Terjebak Pesona Mama Muda

Terjebak Pesona Mama Muda
Bab. 37. Rasakanlah Cintaku!


__ADS_3

Lili tersentak kaget saat mendengar pengakuan Arthur, rasa tidak nyaman yang sejak tadi dia rasakan berubah menjadi perasaan berdebar-debar seperti sedang jatuh cinta.


"Ketahuilah, Buk! Aku hampir gila karna memikirkan semua ini, aku juga tidak menyangka akan mencintai Ibuk sampai sebegini dalam. Aku bahkan tidak bisa hanya sekedar memalingkan mataku, apalagi memalingkan hatiku, aku tidak kuasa untuk itu!"


Entah karna sudah terbiasa meraya atau menggoda para wanita, kata-kata itu meluncur bebas begitu saja dari mulut Arthur.


Lili terdiam, dia menundukkan kepalanya dengan mata berkaca-kaca. Dia tidak tau bagaimana perasaannya, yang pasti ada sebagian relung hatinya yang merasa sesak mendengar ucapan lelaki itu.


"Aku tidak masalah kalau Ibuk tidak menerima cintaku, karna aku akan berjuang untuk itu! Tapi, jangan pernah menyuruhku untuk menghilangkannya, karna sampai kapanpun aku akan tetap mencintaimu, Lili!"


Lili kembali tersentak kaget saat mendegar kalimat terakhir Arthur, dia menatap lelaki itu dengan tetesan air mata yang berhasil keluar.


"Aku tulus mencintaimu, dan aku akan membuktikannya! Aku tidak akan berjanji apapun, cukup lihat aku! Dan rasakan apa yang aku beri, maka kau akan melihat apakah aku benar-benar mencintaimu atau tidak!"


Tangis Lili pecah saat mendengar kata demi kata yang keluar dari mulut Arthur, dia merasa senang, sedih, bahagia, sakit dan semua rasa secara bersamaan.


Dia memang tidak bisa menolak pesona lelaki itu, dan jujur saja, hatinya mulai terisi dengan keberadaan Arthur.


Akan tetapi, rasa sakit akibat kejadian dimasa lalu seakan membangun tembok besi yang kokoh dan kuat di dalam hatinya, hingga tidak mengizinkan siapapun untuk menembusnya.


"aku, aku tidak tau kenapa kau bisa mencintaiku seperti itu, Arthur! Hanya saja, aku, aku merasa-"


"Tidak apa-apa, aku mengerti apa yang kau rasakan! Jika aku berada diposisimu pun, aku pasti akan membentengi hatiku dari segala cinta yang datang untuk meraihnya. Tapi ingatlah satu hal, apapun yang terjadi, aku akan tetap mencintaimu!"


Arthur tersenyum dengan manis, tangannya lalu terulur menghapus air mata yang membekas diwajah Lili, hingga wanita itu memejamkan matanya seakan menikmati sentuhan yang Arthur lakukan.


"Aku akan mengobati luka yang ada dihatimu, tapi aku butuh bantuanmu untuk itu!"


Lili menganggukkan kepalanya, sepertinya dia ingin mencoba membuka hati untuk  menerima cinta yang Arthur berikan.


Arthur juga sudah tidak memanggilnya dengan sebutan Ibuk, sejak tadi dia sedikit terusik dengan panggilan itu dan membuatnya hilang fokus.

__ADS_1


Setelah sama-sama membuka diri, akhirnya mereka kembali ke Universitas untuk mengambil mobil Arthur. Kemudian mereka pergi ke tempat penitipan anak untuk menjemput Zia.


Deg, mata mereka membulat sempurna saat melihat dua orang yang saat ini sedang duduk dihadapan Zia.


Lili segera berlari dan langsung menggendong Zia sementara dua orang itu terkejut saat melihat kedatangannya dan Arthur.


"apa, apa yang kalian lakukan di sini?" tanya Lili dengan tajam.


"Cih, biasa aja kale! Lebay banget kamu, dasar wanita murahan!"


Arthur mengepalkan tangannya, ingin sekali dia menonjok bibir tebal wanita itu yang sudah mengatai Lili.


"kami ke sini cuma ingin melihat Zia, Li!" jawab Reza sembari tersenyum manis ke arah Lili.


"jaga matamu! Jangan sampai ku congkel yah!" ancam Arthur, dia merasa tidak suka melihat tatapan kagum dari lelaki brengs*ek itu.


"Aku peringatkan kalian, jangan coba-coba untuk mendekati anakku! Atau aku akan melaporkan kalian ke kantor polisi!"


"cih, kami tidak butuh anakmu!"


"Sayang, jaga emosimu! Kau mau membuat anak kita dalam bahaya?"


Deg, Lili terpaku saat mendengar kata anak meluncur dari mulut Reza. Bukan berarti dia masih mencintai lelaki itu, hanya saja hatinya sedikit tercubit.


"kau dengar? Saat ini aku sedang mengandung anak kami, jadi kami tidak butuh anakmu itu!" ucap Meli dengan bangga, tangannya mengelus perutnya yang memang sedikit membesar.


"Meli sedang hamil, itu sebabnya aku datang ke tempat ini,"


"Apa hubungannya antara istrimu yang hamil dengan Zia? Kenapa kau harus ke sini?" tanya Arthur dengan tidak suka, dia lalu beralih menggendong Zia yang merentangkan tangan minta digendong.


"Aku, aku hanya ingin minta maaf karna sewaktu Lili hamil, aku tidak ada di sampingnya! Dan aku baru sadar, ternyata wanita yang sedang hamil itu sangat menderita," ucap Reza, dia benar-benar tulus meminta maaf pada Lili walaupun dia tidak bisa memungkiri hatinya sendiri kalau masih menginginkan wanita itu.

__ADS_1


"Aku tidak ingin membahas masalah itu lagi, jadi aku harap kalian tidak lagi menggangguku!"


Yah, Reza bisa memahami kemarahan Lili atas apa yang telah dia dan istrinya lakukan. Dia juga tidak menyangka kalau Meli dinyatakan hamil tepat setelah mereka kalah dalam sidang hak asuh Zia.


"Cih, sok sekali kau! Kau pikir aku mau berurusan lagi denganmu? Ayo, kita pergi!"


Meli berbalik dan berlalu pergi dari sana, kemudian Reza menyusul langkah wanita itu setelah mengucapkan maaf dan terima kasih pada Lili.


"Dasar wanita sundel! Untung sedang hamil, kalau tidak sudah ku bejek-bejek kau!"


Lili terkikik geli mendengar ucapan Arthur, dia lalu menemui salah satu pengasuh yang menjaga Zia untuk pamit membawa putrinya itu pulang.


"Zia mau sama Papa? Atau Mama?"


Gadis kecil itu mengernyitkan keningnya saat mendengar pertanyaan Arthur, pipi bulatnya tampak menggemaskan hingga membuat Arthur tidak tahan dan mengecup pipinya berulang-ulang.


"Hahaha! Geli, Papa!"


Zia menahan wajah Arthur yang terus menciuminya sementara Lili tersenyum lebar saat melihat pemandangan itu.


"Kau benar-benar pintar mencuri hati semua orang, Arthur!"





Tbc.


Terima kasih yang udah baca 😘

__ADS_1


Hari ini reviewnya lama banget 😭 maaf yah 🙏


__ADS_2