Arthur, dia terlihat salah tingkah dengan wajah merah padam.


"A-aku mau mandi dulu!"


Lili segera mengambil handuk dan masuk ke dalam kamar mandi, tetapi langkahnya berhenti saat mendengar suara Arthur.


"Apa mau ku bantu?"


Arthur melihatnya dengan senyum menggoda, dia lalu mendekati Lili yang seolah terhipnotis dengan senyumannya itu.


Tubuh Lili terasa panas dingin, ingin sekali dia pergi dari kamar ini, tetapi entah kenapa kakinya tidak bisa digerakkan.


Arthur mulai membuka hijab yang masih menempel dikepala Lili sampai rambut panjang wanita itu tergerai indah, dia lalu mulai menarik res sleting gaun yang Lili pakai saat ini.


Cup. "Emmh!"


Lili merasa merinding saat Arthur mengecup bahu dan tengkuknya yang terbuka, lelaki itu terus mengecupinya membuat dia merasa lemas dan tubuhnya terhuyung ke belakang.


Dengan cepat, Arthur menangkap tubuh itu dan tersenyum penuh arti. "Mandilah, aku akan menunggumu di sini, Istriku!"

__ADS_1


Tubuh Lili meremmang saat merasakan hembusan napas Arthur, dia paham kalau saat ini suaminya itu sudah sangat bergairah.


"Ka-kalau gitu aku mandi dulu!"


Lili segera mengangkat gaunnya dan cepat-cepat masuk ke dalam kamar mandi, dia tidak ingin Arthur menunggu terlalu lama.


Brak!


Untuk sesaat Lili menyandarkan tubuhnya di balik pintu, wajahnya merah merona mengingat apa yang Arthur lakukan.


"Dasar gila, kenapa aku tidak bisa mengendalikan diriku sendiri sih?"


Lili merasa bingung, bukan pertama kalinya dia seperti ini. Akan tetapi, dulu saat bersama mantan suaminya dia tidak terlalu merasa gugup dan malu seperti saat ini.


Dia menggelengkan kepalanya dan berusaha untuk menghilangkan rasa itu, kemudian Lili segera membuka gaunnya dan langsung membersihkan diri.


Beberapa saat kemudian, Lili keluar hanya dengan menggunakan handuk saja. Dia lupa untuk membawa lingerie yang sebelumnya sudah disiapkan.


Arthur yang sudah sangat bersemangat langsung berdiri saat mendengar pintu kamar mandi terbuka, dia lalu tersenyum cerah melihat Lili yang malu-malu mendekatinya.


"Sayang, duduk sini!"


Arthur menarik tangan Lili untuk duduk di pinggir ranjang, dia lalu menarik dagu istrinya itu agar menatapnya.


"Aku mencintaimu, Istriku!


Cup, Arthur mengecup bibir Lili sekilas dan itu berhasil membuat wajah wanita itu kembali merona.


"Aku, aku juga mencintaimu, Suamiku!"


Arthur mulai menghisap dan mengigit bibir Lili, wanita itu juga tidak mau kalah. Dia ingin melayani Arthur dengan sebaik mungkin, agar suaminya itu merasa senang.


Lidah mereka kini saling menghisap dan membelit satu sama lain, sementara tangan Arthur mulai membuka handuk yang Lili pakai.


Kini mereka sudah sama-sama polos, Arthur lalu mengangkat tubuh Lili dan membaringkannya di atas ranjang.


Ciuman mereka terlepas saat sudah sama-sama kehabisan napas, tetapi Arthur langsung kembali menyerang Lili dengan menjilat dan menghisap leher jenjangnya hingga meninggalkan tanda kepemilikan.


"Arthur, aah!"


Arthur semakin terbakar gairah saat mendengar dessahan Lili, kini ciumannya semakin turun ke puncak aset kembar Lili yang berwarna pink. Dia segera menjilat dan menghisapnya dengan kuat membuat Lili menggelinjang, dessahan dan errangan tidak bisa lagi ditahan membuat gairah keduanya semakin tinggi.


Tangan Arthur sibuk meremmas dan memilin puncak gundukan sintal Lili yang sangat menggoda, sedangkan lidahnya juga tidak mau kalah menghisap dan menggigit puncak yang satunya lagi membuat Lili menegang pertanda dia akan mencapai pele*pasan.


"Arthur, aarrgh!"


