
Brakk..
Keiina berdiri dan membuat paperbag itu jatuh ke lantai.
Ryu melihat ke arah Keiina. "Keii, kamu di sini?"
Keiina metasa dirinya tidak nyaman, entah mengapa ia tidak menyukai situasi seperti ini.
Keiina segera keluar dan setengah berlari.
"Keii, tunggu!!" Kata Ryu.
Lalu Ryu melihat pada wanita hamil itu. "Kak Disya, maaf aku tinggal dulu. Kak Disya cek aja dulu laporan keuangan rumah sakit, aku mau kejar Keii." Kata Ryu lalu keluar menyusul Keiina.
Ryu mengejar Keiina dan melihatnya memasuki lift, namun sayang lift itu tertutup dan Ryu tidak dapat mengejarnya.
"Arghh shhiiittt!!" Umpat Ryu sambil menendang udara.
Ryu kembali ke ruangannya lagi untuk mengambil kunci mobilnya dan menyusul Keiina ke rumahnya.
"Dia pacarmu?" Tanya Disya menyelidik.
"Dia wanita yang sedang aku kejar." Jawab Ryu pasrah.
"Jadi dia adiknya Kai?" Tanya Disya yang memang mengenal Kaisar. Disya sendiri adalah anak dari dokter Pras dan anak tiri Nanda.
"Sepertinya dia menyangka jika aku adalah istrimu." Kata Disya lalu tertawa.
"Ya, sepertinya Keii salah paham." Ucap Ryu. Lalu tatapannya beralih pada paperbag yang tadi Keiina bawa.
"Keii membawakanku makan siang." Gumam Ryu.
Ryu duduk di sofa dan menggusar rambutnya kebelakang, Disya yang melihat itu langsung berdiri dan duduk di sebelah Ryu sambil menepuk bahunya.
"Kenapa? Kamu tinggal menyusulnya lalu menjelaskannya bahwa kita ini saudara sepupu." Kata Disya.
"Tidak semudah itu, Kak." Ucap Ryu lalu mengangkat kepalanya. "Keiina mengalami trauma terhadap pria, Keiina susah percaya pada pria. Aku takut hal barusan melukai Keiina dan semakin membuat psikisnya terluka."
"Hemm so sweet sekali adikku ini." Ledek Disya. "Mau Kakak bantu?" Tanya Disya lagi.
Ryu menggelengkan kepalanya. "Tidak usah. Aku akan menemui Key dulu baru menemui Keii." Ucap Ryu lalu berdiri dari duduknya.
Sementara itu Keiina tiba di rumah dan langsung menuju kamarnya. Bahkan panggilan dari Adelia tidak ia jawab.
"Ada apa dengan anak itu?" Tanya Adelia.
"Biar Audrey yang lihat Keii, Ma." Kata Audrey dan Adelia mengangguk.
"Maaf Mama merepotkanmu ya, Audrey." Kata Adelia.
"Tidak apa, Ma. Keii kan Juga adik Audrey." Balas Audrey lalu segera menyusul Keiina ke kamarnya.
__ADS_1
Tok.. Tokk.. Tookkk
"Keii, boleh aku masuk?" Ucap Audrey dari balik pintu.
"Masuklah, Kak." Jawab Keiina.
Audrey masuk dan melihat Keiina tengah tertelungkup di atas tempat tidur. Audrey naik dan mengikuti posisi Keiina.
"Sepertinya lipstikmu baru, ya? Aku baru lihat." Kata Audrey membuka obrolan.
Keiina seketika duduk dan mengambil kaca lipat di nakasnya dan melihat bibirnya. "Tidak, ini yang kemarin Kakak cobain juga." Jawab Keiina.
"Tapi seperti berbeda. Jangan jangan kamu habis belanja make up di mall dan tidak mengajakku." Kata Audrey merajuk lalu ikut duduk.
"Tidak, Kak.. Aku tidak habis belanja make up. Mana mungkin aku berbelanja tanpa mengajak Kakak." Jawab Keiina jujur.
"Lalu kamu dari mana?" Tanya Audrey.
"Aku habis dari kampus setelah itu ke rumah sakit Utama Medika untuk bertemu Mas Ryu, tapi aku kesal karena ternyata Mas Ryu sudah punya istri, bahkan istrinya sedang hamil besar." Kata Keiina dengan tanpa sadar menceritakan semuanya.
Audrey menatap mata Keiina dan akhirnya Keiina menyadarinya jika telah berkata jujur pada Audrey, membuat Keiina segera menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
"Istri?" Tanya Audrey meyakinkan.
Keiina mengangguk lalu melihat ke arah jendela di kamarnya.
"Keii..." Panggil Audrey dengan lembut.
"Semua pria sama saja, senangnya menyakiti wanita. Sudah tau punya istri, kenapa masih mendekatiku." Kata Keiina mengeluarkan unek uneknya.
"Kak Audrey, Mas Ryu itu jelas sudah menikah, tadi aku melihat Mas Ryu mendekatkan wajahnya ke perut buncit wanita itu." Kata Keiina.
