
"Brak"
Aldo mendorong Rena.
"Sadar Rena, kamu jangan seperti orang gila begini, ini bukan kamu".
"Haha Aldo kamu masih tidak mengerti, aku mencintaimu selama 5 tahun, cinta ku tulus Do".
Rena menangis kencang, Aldo berusaha menenangkan Rena takut ada orang lagi masuk dan salah paham.
"Oke oke sudah jangan menangis, aku akan pikirkan semuanya".
Aldo pergi meninggalkan Rena dan kembali ke kamar hotel.
"Kriett". Suara pintu pelahan
Melihat Sasha yang sudah tertidur pulas dengan wajah polosnya, Aldo merasa bersalah karena ini malam pertama pernikahan mereka, harusnya mereka memadu kasih malah Aldo menjadi tidak tenang, Aldo mengecup kening Sasha yang tertidur lalu Aldo membersihkan diri dan ikut tidur.
Pagi hari ...
"Sayang, Bangun heii sayang ".
Sasha mencoba membangunkan Aldo yang masih pulas, Sasha menggoyang goyangkan badan Aldo dan membuka selimut seketika Sasha kaget luar biasa melihat leher Aldo ada bekas ****** yang sangat jelas.
"A apa ini, ini bekas ****** atau luka".
Sasha mencoba menghapus bekas ****** di leher Aldo ternyata itu bukan luka melainkan tanda yang Rena tinggalkan semalam.
Raut wajah Sasha berubah 180 derajat, Sasha tidak membangunkan Aldo, Sasha pergi ke balkon untuk menghirup angin pagi.
"Aldo, Dengan siapa kamu semalam. Di hari pertama pernikahan kita kamu tega melakukan ini padaku".
Sasha menitikkan air mata .
Sasha wanita yang kuat, selama ini Sasha hanya memendam perasaan tanpa mengutarakan nya apapun itu masalah nya. Sasha menunggu Aldo bangun ingin menanyakan apa yang sebenarnya terjadi tanpa menganggu tidur nya.
"Aaaahhh sayang ini sudah siang kenapa tidak membangunkan aku".
Aldo terbangun dari tidurnya langsung menghampiri Sasha yang sedang merapikan koper .
"Muaacchh" .
Kecup Aldo, dilanjutkan memeluk tubuh Sasha.
"Dari mana kamu semalam?". Tanya Sasha serius !!
"Oh itu ada teman lama ku, kita ngobrol sebentar kok sayang, aku kesini kamu sudah tertidur pulas".
"Teman lama yang langsung membuatkan tanda di leher mu ?" .
Tegas Sasha sambil menunjuk ke arah ****** di leher Aldo.
"Hah apa maksud kamu sayang !!".
Aldo langsung menghampiri meja rias dan melihat tanda ****** dan memang benar ada, Rena meninggalkan ****** tapi tidak terpikirkan Aldo.
"Sayang sayang jangan salah paham dulu, aku bisa jelaskan semuanya, aku tidak bermaksud bohong sayang aku tidak melayani nya !!!".
Aldo berlari mendekati Sasha dan memeluk Sasha.
"Lepaskan!!".
"Tidak aku tidak akan melepaskan sebelum kamu dengar penjelasan ku dulu ".
"Baiklah, aku akan dengarkan penjelasan mu".
Saat itu Aldo menjelaskan apa yang terjadi dengan sangat jujur membuat Sasha pun percaya dengan perkataan Aldo.
"Sayang terimakasih kamu sudah percaya padaku aku janji tidak akan melakukan nya kepada siapapun, aku hanya mencintai mu istriku sayang".
Aldo mendekati Sasha mencium bibir Sasha dengan lembut, tetapi Sasha menghindari ciuman itu.
"Ah sayang, kenapa? Kamu belum bisa memaafkan ku?".
Aldo tertunduk sedih membuat Sasha tidak tega melihatnya. Sasha pun membalas ciuman Aldo.
Pagi itu mereka berbaikan.
"Sayang, semalam kita belum melakukan kewajiban suami istri sepertinya sekarang harus langsung dilaksanakan ya hehe".
Rayu Aldo yang sedang memainkan rambut Sasha.
"Ah jangan sekarang, sepertinya tamu bulanan ku datang deh ".
"Adduuuh zonk".
Aldo menepuk jidat nya dan menjatuhkan diri ke ranjang.
"Haha maaf ya sayang, nanti kita lanjutkan kalau aku sudah selesai".
Kecup Sasha.
Seminggu kemudian...
"Sayang, ini apartemen kita, saat ini kita tinggal dulu di apartemen ya tidak apa kan?".
"It's ok sayang, dimana pun aku tinggal asal bersama kamu aku bahagia".
