TERLUKA KARENA PERPISAHAN

TERLUKA KARENA PERPISAHAN
BAB 37


__ADS_3

Kaisar tiba di kantor nya, namun ia merasa heran karena hanya Aldo dan Marry yang menghadapnya untuk memberitahukan jadwal kaisar hari ini. Sementara itu Audrey tidak terlihat.


Setelah Marry menyebutkan jadwalnya, pintu terbuka dan terlihat audrey masuk dengan wajah yang sedikit pucat dan berkeringat.


Kaisar tidak banyak bertanya dan Audrey pun hanya meminta maaf atas keterlambatannya. Ingin rasanya Kaisar bertanya pada Audrey, namun ia menahannya karena ucapan Audrey beberapa waktu lalu.


Audrey memberikan berkas yang sudah selesai ia periksa dan menunggu di tanda tangani oleh Kaisar, sementara Marry kembali ke mejanya yang terletak percis di depan pintu ruangan Kaisar.


"Aldo." Panggil Kaisar.


"Iya Tuan." Jawab Aldo.


"Hubungi detektif Harun dan tugaskan untuk mengawasi kegiatan Keiina selama di luar rumah." Titah Kaisar.


Aldo mengangguk. "Siap, Tuan."


Audrey yang mendengarnya merasa heran, apa mungkin Keiina itu adalah kekasih dari Kaisar, batinnya.


Aldo segera meninggalkan ruangan Kaisar sementara Audrey masih menunggu berkas yang selesai di tanda tangani oleh Kaisar.


"Kenapa terlambat?" Tanya Kaisar dengan tiba tiba.


"Maaf, Tuan. Ban motor saya bocor dan saya harus mendorongnya ke bengkel terdekat." Jawab Audrey.


Bahkan Kaisar baru mengetahui jika selama ini Audrey menggunakan kendaraan roda dua itu.


Ryu mendatangi kantor Kaisar siang itu, karena sudah terbiasa ia segera naik ke lantai tempat dimana ruangan Kaisar berada. Namun ketika di lift ia berpapasan dengan Audrey yang juga sedang menuju lantai yang sama dengan Ryu.


"Kamu ngapain di sini?" Tanya Ryu heran.


"Kerja." Jawab Audrey dengan datar.


Ryu memang mengetahui jika Audrey sudah tidak bekerja lagi di kantor EO milik Ayla, namun dirinya tidak tau jika Audrey bekerja di WG Group.


"Kamu kerja di sini?" Tanya Ryu tak percaya.


"Hem." Jawab Audrey lagi.


Tring...


Pintu lift terbuka dan Audrey berjalan lebih dulu meninggalkan Ryu tanpa pamit.


Ryu berdecak sambil menggeleng gelengkan kepalanya melihat sikap dingin Audrey.


Ryu masuk ke ruangan Kaisar setelah di persilahkan oleh Marry.


"Key..." Panggil Ryu dan Kaisar berdiri lalu memeluk Ryu sahabatnya itu.

__ADS_1


"Apa kabar? Betah sekali tinggal di daerah sampai dua bulan tidak kembali." Ucap Kaisar.


Ryu melerai pelukannya. "Sebagai dokter, aku harus siap di tempatkan di manapun." Jawab Ryu. "Tapi beberapa bulan lagi aku akan kembali tinggal di kota, karena rumah sakit di daerah akan di pegang langsung oleh temannya Daddy Pras."


Kaisar membawa Ryu duduk di sofa. "Benarkah?"


Ryu mengangguk. "Papaku yang memintaku untuk tinggal saja di kota di rumah sakit pusat Medika." Jawabnya lagi.


"Baguslah kalau begitu." Balas Kaisar.


"Bagaimana keluargamu?" Tanya Ryu.


"Sempurna, ada Oma, Mama, dan Keii di dalam hidupku." Kaisar tersenyum.


"Apa kabar dengan calon istriku?" Tanya Ryu dengan menaik turunkah halisnya.


"Tentu saja adikku baik." Jawab Kaisar. "Datanglah ke rumah jika merindukan Keii." Kata Kaisar.


"Akhir pekan sebelum kembali ke daerah, aku akan makan malam di rumahmu." Ucap Ryu.


"Kenapa tidak malam ini saja?" Tanya Kaisar menyelidik.


Ryu mengerdikan bahunya. "Daddy Pras dan Papa Regan mengajakku untuk ikut seminar kesehatan."


Kaisar menganggukan kepalanya. "Dokter yang baik." Dan membuat mereka tertawa bersama.


Kaisar tau apa yang di maksud oleh Ryu. "Sepupumu itu?" Tanyanya yang di angguki oleh Ryu.


Kaisar menghela nafas sejenak. "Sudah satu bulan ini Audrey bekerja di sini menjadi tim asistenku dengan Aldo."


"Asisten?" Tanya Ryu tak percaya.


Kaisar mengangguk. "Audrey mengimkan CV melaui email ke perusahaanku."


