Terjerat Cinta Mantan

Terjerat Cinta Mantan
Mantan Is Back


__ADS_3

"Drrttr drrtt."


Getaran handphone dari samping tubuh Aldo, membuat Sasha terganggu sampai Sasha terbangun sedangkan Aldo tidur lelap tanpa menyadari handphone nya yang dari tadi bergetar.


Sasha penasaran siapa yang tengah malam begini menghubungi suaminya tidak mungkin untuk membahas kerjaannya tengah malam begini, membuat Sasha penasaran lalu meraih handphone Aldo yang tergeletak tepat disamping tangan nya itu.


Dengan perlahan Sasha mengambil handphone tersebut .


Mulai lah Sasha membuka layar handphone Aldo yang mana walpaper nya foto pernikahan mereka berdua dan ternyata handphone Aldo di password, Sasha memasukan password yang sama dengan password handphone nya Sasha karena dari pacaran mereka selalu memakai password yang sama. Handphone Aldo tidak bisa dibuka password salah Sasha menggelengkan kepalanya tidak percaya bahwa Aldo sudah mengganti password handphone yang selama 2 tahun sama dengan Sasha.


Sasha tidak pantang menyerah dia mencoba berbagai cara memasukan tanggal lahir Aldo dan 'click' akhirnya handphone berhasil terbuka.


Tertulis di layar handphone pesan masuk


"Sayang apakah istri mu sudah tidur? Ayo kita Video call aku kangen niih."


Betapa terkejut nya Sasha membaca pesan singkat itu, langsung Sasha lihat pesan pesan terdahulunya dan tidak disangka lagi yang mengirim pesan itu ialah sekertaris nya yaitu Rena.


Tebakan Sasha benar, Aldo berselingkuh dengan Rena, lantas Sasha berlari masuk ke dalam kamar mandi.


Hanyut dalam derasnya air mengalir dari shower membuat tangisan air mata Sasha hilang tersapu air. Pikiran Sasha Sekarang hancur ia tidak bisa berpikir Sasha hanya bisa menangis meratapi nasib nya di selingkuhi suami nya yang baru saja menikah itu.


"Hiks hiks hiks Apa salah ku Aldo, kenapa kamu tega khianati aku, katanya wanita yang kamu cintai cuman aku nyatanya semudah membalikkan telapak tangan kamu berganti wanita dan menghancurkan cinta kita selama 2 tahun."


Malam itu Sasha menghabiskan malam dengan menangis di kamar mandi tanpa Aldo ketahui.


Saat pagi Sasha sudah bersiap untuk pergi bekerja dan berpura pura tidak terjadi apapun.


"Sayang, kenapa kamu sudah siap bukannya kita masih di kediaman orangtua ku". Ujar Aldo yang baru saja bangun."


"Ah iya itu sayang aku ada meeting pagi ini, maaf ya aku akan pamit duluan ke bawah, kamu juga cepat mandi."


"Tunggu aku, aku antar kamu bekerja ya !".


"Jangan jangan, aku sudah terlambat jika menunggu kamu bersiap dulu, aku naik taxi saja ya, bye sayang ."


Sasha berlari terburu buru turun ke bawah dan berpamitan dengan mertuanya.


Di dalam taxi Sasha memikirkan cara untuk mengungkapkan perselingkuhan suaminya Aldo, tapi terlintas dipikiran sasha mengenai orang tua nya, bagaimana jika Sasha dan Aldo bercerai bagaimana nasib keluarga sasha 80% kehidupan keluarga Sasha di topang keluarga Handoko, keluarga Sasha akan sangat kecewa jika mendengar kabar ini tapi di sisi lain Sasha tidak mau hidup dengan pengkhianatan, lagi lagi membuat otak sasha stres. Belum lagi mertuanya segera meminta cucu menambah beban Sasha untuk meninggalkan Aldo akhirnya sasha menemukan ide yang akan menguntungkan Sasha, membiarkan keluarga Aldo tahu dengan sendirinya perselingkuhan anaknya tanpa harus Sasha turun tangan, tetapi bagaimana?


Itulah yang sedang dipikirkan Sasha bagaimana caranya supaya keluarga Aldo mengetahui perselingkuhan Aldo.

__ADS_1


Semakin hari semakin terasa hambar yang di rasakan Sasha, setiap hari kehidupan rumah tangga Sasha dan Aldo terasa semakin renggang bahkan Aldo selalu pulang di atas jam 12 malam, tak banyak menuntut Sasha menjalani nya dengan tenang, di kantor Aldo dan Rena selayaknya rekan kerja antara Bos dan bawahan tidak membuat semua orang curiga lantas membuat Sasha berpikir selama ini Aldo selalu pulang larut sepertinya dari rumah Rena.


Entah apa yang dirasakan Sasha setiap melihat Aldo hatinya tidak ada rasa cinta sedikit pun, Aldo memperlakukan Sasha seperti biasa kadang lembut kadang datar .


