
Sembari menunggu Aldo mandi, Sasha membereskan koper Aldo.
"Kletak". Suara benda jatuh.
"Eh apa ini?"
Sebuah lipstik pink yang jatuh dari saku celana Aldo.
"Lipstik siapa ini". Seketika Sasha curiga apakah Aldo membohongi Sasha lagi, Sasha berpura pura tidak menemukan apapun dia menyembunyikan lipstik tersebut dan mencari tahu kebenaran apakah Aldo selingkuh atau tidak.
"Sayang, kenapa kamu bengong?".
Tanya Aldo yang baru keluar dari kamar mandi membuat Sasha kaget.
"Ah tidak sayang, aku baru ingat aku punya kerjaan yang harus aku selesaikan sekarang, aku harus pergi ke kantor, kamu tidak apa apa kan aku tinggal?"
"Kalau penting tidak apa, aku juga lelah ingin istirahat"
"Bagus kalau begitu, aku jadi tenang meninggalkan kamu sekarang, jangan lupa makan masakan ku ya, aku mungkin agak malam pulang nya, bye sayang"
Sasha pun bergegas meninggalkan apartemen dan Aldo.
"Taxi"
Teriak sasha.
Sasha masuk ke dalam taxi dia tidak tahu mau kemana karena dia membohongi Aldo dengan bilang ada kerjaan padahal Sasha ingin mencari tahu lipstik siapa yang ada di celana Aldo.
Sepintas Sasha langsung memikirkan Rena, Rena yang pergi bersama Aldo ke luar kota lantas Sasha mencurigai lipstik itu milik Rena.
Sasha stalking sosial media Rena dan betapa kaget nya saat Sasha melihat ada foto Aldo 5 tahun yang lalu, dalam caption foto itu tertulis ' hanya kamu lelaki yang ada di hidup ku'. Betapa terpukulnya Sasha mengetahui bahwa Rena menyukai Aldo, betapa kesalnya Sasha mengetahui Aldo telah membohongi Sasha karena tidak mengatakan bahwa Aldo mengenal Rena sewaktu pertama kali bekerja , seperti dugaan Sasha mungkin semuanya sudah di rencanakan, tapi Sasha belum memiliki bukti yang kuat untuk membuat mereka mengakui hubungan perselingkuhan nya.
"Drrtt drrtt". Telepon Sasha begetar.
"Hallo mamah mertua, ada apa?
"Sasha sayang, bisakah kamu dan Aldo pulang, Papa ingin bertemu kalian !"
"Baiklah mah, nanti kami kesana"
Sasha bingung saat ini pernikahan nya baru menginjak 1 bulan tetapi sudah ada masalah besar perselingkuhan suaminya,
Sasha tidak bisa bilang kepada orang tua maupun mertua nya, Sasha tidak mau menyakiti hati orang orang yang dia sayang, lagi pula keluarga Sasha ditopang kehidupan nya oleh keluarga Handoko semenjak menikah semua kebutuhan bahkan membelikan saham untuk orang tua Sasha membuat Sasha kebingungan hidupnya sudah enak .
__ADS_1
Malam hari di kediaman Handoko..
"Pah, mah ada apa membuat Aldo kaget saja menyuruh kami kesini bukannya kami selalu kesini weekend"
"Ah sayang ada hal yang papah mu sampaikan"
"Aldo, Sasha Papah sudah tua mungkin usia papah sebentar lagi, Papah ingin sekali kalian langsung mempunyai anak tanpa menunda nunda, Papah baru bisa mewariskan semua harta papah jika cucu papah sudah lahir"
"Loh pah kenapa harus menunggu cucu? Anak papah cuman Aldo saja, apa yang papah ragukan lagi, perusahaan baik baik saja semenjak Aldo yang pegang!"
"Tanpa Sasha apa kamu sanggup pegang perusahaan sendiri Aldo?".
Sindir papah nya.
"Aldo dan Sasha akan mempunyai anak sebentar lagi, Papah jangan khawatir saat cucu papah lahir papah masih akan tetap sehat".
Sasha menenangkan suasana tegang antara ayah dan anak.
