TERLUKA KARENA PERPISAHAN

TERLUKA KARENA PERPISAHAN
BAB 56


__ADS_3

Selepas Anhar keluar dari kamar perawatan Keiina, Kaisar menenangkan dua wanita yang berarti dalam hidupnya, yakni Mama dan adik perempuan satu satunya.


Kaisar juga merasa lega dengan masalah yang mungkin sudah selesai ini, tertangkapnya Reno, pengakuan Anhar dan pemberiaan maaf dari Adelia meski tidak bisa bersama kembali, dan berakhirnya hubungan Anhar dengan Riska.


Kini tujuannya hanya ingin membahagiakan Adelia sebagai ibu yang ia cintai, menjaga Keiina, adik yang mungkin masih menyimpan luka karena perbuatan Anhar di masa lalu, mengurus dan berbakti pada Mutia sebagai Oma yang berjasa dalam hidupnya, dan meresmikan cinta dan hubungannya dengan Audrey.


Setelah Ryu masuk dan Keiina tertidur, Adelia juga beristirahat di tempat tidur yang ada di kamar perawatan Keiina.


"Aku mau lihat Audrey dulu, tolong jaga Adik dan Mama ku." Kata Kaisar pada Ryu.


Ryu mengangguk. "Hasil test Audrey semua baik, smoga hari ini Audrey bisa sadar dan dipindahkan ke ruang perawatan."


"Tolong lakukan yang terbaik untuk Audrey ku, Ry. Aku tidak ingin kehilangannya." Kata Kaisar dengan nada memohon.


"Aku sudah meminta yang terbaik untuk kesembuhan Audrey. Jangan khawatir, Key." Balasnya meyakinkan. "Kamu belum istirahat dari kemarin. Istirahatlah." Kata Ryu perhatian pada sahabatnya itu.


"Aku bisa istirahat jika sudah melihat Audrey yang baik baik saja." Jawab Kaisar.


Ryu berdecak. "Kamu lebih-lebih bucin dariku."


Kaisar mengerdikan bahunya. "Bukankah kamu sendiri yang bilang, aku akan bucin pada waktunya jika menemukan wanita yang aku cintai."


Ryu tertawa, "Dan aku tidak menyangka jika kamu bisa di taklukan oleh Audrey."


Kaisar tersenyum tipis, "Sudahlah, aku ingin melihat Audrey dulu."


Kaisar keluar dan turun ke ruang ICU, Kaisar berdiri dan melihat Audrey yang tetap cantik meski beberapa selang menghiasi wajahnya.


"Bertahanlah untuk aku, Audrey." Gumamnya lirih.


"Kamu mencintai Audrey?" Tanya seorang wanita yang tiba tiba saja ada di sampimg Kaisar.


Kaisar melihat sekilas, dan rupanya Ayla Mamanya Ryu yang juga sedang melihat kondisi Audrey.


"Aku mencintai Audrey, Aunty Ay." Kata Kaisar tanpa ragu.


"Audrey memang layak di cintai oleh semua orang, Audrey wanita yang baik." Kata Ayla.


Hening sejenak, mereka tenggelam dalam pikirannya masing masing.

__ADS_1


"Aku ingin menikahinya, Aunty.. Semoga Aunty merestui." Kata Kaisar dengan yakin.


"Aunty merestui. Tapi Aunty tidak punya hak untuk menerima lamaranmu. Kamu harus menemui Papanya Audrey, Key." Balas Ayla.


"Apa Papanya Audrey tau kondisi Audrey?"


Ayla mengangguk, "Kami sudah memberitahunya, katanya akan segera datang untuk melihat Audrey. Mungkin butuh waktu dua hari, mengingat Papa nya Audrey tinggal di daerah pelosok dan butuh waktu untuk sampai kota lalu menuju ke bandara."


Kaisar menghela nafas, "Semoga saat itu Audrey sudah membaik."


**


Anhar mendatangi villa yang ia gunakan untuk menyekap Riska di gudang bawah tanah. Ruangan Itu terlihat menyeramkan karena gelap dan lembab.


Anhar masuk di ikuti oleh dua orang penjaga yang merupakan anak buahnya.


"Mas.. Ampuni aku Mas.. Tolong ampuni aku." Riska mengiba meminta maaf pada Anhar.


"Aku haus, Mas.. Beri aku air, Mas." Kata Riska lagi.


Anhar menatap jijik pada Riska. "Ku kira kau emas permata, ternyata kau bahkan lebih menjijikan dari kotoran binatang." Desis Anhar. "Aku membuang berlian demi kotoran sepertimu."


"Mas, ampuni aku, Mas." Kata Riska memelas.


"Ini rencana Reno, Mas. Bukan aku." Kata Riska membela diri.


"Diam kau!!" Sentaknya lagi. "Aku akan membuatmu mati karena berani mengkhianatiku dan menyentuh putriku."


Riska begitu ketakutan, ia menggeleng gelengkan kepalanya. "Jangan, Mas. Aku mohon Jangan."