"Sayang ,aku ada tugas kantor ke luar negeri selama satu minggu untuk project baru kita !."


"Oh yasudah, kapan kamu pergi?"


Ujar Aldo yang biasa saja mendengar Sasha akan pergi ,biasanya jika Sasha berpergian selalu posesif tapi kali ini mendengar Aldo yang tidak mengaharap Sasha menetap membuat Sasha yakin hubungan ini tidak bisa di teruskan.


Bahkan pernikahan yang memasuki bulan ke 4 ini Aldo sama sekali tidak pernah meminta hak suami pada Sasha dan memang mereka belum pernah melakukan nya . Aldo yang selama ini bersama Rena membuat batin Aldo tercukupi tanpa harus menyentuh Sasha.


Sasha pergi ke London untuk pekerjaan, sementara Aldo dan Rena semakin bebas tanpa ada Sasha.


Pagi hari di London..


"Bu Sasha ya? Saya perwakilan dari perusahaan X, Direktur menyuruh saya membawa anda untuk menemui beliau !." ( bahasa inggris)."


"Oh oke."


"Ini ruangan Direktur, silahkan masuk (bhs inggris)."


"Selamat pagi pak Direktur, saya Sasha perwakilan dari perusahaan Handoko." (bhs inggris).


Menundukkan kepala tanda hormat.


"Jangan sungkan, bicara indonesia saja lagi pula kita sudah saling mengenal dekat Baby!."


Sasha kaget dengan suara yang sangat familiar ini membuat Sasha berpikir seperti orang yang dia kenal.


Sasha menengok ke sosok suara itu betapa kaget nya orang itu adalah mantan Sasha sewaktu sekolah yaitu Davian.


"Da Davian !!! ."


Ekspresi kaget sekaligus ambigu Sasha salah tingkah.


Sasha dan Davian adalah sepasang kekasih saat SMA, Davian adalah pacar pertama Sasha sekaligus cinta pertama yang paling berkesan untuk Sasha, sayang hubungan mereka tidak lama hanya 3 bulan saja karena Davian pergi tanpa jejak meninggalkan Sasha saat keadaan Sasha terpuruk. Saat itu Sasha membenci Davian bahkan mengutuk Davian jika bertemu lagi dia akan memukul Davian hingga mati.


Namun niat nya dia urungkan melihat Davian menjadi Direktur perusahaan yang akan dia jadikan partner.


"Hallo Pak Davian, semoga kami bisa bekerja sama dengan perusahaan bapak."

__ADS_1


Mencoba kalem dan tenang jangan sampai emosi Sasha berusaha tenang didepan Davian.


"Sudah lama tidak bertemu kamu semakin menawan Baby ."


Davian menghampiri Sasha, Baby adalah panggilan sayang Davian untuk Sasha.


Davian membungkukkan badan meraih tangan Sasha lalu mengecupnya seperti sapaan orang barat, lantas Sasha menghempaskan tangan nya dengan sengaja.


"Ah maaf pak, bisakah kita mulai meeting nya ini sudah mau siang, takutnya jadwal bapak sangat padat."


Sasha mencoba mengalihkan.


"Wah wah kamu sombong sekali Baby, apakah kamu tidak kangen aku?."


Rayu Davian sembari menatap tubuh Sasha yang menawan memakai setelan rok belahan pinggir dan kemeja yang senada.


"Cantik sekali." bisik Davian ke telinga Sasha.


Dalam hati Sasha hanya merasakan benci, membuat Sasha mengingat Aldo, semua laki laki sama saja dalam pikirannya.


3 jam berlalu selesai meeting..


"Ah syukurlah sudah selesai finally aku bisa istirahat dan lanjut meeting lagi besok."


Sasha berjalan di lobi menuju hotel yang ia tempati saat di London.


Saat Sasha ingin masuk kamar hotel Sasha melihat pria yang begitu akrab ialah Davian, Davian juga ada di hotel dimana Sasha menginap.


"Oh tidak, kenapa dia lagi dia lagi."


Sasha lantas langsung masuk ke dalam kamar nya tetapi di hadang oleh Davian.


"Ah apa apaan ini !! Jangan asal masuk kamar orang begini dong."


"Wah kasar sekali ya Baby ku ini, ingat aku ini Direktur loh yang akan memutuskan project kamu, engga takut aku gak setuju dengan project kamu."


Menggoda Sasha .


"Ini bukan di kantor, lagi pula kamu harus profesional dong project ku tidak ada hubungannya dengan ini."


Davian menerobos masuk ke dalam kamar Sasha, ia rindu dengan kenangan bersama Sasha. Akankah Davian menjelaskan semua tentang kepergian yang hilang tanpa jejak kepada Sasha?

__ADS_1


__ADS_2