Terjebak Pesona Mama Muda

Terjebak Pesona Mama Muda
Bab. 74. Aku Baik-baik Saja, Sumpah!


__ADS_3

"Ya Allah ... Arthur, Lili!"


Mama Mawar langsung berlari ke arah anak dan calon menantunya, begitu juga dengan Masya dan juga Kiki yang sangat terkejut melihat apa yang sudah terjadi.


"Ka-kalian tidak apa-apa?"


Arthur meringis saat Mama Mawar menyentuh kakinya yang sedikit terluka, untung saja dia tidak terlambat merengkuh tubuh Lili sehingga wanita itu tidak sampai terluka.


"Arthur, kau tidak apa-apa?"


Lili terisak sambil memegangi kaki Arthur, sementara lelaki itu berusaha untuk menenangkannya dan mengatakan kalau dia baik-baik saja.


Mereka semua lalu melihat ke arah jalan yang sudah dipadati banyak orang, terdengar orang-orang itu menyuruh untuk menelpon polisi dan ambulance untuk menyelamatkan seorang wanita yang terjepit di dalam mobil.


Keberuntungan sepertinya masih berpihak pada Arthur dan Lili, karna mobil yang berniat untuk menabrak mereka ternyata bertabrakan dengan truk.


Yah, Gesya yang terlalu fokus dengan Arthur dan Lili tidak melihat kalau ada sebuah truk melintas dari arah berlawanan. Tiba-tiba dia menginjak pedal gasnya dan melaju kencang hingga bertabrakan dengan truk itu, dan membuat mobilnya terjepit dibadan truk tersebut.


Tanpa memperdulikan kecelakaan yang sedang terjadi, Mama Mawar dan yang lainnya segera membawa Arthur ke rumah sakit terdekat agar segera mendapat penanganan.


Sesampainya di rumah sakit, para petugas medis segera membawa Arthur ke ruang UGD dan langsung ditangani oleh Dokter.


Kiki merengkuh tubuh sang adik yang terus terisak, dia mencoba untuk membuat Lili tenang dan mengatakan kalau semuanya pasti baik-baik saja.


"Arthur baik-baik saja, Li! Cuma kakinya saja yang sedikit terluka."


Mama Mawar juga ikut menenangkan, padahal jantungnya sejak tadi tidak berhenti berdebar kencang karna khawatir dengan keadaan putranya.


"Memang darah manis seharusnya tetap di rumah, aku menyesal sudah membawa Arthur keluar! Tau begini lebih baik memanggil desainer itu ke rumah!"


Nasi sudah menjadi bubur, dan bubur paling enak dikasi ayam dan kuah soto. Semua sudah terjadi, dan mereka harus menikmatinya dan bersyukur karna masih selamat.


Tidak berselang lama, Dokter yang memeriksa Arthur sudah keluar dan langsung dicerca banyak pertanyaan dari Mama Mawar.

__ADS_1


Dokter itu tersenyum mendengar serbuan pertanyaan dari wanita paruh baya yang ada di hadapannya.


"putra anda baik-baik saja, Nyonya! Kami sudah menjahit luka yang ada di kaki kanannya, dalam waktu seminggu luka itu pasti sudah kering dan membaik!"


"Hah!"


Semua orang bernapas lega saat mendengarnya, rasa khawatir yang sedang tadi menyelimuti mereka kini sudah lenyap seketika.


"Tidak ada luka lain ditubuh anak saya kan? Atau ada kerusakan dengan organ yang ada dalam tubuhnya?"


Ngeri sekali pertanyaan dari Mama Mawar, dia seakan-akan mendo'akan kalau organ dalam Arthur bermasalah.


"Tidak ada luka ataupun kerusakan dengan organ tubuh pasien, Nonya! Semuanya baik-baik saja, dan bisa bekerja seperti mana biasanya!"


Mama Mawar baru merasa sangat lega, dia sangat takut kalau terjadi sesuatu dengan Arthur. Masalahnya dia hanya punya satu anak, kalau saja anaknya banyak, dia pasti tidak akan setakut itu. Hehe 🤭


Dokter lalu mengatakan kalau Arthur sudah bisa dibawa pulang dan memberi resep obat untuk ditebus di apotek, hanya saja lukanya jangan sampai terkena air agar cepat kering.


Semuanya menganggukkan kepala dan berlalu masuk ke dalam ruangan yang ditempati Arthur, terlihat lelaki itu sedang bersandar disandaran ranjang.


Arthur tersenyum mendengar ucapan Mamanya. "Tentu saja, Ma! Aku kan keturunan superhero, sudah pasti kuat!"


Semua orang terkekeh mendengar ucapannya, dia sengaja melakukan itu agar Lili tidak menangis lagi, karna sejak tadi wanita itu terus menangis.


Tidak berselang lama, datanglah Papa Ari beserta kedua orangtua Lili untuk melihat kondisi Arthur. Kedatangan mereka membuat suasana di dalam ruangan menjadi sangat ramai dan panas.


"Cuma luka sedikit, ku kira mati!"


Plak! Ibu Tasya langsung memukul mulut Ayah Barra yang asal bicara, sementara Arthur melirik lelaki paruh baya itu dengan kesal.


"suka sekali kalau aku mati!" gumam Arthur yang masih bisa di dengar oleh semuanya, mereka lalu tergelak karna ucapannya itu.


"tapi Arthur, kenapa kau bisa sampai seperti ini?" tanya Papa Ari.

__ADS_1


Arthur langsung saja menceritakan kalau dia melihat sebuah mobil melaju kencang ke arahnya dan Lili, dengan cepat dia memeluk tubuh Lili dan terpental akibat tabrakan antara mobil itu dengan sebuah truk.


Ayah Barra menyernyitkan keningnya saat mendengar cerita Arthur, dia lalu mengirim pesan pada Bian untuk mencari tau tentang kecelakaan itu.


"sudahlah, yang penting kalian baik-baik saja!" ucap Ibu Tasya, dia tadi sudah sangat cemas saat mendengar kabar dari Kiki.


"Jadi bagaimana? Apa Arthur masih bisa menikah minggu depan?"


Yah, sejak tadi Mama Mawar juga memikirkan tentang hal ini. Sepertinya dia sehati dengan suaminya.


"Bisa! Tentu saja aku bisa!"


Arthur langsung menanggapi ucapan Papanya, enak saja pernikahannya tidak jadi dilaksanakan gara-gara luka si*alan ini.


"tapi Arthur, kakimu terluka!"


"Ini cuma luka kecil saja, Pa! Aku bahkan masih bisa melompat-lompat sekarang!"


Arthur bergegas menggeser kakinya agar turun dari ranjang, dia harus meyakinkan mereka kalau dia baik-baik saja.


"Apa yang kau lakukan? Kakimu masih sakit!" Lili menahan kaki Arthur yang sudah menggantung di pinggir ranjang.


"Aku benar-benar sehat lahir dan batin, Li. Sumpah!"


Semua orang sontak tertawa mendengar ucapan Arthur, mereka tidak habis pikir kalau lelaki itu benar-benar tidak mau pernikahannya dibatalkan atau diundurkan.


"Cih, awas saja kalau kau sampai menggempur anakku habis-habisan!"


Blush, wajah Lili langsung merah padam saat mendengar ucapan Ayahnya sementara Arthur hanya cengengesan saja membuat semua orang ingin memukul wajahnya itu.


•


•

__ADS_1


•


Tbc.


__ADS_2