
Arthur segera turun dari mobilnya saat sudah sampai di parkiran Supermarket di mana Lili berada, dia berjalan masuk ke dalam sana sembari menelpon wanita itu.
"Aku ada di lantai 2, Arthur!"
Arthur segera melangkahkan kakinya menuju lantai 2 dan mematikan panggilan telpon itu saat melihat wanita yang sedang dia cari.
"akhirnya aku menemukanmu!" ucap Arthur setelah berdiri tepat di hadapan Lili.
"Ke-kenapa? Apa kau ingin membicarakan sesuatu?"
Lili kembali mengambil barang-barang yang ingin dia beli, entah kenapa saat melihat Arthur dia menjadi gugup.
"Tentu saja, aku ingin mengatakan kalau beberapa hari ini aku sangat merindukanmu!"
Bruk, tiba-tiba sesuatu yang sedang Lili pegang terjatuh karna mendengar ucapan lelaki itu. Wajah Lili juga sudah berubah menjadi merah padam akibat ucapan Arthur.
Arthur yang melihat sesuatu terjatuh bergegas untuk mengambilnya, kemudian dia menyodorkannya pada Lili.
"kau sedang mens?"
"A-apa?"
Lili yang terkejut buru-buru mengambil pembalut yang ada ditangan Arthur, dia merasa benar-benar malu karna sudah menjatuhkan pembalut tersebut.
"Enggak perlu malu, setiap perempuan kan memang seperti itu!"
Lili merutuki kebodo*han yang selalu dia lakukan, beberapa hari tidak bertemu dengan Arthur malah membuatnya salah tingkah seperti ini.
Kemudian Arthur membantu Lili untuk mencari barang-barang yang wanita itu perlukan, dia bahkan memasukkan barang-barang lain yang tidak perlu sama sekali.
Dari kejauhan, sepasang mata terus melihat ke arah Arthur dan Lili dengan tajam. Sebuah kebetulan yang sangat membuat kesal, Gesya yang juga ada di tempat itu tidak sengaja melihat keberadaan mereka berdua.
"Ada apa, Ge?"
Teman-teman Gesya mengikuti arah pandangnya, mereka sedikit terkejut saat melihat Arthur dan wanita itu ada di sana.
"tunggu, Ge! Kau mau ke mana?"
"Lepaskan tanganku!"
Gesya menepis tangan temannya yang mencoba untuk menghalanginya, dia berjalan lurus ke depan sampai mendekati Arthur dan juga Lili.
"Lihat, ini lucu sekali! Zia pasti akan sangat menyukainya."
__ADS_1
Arthur menunjukkan sebuah mainan berbentuk bebek pada Lili yang di balas dengan anggukan kepala wanita itu.
"iya, itu lucu seka-"
"Wah wah wah, coba lihat siapa ini?"
Arthur dan Lili mengalihkan pandangan mereka ke arah samping, tampaklah Gesya dan teman-temannya sudah berdiri di dekat mereka.
"mau apa kau?" sinis Arthur, dia menarik tangan Lili agar berdiri di sampingnya.
"biasa aja dong, Arthur! Kami cuma enggak sengaja melihat kalian kok," balas Gesya, mati-matian dia menahan amarahnya saat melihat tangan Arthur menggenggam tangan Lili.
"Terserah! Gue enggak peduli, sekarang menyingkir dan urus urusan kalian sendiri!"
Arthur lalu mendorong troli belanjaan mereka sembari menarik tangan Lili agar mengikutinya.
"Hanya karna seorang janda, kau rela menghancurkan masa depanmu sendiri!"
Langkah Lili terhenti saat mendengar ucapan Gesya, tetapi tidak untuk Arthur. Lelaki itu terus menarik tangan Lili agar mengikuti langkah kakinya.
"Perusahaanmu bahkan sudah diambang kehancuran, tapi kau tetap mempertahankan wanita tidak tau malu itu!"
