
Davian membanting pintu kamar Sasha
"Brak"
Suara pintu yang keras membuat Sasha kaget dan takut.
"Kamu kamu mau apa ! Jangan mendekat."
Davian sengaja menggoda Sasha.
"Kembalilah ke sisi ku Baby !!."
"Hah jangan berharap, aku sudah mempunyai suami dan aku bahagia tolong jangan usik kehidupan ku."
"Hahaha aku cuman bercanda kok serius amat, jadi kamu sudah menikah sekarang ya?."
Suasana tegang semakin memanas saat Sasha bilang dia sudah menikah, Davian pergi meninggalkan Sasha membuat Sasha bingung dengan ekspresi Davian yang seperti marah dan kesal saat Sasha bilang dia sudah menikah, apa jangan jangan Davian benar mengharapkan Sasha kembali ?
Sasha mengalihkan pikiran nya itu tidak mungkin Davian ingin Sasha kembali setelah apa yang dia lakukan dulu.
Keesokan hari..
"Meeting di mulai 15 menit lagi cukup untuk sarapan dulu."
Sasha sarapan di kantin kantor Davian.
"Wah kantin nya luas sekali beda jauh dengan perusahaan Handoko, Davian benar-benar kaya ternyata, heem dulu makan pun harus aku bagi dua ternyata dia kaya begini huh sungguh ironis menganggap dia orang yang sederhana."
Setelah sarapan Sasha pun menuju ruang meeting, disana sudah ada beberapa staf, 5 menit lagi meeting dimulai orang orang mulai berdatangan. Davian pun sudah ada.
Selama meeting Davian terlihat berbeda dia sangat dingin dan tidak melihat ke arah Sasha sama sekali beda jauh dari kemarin yang selalu menggoda Sasha, Sasha memperhatikan Davian yang memakai jas abu membuat Davian tampan dan gagah pikiran Sasha terfokus pada penampilan Davian.
"Bu Sasha bagaimana menurut ibu?"
Tanya assisten Davian.
Membuat Sasha terkejut.
"Ah emm maaf saya tidak fokus barusan, oke sih menurut saya nanti saya akan konfirmasi kan kepada staf saya di indonesia."
"Baik, kalau begitu kita tutup saja meeting hari ini, terimakasih atas waktunya."
Davian pun bergegas keluar lagi lagi tanpa melihat Sasha, Sasha bingung ada apa dengan Davian apakah dia marah gara gara kemarin.
Sasha tidak mau ambil pusing selama di London dia mengurus pekerjaan nya dengan baik meskipun sikap dingin Davian membuat Sasha sedikit tidak leluasa tetapi dia disini hanya untuk bekerja, seminggu kemudian Sasha kembali ke indonesia.
"Aiih rasanya tidak mau pulang deh, sekarang aku harus menghadapi kenyataan lagi."
Menghela nafas panjang. Sasha mencoba menelpon suaminya tapi tidak ada respon Sasha message Aldo tapi belum juga ada balasan.
"Kemana sih Aldo dia bilang mau jemput aku di bandara."
Dengan kesal Sasha yang sudah 1 jam menunggu Aldo, tanpa berpikir lagi Sasha pulang dengan taxi, dalam perjalanan yang sedang macet di dekat Rumah Sakit Ibu dan Anak Sasha melihat sosok yang dia kenal iya orang itu Rena, Sasha penasaran kenapa Rena ada di RSIA apa mungkin sodara nya melahirkan, kemacetan yang sangat panjang membuat Sasha merasa bosan lantas Sasha berhenti di situ dan berjalan menuju pangkalan ojek, pas Sasha sudah dekat dengan pangkalan ojek betapa kaget nya dia melihat ada Aldo di seberang jalan sedang membukakan pintu mobil bersama wanita dan wanita itu Rena, Sasha merasa sangat penasaran ada apa mereka ke RSIA.
"DUUAR."
Bagai tersambar petir di siang hari, Sasha memikirkan yang tidak tidak, Sasha yang terdiam di tengah orang yang lalu lalang membuat orang orang risih menyuruh Sasha tidak menghalangi jalan mereka.
