
Tanpa sadar Sasha mengelus pipi Davian, membuat Davian terkejut.
"Kenapa?."
Tanya Davian.
"Terimakasih."
Sasha mengecup lembut pipi Davian.
Davian hanya tersenyum tanpa membalas.
"Istirahat lah, kamu pasti lelah."
"Ah baiklah."
Sasha tertidur lelap dengan tenang. Davian memperhatikan wajah Sasha mengelus lembut wajah Sasha dengan penuh kasih sayang. Malam begitu cepat berlalu tak terasa matahari terbit sangat cantik pagi hari itu.
"Eemmm."
Sasha bangun dari tidur nya. Sasha menengok ke kanan ke kiri Davian sudah tidak ada dalam pikiran Sasha ' Ah mungkin dia sudah pergi'.
"Cekrek." Suara pintu terbuka.
"Sudah bangun? ."
Sapa Davian yang pagi pagi keluar membawa tentengan.
"Ah, Davian kamu dari mana?."
"Aku membawa baju untuk kamu !! Semalam tidak sempat ganti baju kan, sekarang mandi gih ganti baju mu."
Menyodorkan baju ke Sasha.
"Ah hehe maaf ya !! Kamu pasti risih ya aku pasti bau."
Sasha menunduk malu.
"Heem kamu jangan malu begitu, kamu tidak bau kok, lihat nih aku suka wangi alami kamu."
Davian menghibur Sasha mengendus endus badan Sasha.
"Hentikan Davian, itu jijik iih aah kamu jorok hahaha."
Mereka berdua tertawa pagi itu.
Setengah jam kemudian, Sasha keluar dari kamar mandi.
"Wow Davian, kamu tau loh size aku ini pas sekali di badan aku!!."
"Aku tahu setiap inci badan kamu, bahkan aku tahu apa yang berubah dari badan kamu."
"Ka kamuuuu aaahhh !!! Jangan bilang semalam kamu sentuh sentuh tubuh aku?."
"Hahaha jangan panik begitu, dulu bukannya ciuman pertama mu diberikan untuk aku?."
__ADS_1
"Davian, kenapa kamu dulu meninggalkan ku tanpa pamit?."
Davian terdiam.
"Ini sudah waktunya sarapan, ayo kita turun ke bawah."
Davian mengalihkan pembicaraan.
Sasha tidak tahu kenapa Davian tidak mau menjelaskan tentang masa lalu nya itu entah ada apa masalah nya Sasha hanya bisa menunggu waktu Davian untuk berbicara sendiri padanya.
Setelah sarapan..
"Sekarang kita cari apartemen untuk kamu tinggal dulu ya?."
"Tidak usah, aku akan pulang ke rumah keluarga ku, aku ingin menyelesaikan dulu masalah aku dan Aldo!!."
"Apakah kamu ingin menceraikan Aldo?."
"Iya, untuk apa aku mempertahankan pria macam itu yang sudah mengkhianati aku. Lagipula Rena sudah hamil anak nya Aldo, aku tidak mau masalah tambah rumit lebih baik aku selesai kan."
"Oke, aku antarkan kamu ya!!."
"Ah lebih baik jangan, yang ada nanti aku yang jadi sasaran mereka di bilang aku yang selingkuh dengan mu, bagaimana?."
"Apakah bermalam di hotel berdua itu namanya tidak selingkuh? ." Ejek Davian.
"Itu ituuu beda."
Sasha meninggalkan Davian yang asik menertawakan Sasha.
"Tok tok tok."
"Mah,Pah Sasha pulang !!."
"Sasha, Mamah telepon kamu dari semalam kamu kenapa tidak jawab telepon Mamah?."
Ibu Sasha yang panik mendengar kabar bahwa Sasha menghilang dari Aldo.
"Sasha tidak apa apa Mah, ada apa? Siapa yang bilang ke mamah Sasha pergi?
"Aldo nak, dia bilang kamu hilang dengan seorang pria, apa pria itu sudah jahat pada mu nak??."
"Sasha, sebenarnya nya ada apa ini? Kenapa keluarga Handoko tiba tiba mengundang kita untuk datang ke rumah nya nanti malam?."
Ayah nya Sasha menghampiri Sasha.
"Apa !! Aldo sudah mengambil langkah yang cepat."
"Ada apa ini, ceritakan siapa pria yang bersama mu ."
"Ayo sayang kita duduk, kamu ceritakan apa yang terjadi."
Setelah beberapa lama kemudian, Sasha sudah menceritakan apa yang terjadi dengan Aldo, ibu Sasha tergolek lemas dan ayah Sasha begitu marah.