"Anak baik, Papah beruntung punya menantu seperti mu nak, jaga baik baik Aldo ya nak"
"Jangan khawatir pah, Aldo bukan anak kecil lagi "
Celoteh Aldo.
"Kalian menginap saja disini ini sudah sangat larut "
"Baiklah mah"
"Sasha sayang kesini mamah mau bicara".
Sasha mengikuti mamah mertua nya ke dalam kamar.
"Sayang ini mamah punya gelang yang memang turun temurun keluarga Handoko berikan kepada menantu wanita"
Mertua Sasha memakaikan gelang ke pergelangan tangan Sasha.
"Mah ini sangat bagus, terimakasih mah"
Sasha memeluk mertuanya .
"Sasha tolong jaga Aldo dengan baik ya"
"Ah iya mah pasti Sasha akan jaga, sebagai istri itu kewajiban Sasha!"
__ADS_1
Di balkon..
Sasha memandang langit yang gelap gulita seperti hatinya saat ini. Lalu Aldo menghampiri Sasha,memeluk Sasha dari belakang.
"Ini sudah malam sayang, ayo kita tidur angin malam tidak baik untuk kesehatan kamu bukan nya kamu dengar mamah dan papah ingin segera memiliki cucu, kamu harus menjaga kesehatan dengan baik ya sayang".
"Ah iya sayang maaf".
"Kita menikah sudah sebulan lebih tapi kamu masih belum memberikannya pada ku sayang, bagaimana kita bisa punya anak?"
"Hehe iya maaf , bukannya aku tidak mau tapi aku sedang tidak enak badan sayang, kamu tidak mau memaksa orang sakit kan".
Sasha menghindar dari ajakan Aldo dengan ramah.
"Heem baiklah, mungkin besok lagi kita lakukan ya. yasudah ayo tidur"
"Iya sayang"
Sasha Menghela nafas lega.
Sasha mencoba membuka obrolan tentang hubungan mereka.
"Sayang, kamu benar-benar mencintai ku?." Tanya Sasha, membuat Aldo terkejut dengan pertanyaan Sasha yang selama ini tidak pernah menanyakan perihal cinta nya karena Sasha percaya Aldo setia.
"Loh kok pertanyaan nya begitu haha lucu banget sih kamu sayang, kita hubungan sudah lama dan sekarang aku ini suami mu masa harus ditanyakan lagi cinta ku ini !!."
Dengan wajah yang ragu Aldo menjawabnya, Dalam hati Sasha sangat tahu jika Aldo sedang berbohong sebab jika Aldo berbohong pasti selalu bicara dengan memalingkan wajah nya tidak ingin terlihat oleh Sasha. Namun Sasha mencoba tenang jika dia marah akan timbul kecurigaan dari Aldo.
"Tidak, aku hanya bergurau saja, aku tahu kamu setia mana mungkin kamu khianati aku kan sayang ?."
"i i iya pastinya aku setia, hanya kamu wanita di hidup ku, sayang ini sudah malam bagaimana kalau kita tidur saja aku mengantuk setelah makan malam tadi."
Aldo mengalihkan pembicaraan tersebut.
"Ah baiklah, tidurlah duluan sayang aku mau ke kamar mandi membersihkan wajah."
"Oke."
Sasha membersihkan wajah dan bersiap untuk pergi tidur namun di hati nya tetap tidak bisa tenang dengan memikirkan perselingkuhan Aldo, rasanya melihat Aldo pun sudah membuat Sasha kesal tapi Sasha harus sabar untuk mendapatkan bukti bukti perselingkuhan mereka. Sasha mendekat ke arah Aldo melihat wajah nya yang sudah tertidur pulas itu betapa ingin Sasha menghancurkan wajah yang bermuka dua itu dalam hati Sasha.
'Aldo jika ini yang kamu mau, aku akan melepaskan mu tapi tidak semudah itu kamu harus bertanggung jawab atas apa yang kamu lakukan padaku, kmu harus menerima sakit yang aku rasakan begitu pula dengan selingkuhan mu Rena kalian mana bisa bahagia saat aku tersakiti karena kalian.'
Sasha mencoba memejamkan mata nya.
__ADS_1