TERLUKA KARENA PERPISAHAN

TERLUKA KARENA PERPISAHAN
BAB 78


__ADS_3

Ryu dan Keiina tidur saling berpelukan satu sama lain, tak hentinya Ryu membelai lembut rambut Keiina dan akhirnya membuat Keiina tertidur.


Malam hari, Keiina terbangun karena semakin merasakan sakit di area pinggangnya. Keringat dingin mulai membasahi wajah Keiina.


"Baby, kenapa?" Tanya Ryu.


Wajah Keiina terlihat pucat, "Pinggangku sakit, Mas."


Ryu segera memeriksa kondisi istrinya. Sebenarnya Ryu mencurigai sesuatu, hanya saja belum pasti karena Keii harus menjalani pemeriksaan lagi.


Sebentar aku ambil suntikan dulu." Kata Ryu.


Namun Keiina tak sadarkan diri.


"Baby, bangun By.."


Ryu segera memanggil bantuan dan membawa Keiina untuk di periksa di ICU karena kondisi Keiina yang tak sadarkan diri dan memerlukan pengawasan lebih ketat.


Ryu segera menelpon Pras sebagai pimpinan rumah sakit, juga menelpon Regan dan Regan juga Ayla segera mendatangi rumah sakit.


"Daddy menduga jika istrimu mengalami gagal ginjal. Tapi masih harus cek lebih lanjut lagi untuk lebih jelasnya." Kata Pras.


"Aku pun curiga seperti itu, Dad." Kata Ryu.


"Jika itu terjadi dan sudah stadium akhir, Keiina harus melakukan transplantasi ginjal." Gumam Ryu.


"Berdoa saja, semoga masih bisa di obati." Kata Ayla dengan khawatir.


Audrey terbangun saat mendengar suara getaran ponsel di nakas. Ia mengambil ponsel milik Kaisar dan mencoba mengangkatnya karena Ryu yang menghubunginya.


"Halo, Ry.."


"Audrey, tolong bilang pada Kaisar, kondisi Keii drop dan kini Keii berada di ICU karena tak sadarkan diri."


"Apa, Ry? Baiklah aku akan bilang pada Kai dan akan segera ke rumah sakit."


Audrey mencoba membangunkan Kaisar setelah Ryu menutup panggilannya.


"Aku masih ngantuk, Queen." Kata Kaisar menggumam.


"Kai, kita harus ke rumah sakit." Ucap Audrey.


Kaisar mencoba membuka matanya, "Ada apa?" Tanyanya dengan suara serak khas bangun tidur.


"Keii drop, masuk ICU. Ayo kita ke rumah sakit." Ajak Audrey.


Kaisar langsung bangun tanpa berkata apa apa lagi, ia segera mengganti pakaiaannya, begitupun Audrey yang mengikuti Kaisar ke ruang ganti pakaian.


"Pakai baju hangatmu, Queen." Kata Kaisar.

__ADS_1


Audrey mengambil cardigan untuknya dan hody untuk Kaisar.


Mereka segera menuju rumah sakit tanpa memberitahu Adelia terlebih dahulu.


"Bagaimana dengan Keii?" Tanya Kaisar dengan cemas setelah mereka tiba di depan ICU.


"Kondisi Keii menurun, Kai." Jawab Regan karena Ryu masih sedikit shock atas apa yang terjadi pada istrinya itu.


"Apa diagnosanya?" Tanya Kaisar lagi.


"Kemungkinan Keiina mengalami gagal ginjal, hanya saja masih di periksa apa sudah kronis atau masih bisa di sembuhkan." Jawab Regan.


Kaisar menggusar rambutnya kebelakang. Ia tak bisa membayangkan kesakitan yang di alami oleh Keiina adik satu satunya itu.


Mereka membicarakan kemungkinan fatal dan solusi untuk Keiina yakni melakukan transplantasi ginjal,


"Tidak adakah cara lain, Om?" Tanya Kaisar.


"Itu kemungkinannya, Kai. Sebaiknya dari sekarang kita mulai mencari pendonornya." Ucap Regan.


"Golongan darahku dan Keii berbeda, bisakah jika aku mendonorkan ginjalku untuk Keiina?" Tanya Kaisar.


Regan menggelengkan kepalanya, "Jika golongan darah tidak cocok, maka pendonor tidak dapat mendonasikan organ ginjalnya kepada Keii. Donor ginjal harus memiliki golongan darah yang yang cocok dengan penerima." Jelas Regan.


"Golongan darahku sama dengan Keii, aku siap jika harus mendonorkan ginjalku untuk Keii." Kata Audrey.


Semua mata memandang pada Audrey, Kaisar pun menatap tajam pada Audrey.


Audrey hanya diam, di tatap seperti itu oleh Kaisar membuat hatinya tidak nyaman.


