TERLUKA KARENA PERPISAHAN

TERLUKA KARENA PERPISAHAN
BAB 44


__ADS_3

Pada akhirnya, Kaisar harus segera pulang kembali ke rumahnya, apa lagi Ryu akan makan malam bersama di rumahnya sebelum akhirnya besok akan kembali ke daerah untuk menyelesaikan tugasnya di sana.


"Andai kamu sehat, aku ingin sekali membawamu makan malam bersama keluargaku malam ini." Kata Kaisar pada Audrey.


Audrey tersenyum, senyum yang membuat Kaisar semakin mencintainya. "Masih banyak waktu, Kai." Ucapnya menenangkan.


Kaisar mengangguk, "Istirahatlah, besok aku akan usahakan datang ke sini lagi melihat kondisimu."


"Tidak usah memaksakan jika tidak bisa, aku mengerti kesibukanmu. Kamu juga pasti ingin menghabiskan waktu bersama keluargamu." Kata Audrey penuh dengan pengertian.


"Baiklah, aku pulang dulu." Kaisar mencium pelipis Audrey dan Audrey melingkarkan tangannya di pinggang Kaisar.


"Terimakasih." Kata Audrey dengan tulus.


Kaisar kembali ke rumahnya bertepatan dengan waktu makan malam. Di sana sudah ada Mutia, Adelia, Keiina dan juga Ryu.


Kaisar segera menghampiri Mutia untuk mencium pipinya, juga melakukan hal yang sama pada Adelia dan Keiina kemudian duduk di kursi utama karena Kaisar adalah pemimpin rumah tangga di rumah ini.


"Pekerjaanmu sudah selesai?" Tanya Mutia yang sebenarnya mengetahui ada yang di sembunyikan oleh Kaisar.


"Sudah, Oma." Jawab Kaisar.


"Kak Kai, jangan kerja terus, nanti keasikan kerja terus lupa nikah." Sahut Keiina.


Adelia tersenyum melihat Keiina yang mengkhawatirkan Kakaknya itu.


"Iya Keii, makasih udah perduli sama Kakak." Jawab Kaisar dengan senyum yang terus mengembang. Membuat Ryu mencurigainya.


Kaisar tau jika dirinya tengah di tatap oleh Ryu yang mencurigainya, namun bersikap seolah santai dan tidak terjadi apapun.


"Besok Oma dan Mamamu mau belanja, kamu harus menemani Oma, Kai." Kata Mutia.


Kaisar menatap wajah Oma dengan tersenyum hangat, "Siap, Oma. Kai akan menemani Oma, Mama dan Keii untuk berbelanja"


"Tapi besok aku gak bisa ikut pergi, aku mau istirahat Kak." Sahut Keiina.


"Kenapa? Kamu sakit, Keii?" Tanya Kaisar perhatian.


"Tidak, Kak. Aku hanya ingin istirahat karena senin nya aku sudah janjian sama temanku untuk mencari Universitas." Jawab Keiina dan tentu saja Keiina berbohong karena pada kenyataannya hari senin Keiina akan kembali bekerja.


Kaisar mengangguk, "Baiklah." Jawabnya mempercayai sang adik.

__ADS_1


Namun Adelia merasa ada sesuatu yang berbeda pada Keiina, sebagai seorang Ibu, Adelia merasakan perasaan lain dan takut terjadi sesuatu pada putrinya itu.


Selesai makan malam bersama, mereka duduk di ruang keluarga dan mengobrol ringan, namun Ryu mengajak Kaisar untuk berbicara berdua dengan alasan masalah kerjasama pembangunan rumah sakit dengan proyek yang di pegang oleh Kaisar.


"Jadi kamu ingin bermain rahasia rahasiaan dengaku, Key?" Tanya Ryu yang seolah tidak sabar mengetahui kebenarannya.


Kaisar menunduk sambil memijat pangkal hidungnya, "Apa yang kamu curigai?"


"Apa dia Audrey, Key?" Tanya Ryu lagi.


Kaisar mengangkat wajahnya, menghelakan nafas beratnya, "Aku mencintai Audrey, Ry."


Ryu dengan setia mendengarkan penuturan dari sahabat terbaiknya itu.


"Aku ingin menjadi orang yang paling dekat dengan nya, aku ingin menjadi tempat berlindungnya, dan aku ingin menjadi tempat tujuan Audrey untuk pulang." Kata Kaisar dengan tatapan kosong ke depan.


"Sudah ku duga." Sahut Ryu dan Kaisar menoleh ke arah Ryu. "Aku tau sejak saat itu, Key. Sewaktu di pantai kamu menatap Audrey dengan tatapan hangatmu."


"Maaf jika aku menyukai sepupumu, Ry. Aku harap kamu merestuinya." Kata Kaisar dengan penuh permohonan.


"Kita bicarakan ini lagi nanti, saat aku sudah kembali dari daerah." Balas Ryu.


Kaisar mengangguk, "Ya.. Aku mengerti."