"Hey mbak jangan bengong disini, menghalangi jalan tahu."
"Oh maaf maaf."
Sasha pun segera menaiki ojeg untuk pulang.
Sesampainya di rumah Sasha tidak bisa berpikir jernih atas apa yang sudah dia lihat. Suami dan selingkuhan nya masuk ke RSIA.
" Drrt drrt "
Telepon Sasha bergetar.
"Hallo."
"Ah sayang maafkan aku, aku tidak sempat jemput kamu ada meeting mendadak yang penting, sekarang kamu dimana? Aku jemput ya !"
__ADS_1
"Tidak usah, aku sudah di apartemen".
Sasha menutup telepon nya.
Entah apa yang harus Sasha lakukan saat Aldo datang, Sasha sudah tidak tahan untuk berpura pura lagi tapi jika Sasha marah dan tidak ada bukti itu sama saja membuat Sasha terpojok, sungguh saat seperti ini membuat Sasha serba salah berpura pura tidak terjadi apa apa di depan Aldo itu harus butuh akting yang luar biasa.
"Oh Tuhan, apa yang harus aku lakukan saat ini."
"Tok tok tok PAKET."
Teriak seorang kurir paket.
"Iya tunggu sebentar."
"Untuk siapa? "
Tanya Sasha ke kurir paket.
"Untuk mbak Sasha dari pak Davian."
Tercengang Sasha mendengar kurir menyebutkan paket itu dari Davian untuk Sasha.
"Terimakasih."
Sasha masuk ke dalam dengan membawa paket dari Davian.
Isi dari paket itu adalah foto Davian dan Sasha saat merayakan ulang tahun Davian saat detik detik Davian pergi meninggalkan Sasha.
"Apa ini ! Kenapa Davian mengirim ku foto ini dan kenapa dia bisa tahu alamat tempat tinggal ku."
Dalam paket itu juga ada sepucuk surat.
'Baby, aku tahu apa yang sedang kamu alami saat ini, aku tahu suami mu selingkuh dan mungkin saja selingkuhan suami mu itu sekarang sedang mengandung anak dari suami mu, kamu tidak perlu berpura pura bahagia di depan ku, aku akan membantu kamu untuk membalas kan apa yang suami mu perbuat selama ini, akan kah kamu percaya padaku Baby?."
Tergolek lemas Sasha mengapa Davian sampai bisa tahu hal yang jelas jelas Sasha sembunyikan rapat rapat dari semua orang, kenapa Davian yang malah tahu sampai sedetail itu.
Ternyata masih ada surat lagi dan amplop berisi foto.
Lagi lagi Sasha terkejut foto itu adalah foto saat Aldo dan Rena di luar kota foto yang terlihat intim seperti sepasang kekasih .
Sasha bingung kenapa Davian harus menyelidiki semua tentang kehidupan Sasha, rasanya seperti dimana mana ada cctv mengintai Sasha. Sasha mencoba menghubungi Davian tapi selalu tidak ada respon apa Davian sengaja menolak panggilan Sasha. Berkali kali Sasha menanyakan Davian ke assisten nya tapi tetap nihil.
Sementara Davian berada di London sangat mustahil untuk Sasha pergi ke London hanya untuk menanyakan hal ini.
Sore hari..
Sasha tertidur kelelahan setelah pulang dari London namun kenapa sampai sore hari Aldo belum menemui Sasha, kemana perginya Aldo?
Sasha mencoba menghubungi Aldo, tapi handphone nya tidak aktif.
"Kryuuk kryuuk." Suara perut Sasha.
"Ah sepertinya aku belum makan apa apa dari siang, aku sangat lapar sekarang go food atau pergi sendiri ya."
Memikirkan tentang makan, Sasha lebih baik makan di luar dari pada menunggu.
Sasha pun pergi ke luar mencari makan.
Tak lama saat Sasha memasuki salah satu rumah makan terlihat sosok yang begitu akrab yaitu Davian.