Arthur tersenyum puas saat Lili sudah mencapai puncak, dia yang memang seorang pemain tentu mudah saja untuk memuaskan gairah wanita itu.


"Aku akan masuk sekarang, Sayang!"


Lili yang masih tersengal-sengal menganggukkan kepalanya, tetapi Arthur sedikit memberi jeda agar istrinya itu bisa beristirahat.


"Aku mencintaimu, Lili!"


Lili tersenyum mendengar ucapan cinta suaminya. "Aku juga mencintai- aargh!"

__ADS_1


Lili mencengkram sprei dengan kuat saat aset Arthur ingin menerobos masuk, sementara Arthur masih berusaha untuk membenamkan batangannya.


Jleb, dengan sekali hentakan dia berhasil memasuki lembah Lili. Arthur mulai memaju mundurkan asetnya sembari melummat bibir Lili.


Arthur terus menikmati tubuh Lili dengan berbagai gaya, sepertinya staminanya sangat besar sampai membuat Lili kewalahan.


Dessahan, errangan dan suara penyatuan mereka memenuhi kamar itu. Arthur terus menggempur Lili tanpa ampun karna memang sudah sangat lama dia tidak melakukan hal seperti itu, seperti hewan buas yang baru saja bebas dari kandang.


"Aaah, Sayang! Aku mau keluar!"


Arthur semakin mempercepat goyangannya saat akan mencapai puncak, dan akhirnya mereka mencapai puncak kenikmatan bersama-sama.


"Terima kasih sayang, aku mencintaimu! Aku sangat mencintaimu!"


Lili yang masih tersengal-sengal hanya bisa membalas ucapan Arthur dengan senyumnya saja, lalu lelaki itu menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka.


"Kau ingin punya anak berapa, Sayang?"


Arthur melingkarkan tangannya ke tubuh Lili membuat wanita itu merapatkan tubuh. Kini mereka saling berpelukan setelah selesai menuntaskan malam pertama mereka.


"aku belum memikirkannya, Suamiku! Tapi aku akan menerima berapa pun yang Allah berikan!"


"Benarkah?"


Lili menganggukkkan kepalanya sambil mengelus pipi Arthur, membuat lelaki itu langsung berkobar.


"kalau gitu, ayo kita buat lagi!"


"Apa? Ar- aah!"


Arthur kembali menggempur tubuh Lili, dia benar-benar merasa kurang dan ingin terus menikmatinya.


"Aku mencintaimu, Sayang! Aku mencintaimu, Istriku! Mari menua bersamaku!"


Lili mengulas senyum di tengah percintaan mereka. "Aku juga sangat mencintaimu, Suamiku! Aku akan menemanimu sampai maut memisahkan, sampai tua bahkan sampai kembali pada sang pencipta!"


Begitulah kisah cinta mereka yang akhirnya bersatu dalam ikatan pernikahan, takdir memang tidak bisa ditebak. Bagaimana, dan di mana Takdir akan mempertemukan seseorang dengan jodohnya.


Seorang lelaki pencinta wanita, dan dipuja oleh banyak wanita itu sendiri. Malah jatuh cinta pada seorang wanita biasa, dan bukan itu saja, bahkan wanita itu sudah menyandang status janda yang punya 1 anak.


Bagaimana takdir mempertemukan mereka dan menyatukan dua hati yang sama-sama kosong, hingga bisa saling mengisi satu sama lain.


Janda, hanyalah sebuah status yang siapa saja tidak ingin menyandangnya. Mereka yang berstatus janda pun, sebenarnya tidak ingin dan tidak menyangka akan seperti itu.


Hanya saja Takdir berkata demikian, bukan karna mereka tidak baik, tapi karna mereka istimewa dan Allah telah menyiapkan lelaki yang tepat untuk mereka.


Jangan hanya melihat seseorang hanya dari luarnya saja, karna kita tidak tau masalah apa yang menimpa mereka sehingga menjadi seseorang yang mungkin sedikit berbeda. Rangkullah, dan beri semangat pada mereka. Itu jauh lebih baik daripada harus mengomentari sesuatu yang belum tentu kebenarannya. Salam hangat dari Arthur dan Lili untuk kalian semua ❤





Tamat.

__ADS_1


Terima kasih untuk dukungannya selama ini, jangan lupa mampir ke karya baru aku juga yah 🥰 peluk jauh dari aku 🤗


__ADS_2