
"Tentu saja! Tanpa kau suruh pun, Buk Lili memang akan keluar dari kampusmu, ini!"
Semua orang berbalik dan melihat ke arah pintu, terlihat Arthur berjalan masuk ke dalam ruangan dengan tatapan tajam pada mereka semua.
"Apa, apa yang dia lakukan di sini?"
Lili membulatkan matanya sampai Arthur berdiri tepat di sampingnya, lelaki itu lalu tersenyum tipis padanya dan kembali melihat ke arah Rektor dan Gesya.
"Arthur? Apa, apa yang kau lakukan di sini?"
Gesya yang sudah melangkahkan kaki untuk mendekati Arthur, terpaksa mengurungkan niatnya saat melihat Arthur mengangkat tangan. Apalagi tatapan tajam lelaki itu seakan menusuk hatinya.
"Kau diam! Sekarang bukan saatnya kau bicara, karna aku ingin bicara dengan bawahanmu itu!"
Arthur melihat ke arah Rektor membuat lelaki paruh baya itu tersulut emosi, wajahnya merah padam dengan tangan terkepal kuat.
"Arthur! Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Lili dengan suara tertahan, dia menarik tangan Arthur agar lelaki itu segera pergi dari sana.
Akan tetapi, Arthur tidak memperdulikannya. Dia harus membalas apa yang telah mereka lakukan pada orang yang dia cintai.
"apa yang kau lakukan di sini? Apa kau tidak punya sopan santun, sampai masuk ke dalam ruangan Rektor?"
"bagaimana bisa aku punya sopan santun, kalau Rektorku sendiri tidak punya etika dan pikiran!"
"tutup mulutmu!"
"Kenapa? Apa kau juga akan mengeluarkanku dari sini?" tantang Arthur.
Lili langsung menarik tangan Arthur untuk keluar dari ruangan itu sebelum lelaki itu benar-benar dikeluarkan, sementara Arthur sendiri mengikuti langkah Lili yang membawanya keluar.
"Tunggu, Arthur!"
Gesya yang melihat kepergian mereka tentu tidak tinggal diam, dia ikut keluar dan mengejar langkah mereka berdua.
Lili melepaskan genggaman tangannya saat mereka sudah berada diluar, dia masih membelakangi Arthur dan mencoba untuk menenangkan emosinya.
"Apa Ibuk baik-baik saja?"
Lili langsung membalikkan tubuhnya saat mendengar ucapan Arthur, dadanya masih naik turun karna rasa emosi yang sedang membakar dirinya.
"Apa kau sudah gila, Arthur! Kenapa kau datang dan mengatakan hal seperti itu? Bagaimana kalau Rektor mengeluarkanmu dari sini? Ya Allah ....!"
__ADS_1
Lili mengusap wajahnya, entah apa yang lelaki di hadapannya ini pikirkan hingga membuat semuanya semakin runyam.
"Memangnya kenapa kalau aku dikeluarkan? Aku tidak melakukan kesalahan, aku hanya mengatakan yang sebenarnya! Dan aku baru tau, betapa bobroknya pemimpin di sini!"
Kepala Lili semakin terasa sakit dengan apa yang Arthur katakan, lelaki itu bisa saja menghancurkan masa depannya sendiri jika terus seperti ini.
"Lagipula aku melakukan hal yang benar dengan membela dan melindungi orang yang aku cintai!"
Deg, Lili melihat ke arah Arthur saat mendengar ucapannya. Dadanya langsung bergemuruh mendengar kata cinta keluar dari mulut lelaki itu.
"ka-kau-"
"Arthur!"
Perhatian mereka lalu terpecah karna kedatangan Gesya, tetapi bukan mereka saja yang mengalihkan pandangan ke arah wanita itu. Melainkan semua orang yang berlalu-lalang ikut memperhatikan mereka.
