
Sesampainya Sasha di hotel X di tempat mereka ketemuan. Sasha menunggu Davian di loby hotel, tak lama kemudian Davian pun datang dengan membawa bungkusan tas belanjaan yang cukup banyak.
"Ini untuk mu !."
Davian menyodorkan tas itu kepada Sasha.
"Hah untukku? Apa ini?."
Dengan terheran heran Sasha mengambil bungkusan tas itu.
"Wah ini baju baju branded untuk ku? Kenapa kamu membeli nya untuk ku?."
"Hadiah untuk kamu, dulu aku tidak pernah membelikan apa apa sewaktu kita pacaran dulu."
"Ah terimakasih tapi aku tidak bisa menerima nya, ini ambil kembali."
Sasha menyodorkan tas.
"Kalau kamu tidak mau kamu bisa membuangnya!!."
Dengan raut wajah marah Davian berjalan meninggalkan Sasha.
"Ish dasar orang kaya, baju branded gini mana boleh di buang. Seumur hidup aku belum pernah beli baju mahal begini bahkan Aldo tidak pernah membelikan nya untukku, eh kalau di pikir pikir selama 4 bulan pernikahan Aldo belum pernah memberikan apapun untuk ku memberikan nafkah pun awal pernikahan saja itu pun hanya 10 juta dan sampai sekarang belum pernah kasih aku uang selain gaji aku sendiri dari perusahaan dia."
Sasha mengomel sendiri dan berlari mengejar Davian yang kesal.
Sasha memang wanita yang mandiri semenjak bersama Aldo Sasha tidak pernah mengharapkan uang atau status sosial seperti wanita pada umum nya, Sasha bekerja keras untuk hidup nya dan keluarga nya, Sasha anak dari dua bersaudara dia mempunyai adik laki laki bernama Raven yang masih sekolah SMA, Ayah Sasha Pak Darmawan adalah dosen di salah satu perguruan tinggi di ibukota dan ibu Hira adalah seorang ibu rumah tangga biasa, semenjak Sasha menikah dengan keluarga Handoko ayah Sasha di angkat menjadi direktur di kampus dimana ayah Sasha mengajar.
Sasha pun bisa lebih tenang bekerja karena kedudukan sosial mereka lebih baik saat ini.
"Eh apa kita gak di luar saja, tidak usah di dalam kamar ?."
Dengan canggung Sasha mengajak Davian mengobrol di luar kamar.
"Kenapa? Kamu takut aku berbuah yang aneh? Hahaha."
Davian dengan sengaja merayu Sasha .
"Apaan sih, gak lucu. Oke kita bahas permasalahan nya saja."
2 jam berlalu mereka berdua akhirnya keluar dari kamar itu mendiskusikan tentang masalah Sasha. Davian menyuruh Sasha untuk sabar sampai menemukan bukti yang akurat. Tapi sasha tidak bisa menunggu lagi Sasha merasa lelah dengan semua ini tapi banyak hal yang harus dipikirkan ulang keluarga nya, karier nya, dan masa depan nya.
Sampailah mereka berdua di loby, dan tidak disangka ketika lift terbuka ada dua orang yang sedang tertawa dan bergandengan tangan tersebut adalah Aldo dan Rena di depan mata Sasha langsung mereka tertangkap basah tidak perlu bersabar lagi Sasha meluapkan semua kekesalan yang selama ini dia pendam.
"Sayang !! Ini tidak seperti yang kamu lihat, aku bisa jelaskan."
__ADS_1
Aldo meraih tangan Sasha .
"Ah iya bu ini bukan seperti yang ibu pikirkan, kami ada meeting disini!!."
Tegas Rena membela diri.
"Meeting ya? Memangnya harus gitu sampai pegangan tangan dengan suami orang?."
"Itu itu itu ."
Mereka berdua tidak bisa menjawab.
"Lalu laki laki ini siapa? Kenapa kalian ada di hotel?."
Membalikan pertanyaan kepada sasha.
"Heuh bukan urusan kamu."
Dengan senyum licik Sasha mengabaikan Aldo.
"Apa maksud mu, bukan urusan ku, kamu istri ku kamu mencoba selingkuh dari ku ingin membalas dendam iya kan."
