TERLUKA KARENA PERPISAHAN

TERLUKA KARENA PERPISAHAN
BAB 53


__ADS_3

Reno kembali menghubungi Kaisar dengan meminta tebusan berupa 50% Saham WG Group. Kaisar dengan terpaksa mengiyakan karena saran dari Tim Harun untuk menjebak Reno agar sedikit lengah.


Reno tengah bergembira sehingga ia mencari Riska di rumah yang tak jauh dari rumah tua tempat penyekapan Keiina dan Audrey.


Ia datang dengan membawa minuman beralkohol untuk merayakannya bersama Riska.


"Reno, bagaimana?" Tanya Riska tak sabar.


Reno tertawa, "Kita pesta malam ini, Bu. Kaisar menyetujui untuk memberikan sahan 50% dan besok akan di urus."


"Benarkah?" Tanya Riska berbinar.


"Ya, dan sekarang kita berpesta."


Riska memeluk Reno dan Reno segera meraup bibir Riska, "Puaskan aku, Bu." Katanya di sela sela ciuman panasnya.


"Tentu saja, Reno.. Kamu juga harus memuaskan Ibu karena Anhar tidak pernah memuaskan Ibu." Balasnya.


Reno mendorong sang Ibu ke atas sofa dan perlahan melucuti pakaian atasnya, ia juga membuka pakaiannya sendiri hingga tubuh mereka hanya polos di bagian atasnya saja. Mereka bercumbu untuk merayakan kemenangannya.


Brakkk...


Anhar bersama Anton dan orang orangnya mendobrak pintu.


Riska terkejut dan langsung mendorong Reno lalu menutupi tubuh bagian atasnya dengan bantal sofa.


"Kalian menjijikan sekali." Sentak Anhar.


Anhar menampar wajah Riska dan mencoba mencekiknya, Anton segera melepaskan tangan Anhar dari leher Riska saat melihat Riska membolakan matanya dan terbatuk batuk. Diam diam Reno mengambil pakaiannya dan melarikan diri dengan memakai motor dan lepas dari pengawasan Anton.


Anhar yang masih di selimuti amarah tidak memikirkan Reno, baginya ia hanya ingin menghabisi Riska dengan tangannya sendiri.


"Tuan, kita kehilangan Reno." Kata Anton mengingatkan.


Anhar mencapit pipi Riska, "Kemana Reno membawa putriku?"


"Tidak tau." Kata Riska sambil menangis.


"Dasar Jallanng!!" Anhar membenturkan kepala Riska pada tembok hingga membuat dahinya berdarah.


"Sakit, Mas!!" Kata Riska memelas.


"Diam kau jallang.. Anakmu sendiri kau jadikan budak naffsumu!! Menjijikan." Kata Anhar sambil menjambak rambut Riska.


"Reno bukan anakku, dia anak mantan suamiku." kata Riska meronta minta di lepaskan.

__ADS_1


"Kau membohongiku selama ini?" Sentak Anhar.


"Lepas, Mas. Sakitt." Riska memegang kepalanya yang tertarik oleh rambut yang di jambak oleh Anhar.


Anhar mendorong tubuh Riska hingga mengenai dinding, "Urus wanita itu, jangan sampai lepas, simpan di gudang bawah tanah, jangan beri makan dan minum." Titah Anhar pada salah satu orang orangnya.


"Tuan, sepertinya orang orang Tuan Kai sudah menemukan keberadaan Nona Keiina." Kata Anton memberi laporan. "Sepertinya tidak jauh dari sini." Imbuhnya lagi.


"Cepat cari tau, aku tidak mau putriku sampai kenapa kenapa." Titah Anhar.


**


"Kak Audrey, wajah Kakak pucat sekali." Keiina terlihat ketakutan dan mulai panik.


Audrey masih tersenyum dengan tenang, "Aku tidak apa apa, Nona Keii." Ucap Audrey.


"Tapi luka Kak Audrey belum di obati." Kata Keiina yang kini mulai menangis, karena waktu semakin malam membuat Keiina menjadi ketakutan.


"Tidak apa, Nona. Aku baik baik saja." Audrey masih menenangkan keiina meski tubuhnya sudah terasa lemas sekali.


"Aku takut sekali, Kak." Keiina menangis. "Ini salahku, andai aku tidak ingin membalas dendam pada Papaku untuk merusak rumah tangganya pasti tidak akan begini jadinya. Harusnya Kak Audrey tidak ikut denganku." Kata Keiina mulai terisak.