Audrey mengernyitkan dahinya. "Apa itu Kak Disya?" Gumam Audrey dan Keiina menatap wajah Audrey.
"Kak Disya itu sepupunya Ryu, anaknya Om Pras dan Aunty Nanda." Ucap Audrey.
Keiina pernah satu kali bertemu dengan Nanda tapi tidak melihat Disya di sana.
"Kak Disya sudah menikah setahun yang lalu, dan yang aku tau memang sedang hamil, mungkin memang sudah besar kandungannya." Kata Audrey lagi.
"Aku tidak terlalu mengenal Kak Disya, tapi aku tau kedekatan Ryu dengan Kak Disya dan juga Cean. Setau aku, Kak Disya itu memegang keuangan di Utama Medika Grup, sebagai direktur keuangan, mungkin saja Kak Disya berada di rumah sakit sedang memeriksa kandungannya sekaligus mengambil laporan keuangan rumah sakit karena ini akhir bulan." Kata Audrey lagi.
Keiina seketika menutup wajahnya dengan bantal, menyembunyikan wajah malunya. "Argggghh kenapa aku bisa menyimpulkan itu istri Mas Ryu."
Audrey tersenyum, "Karena kamu mulai membuka hatimu pada Ryu."
Keiina menurunkan bantalnya. "Tidak." Ucapnya gengsi.
"Jangan menyesal kalau nanti Ryu jadi pergi ke Jerman." Kata Audrey.
Keiina menghela nafas, "Sebenarnya aku menyukai Mas Ryu. Tapi masih takut, Kak."
__ADS_1
"Tidak apa, Keii. Kamu harus lawan rasa takut itu. Berani menyukai Ryu juga sudah awal yang baik untukmu." Ucap Audrey membuat hati Keiina tenang.
"Terimakasih, Kak.. Aku benar benar merasa seperti mempunyai Kakak perempuan." Keiina memeluk Audrey dan Audrey membalasnya.
**
Kaisar tengah mengerjakan pekerjaannya, tiba tiba saja Ryu masuk tanpa permisi.
"Ck, kamu ini. Seenaknya masuk ke ruanganku." Kata Kaisar sambil menatap kembali berkas berkas yang sedang ia kerjakan.
"Tolong aku, Key. Hanya kamu yang bisa menolongku." Pinta Ryu dengan serius.
Kaisar meletakan berkas berkasnya, lalu melihat Ryu. "Ada masalah apa? Apa perusahaanmu bermasalah?" Tanya Kaisar.
"Tidak, bukan masalah pekerjaan." Ucap Ryu. Lalu duduk dan menengadahkan kepalanya.
"Hei, ada apa?" Tanya Kaisar penasaran.
"Keiina salah paham padaku." Ucap Ryu tak bersemangat.
"Salah paham gimana?" Tanya Kaisar.
Ryu menatap wajah Kaisar. "Keii datang ke rumah sakit, dan dia melihat Kak Disya yang sedang hamil, sepertinya Keii salah paham." Ucap Ryu.
Kaisar memutar malas bola matanya dan memeriksa kembali berkasnya.
"Hei, kau tak perduli padaku?" Tanya Ryu kesal karena melihat Kaisar yang cuek.
"Kamu lupa?" Tanya Kaisar serius.
"Lupa apa?" Tanya Ryu balik.
"Istriku Audrey, pasti akan menjelaskannya pada Keiina." Kata Kaisar.
"Memangnya Keii seterbuka itu dengan Audrey?" Tanya Ryu.
Kaisar mengangguk, "Bahkan mereka slalu mandi bersama, aku saja belum pernah mandi bersama Audrey." Ucap Kaisar.
"Benarkah?" Tanya Ryu.
"Audrey dan Keiina sama sama introvert, mereka satu server, tapi setelah mereka saling terbuka, mereka nyaman satu sama lain. Keiina banyak terbuka pada Audrey, dan Audrey slalu saja bisa membuat Keiina terbuka soal apapun." Kata Kaisar menjelaskan.
Ryu menjadi sedikit tenang, lalu ia mengingat ucapan Kaisar barusan.
"Apa kamu dan Audrey belum melakukannya?" Tanya Ryu ambigu yang membuat Kaisar mendelik dan sesaat kemudian melempar pulpennya ke arah Ryu dan Ryu menangkapnya.
Ryu tertawa, "Kamu sendiri yang bilang belum pernah mandi bersama Audrey, apa itu juga berarti kamu belum melakukannya dengan Audrey?"
"Bahu Audrey masih cedera, tidak mungkin aku memintanya melayaniku." Kata Kaisar.
Ryu tersenyum smirk, "Mau ku ajari agar tidak sakit di malam pertama?" Tanyanya sambil menaik turunkan halisnya.
__ADS_1
"Tidak perlu, masa aku belajar sama jomblo sepertimu." Balas Kaisar dan membuat Ryu mendengus seketika.
...****************...