Seorang dokter masuk ke dalam ruang bawah tanah, Riska melihatnya. "Apa yang akan kau lakukan padaku, Mas??"


Anhar menyeringai, "Membalas semua pengkhianatanmu."


"Lakukan." Kata Anhar pada dokter itu.


Dua pengawal memegangi Riska yang mulai memberontak. Namun hal itu tak membuat dokter yang di sewa Anhar untuk menyuntikan sesuatu ke tubuh Riska berhenti.


"Kamu jahat, Mas.. Kamu jahat sekali." Riska menangis histeris.

__ADS_1


"Kamu lebih jahat dariku Riska, kamu membohongiku bertahun tahun, berselingkuh dengan Reno dan yang fatal kamu berani menyentuh putriku." Balas Anhar. "Virus itu akan segera menyebar, membuatmu tersiksa hingga kamu menyerah dan mengakhiri hidupmu sendiri." Kata Anhar lagi.


Anhar melihat pada dua pengawalnya, "Beri dia makan dan minum, setelah itu buang dia di luar pulau yang jauh." Kata Anhar dengan dinginnya.


Anhar menyuntikan sebuah virus yang membuat tubuh Riska menjadi gatal gatal dan panas, hingga membuat Riska frustasi dengan melepas pakaiannya dan terlihat seperti orang tidak waras. Virus itu tidak menular, hanya bisa Riska rasakan seorang diri hingga pada alhirnya Riska menyerah dan memilih bunuh diri."


Anhar mungkin memang kejam, tapi Anhar tidak bisa begitu saja memaafkan kelicikan Riska. Sebenarnya Anhar ingin melakukan hal serupa pada Reno, sayangnya Reno lebih dulu di tangkap oleh anak buah Kaisar dan di serahkan ke pihak berwajib.


Inilah Akhir kisah dari orang orang jahat seperti Riska dan Reno. Juga penyesalan dari Anhar yang tidak mungkin bisa mengembalikan waktu. Cinta pertama yang ia perjuangkan, cinta pertama yang di kiranya akan menjadi sejatinya, ternyata tidak sesuai dengan harapannya, Anhar terlalu di butakan oleh cinta, membuat penyesalah tiada akhir di masa tuanya. Bukan hanya kehilangan seorang istri yang begitu tulus, namun juga kehilangan putra dan putri harapannya di masa depan.


**


Seorang dokter berjalan cepat memuju ruang ICU, Kaisar yang sedang duduk dan memegang cup kopi segera meletakan cup kopi di sampingnya dan berdiri di depan kaca besar ruang ICU.


"Audrey, bertahanlah demi aku." Lagi lagi Kaisar berkata seperti itu. Kaisar mengepalkan tangannya erat tanda berada dalam kecemasan, ia sungguh takut jika Audrey meninggalkannya.


Dokter keluar dari ruangan ICU dan menghampiri Kaisar.


"Bagaimana keadaan Audrey, dok?" Tanya Kaisar.


"Masa kritisnya sudah lewat, Nona Audrey akan segera di pindahkan ke kamar perawatan." Kata dokter Hilda, dokter terbaik di rumah sakit Utama Medika.


Kaisar menghela nafas, lalu menyandarkan tubuhnya ke dinding tembok, memejamkan matanya, "Terimakasih, Tuhan.. Terimakasih telah menyelamatkan Audreyku."


Kaisar segera menghampiri Audrey yang masih terbaring lemah, hanya saja sudah tidak ada lagi selang oksigen yang membantu pernafasannya. Kaisar menciumi seluruh wajah Audrey, sambil terus berkata "Terimakasih sudah mau bertahan untukku, Audrey."


"Kai...." Panggil Audrey dengan lemah.


"Iya sayang..." Kaisar menatap mata Audrey.


Audrey melihat wajah Kaisar yang terlihat sangat lelah, lingkar mata hitam dan guratan kesedihan di wajahnya.


"Kamu baik baik saja?" Tanya Audrey dengan pelan.


Kaisar menggelengkan kepalanya, "Aku tidak baik baik saja hingga kamu membuka mata." Kaisar meneteskan air matanya, "Aku takut kehilanganmu." Imbuhnya lagi lalu mencium kening Audrey dengan sangat dalam. "Aku mencintaimu, terimakasih telah bertahan untukku."


Audrey pun ikut meneteskan air matanya, ia tidak pernah menyangka bisa di cintai oleh pria yang sangat baik ini, pria yang begitu tulus menyayanginya, menunggunya dan mengharapkannya untuk terus berjuang hidup untuk Kaisar seorang.


...****************...

__ADS_1


Kedepannya cerita Kaisar dan Keiina yang mendominan ya, sesuai deskripsi dari novel ini, kisah anak anak yang terluka karena perpisahan ke dua orang tuanya.


Tapi cerita penyesalan Anhar belum berakhir. Karmanya masih berjalan.


__ADS_2