"Kalau iya, kamu mau apa?."
"Kurang ajar kamu benar benar wanita murahan!!."
Sasha berteriak meluapkan emosi nya.
"PLAK"
Tamparan keras mendarat di pipi Sasha, membekas merah di pipi Sasha yang putih. Sasha terdiam dan tertunduk.
"Sayang, sayang maafkan aku, aku khilaf benar benar tidak sengaja."
Aldo membujuk Sasha .
"Kita BERCERAI."
Sasha berlari menangis memegang pipi nya yang di tampar Aldo.
"Kamu tidak pantas memang bersama Sasha !! Syukurlah Sasha mengambil keputusan yang benar."
Ejek Davian terhadap Aldo, Davian pun menyusul Sasha.
"Sialaaaaan, siapa laki laki itu !!!."
__ADS_1
Dengan kesal Aldo menonjok tembok hotel ditenangkan Rena.
"Sayang, sudah sudah jangan dipikirkan, ini lebih baik bukan, kita tidak perlu lagi memikirkan bagaimana untuk bicara kepada Sasha."
"Tidak semudah itu Ren, bagaimana keluarga ku? Mereka sangat menyayangi Sasha, mereka tidak akan menerima kamu dengan mudah."
"Tapi aku membawa kabar bahagia untuk keluarga mu sayang, mereka pasti senang kalau mendengar mereka akan segera mempunyai cucu."
"Ah sudah lah, aku akan mengurus dahulu masalah ini, kamu sabar saja."
Sasha berjalan di tengah gelap nya malam tak ada satu pun kendaraan yang lewat saat itu, Sasha menangis tersedu sedu betapa malang nya nasib wanita cantik ini, dengan pipi yang bengkak Sasha berjalan entah sudah seberapa jauh dia berjalan tanpa lelah dia terus menyusuri jalanan yang sepi itu entah kemana dia akan pergi tidak ada tujuan, pulang ke apartemen tidak mungkin jika pulang ke keluarga nya akan jadi pertanyaan besar.
"Tit tit tit."
Suara klakson mobil dibelakang Sasha.
Laki laki berawakan tinggi itu menghampiri Sasha ya laki laki itu tidak lain Davian, yang sedari tadi mencari cari keberadaan Sasha .
"Akhirnya aku menemukan kamu Baby."
Davian memeluk Sasha dengan erat, Sasha pun balik memeluk Davian dengan menangis terisak isak.
"Menangis lah Baby, menangis lah sepuas mu luapkan kekesalan mu."
"Ah huhuhuhu ."
Sasha memukul dada Davian dan menangis dengan kencang meluapkan emosi nya.
"Bagaimana? Sudah lega?."
"Ah iya lumayan, terimakasih Davian."
"Ayo aku antarkan pulang."
"aku gak tau mau kemana sekarang, aku gak mau pulang ke apartemen lagi."
Tanpa bertanya lagi Davian memangku Sasha masuk mobil.
"Ah kamu apa yang kamu lakukan, turunin aku Davian !!."
"Diam, lihat kaki mu sampai bengkak begitu, apa kamu sadar berjalan berapa jauh?."
Sasha hanya terdiam dan membolehkan Davian memangku Sasha. Davian membawa Sasha kembali ke hotel, Davian membaringkan Sasha di ranjang, mengambil kotak obat untuk mengobati luka di kaki Sasha, Davian sangat telaten memijat dan mengobati kaki sasha yang bengkak tak lupa Davian pun mengompres pipi Sasha yang bengkak bekas tamparan.
Sasha terpesona melihat Davian dengan tulus mengobati Sasha, membuat jantung Sasha berdegup kencang. Perlakuan Davian yang sangat lembut membuat Sasha terbawa suasana pada malam itu.
__ADS_1
Betapa manis nya Davian saat terlihat serius seperti ini, Sasha merasa bahwa Davian masih sama dengan dulu orang yang sangat lembut, perhatian ,pengertian dan penuh kasih sayang, sayang nya Davian pergi tanpa pamit membuat Sasha sedih dan akhirnya membenci Davian, akan kah Sasha kembali mencintai Davian??..