
Kaisar memutuskan untuk menginap dan akan kembali ke kotanya keesokan harinya bersama Anhar. Malam itu Kaisar makan malam bersama Anhar setelah sekian lama Kaisar tidak duduk satu meja bersama Anhar.
Kaisar melihat makanan yang tersaji adalah makanan sehat. Anhar menjalani program makanan sehat demi menjaga kinerja ginjalnya yang hanya tinggal satu. Hingga detik ini Kaisar masih belum membahas soal Anhar yang mendonorkan ginjalnya pada Keiina.
Keesokan harinya, Kaisar sudah bersiap untuk kembali ke kota nya, Anhar pun terlihat sudah rapih dan akan ikut bersama Kaisar. Meski Anhar sudah menolaknya, namun Kaisar tetap memaksa dan terpaksa mengancam tidak akan pernah untuk menjenguknya kembali, hal itu sontak membuat Anhar takut dan tentu saja Anhar tidak ingin hal itu terjadi.
Anhar terkejut saat mobil yang membawanya bersama Kaisar tiba di rumah Adelia.
"Kai, mengapa membawa Papa kesini?" Tanya Anhar sambil menatap rumah milik Adelia.
"Rumah utama sedang Kai renovasi sedikit, Pa. Kai tau banyak kenangan tidak menyenangkan di rumah itu, jadi Kai memutuskan merenovasinya sedikit. Dan untuk sementara Papa tinggal disini bersama kami." Kata Kaisar.
"Kai, Mama dan adikmu pasti tidak akan menyetujui." Ucap Anhar.
"Kai akan bicara dengan Mama, hanya satu bulan saja Papa disini. Masalah Keiina, Keii tinggal di rumah Ryu, hanya sesekali saja tinggal di rumah ini. Pasti tidak masalah." Jawab Ryu.
Anhar berpikir sejenak.
"Ayolah Pa, Papa juga tanggung jawab Kai. Ini hanya satu bulan saja." Kata Kaisar.
"Papa bisa tinggal di penthouse.".Kata Anhar lagi.
"Penthouse tidak baik untuk kesehatan Papa, tidak ada taman terbuka untuk Papa duduk menikmati waktu sore." Kata Kaisar dan Kaisar segera turun dari mobilnya.
Dengan ragu, Anhar pun ikut turun dan berjalan menuju teras rumah milik Adelia. Kaisar membawa Anhar menuju ruang keluarga, tempat dimana Mutia dan Adelia menghabiskan waktu untuk mengobrol, tanpa disangka ternyata Keiina juga yang datang untuk menginap karena di tinggal pergi oleh Ayla yang sedang mengikuti Regan untuk seminar kesehatan di luar kota selama satu minggu.
Semua mata menatap penuh tanya pada Kaisar, mereka juga melihat ke arah Anhar dengan perubahan yang begitu drastis, yakni tubuh yang terlihat semakin kurus dan wajah yang terlihat sedikit pucat. Audrey mendekat pada Kaisar dan berdiri percis di sampingnya.
"Queen, tolong antarkan Papa untuk beristirahat di kamar tamu." Kata Kaisar lembut pada Audrey setelah mencium kening Audrey.
__ADS_1
Audrey tersenyum dan mengangguk, lalu menghampiri Anhar, "Ayo Pa, Audrey antar Papa istirahat." Kata Audrey.
Anhar menatap wajah Kaisar dan Kaisar mengangguk.
Setelah Audrey dan Anhar pergi, Kaisar duduk dan berbicara dengan menatap wajah Adelia.
"Ma.. Maaf jika Kai tidak bicarakan ini dulu dengan Mama. Kai membawa Papa Anhar untuk kembali tinggal di kota ini, tadinya Kai ingin membawa Papa Anhar untuk kembali ke rumah utama, tapi rumah utama sedang di renovasi, jadi Kai minta ijin Mama untuk mengijinkan Papa Anhar tinggal disini selama satu bulan." Ucap Kaisar hati hati.
Adelia menghela nafas sejenak, sebenarnya ia sendiri cukup risih jika harus satu atap dengan mantan suaminya itu, namun Adelia tidak ingin egois, terlebih, ia mencurigai sesuatu yang terjadi pada Anhar hingga tubuhnya menjadi kurus.
"Silahkan, Kai. Mama memgijinkan." Jawab Adelia pada akhirnya.
"Ma..." Panggil Keiina.
