
Tubuh Kaisar terasa lemas saat melihat dua orang yang ia sayangi berada dalam ruangan meyerupai rumah tua dengan kondisi terikat dan kondisi mulut di tutup oleh lakban.
Pertanyaannya bagaimana bisa Audrey juga bisa berada di gudang itu? Apakah Reno ingin menghancurkan Kaisar lewat orang orang yang di sayangi dan di cintainya? Tapi bukankah tidak ada yang mengetahui hubungan Kaisar dengan Audrey kecuali Ryu dan Aldo.
Ryu ikut melihat apa yang Kaisar lihat di ponselnya. "Audrey." Gumam Ryu yang juga merasa heran mengapa Audrey bisa bersama Keiina.
Kaisar melihat ke arah Ryu, "Aku melibatkannya, Ry?"
"Tidak, Kai. Ini pasti ada yang salah." Balas Ryu.
Ponsel Kaisar berdering kembali, terlihat nama Nina menghubunginya. Kaisar segera mengangkatnya.
"Ada apa, Mbak Nina?" Tanya Kaisar.
"Tuan Kai, Nyonya Oma pingsan dan Nyonya Adelia juga terus terusan menangis." Jawab Nina dengan suara tak karuan.
"Kenapa bisa? Ada apa?" Tanya Kaisar khawatir.
"Supir Nona Keii bilang, Nona Keii di culik." Jawab Nina.
"Aku akan segera pulang. Segera panggil dokter untuk Oma." Kata Kaisar kemudian mematikan ponselnya.
"Ada apa Kai?" Tanya Anhar.
Kaisar menatap tajam Anhar. "Anak wanitamu menculik Keiina dan Audrey, Oma pingsan dan Mama terus menangis. Ini semua karenamu. Jika sampai terjadi sesuatu pada Keiina, Oma, Mama dan Audrey, aku akan mengahabisi kalian semua dengan tanganku sendiri." kata Kaisar kemudian melangkahkan kakinya menuju mobil.
"Kai, Papa ikut." Ucap Anhar memelas.
"Bahkan aku mengharamkan rumahku di injak olehmu!!" Kata Kaisar dengan sinis lalu meninggalkan Anhar begitu saja.
***
"Kamu baik baik saja?" Tanya Audrey pada Keiina.
Keiina mengangguk, "Jadi kamu asisten Kakakku?" Tanya Keiina balik.
Audrey mengangguk dan tersenyum.
"Kenapa kamu baik sekali, padahal biar aku saja yang di culik oleh mereka." Kata Keiina tak enak.
Audrey masih tersenyum, "Kakakmu begitu menyayangimu. Di luar sana banyak yang menunggumu. Kamu begitu berharga di mata keluargamu."
"Tapi Kak Audrey juga, keluarga Kak Audrey pasti akan mencemaskan Kak Audrey." Balas Keiina.
Audrey menggelengkan kepalanya, "Aku tidak memiliki keluarga, aku hanya hidup sendirian. Jika sesuatu terjadi padaku, tidak akan ada yang merasa kehilangan akan diriku. Beda dengan dirimu, ada Kakakmu, Ibumu, Omamu yang menunggumu untuk kembali."
Mata Keiina berkaca kaca saat mendengar perkataan Audrey, wanita di depannya ini hanya hidup seorang diri dan begitu tegar. "Kita akan kembali bersama sama, Kak. Setelah itu aku akan minta pada Mama untuk mengangkat Kakak menjadi Kakakku. Kami akan menjadi keluarga Kak Audrey."
__ADS_1
Audrey tersenyum samar, "Terimakasih."
Sementara di rumah keluarga Kaisar, Mutia baru saja selesai di periksa oleh dokter dan di berikan obat penenang. Sementara Adelia terus saja menangis menanti kabar dari Keiina.
Kaisar memarahi sang supir habis habisan karena berani menyampaikan kabar penculikan ini pada Mutia dan Adelia tanpa memberitahu Kaisar terlebih dahulu.
Sang supir menceritakan detail kejadiannya pada Kaisar yang di saksikan oleh Ryu dan juga detektif Harun bersama tim nya.
Supir bernama Mamat itu pun menceritakan bagaimana Audrey bisa ada di sana karena tidak di sengaja, lalu Mamat memberikan sebuah ponsel yang Audrey berikan.
"Ponsel Audrey? Untuk apa Audrey memberikannya?" Tanya Kaisar sambil menerima ponsel Audrey dari Mamat.
"Boleh saya melihatnya, Tuan Kai?" Sahut Harun.
Kaisar memberikannya pada Harun.
Harun dan juga beberapa tim nya segera memeriksa ponsel Audrey.
"Ponsel ini terhubung dengan smart watch yang di pakai oleh Nona Audrey." Kata Egi salah satu tim yang Harun bawa.
"Audrey memang gadis yang cerdas, kepintaran Om Raja turun pada Audrey." Gumam Ryu yang terdengar oleh Kaisar.