Ryu sedikit terkejut dan berbicara. "Mama bilang, wanita yang suaminya berpacaran dengan Audrey mendatanginya lagi, Mama takut jika wanita itu belum puas mengganggu Audrey, jadi Mama meminta Audrey untuk mencari pekerjaan di tampat lain."


Kaisar hanya mengangguk.


"Apa Audrey menyusahkanmu?" Tanya Ryu.


Kaisar menghela nafasnya, "Jangan mencurigainya begitu, Ry. Bahkan Audrey hanya berbicara denganku masalah pekerjaan, di luar itu Audrey lebih banyak diam."


"Audrey gadis introvert. Dia menarik diri dari keramaian. Entah bagaimana ceritanya dia bisa menjalin hubungan dengan pria beristri." Ucap Ryu.


"Bukan Audrey yang menjalin hubungan dengan pria beristri, tapi sepertinya Audrey tidak tau jika pria itu sudah beristri." Balas Kaisar.


Ryu menyipitkan matanya menatap Kaisar. "Kamu seperti memahami Audrey sekali, aku curiga." Cibirnya.

__ADS_1


Kaisar tersenyum kecut, "Jika Audrey memang sengaja berpacaran dengan pria beristri, pasti jika sudah di labrakpun, Audrey tetap bersama pria itu. Namun Audrey memilih menghindar dan tidak ingin lagi berhubungan dengan pria itu, itu menandakan jika Audrey tidak tau jika pria itu adalah pria beristri."


Ryu menganggukan kepalanya. "Seperti wanita Papamu?" Tanyanya.


"Ya, begitulah kira kira." Jawabnya.


Diam diam Audrey mendengar pembicaraan Kaisar dan Ryu saat dirinya akan mengantar minuman untuk mereka. Hati Audrey tersentuh ketika Kaisar menilainya seperti itu, Audrey merasa jika Kaisar bisa memahaminya.


"Permisi, Tuan." Kata Audrey sambil berjalan masuk dan membawa nampan berisikan dua cangkir kopi.


Audrey meletakkan ke dua cangkir di depannya masing masing. Kemudian berdiri dan hendak meninggalkan ruangan.


"Terimakasih, Audrey." Ucap Kaisar dan Audrey hanya mengangguk.


Kaisar memperhatikan wajah Audrey yang masih terlihat pucat. Dan perhatian Kaisar terlihat oleh Ryu.


"Kamu menyukai Audrey." Ucap Ryu tiba tiba saat pintu sudah tertutup sempurna dari luar oleh audrey.


Kaisar mengangguk, "Belum pernah aku tertarik dengan wanita seperti aku tertarik pada Audrey." Jawabnya.


Ryu memijat pangkal hidungnya.


"Ry..." Panggil Kaisar dan Ryu menatap wajah Kaisar.


"Sepertimu yang meminta ijin padaku untuk mengejar Keii, kali ini juga aku ingin mengejar Audrey." Kaisar menjeda ucapannya. "Boleh, ya?"


"Key, aku harap kamu tidak menyesalinya." Ucap Ryu.


"Jika cerita mu memang benar. Audrey sama seperti Keiina dan sama juga denganku, sama sama terluka karena perpisahan ke dua orang tuanya." Kaisar menggigit pipi bagian dalamnya. "Kami hanya sebagian orang yang terluka karena perpisahan. Tetapi nasib Audrey lebih menyedihkan." Kata Kaisar lagi.


Ryu dengan setia mendengarkan Kaisar.


"Saat perpisahan orang tuaku, Aku masih di temani oleh Oma dan Mbak Nina. Keiina tetap di temani oleh Mama. Sementara Audrey, ditinggalkan oleh Ibunya, Ayahnya juga memilih meninggalkannya, dan karena Audrey adalah hasil dari pernikahan yang merugikan Salah satu keluargamu, membuat Audrey tidak di sukai oleh mereka." Jelas Kaisar dan Ryu mengangguk.


"Tanpa kalian sadari, jika Audrey hanya korban, Audrey juga ingin mendapatkan kasih sayang, bukan salahnya terlahir dari sebuah kesalahan." Kata Kaisar lagi.


Ryu mengangguk. "Mama juga bilang seperti itu. Bahkan Kak Disya juga baik pada Audrey, Kak Disya bilang jika Ibu nya Audrey tidak merebut Papanya Audrey, maka sampai sekarang Mommy Nanda tidak akan pernah menjadi Mommynya Kak Disya dan tidak akan ada Cean diantara mereka."


"Itulah mengapa, aku begitu mengerti apa yang di rasakan oleh Audrey, dan aku ingin membagi kebahagiaanku dengannya." Kata Kaisar lagi dan akhirnya Ryu mengerti.


...****************...


*Note:


Cerita Audrey dan Ryuga ada di novelku yang berjudul "BEFORE WE DONE"


Sambil menunggu novel ini Up, mampir baca dan tinggalkan jejak disana ya.

__ADS_1



__ADS_2