
"Tuan Anhar, saya sudah berhasil membobol data wanita yang di sembunyikan oleh Tuan Kaisar." Kata Anton sambil memberikan sebuah map berwarna cokelat.
Anhar mengambilnya, dan segera membukanya. Di lihatnya foto Keiina dan Anhar menatap tajam pada Anton. "Apa ini?"
"Wanita itu Bernama Keiina, dia yang tinggal bersama dengan keluarga putra anda."
"Jelaskan padaku apa yang kau selidiki!!" Titah Anhar.
"Nona Keiina Putri adalah putri dari Nyonya Adelia." Jawab Anton.
Anhar mengernyitkan dahinya, ia sangat tau jika Keiina berusia sama seperti Kaisar, "Tidak mungkin, usia Keiina sama seperti usia putraku."
"Nona Keiina menyembunyikan identitasnya. Data yang sebenarnya adalah Nona itu bernama Keiina Putri Adelia dengan usia dua puluh satu tahun. Lahir di perbatasan daerah dan setelah lahir pindah ke daerah pesisir pantai tempat di mana Nyonya Adelia tinggal selama ini." jelas Anton.
"Apa mungkin setelah berpisah denganku, Adelia langsung menikah lagi?" Tanya Anhar.
"Tidak Tuan, Nyonya Adelia tidak tercatat menikah dengan pria manapun setelah bercerai dari anda. Menurut data yang saya selidiki, Nona Keiina adalah putri anda. Nyonya Adelia hamil saat bercerai dengan anda."
Jeddarrrrrr..
Anhar memegang dadanya yang terasa sedikit sakit. Apa karena hal itu Adelia menghilang dan membawa janin yang tidak di ketahui oleh Anhar. Lalu apa Keiina tau dan sengaja mendekatinya? Lagi lagi berbagai spekulasi berada dalam pikiran Anhar.
"Saya rasa Nona Keiina tau jika anda adalah Ayahnya, Tuan." Ucap Anton lagi.
Anhar hanya membeku diam seribu bahasa, baginya ini sangat mengejutkan untuk dirinya, Anhar mempunya anak yang lain selain Kaisar dan dari wanita yang sama. Berbagai penyesalan tengah melingkupi hati Anhar, bagaimana bisa Adelia pergi dengan membawa janinnya, melahirkannya seorang diri dan membesarkannya tanpa finansial yang di berikan oleh Anhar.
Anhar melihat jam di tangannya, ia teringat jika memiliki janji bersama Keiina untuk makan siang bersama. Anhar mendadak bingung, apa yang harus ia lakukan jika nanti bertemu dengan Keiina. Memeluknya kah? Menatap wajahnya hingga puas? Atau Anhar harus mengucapkan seribu kata maaf untuk Keiina karena tidak mengetahui keberadaannya? Tanpa terasa mata Anhar mengeluarkan air mata, ia begitu merutuki sikap bodohnya di masa lalu, Anhar bahkan teringat apa kata Mutia, jika suatu saat nanti Anhar akan menyesali perbuatannya pada Adelia dan kini penyesalan itu begitu nyata.
Anhar menangis sesenggukan, tidak perduli di depannya ada detektif Anton dan asistennya, ia menangisi penyesalan yang mungkin tidak ada gunanya lagi. Sungguh Anhar merasa menyesali perbuatannya pada Adelia dulu.
"Keiina putriku, maafkan Papa...." Lirih Anhar di dalam tangisannya. "Maafkan Papa tidak mengetahui keberadaanmu, dan Maafkan Papa tidak menyadari jika kamu putri Papa."
**
"Audrey, bisa bantu aku?" Tanya Aldo yang terlihat sedikit pucat.
"Ada apa, Al?" Tanya Audrey.
"Aku baru saja selesai meeting dengan PT. Jy Group, tapi salinan berkas perjanjian malah tidak terbawa oleh mereka, sementara mereka membutuhkannya. Aku ingin menyusulnya namun perutku melilit sekali. Bisa kamu antarkan?" Tanya Aldo.
Audrey berdiri dan menerima salinan berkas perjanjian itu. "Aku akan mengantarkannya memakai motorku saja, biar lebih cepat, ini mau jam makan siang pasti macet." Kata Audrey.
"Baiklah, terimakasih Audrey." Ucap Aldo.
__ADS_1
Audrey segera ke perkiran untuk mengambil motornya yang sudah beberapa hari ini menginap di parkiran. Audrey mengusap stang motor sebagai tanda merindukannya.
Dalam waktu dua puluh menit, Audrey sudah tiba di PT. Jy Group dan segera kembali setelah salinan berkas perjanjian itu di terima.