Tim Harun segera melacak keberadaan dari smart watch yang terhubung dengan ponsel Audrey.
"Sebuah tempat di perbatasan daerah menuju perbukitan." Kata Egi yang masih fokus mencari tempat pastinya.
**
Reno mendekat pada Keiina lalu mencapit pipinya. "Rupanya kau terlalu takut ku culik seorang diri."
Keiina hanya menatap sinis Reno. Ternyata Reno mengetahui jati dirinya melalui detektif yang ia sewa, Riska memberikan uang yang begitu banyak untuk mengetahui soal Adelia, tanpa di duga ada data Keiina yang juga ikut terbongkar.
Wajah Reno mendekat pada Keiina, "Ku kira kamu wanita yang menggoda ayah tiriku, ternyata kau datang untuk membalas dendam pada ayah tiriku dengan cara menghancurkan rumah tangga ayah tiriku dengan ibuku."
Reno tertawa sinis, "Aku akan minta Kakakmu untuk memberikan seluruh kekayaannya padaku atau dia akan melihat mayatmu di depan pintu rumahnya."
"Lepaskan dia!!" Kata Audrey.
Reno melepaskan dengan kasar tangannya dari wajah Keiina lalu mendekat pada Audrey.
"Kau cantik sekali, tapi sayang hanya asisten seorang penguasa bernama Kaisar."
Tangan Reno menelusuri wajah Audrey dan Audrey membuang pandangannya, "Bagaimana jika kau menjadi wanitaku saja? Kau pasti akan menjerit keenakan di bawah kungkunganku."
Audrey melludahi wajah Reno dan membuat Reno geram lalu menampar wajah cantik Audrey hingga sudut bibir Audrey berdarah.
"Arhhgggg" Teriak Keiina lalu menangis, "Jangan sakiti Kak Audrey." Keiina menghiba.
__ADS_1
Reno kembali mendekat pada Keiina, "Kalau begitu bagaimana jika kau saja yang menemaniku untuk menghabiskan malam panas nanti?"
"Jangan sentuh Nona Keii atau kau akan berurusan dengan Tuan Kai!!" Geram Audrey.
Reno tertawa dengan kencang. "Bahkan Kaisar mungkin sedang melacak keberadaanku yang tidak akan mungkin terlacak." Katanya jumawa.
Audrey tersenyum tipis. "Bisa jadi besok kau sudah berada di penjara atau mungkin di liang lahat."
"Shiittttt." Reno kembali menampar pipi Audrey dan semakin banyak darah yang mengalir dari sudut pipinya.
"Jangannnn" Teriak Keiina namun tidak di hiraukan oleh Reno.
Reno menjambak rambut Audrey hingga Audrey menengadahkan kepalanya. "Ku pastikan sebelum aku yang masuk liang lahat, kau terlebih dahulu menjadi mayat." Ucapnya lalu pergi meninggalkan ke dua wanita itu.
Keiina menggeser kursi yang mengikatnya ke dekat Audrey, "Kak Audrey, maafkan aku." Kata Keiina dengan menangis.
"Aku tidak apa apa, Nona Keii. Jangan khawatir." Ucap Audrey sambil menahan sakit dan perih di wajahnya.
Seorang preman bayaran masuk dan membawakan kompresan untuk Audrey.
"Bagaimana bisa aku mengobatinya jika aku terikat?" Kata Keiina pada preman.
"Nanti kalau ku buka kalian bisa kabur." Jawab Preman.
"Kabur lewat mana, bahkan di kamar ini tidak ada jendela dan hanya ada satu pintu yang kau jaga." Balas Keiina.
Preman itu tampak berpikir dan akhirnya melepaskan ikatan Keiina dan audrey.
**
Anhar masuk dan tak menemukan Riska di rumahnya, pelayan mengatakan jika Riska sedari pagi sudah pergi bersama Reno. Anhar segera menghubungi Anton untuk melacak keberadaan Riska melalu kartu yang di bawanya. Riska dan Reno memang orang yang bodoh, mereka menarik sejumlah uang di dekat tempat yang mereka jadikan tempat penculikan.
"Akan ku bunuh kalian dengan tanganku sendiri." Geram Anhar.
Anhar mencari senjata berapinya namun tidak menemukannya. "Apa Riska yang mengambilnya?" Anhar semakin geram.
Tim Harun berhasil menemukan titik jelas penculikannya, Egi segera membentuk formasi untuk melakukan penangkapan pada Reno dan Preman sewaannya.
Begitupun dengan Anton yang berhasil menemukan keberadaan Riska melalui gps yang terpasang di mobil Riska.
...****************...
Dibantu Like dan komentnya ya teman teman.
Ide ku lagi banyak tapi ngedadak jadi malas ngetik 😁😁
Maafkan, Othor juga manusia.
__ADS_1
Tapi sebisa mungkin aku selalu Up 2Bab setiap hari jam 12 WIB.
Mungkin kalau di kasih Hadiah, aku semangat lagi gitu 🤗🤗.