Terjebak Pesona Mama Muda

Terjebak Pesona Mama Muda
Bab. 70. Penderitaan Dibayar Tunai.


__ADS_3

"Makanya, lain kali itu antri! Dasar tukang tikung!"


Arthur membuang muka kesal, dia yang datang pertama, tapi malah dia pula yang jadi antrian paling belakang.


"kenapa? Kau sudah tidak tahan?" tanya Ayah Barra.


Arthur hanya berdecak saja saat mendengar pertanyaan dari Ayah Barra, sementara yang lainnya tertawa geli melihat tingkah Arthur.


Setelah semuanya disetujui, Arthur pamit untuk pulang. Dia juga harus mengatakan pada orangtuanya mengenai pertunangannya dengan Lili, karna dia ingin merayakan pesta yang sangat mewah untuk hari bahagia itu.


"Mama!"


Arthur langsung berteriak mencari keberadaan Mamanya yang tidak muncul kepermukaan, dia lalu bertanya pada pembantunya di mana Mamanya saat ini.


"Nyonya sedang arisan, Tuan!"


Arthur menganggukkan kepalanya, dia lalu berjalan ke arah kamar untuk membersihkan diri sekaligus menunggu kedua orangtuanya pulang ke rumah.


Setelah selesai mandi dan memakai pakaian, Arthur merebahkan dirinya ke atas ranjang. Matanya menatap kelangit-langit kamar sembari memikirkan masa depannya.


"Bagaimana yah, anakku dan Lili nanti?"


Arthur sudah membayangkan wajah anak-anaknya kelak, dia lalu tertawa karna merasa gemas dengan wajah yang dia bayangkan.


"kalau laki-laki, pasti akan sangat mirip denganku. Kalau perempuan, pasti-"


"Mirip dengan anak tetangga!"


Arthur terjingkat kaget saat tiba-tiba ada wajah seseorang di depan matanya, sangking kagetnya. Dia sampai melempar bantal kewajah tersebut.


"Dasar anak durhaka! Bisa-bisanya kau menganiaya Ibumu sendiri!"


Ternyata Mama Mawarlah yang masuk ke dalam kamar dan mengagetkan Arthur, untung saja lelaki itu tidak punya penyakit jantung. Jika tidak, sudah dari dulu dia menghadap sang Ilahi.


"Mama apa-apaan sih? Ngagetin aku aja!" sembur Arthur, masih untung dia melempar wajah Mamanya dengan bantal. Kalau sampai dia melemparnya dengan ponsel, bisa dipastikan gigi palsu yang Mamanya pasang tidak akan berumur panjang.


"Lagian kamu juga sih, ngapain bayangin wajah anakmu kayak gitu? Udah em*but-em*but anumu!"


Arthur menggelengkan kepalanya mendengar ucapan sang Mama, Mamanya tau saja kalau dia memang sudah tidak sabar untuk begituan dengan Lili.


"Oh yah, kata Bik Sum tadi kau nyari-nyari Mama. Kenapa?"

__ADS_1


Mama Mawar mendudukkan pantatnya ke atas ranjang, capek juga kakinya bila lama-lama berdiri. Padahal kalau sedang dalam posisi berdiri dengan suaminya, dia tahan sampai satu malaman.


"aku udah bicara dengan orangtua Lili, dan mereka merestui hubungan kami untuk kejenjang pernikahan!"


"Iyes, iyeess!"


Mama Mawar langsung melompat-lompat di atas ranjang membuat tubuh Arthur ikut terpental-pental, dia merasa sangat bahagia mendengar kabar dari putranya.


Papa Ari yang baru saja pulang dan hendak pergi ke kamarnya tidak sengaja melihat tingkah sang istri karna memang pintu kamar Arthur terbuka, dia melongo saat melihat Mama Mawar jumpalitan di atas ranjang.


"masa kecil kurang bahagia!" gumam Papa Ari.


"Papa! Kau sudah pulang?"


Papa Ari yang sudah berbalik dan hendak pergi ke kamarnya terpaksa kembali berhenti, terlihat sang istri sedang berjalan mendekatinya saat ini.