Deg, kali ini seluruh tubuh Lili menjadi kaku saat mendengar kalimat yang Gesya ucapkan. Begitu juga dengan Arthur, tangannya sudah mencengkram kuat pegangan troli karna ucapan wanita lucknut itu.
"apa maksudmu?" tanya Lili.
Gesya tertawa keras mendengar pertanyaan Lili membuat semua orang yang ada di tempat itu mulai terusik dan memperhatikan mereka.
"dasar janda penggoda! Kau berpura-pura tidak tau padahal karna kau lah-"
"Cukup, Gesya! Tutup mulut busukmu itu sebelum aku merobeknya!"
Arthur menatapnya dengan tajam, keadaan supermarket yang semula riuh kini menjadi hening karna ucapannya.
"tidak bisakah kau berhenti merendahkan harga dirimu sendiri?"
"A-apa?"
Tentu saja ucapan Arthur itu terasa seperti sebuah tusukan ke dalam hati Gesya, tetapi apa yang Arthur ucapkan adalah benar.
"Berhenti mengangguku dan Lili, karna aku sudah sangat muak melihat tingkahmu!"
Gesya mengepalkan kedua tangannya dengan penuh emosi, dadanya naik turun menahan amarah yang sudah memenuhi jiwa dan raganya.
__ADS_1
"Jaga ucapanmu, Arthur! Kau tidak berhak mengatakan semua itu pada Gesya atas apa yang sudah kau lakukan!"
Salah satu teman Gesya membelanya, tentu dia tidak akan tinggal diam saat temannya dipermalukan seperti itu.
"memangnya apa yang sudah kulakukan? Aku bahkan tidak pernah melakukan apapun, tetapi kalian selalu saja menggangguku!"
"Arthur!"
Lili mencengkram tangan Arthur untuk menyuruhnya diam, dia tidak ingin membuat keributan di depan banyak orang seperti ini.
"Kalian lihat semuanya! Dua manusia itu merasa tidak bersalah sudah menyakitiku seperti ini!"
Gesya memulai dramanya, setidaknya dia harus membalas perbuatan mereka dan mempermalukan mereka berdua di depan banyak orang.
"Laki-laki itu adalah calon suamiku, tetapi janda gatal itu merebutnya dari tanganku!"
"Apa?"
Semua orang mulai bisik-bisik tetangga saat mendengar ucapan Gesya, sementara Lili sendiri sedang berusaha untuk menenangkan Arthur yang sudah sangat emosi.
"apa pekerjaan seorang janda memang seperti itu, merusak dan merebut milik orang lain?"
"Apa anda sudah selesai bicara, Nona?"
Lili tidak bisa tinggal diam lagi, dia tidak ingin harga diri wanita yang berstatus janda diinjak-injak oleh Gesya.
"kenapa? Apa kau ingin membela kelakukan busukmu itu?"
"Tidak, tapi dengarkan apa yang akan aku katakan ini!"
Semua orang terlihat serius, bahkan Arthur memiringkan tubuhnya agar bisa melihat wajah Lili.
"menjadi janda, bukanlah impian ataupun harapan dari seorang wanita. Wanita sepertiku juga mengharapkan pernikahan yang abadi sampai maut memisahkan, tapi apalah daya jika Takdir Tuhan berkata lain!"
"kami tidak pernah punya niat buruk terhadap wanita lain, apalagi merebut ataupun merusak hubungan mereka dengan pasangan mereka masing-masing. Karna kami tau rasa sakit itu, rasa sakit yang mungkin saja belum pernah anda rasakan!"
"dan saya sendiri, tidak pernah merebut siapapun dari wanita lain. Termasuk lelaki yang saat ini sedang bersama saya, karna dia bukan milik siapapun. Apalagi dengan anda, jadi saya punya hak untuk mencintai dan memilikinya!"
•
•
•
__ADS_1
Tbc.
Terima kasih yang udah baca 😘