"OMG, Davian itu benar kan Davian, pucuk di cinta ulam pun tiba, aku harus cepat mengejar Davian."
Sasha mengejar Davian saat Sasha ingin berteriak Sasha malah membatu dia melihat Davian bersama wanita cantik bertubuh ramping berwajah oriental. Sasha mengurungkan niatnya untuk menemui Davian, entah apa yang terjadi dengan Sasha hati nya begitu sakit melihat Davian dengan wanita lain.
"Aiih apaan sih sha, kamu memikirkan laki laki yang jelas sudah bukan apa apa kamu lagi, ingat sha tujuan kamu bertemu Davian itu untuk apa!!."
Sasha yang ngomong sendiri sembari memukul ringan kepala nya.
Sasha pun berlanjut untuk makan.
Malam hari..
Setelah Sasha selesai makan ia pun kembali pulang sesampainya di apartemen, Aldo sudah menunggu Sasha.
__ADS_1
"Sayang, kamu dari mana aku telepon handphone kamu tidak aktif?."
"Aku habis makan!!."
Dengan wajah jutek Sasha sama sekali tidak menoleh Aldo lantas Sasha pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
"Kamu kenapa sayang? Kok baru balik dari London sikaf kamu cuek begini !!.
Tegas Aldo.
Aldo meraih tangan Sasha.
"Aku tidak apa apa, kamu saja yang berfikir berlebihan."
Sasha menepis tangan Aldo lalu masuk ke kar mandi.
Aldo mulai curiga dengan sikaf Sasha yang datar karena selama ini jika Aldo pulang selalu disambut dengan senyuman dan tingkah manja Sasha.
Sejak malam itu Aldo pun enggan menanyakan kembali perihal Sasha bersikap cuek, mereka pun istirahat.
Keesokan hari nya..
"Sayang, aku ada meeting kamu bisa naik taxi saja ya?." Tanya Aldo.
"it's ok!."
Sasha berjalan tanpa ekspresi lagi lagi membuat Aldo curiga.
Saat menunggu taxi tiba tiba mobil Merci berwarna hitam berhenti tepat di depan Sasha.
"Hai Baby, kita ketemu lagi!!."
"Davian?? Kebetulan, aku ada hal penting yang ingin aku bicarakan !!.
Davian hanya tersenyum dan menggerakkan alis nya tanda mempersilahkan Sasha untuk masuk ke dalam mobil.
Sasha pun mengerti dan langsung masuk mobil.
Ternyata di belakang Aldo memata matai sasha.
"Oh pantas saja dia bersikap begitu rupa nya dia punya simpanan , heuh."
Aldo mengikuti mobil mereka, tapi Sasha sadar bahwa dibelakang mereka ada mobil yang terus mengikuti nya.
"Davian, seperti nya mobil yang dibelakang itu mobil suamiku Aldo."
"Terus apa yang mau kamu lakukan?."
Tanya Davian yang fokus menyetir, kamu antarkan saja aku ke kantor nanti aku hubungi kamu kita ketemuan lagi, bagaimana?."
"Ide bagus."
Mereka pun sampai di kantor..
Sasha membuka pintu mobil menganggukan kepala tanda terima kasih, Aldo yang berada di dalam mobil lantas keluar ingin meminta penjelasan kepada Sasha.
"Siapa dia?."
"Ah siapa? Oh itu teman ku, tadi ketemu saat aku menunggu taxi kebetulan searah jadi aku ikut, soalnya sudah siang juga takut terlambat, terus kamu kenapa disini bukannya ada meeting?."
"Eeh itu itu di undur nanti siang."
"Oh yaudah,ayo kita masuk."
Dengan santai nya Sasha berpura pura, Aldo dengan ekspresi canggung sekaligus malu berhadapan dengan Sasha membuat Aldo sedikit tidak leluasa mereka pun masuk ke dalam kantor.
"Tring."
Bunyi sms.
" Kita ketemuan di Hotel X ya?."
ternyata sms dari Davian, lalu Sasha membalas.
__ADS_1
"Oke."
Setelah pulang kantor Sasha langsung pergi ke Hotel X.