"Aldo memang kurang ajar, akan Papah tuntut dia!!."
__ADS_1
"Pah ini tidak baik, bagaimana kalau keluarga Handoko mengambil semua yang mereka berikan kepada kita?."
"Nak, harta yang memang bukan seharusnya untuk kita tak usah kamu takutkan. Yang penting kebahagian kamu itu yang kamu utamakan."
Sasha memeluk kedua orang tua nya, menangis tersedu sedu, tidak disangka yang Sasha takutkan hanya pikiran nya sendiri, keluarga nya memilih Sasha daripada harta .
Adik Sasha datang.
"Kak, apa kamu ingin bercerai dengan kak Aldo? ."
"Iya Raven, Kakak sudah tidak tahan lagi."
"Kalau Kakak bercerai, keluarga kita akan miskin. Aku tidak mau kak teman teman ku akan menjauhi ku."
Raven berlari ke atas, marah karena tidak setuju Sasha bercerai dengan Aldo karena selama ini Raven sudah terbiasa dengan kemewahan dan teman nya selalu menyanjung Raven.
"Sudah nak, jangan pedulikan adik mu. Sekarang kita harus bersiap siap untuk pergi ke keluarga Handoko."
Sasha menghela nafas panjang apa yang harus di lakukan Sasha saat adiknya marah besar kepadanya, Raven adik Sasha yang sangat Sasha sayang dan manja, Sasha tidak pernah menolak apapun yang Raven mau. Tapi tekad Sasha untuk menceraikan Aldo sudah bulat. Bagaimana pun kedepannya Sasha berusaha untuk tetap tegar dan bersabar.
Malam itu ketika mereka akan pergi ke tempat keluarga Handoko, Hujan turun dengan lebat, Angin kencang menyapu air hujan dijalan. Langkah kaki Sasha ber irama dengan suara jentikan jari nya yang tak bisa diam karena tegang.
"Sayang, ayo kita berangkat ? "
"Ah ayo pah,"
Sasha kemudian berlari mengikuti kedua orang tua nya yang sudah berjalan duluan.
"Hujan nya begitu lebat. Ini payung nya ayo kita masuk ke mobil."
sahut ibu nya Sasha.
Sepanjang jalan Sasha sama sekali tidak mengeluarkan satu patah kata.
"Anak ku sayang, Kamu tidak usah khawatir ! Ada Papah disini!!."
"Iya Pah, Pah, Mah terima kasih karena tidak menyalahkan Sasha."
"Untuk apa menyalahkan mu sayang, jelas jelas semua salah nya Aldo, kamu jangan pikirkan keluarga kita pikirkan dirimu sendiri, selama ini kamu sudah banyak berkorban untuk kita, selayaknya kita keluarga harus balik support kamu."
Sasha terharu dengan perkataan Ayah nya lantas Sasha menangis bertekad akan membuat kedua orang tua nya bahagia.
Sesampainya di kediaman Handoko mereka bertiga menghela nafas panjang.
"Ayo, Kita masuk."
Mereka bertiga masuk dengan tenang, dipersilahkan nya oleh pekerja rumah disana.
"Tuan bilang silahkan menunggu disini."
"Terima kasih." Ucap mereka bertiga .
Amat beda, perlakuan pekerja keluarga Handoko pun berbeda dengan biasanya mereka menyambut, seperti pertama kali mereka memasuki rumah ini padahal sering sekali mereka berkunjung kesini. Dalam pikiran Sasha pasti Aldo sudah merencanakan semuanya toh keluarga nya pasti tidak akan mengakui bahwa Aldo bersalah.
"Kalian sudah datang, bagus. Mah panggil Aldo turun !!."
__ADS_1
setelah semuanya berkumpul, mereka membicarakan permasalah Aldo dan Sasha. Tidak disangka yang terpikirkan Sasha berbeda dengan kenyataan, keluarga Aldo meminta maaf kepada Sasha tapi mereka ingin tetap melanjutkan perceraian . Kenapa??? Dan akhirnya Sasha tahu keluarga Handoko ingin sekali cucu dan kebetulan Renang sudah mengandung. Hah ini memang bukan kebetulan mungkin semuanya sudah di rancang, kedua belah pihak keluarga pun akhirnya menyetujui perceraian Aldo dan Sasha, Memang keluarga Handoko tidak mencabut fasilitas apapun dari keluarga Sasha tapi Sasha kekeuh tidak mau kehidupan baru nya di campuri tangan keluarga Handoko. Sasha mengembalikan semua yang diberikan keluarga Handoko. Ayah Sasha pun rela menjadi Dosen kembali dan mengembalikan saham yang diberikan keluarga Handoko.