"Mau apa kau?" Lili menahan tangan Arthur yang akan mendekati Gesya, dia takut kalau lelaki itu berbuat macam-macam.
Akan tetapi, Gesya yang melihat itu semakin murka. Dia menarik tangan Arthur sampai pegangan tangan Lili terlepas.
"Lihat! Di depanku saja kau berani menggoda Arthur, dasar kau wanita penggoda!"
"Menggoda anda bilang? Maaf, saya sama sekali tidak tertarik dengan lelaki itu!"
Lili yang menyadari kalau sudah banyak orang di tempat itu memilih untuk pergi, dia tidak ingin semakin memperkeruh suasana.
"Bagus, bagus sekali!"
Langkah Lili terhenti saat mendengar suara Arthur, sementara Arthur sendiri langsung mengibaskan tangan Gesya yang masih memegangi tangannya.
"kau hebat sekali, Gesya! Baru kali ini aku melihat ada wanita yang tidak tau malu sepertimu!"
"A-apa?"
Gesya terpaku di tempatnya, ucapan Arthur berhasil membuat lidahnya terasa kaku.
"Memangnya kau ini siapa? Berani sekali kau mengatakan kalau Buk Lili menggodaku!"
Ucapan Arthur terasa menusuk hati Gesya, tetapi dia tetap tidak mau kalah karna dia sedang memperjuangkan cintanya.
"Kau dengar baik-baik, bukan Buk Lili yang menggodaku, tapi aku yang menggodanya! Karna apa? Karna aku sangat mencintainya!"
__ADS_1
Sontak ucapan Arthur membuat orang-orang yang ada disekitar mereka menjadi riuh, penuh bisik-bisik tetangga dan yang pasti mereka langsung melihat ke arah Lili yang masih terdiam di tempat itu.
"kau, kau mencintainya?"
"benar! Aku mencintainya, sangat mencintainya! Jadi kau harus tau diri, karna kau bukan siapa-siapaku!" ucap Arthur dengan penuh penekanan.
Tangan Gesya terkepal kuat, amarah yang sejak tadi menguasai hatinya semakin membara atas pengakuan Arthur.
"bukan siapa-siapa kau bilang? Jangan lupa Arthur, orangtua kita sudah menjodohkan-"
"tidak! Itu bukan perjodohan, melainkan ancaman! Keluargamu mengancam kedua orangtuaku dan memaksa mereka untuk menikahkanku denganmu!"
Deg, Lili langsung membalikkan tubuhnya menghadap Arthur. Dia tidak menyangka kalau keluarga Arthur sedang terlilit masalah saat ini.
"Itu, itu karna aku mencintaimu, Arthur! Dan jangan lupa, kita sudah melewati malam panas berdua. Beberapa kali kau menikmati tubuhku, dan kau jangan lupa akan hal itu!"
"benar! Aku memang sudah beberapa kali menidurimu, dan yah, aku menikmatinya waktu itu! Tapi kau juga harus ingat, kalau aku bukan satu-satunya lelaki yang sudah tidur denganmu! Karna kau sudah tidak perawan saat bersamaku, kau sudah menyerahkan tubuhmu pada semua lelaki!"
"cukup, Arthur!"
Lili sudah tidak bisa lagi mendengar ucapan lelaki itu, dia lalu mengajak Arthur untuk pergi dari sana sebelum keributan semakin membesar.
"Gesya! Kau, kau tidak apa-apa?"
Teman-teman Gesya baru saja tiba di tempat itu, terlihat Gesya meneteskan air mata sembari terus melihat kepergian Arthur dan Lili dengan tatapan tajamnya.
"Kalian lihat saja, aku akan menghancurkan kalian berdua! Aku akan mengingat rasa sakit ini, aku akan membalas kalian!"
•
•
•
Tbc.
Terima kasih yang udah baca 😘
Mampir juga yuk, ke karya temen aku 😍 dijamin keren dan seru 😍
__ADS_1