Adelia melihat ke arah Keiina, "Tidak apa Keii." Kata Adelia tersenyum.
Adelia mengerti posisi Kaisar yang berada di tengah tengah. Di sisi lain, Adelia adalah Mamanya, dan di sisi lain, Anhar adalah Papanya.
"Mama akan menyiapkan makan malam." Kata Adelia.
Mutia pun berdiri, "Antar Oma untuk melihat Papamu, Kai." Ucapnya dan Kaisar mengikuti kemauan Mutia.
Keiina hanya diam seorang diri, ini posisi tersulit baginya. Keiina ingin menerima namun belum bisa melupakan apa yang sudah Anhar perbuat pada Adelia.
Anhar dan Mutia masuk ke dalam kamar tamu yang Anhar tempati, Audrey segera mendekat pada Kaisar.
"Oma, Kai ingin istirahat dulu ya." Kata Kaisar dan Mutia mengangguk.
Kaisar menutup pintu kamar Anhar dari luar dan meninggalkan Mutia bersama Anhar.
__ADS_1
"Ma..." Anhar memeluk Mutia.
"Kenapa tubuhmu kurusan?" Tanya Mutia. "Apa kau tidak makan dengan baik?" Tanyanya.
Anhar melepas pelukannya dan duduk di sisi tempat tidur sementara Mutia duduk di sebuah sofa single.
"Tidak ada yang mengurusku, Ma. Pantas saja jika aku kurusan." Jawab Anhar sama percis saat menjawab pertanyaan Kaisar.
"Kenapa tidak menikah lagi saja?" Tanya Mutia.
"Tidak ingin, lagi pula aku malu karena sebentar lagi aku akan memiliki tiga orang cucu sekaligus. Aku ingin menghabiskan sisa waktuku dengan cucu cucu ku saja." Jawab Anhar.
"Apa kamu tidak ingin memperbaiki hubunganmu dengan Adelia?" Tanya Mutia yang membuat Anhar mengernyitkan dahinya.
"Manfaatkanlah waktumu yang tinggal satu bulan di sini, Adelia tidak pernah menikah lagi, tidak ada pria lain di dalam hidupnya selain dirimu. Bunga yang hampir matipun jika terus di beri pupuk, di siram dan di rawatpun akan berkembang kembali, seperti itu jugalah hati seorang wanita." Kata Mutia.
"Apa seperti itu juga perasaan Mama pada Papa Agam dulu?" Tanya Anhar.
Mutia seolah menerawang ke kehidupannya di masa lalu, saat Agam Wiguna memilih untuk menikah lagi dengan wanita lain hanya karena Mutia tidak bisa memberinya keturunan. Hingga pernikahan itu terjadi, lalu Anhar lahir ke dunia dan istri ke dua Agam meninggal karena melahirkan. Sebenarnya saat itu Mutia sudah mati rasa pada Agam, namun Agam yang sudah merasa cukup karena telah memiliki Anhar, mencoba memperbaiki hubungannya dengan Mutia dan hubungan mereka berlanjut hingga Agam menutup usia.
"Entahlah, Anhar. Hanya saja Mama masih berharap jika hubunganmu membaik dengan Adelia. Manfaatkanlah waktu satu bulan ini, semoga Adelia bisa menerimamu kembali." Kata Mutia dengan tulus.
Anhar merenungi semua perkataan Mutia, baginya sangat tidak mungkin memikirkan membina kembali rumah tangga dengan Adelia, di lihat dari fisiknya saja, kini Anhar bukan lagi pria kharismatik dengan sejuta pesona, wajahnya kuyu dan terlihat lebih tua dari sebelumnya, tubuhnya yang terlihat kurus juga membuat Anhar jadi tidak percaya diri.
Anhar tidak ingin banyak berharap, terlebih kini ia tidak lagi mempunyai stamina seperti dulu. Anhar membatasi semua aktifitasnya demi menjaga kesehatan tubuhnya, tidak mungkin ia menikah lalu mengabaikan istrinya nanti.
"Aku tidak akan banyak berharap, Ma. Bagiku maaf dari Adelia juga sudah cukup. Aku tidak ingin menjadi beban Adelia, Biarlah Adelia bahagia bersama Kai dan Audrey juga Keii dan Ryu. Begini saja aku sudah bahagia." Jawab Anhar yang membuat Mutia menjadi iba.
...****************...
__ADS_1
Menurut readers, kesempatan ke dua itu ada atau tidak ya?