Gombal Sasha.
"Kamu semenjak menikah jadi ratu gombal ya ".
__ADS_1
Aldo mencubit hidung Sasha
"Aahh sakit tahuuu ".
"Hehe yaudah yuks kita masuk ke dalam, kata mamah semuanya sudah siap sudah di bereskan juga".
"Wah mamah mertua memang paling baik deh".
Mereka berdua masuk ke dalam apartemen dan beristirahat.
Senin pagi ..
"Sayang , ayo kita berangkat, aku udah siap nih ".
"Iya iya tunggu aku ambilkan dulu sepatu mu".
Sasha memakaikan sepatu kantor Aldo dan mereka berdua berangkat bekerja bersama.
Di loby Sasha lupa tidak membawa handphone lalu pergi mengambil nya sementara itu Aldo menunggu di dalam mobil.
"Tring". Suara pesan
"Do, Bagaimana apa kamu sudah memikirkan nya?".
Rena mengirim pesan singkat.
"Oh Tuhan aku lupa kalau aku membuat kesepakatan dengan Rena, Bagaimana ini kalau Sasha sampai tahu lagi aku benar-benar tidak tahu alasan apa lagi yang harus aku jelaskan nanti".
Sepanjang jalan Aldo tidak fokus menyetir.
"Awaaaas sayang, sayang kamu kenapa sih melamun lihat di depan itu banyak orang kamu malah mau menabrak mereka".
Sasha marah lalu meminta berganti mengemudi mobil.
"Ada apa, kamu melamun?".
"Ini aku memikirkan sesuatu, sepertinya akan banyak pekerjaan akhir-akhir ini karena sudah satu minggu terbengkalai tertunda pernikahan kita.
"Oh aku pikir kamu melamun kenapa".
"Bagaimana kalau aku cari sekertaris saja".
"Kamu kan sudah mempunyai sekertaris masa harus tambah lagi !!".
"Jadwal ku padat sayang, kamu lihat kan jadwal ku 3 hari lagi aku ke luar kota selama 3 hari, sedangkan sekertaris ada di kantor yang bantuin aku nyusun berkas-berkas nanti siapa?".
"Aku saja".
"Kamu kan punya pekerjaan sendiri nanti tidak ada yang bisa handle kecuali kamu".
"Heem benar juga, yaudah kita cari sekertaris untuk mendampingi kamu nanti".
Di Ruangan Aldo..
"Ren kamu melamar pekerjaan sebagai sekertaris hari ini, nanti aku akan bilang ke HRD untuk menerima kamu, kamu bisa terus dekat dengan ku tapi kamu harus tahu batasan mu, ingat aku sudah punya istri".
Mengirim pesan singkat ke Rena.
"Oke" . Balasan pesan dari Rena.
3 jam kemudian..
"Tok tok tok".
"Masuk".
"Sayang, aku udah dari HRD dan sudah menerima calon sekertaris baru, HRD sudah memilih, aku sih ikut aja ini data nya, coba kamu lihat".
"Nama : Rena Putri
Umur : 25 tahun
Oke sih ini aja , aku gak usah pilih lagi yang penting dia bisa bekerja".
"Oke sayang, aku panggil ya".
"Rena silahkan masuk, sekarang kamu jadi sekertaris nya Pak Aldo, kamu tahu kan kerjaannya kamu bagaimana?".
"Iya Bu, saya mengerti ".
"Oke kalau begitu, mulai hari ini kamu bisa kerja ya, sayang aku lanjut kerja ya?".
"Oke sayang, bye bye ".
Setelah Sasha pergi Rena menghampiri Aldo lalu duduk di pangkuan Aldo.
"Hei hei apa apaan kamu, nanti ada yang masuk gawat". Aldo mencoba mendorong Rena namun Rena dengan sengaja malah memeluk Aldo.
"Kamu sudah berjanji akan menjadikan ku pacar mu, aku akan melayani kamu dengan sangat baik sayang".
Rena membelai pipi Aldo dan mengecup bibir Aldo.
"Aku bilang kamu bisa di dekat ku tapi tau batasan nya !! Harusnya kamu mengerti ini dimana".
Rena pun turun dari pangkuan Aldo.
"Baiklah, aku akan pergi bekerja kalau kamu lelah panggil aku ya, muaach".
Rena meninggalkan ruangan Aldo.
3 hari kemudian..
__ADS_1
"Sayang, aku akan pergi ke luar kota 3 hari kalau kamu kesepian kamu bisa menginap di rumah mamah".
"Tidak apa sayang aku bisa sendiri kok, kamu hati hati ya, oh iya Rena sudah menunggu di bandara katanya".