Audrey mengendarai motornya dan memotong jalan agar tidak terjebak kemacetan, di lihatnya sebuah mobil yang tengah menepi karena kesulitan mengganti ban mobilnya.
Audrey menghampiri. "Ada yang bisa saya bantu?" Tanya Audrey pada wanita yang tengah berdiri bersandar di samping mobilnya. Sementara sang supir terlihat masih mengganti ban mobilnya.
"Ban mobilku pecah, supirku kesulitan mengganti ban." Jawab wanita itu yang ternyata adalah Keiina.
"Aku ingin mencari taxi namun di sini sepi." Ucap Keiina lagi.
"Bagaimana jika ikut denganku saja, nanti di ujung jalan besar, kamu bisa naik taxi dari sana." Ajak Audrey.
"Iya, Non. Nona Keii ikut dengan Nona ini saja, takutnya ini lama dan di sini panas sekali." Ucap Supir.
Keiina mengangguk namun tiba tiba saja sebuah mobil hitam menghampiri mereka dan empat orang keluar dari mobil itu.
Keiina dan Audrey terlihat ketakutan, sang supir juga terlihat takut.
"Siapa diantara kalian yang bernama Keiina?" Tanya salah satu preman.
"Keiina?" Gumam Audrey yang hanya terdengar oleh Keiina.
"Jangan mengaku pada mereka." Bisik Audrey lagi
Audrey perlahan mengeluarkan ponsel dari sakunya blazernya dan tangannya kebelakang, sang supir yang tau maksud dari Audrey segera mengambil ponsel Audrey dan menyimpan di dalam sakunya.
"Cepat ngaku, siapa diantara kalian yang bernama Keiina??" Sentak preman lagi.
Namun baik Audrey dan Keiina sama sama terdiam.
"Si bos gak kasih fotonya?" Tanya Preman 1.
"Engga, cuma kasih nomer kendaraannya dan bilang kalau ceweknya cantik.. Nah mereka dua duanya cantik." Jawab preman 2.
"Bawa aja dua duanya." Sahut preman 3.
Keiina dan Audrey sama sama mundur beberapa langkah sampai preman itu menangkapnya. Keiina dan Audrey mencoba berontak namun usahanya gagal karena preman bayaran itu bertubuh besar dan berjumlah empat orang.
Satu preman mendekat pada sang supir. "Bilang sama bosmu, tunggu kabar dari bos kami. Pastikan ponselnya aktif." Sentak preman 1.
Sang supir hanya mengangguk ketakutan.
__ADS_1
**
Kaisar dan Ryu tiba di cafe, namun tidak menemukan keberadaan Keiina dan Anhar. Tidak lama kemudian mobil Anhar terlihat memasuki parkiran cafe dan Kaisar juga Ryu segera menghampirinya.
"Jauhi Keiina!!" Sentak Kaisar mengancam saat Anhar baru saja keluar dari mobilnya.
Anhar hanya diam, ia melihat kilatan amarah di mata Kaisar.
"Kenapa menyembunyikannya dari Papa, Kai? Apa Papa sebegitu tidak pantasnya mengetahui jika Keiina adalah putri Papa juga?" Tanya Anhar dengan sendu.
"Kau memang tidak pantas menjadi seorang Papa untuk Keiina. Keiina tidak butuh seorang Papa dalam hidupnya, sudah terlalu terlambat untuk mengatakan jika Kau adalah Papa yang telah membuang Mama kami demi wanita murahanmu." Desis Kaisar.
"Jadi dari sekarang, jauhi Keiina, jangan pernah muncul lagi di hadapan Keiina kami yang begitu berharga." Kata Kaisar lagi.
"Tidak, Kai.. Papa tidak bisa." Kata Anhar mencoba menolak.
Kaisar menatap tajam Anhar, "Aku bisa menghancurkanmu jika kau terus terusan menyakiti Mama dan mendekati Keiina apa lagi sampai mengaku Papa pada Keii yang akan membuat Mama tersakiti."
"Biarkan Papa bertemu dengan Mamamu." Pinta Anhar.
"Never ever." Desis Kaisar.
"Papa mohon, Kai. Papa ingin bertemu dengan Mamamu." Anhar terus saja memohon.
Drrtt.. Drtrttt..
Ponsel Kaisar berdering dan memperlihatkan nomer tidak di kenal namun Kaisar tetap mengangkatnya.
"Haloo saudara tiriku." Reno tertawa di sebrang sana.
"Kau..." Geram Kaisar.
"Aku hanya ingin mengabari, jika adikmu dan asistenmu tersayang ada di tanganku." Kata Reno dengan nada mengejek.
"Apa maksudmu?" Sentak Kaisar.
"Lebih baik lihat pesan masuk di ponselmu, dan tunggu kabarku selanjutnya."
Klik...
.
...****************...
__ADS_1