Kaisar menarik Audrey untuk berbicara di tempat yang sepi dan jauh dari keluarga Ryu. Mereka duduk di taman rumah sakit meski terasa hawa dingin karena saat itu masih menunjukan jam empat dini hari.


"Kai..." Panggil Audrey dengan pelan.


Kaisar tak menoleh ke arah Audrey dan masih menatap ke depan dengan tatapan kosong.


"Jangan bicara seperti itu lagi, Queen." Kata Kaisar terdengar pelan dan penuh dengan kesedihan.


Audrey diam sambil menatap wajah Kaisar dari sampingnya.


"Baik kamu dan Keiina, kalian mempunyai tempatnya tersendiri di hatiku." Lirih Kaisar.


"Jangan menganggap tidak ada yang menyayangimu. Bahkan aku bisa gila jika aku kehilanganmu." Kaisar menunduk dan mengusap ekor matanya yang basah.


"Kai, Maaf..." Lirih Audrey.


"Jangan bicara seperti itu lagi, Audrey. Aku mohon." Tubuh Kaisar bergetar, Kaisar menangis karena beban yang ia pikul tidak ada habisnya.


Kaisar hanya seorang diri, menjaga empat wanita yang ia sayangi. Kaisar mengira dengan Ryu menikahi Keiina, maka satu bebannya akan terangkat. Namun kenyataannya tidak seperti itu. Keiina tetaplah tanggung jawabnya sampai kapanpun.

__ADS_1


Audrey menarik Kaisar untuk memeluknya. "Maafkan aku, Kai."


"Jangan berpikir untuk meninggalkanku, Audrey. Kamu adalah tujuan dan kekuatanku, aku bisa gila tanpamu." Kata Kaisar dalam tangisannya.


Audrey pun ikut menangis sambil merangkul kepala Kaisar.


"Kita akan mencari solusinya sama sama, bila perlu aku akan mencari ke pasar gelap internasional sekalipun. Kamu hanya harus terus bersamaku, menguatkanku." Ucap Kaisar.


**


Tiga hari berlalu.


Adelia hanya bisa melamun, kondisi Keiina terus menurun jika tidak mendapatkan transplantasi ginjal, hasil seluruh lab menyatakan jika Keiina mengalami gagal ginjal kronis dan harus segera mendapatkan transplantasi ginjal.


"Kenapa Ginjal mama tidak cocok untukmu, Keii. Harus kemana Mama mencarinya lagi." Gumam Adelia di depan kaca besar ruang ICU.


"Ma..." Panggil Audrey.


Adelia menengok ke arah Audrey. Audrey adalah satu satunya yang kemungkinan ginjalnya cocok dengan Keiina. Namun Adelia juga tidak ingin mengorbankan menantunya untuk putrinya sendiri. Adelia tidak ingin menjadi orang jahat untuk Audrey.


"Maafin Audrey Ma.." Ucapnya penuh penyesalan.


Adelia tersenyum, "Mama tau kamu menyayangi Keiina, tapi kamu pun berhak untuk memikirkan dirimu sendiri, Audrey." kata Adelia dengan bijak.


"Mama tau, Kai tidak salah memilih jodohnya. Mama hanya meminta padamu tolong temani Kai terus sampai kalian menua bersama." Kata Adelia lagi.


Audrey mengangguk dan memeluk Adelia.


Di perusahaan WG Group, Kaisar tidak fokus memimpin rapat. Sesekali Kaisar melonggarkan dasinya dan mengusap pelipisnya. Hingga hari ini, belum ada tanda orang orangnya berhasil menemukan ginjal untuk Keiina.


Anhar mengambil alih rapat saat di rasa putranya tidak fokus. Kaisar sendiri membiarkannya karena memang ia merasa tidak sanggup memimpin rapat kali ini.


Hingga dua jam berlalu, rapat pun berakhir. Kaisar segera kembali ke ruangannya diikuti oleh Aldo dan mulai mencari informasi kembali.


"Asisten Bayu." Panggil Anhar.


"Iya Tuan Anhar." Jawab Bayu.


"Ada apa dengan Kai? Apa Kai sedang sakit?" Tanya Anhar.


"Tidak Tuan." Jawab Bayu tidak berani berkata banyak.


"Beri tahu aku apa yang terjadi pada putraku, atau kau akan aku pecat karena aku juga pemilik dari WG group." Tekan Anhar.


Bayu tidak punya pilihan lain, Bayu berpikir, jika Anhar tau, mungkin Anhar akan membantu. Bayu sendiri tau jika Anhar memang Ayah biologolis Keiina, sahabat baiknya sewaktu kuliah di daerah.


...****************...


Disini Alurnya aku percepat ya.

__ADS_1


Ayo bantu dulu dong like, hadiah dan votenya.


__ADS_2