"Hei, aku benar tidak apa apa. Tenangkan dirimu. Kakakmu pasti akan menyelamatkan kita." Ucap Audrey.


"Key, tenanglah." Kata Ryu.


"Bagaimana aku bisa tenang, Ry? Adik dan kekasihku berada dalam bahaya." Ucap Kaisar.


"Audrey pasti bisa melindungi Keiina." Kata Ryu.


Kaisar menatap tajam Ryu. "Lalu siapa yang melindungi Audrey? Apa kau tau, Ry? Audrey slalu merasa sendirian, Audrey slalu merasa dirinya tidak di inginkan karena lahir dari sebuah kesalahan, tapi apa kau juga berpikir jika itu bukan mau Audrey, Ry. Berbaik hatilah pada Audreyku, jangan lagi membencinya." Kaisar mengeluarkan unek uneknya.


"Aku tidak pernah membencinya, Key. Audrey sendiri yang menjaga jarak dengan kami semua." bela Ryu.


"Itu semua karena kalian selalu menyalahkannya, kalian membenci orang tuanya dan Audrey juga ikut terkena getahnya." Kata Kaisar tetap membela Audrey.


Harun dan supir menjadi saksi perdebatan dua sahabat itu.


"Aku ingin melindungi Audrey, Ry. Aku melihat sosok diriku di diri Audrey, aku ingin menjadi orang yang bisa melengkapi hidupnya, mengisi kekosongannya dan menjadi tujuannya untuk terus bertahan hidup." Lirih Kaisar.


Ryu mengusap ngusap pelipisnya.


"Dengan atau tanpa persetujuanmu, aku akan menikahi Audrey meski kamu tidak menyetujuinya." Kata Kaisar lagi.


"Aku tidak membencinya, Key. Hanya saja....." Kata Ryu menggantung.

__ADS_1


"Kalian menghakiminya dengan menjauhinya tanpa tau jika Audrey pun terluka." sahut Kaisar dengan cepat.


"Apa pernah kamu berpikir, Ry? Audrey adalah wanita yang normal, ingin di sayangi, ingin di perhatikan, ingin ada yang melindunginya. Audrey bukan manusia transparant yang tidak terlihat bahkan perasaannya tidak kamu hiraukan." Kaisar menghapus sudut ekor matanya yang basah.


"Kamu begitu memahami Audrey." Kata Ryu.


"Karena aku mencintainya." Balas Kaisar.


"Maaf Tuan, kita sudah dekat dengan lokasi tempat penyekapan Nona Kei dan Nona Audrey." Sahut Harun.


"Bagaimana dengan anak buah kalian?" Tanya Kaisar.


"Sudah mengepung rumah tua itu, tinggal menunggu perintah." Kata Harun lagi.


Kaisar dan Ryu juga Harun sudah berada dekat dengan rumah tua itu, anak buahnya juga sudah mulai bertindak dengan melumpuhkan dua preman bayaran yang berjaga di luar.


"Ini ternyata mudah, Tuan. Reno membayar preman terminal yang hanya bermodalkan tubuh besar saja, mereka tidak punya keahlian apapun." Kata Harun setelah menangkap dua preman.


"Bagus, tapi tetap jangan lengah." Kata Kaisar.


Kaisar dan Ryu sama sama memegang senjata api, sewaktu kuliah di luar negri, mereka sempat mengikuti kelas menembak untuk sekedar hobi, dan mereka juga memiliki surat ijin kepemilikan senjata berapi dan kini memakainya.


Beberapa orang tim Harun telah berhasil masuk dan melumpuhkan dua orang preman lagi. Kaisar dan Ryu segera mencari keberadaan Audrey dan Keiina.


Brakk


Pintu sebuah ruangan terbuka namun terlihat kosong.


Brakk..


Satu pintu ruangan kembali di dobrak oleh Ryu dan ternyata juga kosong.


Tinggal dua pintu yang belum terbuka, Kaisar memberikan kode pada Ryu untuk membuka pintu satunya sementara Kaisar membuka yang satunya lagi tepat di hitungan ke tiga.


Brakkk...


Ryu mendobrak pintu dan terlihat Keiina dalam kondisi terikat juga mulut yang di tutup lakban. Smenetara itu Kaisar tidak menemukan apa apa di ruangan yang ia dobrak


"Keii." Kata Ryu yang segera menghampiri Keiina dan menaruh senjatanya di belakang tubuhnya dan memeluk Keiina yang terlihat ketakutan.


"Jangan bergerak." Reno mengarahkan senjata ke arah Ryu dan Keiina.


"Jangan!!" Pekik Kaisar.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2