Sasha memakaikan dasi dan merapikan kemeja Aldo.
"Baiklah sayang aku pergi , bye bye".
Perselingkuhan dimulai...
Di dalam pesawat.
"Ren nanti jadwal meeting jam berapa ?".
"Jam 8 pagi, kita landing jam 10 malam".
"Baiklah, kita lanjut ke hotel saja untuk istirahat".
"Oke".
Tiba di hotel..
"Hei Rena, kamar mu ada di sebelah, kenapa kamu masuk kesini".
"Aldo, aku pacar mu toh istri mu tidak ada jadi ini waktunya aku ".
Rena melepaskan pakaian nya satu persatu , Aldo tidak bisa menahan juga selama 2 minggu menikah dia belum menyentuh Sasha, Aldo pria normal melihat wanita telanjang siapa sih yang tidak tergoda.
Aldo menghampiri Rena membantu melepaskan bra merah yang dipakai Rena.
"Aku tau kamu tidak akan bisa menahan nya kan".
Rayu Rena sembari memeluk Aldo.
Aldo sama sekali tidak memikirkan Sasha di rumah dia lalu melanjutkan perselingkuhan itu dengan Rena menghabiskan malam panas dengan Rena.
Sementara Sasha yang sedang cemas menunggu kabar dari Aldo, Sasha menelpon beberapa kali tapi tidak ada jawaban membuat Sasha tidak bisa tidur.
"Ayolah angkat, kamu gak kenapa napa kan sayang, harusnya jam segini kamu udah sampe hotel ".
Sasha bolak balik di kamar khawatir.
"Ah ah Aldo sayang, pelan pelan aku tidak akan kabur kok". Lirih Rena menikmati sentuhan Aldo.
"Ah aku benar benar tidak kuat menahan, selama menikah aku belum pernah menikmati Sasha, meskipun bukan Sasha tapi kamu juga sangat enak Rena sayang".
Sembari Mengecup leher Rena.
"Iih kamu ini, kita sedang berdua begini masih saja menyebut istri kamu".
"Maaf maaf sayang, ayo kita lanjutkan lagi ".
Aldo mendorong Rena ke ranjang.
"Ah ah ah sayaaaang".
Malam itu menjadi saksi bisu pengkhianatan Aldo.
Selama 3 hari di luar kota Aldo dan Rena pergi bersenang senang, mereka bagaikan pasangan suami istri yang baru menikah yang sedang di mabuk asmara, entah apa yang di pikiran Aldo rasanya dia menikmati semua itu dan sama sekali tidak mengingat istrinya Sasha.
Bahkan 3 hari telepon Aldo sengaja di matikan membuat Sasha kelimpungan bingung, khawatir akan suaminya itu.
3 hari berlalu, Aldo dan Rena pun kembali ke ibukota.
"Tuut tuut".
"Hallo? Sayang, kamu kemana saja 3hari telepon mu tidak aktif, apa yang terjadi ? Kamu tidak apa apa kan?".
Tanya Sasha yang sibuk menanyakan kabar Aldo.
"Sayang tenang saja aku baik baik saja, maaf ya aku lupa bawa chargeran handphone jadi mati deh".
"Syukurlah kamu baik baik saja, tapi kenapa kamu tidak meminjam charger punya Rena?".
"Ah aku lupa hehe maaf ya sayang, aku sudah landing sebentar lagi aku pulang !".
"Oh yah, wah asyik kamu akhirnya pulang".
Sasha begitu senang mendengar Aldo sudah pulang, Sasha segera memasak dan berdandan untuk menyambut suami nya.
Sasha sudah cantik, mengenakan mini dress dengan belahan rok yang cukup tinggi untuk menyambut suaminya, Sasha wanita yang sangat ideal, Sasha memiliki tubuh yang indah tinggi semampai dengan pinggang yang ramping dan bokong yang besar sangat cantik dan menggoda.
"Tok tok tok".
"Tunggu sebentar".
"Ah sayang, aku kangen banget ".
Sasha memeluk Aldo dengan erat, di sambut balasan dari Aldo dengan manis tidak lupa kecupan rindu mendarat di pipi Sasha.
"Wah kamu cantik sekali sayang, apakah ini khusus untuk ku?".
"Hehe iya dong, ini untuk suami ku tercinta, Sayang aku sudah memasak untuk mu ayo kita makan".
"Aku capek sekali sayang, aku mau mandi dulu nanti makan ya, gak papa kan sayang?".
"Tentu, aku siapkan air hangat untuk mu mandi ya sayang".
"Oke terimakasih istriku sayang".
Aldo melemparkan diri ke sofa menunggu air siap.
__ADS_1