"Sebenarnya, Aku sempat khawatir pada masa depan Audrey. Apa lagi saat aku tau dari Mama Audrey berpacaran dengan pria beristri." Ryu menjeda kalimatnya sejenak. "Baik aku, Papa dan Mama. Semua perduli pada Audrey, hanya saja sikap Audrey yang menutup diri membuat kami juga tidak bisa berbuat lebih untuk masuk ke dalam kehidupan pribadinya." Ryu menghela nafasnya, "Aku harap jika kamu memang serius pada Audrey, bahagiakanlah dia, Key. Hanya itu yang ingin ku sampaikan." Ryu menepuk pundak Kaisar dan masuk ke dalam mobilnya.


Kaisar masuk kembali ke dalam rumah, dan melihat Mutia yang sudah berdiri di depan pintu kamar Kaisar dengan tatapan penuh tanya. Kaisar menggaruk tengkuknya yang tidak gatal itu, kali ini ia harus menjelaskannya juga pada sang Oma.


"Bisa jelaskan pada Oma?" Tanya Mutia.


Tanpa menunggu jawaban Kaisar, Mutia masuk ke dalam kamar Kaisar dan Kaisar terpaksa mengikutinya.


"Jelaskan pada Oma." Pinta Mutia yang kini duduk di sofa di dalam kamar Kaisar.


Kaisar duduk di lantai dan menggenggam tangan Mutia, "Kai pasti akan mengenalkannya pada Oma. Tapi nanti ya, Oma."


Mutia menghela nafas, "Kenapa?" Tangannya terulur untuk mengusap lembut kepala Kaisar.


"Kai ingin meyakinkannya dulu, Oma." Ucap Kaisar.


"Memang kenapa dia tidak yakin?" Tanya Mutia ingin tau.

__ADS_1


Kaisar diam sesaat, kemudian menjawabnya. "Dia sama seperti aku dan Keiina, Oma. Sama sama pernah terluka karena perpisahan kedua orang tua."


Mutia mengerti, sedari dulu Mutia selalu mengerti kondisi sang cucu tersayang. "Jika kamu sudah siap, bawalah dia kemari kenalkanlah pada Oma dan Mamamu juga adikmu."


Kaisar mengangguk, "Doakan Kai semoga dia jodoh Kai, Oma."


Sementara itu Adelia mendatangi kamar Keiina, Keiina yang baru saja keluar dari kamar mandi melihat ke arah sang Mama.


"Mama belum tidur?" Tanya Keiina.


Adelia tersenyum dan duduk di sofa di dalam kamar Keiina. "Mama rindu ngobrol berdua sama kamu." Kata Adelia lalu menepuk bagian sisinya yang kosong agar Keiina duduk di sebelahnya.


Keiina menurut dan duduk di sebelah Adelia.


"Keii.. Dulu kita selalu menghabiskan malam sebelum tidur dengan bercerita. Sepertinya, sudah lama sekali kita tidak berbicara ya." Kata Adelia lembut.


Keiina tau jika sang Mama merasakan sesuatu yang di sembunyikan oleh Keiina.


"Apa kamu bahagia tinggal di sini, Sayang?" Tanya Adelia dengan lembut.


Keiina hanya diam dan tidak menjawabnya. Keiina tidak ingin jika jawaban jawabannya nanti memohongi Adelia lebih dalam.


"Entah mengapa, Mama merasa kamu lebih menyukai tinggal di daerah saja." Kata Adelia lagi karena Keiina tak kunjung berbicara.


"Keii.. Jika kamu memang menyukai tinggal di daerah, Mama akan bicara pada kakakmu, dan Mama akan menemanimu. Apa kamu mau jika seperti itu?" tanya Adelia dan Keiina mengeluarkan air mata.


Adelia memeluk Keiina, "Ceritakan pada Mama, apa yang sebenarnya terjadi? Mama tidak akan marah, Mama juga tidak akan bilang pada Kakakmu."


Adelia sangat tau jika Keiina begitu berbeda, sedari kecil Keiina slalu menyembunyikan perasaan apapun yang di rasakannya. Sikap Adelia yang peka slalu saja berhasil membuat Keiina pada akhirnya mau bercerita.


Keiina merubah posisi duduknya untuk menghadap Adelia.


"Ma.. Sebenarnya Keii selama ini bekerja, Keii sengaja gak bilang sama Kak Kai karena Keii takut Kak Kai melarang Keii bekerja." Jawab Keiina tanpa menceritakan jika dirinya tengah mendekati Anhar dan ingin membalaskan dendamnya dengan menghancurkan rumah tangga Anhar bersama Riska.


Adelia menatap mata Keiina, "Hanya itu?"


Keiina mengangguk ragu dan membuang pandangannya tak berani menatap lebih mata Adelia.


...****************...


Spoiler:

__ADS_1


Besok part mulai terbuka satu persatu ya, Ada yang ketemu sama Adelia, kira kira siapa ya?


Kencengin Like dan komentarnya dong readers..


__ADS_2