"Ada apa? Apa Mama mau ngajak Papa lompat-lompat?"


Mama Mawar menggelengkan kepalanya. "Kalau itu sih nanti malam lah Pa, sekarang ada yang lebih penting!" Dia lalu semakin merapatkan tubuhnya hingga menyentuh lengan sang suami.


"keluarga Lili sudah setuju untuk menikahkan Arthur dan Lili!"


"Benarkah?"


"Benar, Pa! Mereka sudah memberi restu!"


Papa Ari tersenyum lebar saat mendengarnya. "Baguslah kalau seperti itu!" Dia lalu menepuk bahu Arthur.


"kita harus segera menyiapkannya, lebih cepat lebih baik!" ucap Mama Mawar dengan semangat membara.


Arthur mendessah kesal membuat kedua orangtuanya melihatnya dengan bingung. "Tunggu antrian, Ma! Soalnya aku kena tikung!"


"Apa? Siapa yang berani menikungmu?"


Mama Mawar mengguncang tubuh Arthur dengan kuat, untung saja tidak ada yang rontok dalam tubuh putranya itu.


"Kak Kiki dan Kak Masya!"


Mama Mawar mengernyitkan keningnya dengan bingung, begitu juga dengan Papa Ari.


"Apa maksudnya?"

__ADS_1


Arthur langsung saja menceritakan semua yang sudah terjadi, termasuk tikungan tajam yang Kiki lakukan padanya.


"Dasar anak itu, berani sekali dia menikung putraku! Tapi tenang saja, kau bisa gantian menikungnya, Arthur!"


Arthur terlihat kembali bersemangat, dia segera bertanya bagaimana caranya dia bisa menikung mereka.


"Cepat-cepatlah punya anak, dengan begitu kau bisa menikung mereka!"


Arthur mengangguk-anggukkan kepalanya, benar juga yang Mamanya katakan. Dia bisa menikung Kiki dengan cara lebih dulu punya anak.


"Baiklah, begitu aku sudah sah dengan Lili. Maka aku akan terus menggempurnya sampai dapat bibit kecamba!"


Itulah tujuan mulia Arthur saat ini, dia harus segera melancarkan tujuan itu begitu dia dan Lili sudah menikah.


Berbanding terbalik dengan Arthur, di tempat lain terlihat keadaan seorang wanita yang tampak sangat mengenaskan. Bukan karna dia mati, tapi karna penampilan serta kamarnya yang sangat berantakan.


"kenapa? Kenapa semua ini terjadi padaku?" teriak wanita itu sembari memukul-mukul perutnya yang membuncit.


Dialah Gesya, wanita yang sudah melakukan kejahatan pada Arthur, dan karna perbuatannya itu. Dia mendapat balasan yang sangat-sangat menyedihkan.


Setelah menghabiskan malam panas bersama dengan Ayahnya sendiri, dia dinyatakan hamil oleh Dokter, dan berita kehamilannya itu menyebar dengan cepat seantero jagat raya ini.


Gesya merasa frustasi dan berniat untuk menggugurkan kandungannya, apalagi dia terus didesak oleh Ibunya tentang siapa ayah dari anaknya itu.


Namun, takdir masih tidak berpihak padanya. Dia tidak bisa menggugurkan bayinya karna akan sangat berbahaya bagi kesehatannya, bahkan beberapa Dokter menolak untuk melakukannya.


Bukan itu saja, dia juga menelan nasib keluarganya yang bangkrut akibat Malik dipenjara atas kasus jual beli senjata api ilegal. Penderitaannya sangat lengkap, bahkan dia tidak tau lagi harus melakukan apa sekarang.


"Benar, karna merekalah aku jadi seperti ini!"


Gesya menggenggam kuat foto Arthur dan Lili sampai kusut, dia harus membalas dendam pada mereka berdua atas apa yang sudah terjadi padanya.


"Kalian lihat saja, aku akan membawa kalian ke neraka bersamaku!"





Tbc.

__ADS_1


Terima kasih yang udah baca 😘


__ADS_2